
Risa pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman Yunna dan Rein sebelum dia meninggalkan rumah itu di terus saja mengumpat dalam hatinya
"Lihat saja Yunna jika aku tidak bisa mendapatkan Rein berarti kamu juga tidak bisa!"Ucapnya sambil menatap rumah Rein dan yunna dengan penuh kebencian
Setelah kepergian Risa semuanya bisa bernafas lega
Mamah Raisya mendekati Yunna dan memeluknya tersirat kekhawatiran diwajah cantiknya yang sudah tidak muda lagi
"Kamu gak papa kan sayang?kamu diapain tadi sama wanita ular itu?"Ucap Mamah Raisya dengan panik
Vina dan Angle hanya diam sambil saling tatapa seakan-akan berbicara lewat pikiran mereka
"Sepertinya aku pernah melihatnya,tapi dimana yah?"Ucap Angle dalam hatinya
"Ibu ini tidak asing di otak ku"Ucap vina membatin
Yunna tersenyum melihat ibu mertua seperti sangat khawatir padanya
"Aku gak papa kok mah,bahkan dia tidak menyentuh ku sama sekali,tapi jika mamah tidak datang tadi aku juga tidak tahu akan seperti apa"Ucap Yunna dengan tersenyum
Mamah Raisya pun melepaskan pelukkannya dan menatap anak menantunya
"Syukurlah sayang,tapi mamah akan menghukum suamimu itu karena tidak menjagamu dengan baik"Ucap Mamah Raisya dengan wajah kesalnya
Yunna tersenyum kecut mendengar mamah mertuanya akan menghukum suaminya
"Ah iya sampai lupa mah,kita duduk dulu!"Ucap yunna sambil menarik tangan mamah Raisya
Mamah Raisya pun tersenyum dan mengikuti anak menantunya
"Mamah kok kesini gak kasih kabar"Ucap Yunna
"Memangnya suamimu tidak memberi tahumu jika mamah datang sayang"Ucap mamah Raisya sambil mengelus rambut yunna
Yunna menggelengkan kepalanya
"Dasar anak itu,mamah benar-benar akan menghukumnya"Ucap mamah Raisya dengan berapi-api
Yunna mengelus tangan Mamah mertuanya dan menggelengkan kepalanya
"Jangan hukum suamiku mah"Ucap yunna dengan wajah memohon
Mamah Raisya tersenyum
"Kenapa sayang?dia sudah lalai menjagamu jika mamah tidak datang apa yang akan terjadi dengan menantu keluarga baskoro ini"Ucap mamah Raisya
"Aku mohon jangan mah,tapi lihatlah sisi baiknya aku baik-baik saja kan"Ucap yunna dengan wajah memohon
Mamah Raisya yang melihat menantunya seperti itu pun tersenyum
"Kamu sangat mencintai anak nakal itu sayang?"Ucap Mamah Raisya
Yunna tersenyum canggung dan mengangguk
"Ya sudah mamah tidak akan menghukumnya tapi jika dia masih lalai jangan larang mamah jika mamah menghukumnya"Ucap mamah Raisya
Yunna mengganggukkan kepalanya"Iyah mah"Ucapnya
Mamah Raisya pun menjelaskan kedatangannya kepada yunna jika dia kesini ingin mengantarkan pembantu baru yang akan menggantikan mita sementara,dia bernama bi sanah
"Bi kamu bisa langsung saja masuk kamarmu yang ada disana"Ucap mamah Raisya menunjuk kamar didekat dapur disamping kamar Mita
Yunna merasa tidak enak pada mamah mertuanya padahal dia bisa mengerjakan semuanya sendiri apalagi sekarang di tidak kuliah
"Maaf mah aku merepotkan mamah"Ucap Yunna
Mamah Raisya tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Jangan bicara seperti itu sayang kan sekarang kamu juga anak mamah jadi tidak merepotkan sama sekali"Ucap mamah Raisya
Yunna tersenyum"Makasih Mah"Ucap nya
Mamah Raisya hanya menggangguk
Mamah Raisya pun menatap kearah Vina dan Angle yang dari tadi hanya diam saja seperti patung
"Kalian teman-temannya menantu saya kan?Vina dan Angle bukan?"Ucap Mamah Raisya
Vina dan Angle reflek mengganggukkan kepalanya secara bersamaan
"Iyah tante"Ucap Vina
Mamah Raisya tersenyum tapi berbeda dengan yunna,yunna menahan tawanya melihat para sahabatnya yang seperti orang linglung
__ADS_1
Vina dan Angle saling mengggolkan tangan mereka karena merasa canggung dengan mertuanya yunna
"Kalian kenapa?gak usah canggung sama saya anggap saja saya ini mamah kalian juga sama kaya yunna"Ucap mamah Raisya
Vina dan Angle sama-sama saling menatap satu sama lain
"Tante yang benar?masa iya kalau kami sama kaya yunna menganggap tante sebagai mamah berarti kami jadi istri Rein dong tante kan yunna itu menanti tante jadi nyebut tante mamah"Ucap Vina dengan polosnya
Angle seketika tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya
Yunna langsung meletot mendengar perkataan Vina
"Jaga ucapan mu Vina!"Ucap yunna dalam hatinya
Mamah Raisya tersenyum melihat sahabat-sahabat menantunya ini
Vina hanya terkekeh melihat ekspresi orang-orang yang mendengarkan ucapannya
"Jangan meletot begitu napa yunna kan Vina cuma bercanda"Ucap Angle
"Kalian ini ada-ada saja"Ucap mamah Raisya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
Digedung baskoro grub
Buk!
Satu bogeman Rein melayang kewajah Indra
"Kenapa ndra bisa membiarkan wanita ular itu masuk kedalam rumahku dan untung saja mamah ku datang jika tidak istriku bisa terluka"Ucap Rein dengan penuh kemarahan
"Maafkan aku bos,dia lepas dari pengawasan para Bodyguardku dan bisa masuk dengan mudah ke rumah bos"Ucap Indra sambil menunduk
Rein ingin menampar wajah indra lagi tapi tidak jadi dan dia pun berteriak
Rein mulai mengatur nafasnya terlihat kemarahan diwajah tampannya
"Aku benar-benar tidak ingin hal ini terjadi lagi ndra,jika istriku kenapa-kenapa kamu juga harus merasakan apa yang istriku rasakan bahkan lebih"Ucap Rein dengan tatapan membunuhnya
"Maafkan aku bos,aku pastikan ini tidak akan terjadi lagi"Ucap Indra dengan mantap
"Beri peringatan kepada wanita ular itu"Ucap Rein dengann tatapan yang penuh amarah
"Siap bos!"Ucap indra
Indra pun pergi meninggalkan Rein
Setelah indra pergi Rein pun langsung menghempas dirinya dikursi kebesarannya
"Sepertinya jika aku lalai bisa-bisa istriku dalam bahaya"
"Aku tidak akan membiarkan mu lepas begitu saja Risa setelah masuk kedalam rumahku dan ingin mencelakai istriku"Ucap Rein dengan penuh kemarahan
Dikediaman Yunna
Lama mereka bersenda gurau sampai hari pun sudah menjelang sore Vina dan Angle pun sudah pulang
Yeppa dan Reina pun juga sudah pulang ke rumah
Reina langsung berlari menghambur pelukkannya kepada Mamah Raisya
"Mamah kangen!"Ucap Reina dengan manjanya sambil memeluk Mamah Raisya
"Anak mamah udah besar jangan manja lagi"Ucap Mamh Raisya
"Gak mau"Ucap Reina
Yeppa dan yunna hanya tersenyum kecut melihat adegan saling peluk antara Reina dan mamah Raisya
"Kangen Mommy ya de?"Tanya yunna dengan berbisik
Yeppa tersenyum dan mengangguk
"Kangen Mommy banget ka"Ucap Yeppa dengan wajah yang sendu
Yunna pun mendekati adiknya dan memeluk adiknya seakan merasakan kesedihan yang adiknya rasanya
Yeppa sontak kaget karena kakanya memeluknya secara tiba-tiba
"Kaka!"Ucap lirih yeppa
Yunna terus memeluk adiknya
"Enak gak dipeluk kaka,ka Rein aja gak bisa tidur kalau gak peluk kaka"Ucap yunna sambil terkekeh
__ADS_1
Reina dan mamah Raisya pun sudah melepaskan pelukan mereka,mereka pun berjalan mendekati adik kaka yang tengah asik berpelukkan itu
Mamah Raisya dan Reina pun juga memeluk adik kaka itu
"Mamah!"Ucap Yunna
"Reina"Ucap Yeppa
"Sudah kita berpelukkan saja seperti ini,kalian pasti kan merindukan mamah kalian"Ucap Mamah Raisya
"Kalian kan bisa memeluk Mamah"Ucap Mamah Raisya
Yeppa dan Yunna hanya diam tapi masih saling peluk
Lama mereka berpelukan sampai tidak sadar kedatangan Rein
Rein pun tersenyum melihat adegan saling peluk para adik,istri dan juga mertuanya
"Dirumahku ada Teletubis yang sedang berpelukkan"Ucap Rein dengan setengah berteriak
Semuanya langsung menoleh kearah suara yang mengakatakan mereka Teletubis
Semuanya menatap kesal kearah Rein
Rein yang ditatap para wanita yang dia cintai itu pun hanya terkekeh dan berjalan mendekati mereka
"Aish kenapa kalian menatapku seperti itu?bukannya di sambut gitu!"Ucap Rein dengan nada bercanda
Rein pun meraih tangan Mamah Raisya dan mencium punggung tangannya
Rein juga menyerahkan tangannya pada Yunna dan para adiknya untuk mencium tangannya
Mamah Raisya langsung menjewer kuping dari Rein
"Aduh...duh...duh...Mah sakit!lepasin mah bisa putus telingaku"Ucap Rein mengaduh kesakitan
Mamah Raisya tidak memperdulikan ucapan Rein dan Terus saja menjewernya
"Biarin kenapa juga lalai menjaga istrimu dan jika mamah tidak datang tadi bisa-bisa wajah cantik istrimu itu terluka"Ucap Mamah Dengan gemas
Yunna menahan tawanya melihat suaminya dijewer mamah mertuanya begitu juga dengan Reina dan Yeppa
Rein masih terus memohon agar mamahnya melepaskan jewerannya
"Mah lepasin nanti putus terus aku gak bisa denger suara seksi istriku lagi mah"Ucap Rein sambil terkekeh melihat kearah istrinya
Mamah Raisya pun melepas jewerannya
"Bisa-bisa Rein kamu lalai menjaga rumah ini"Ucap Mamah Raisya
Rein mengelus-ngelus bekas jeweran mamahnya
"Dia licik mah!jadi bisa lepas dari pengawasan para bodyguard ku"Ucap Rein
"Tapi mamah gak mau tau jika sampai terjadi apa-apa pada menantuku kamu akan mamah hukum"Ucap Mamah Raisya
"Sebelum Mamah menghukum ku aku duluan yang akan menghukum diriku mah"Ucap Rein sambil menatap Yunna
Rein pun mendekati istrinya,Rein meraih tubuh yunna agar lebih dekat dengannya tersirat kekhawatiran diwajah tampan Rein
"Sayang kamu gak papa kan?apa yang sakit?biar aku obati"Ucap Rein sambil membolak-balikkan tubuh yunna
Yunna terkekeh melihat tingkah suaminya
"Sayang kok malah ketawa kan aku khawatir ini"Ucap Rein dengan cemberut
Yunna merasa gemas melihat wajah cemberut Rein dan dia pun mencubit pipi Rein
"Aku baik-baik aja ko hubby"Ucap Yunna tersenyum sambilm mencubit pipi Rein
Yeppa dan Reina menatap jengah kemesraan para kaka mereka dan mereka pun memutuskan masuk kamar
Mamah Raisya tersenyum melihat adegan yang begitu membuat siapapun iri dibuatnya
"Kalian!ingat tempat jika ingin bermesraan lebih baik kekamar gih"Suruh mamah Raisya
Yunna pun langsung tersadar jika apa yang dia lakukan disaksikan oleh mamah dan para adiknya sedangkan Rein hanya tersenyum santai
"Oke mamah kami ke kamar dulu yah"Ucap Rein
Rein langsung menggendong tubuh yunna gaya bridal style menuju kamar mereka
Mamah Raisya tersenyum melihat Rein benar-benar romantis pada istrinya
__ADS_1
"Terima kasih sayang karena sudah membuat antartika keluarga baskoro menjadi cair"Ucap mamah Raisya dalam hatinya