
Satu minggu telah berlalu dan hari ini adalah hari wisuda yunna
Tapi yunna merasa sangat sedih karena Rein tidak bisa hadir diacara yang sangat ditunggunya ini
sepanjang sesi make up yunna hanya murung dengan wajah sembab habis menangis ingin sekali dia menangis lagi tapi jika dia lakukan itu bisa-bisa make up nya luntur
"Hubby kamu jahat sekali kamu sudah janji padaku akan hadir diacara ku ini tapi kamu malah ingkar,Aku membencimu"Yunna membatin
Flashback on
Setelah 3 hari dari kejadian Risa datang kerumah Rein dan yunna
Sekarang Rein dan yunna ada didalam kamar mereka dengan Rein tiduran bebantalkan paha yunna dan yunna duduk sambil mengelus-elus rambut Rein
"Hubby tiga hari lagi aku akan wisuda"Ucap yunna dengan wajah yang sangat bahagia
Rein bangkit dan duduk disamping yunna bersandar dipunggung ranjang sambil meraih tubuh yunna memasukkannya kedalam pelukkannya
"Benarkah sayang?Wah istriku sudah jadi sarjana hukum"Ucap Rein sambil mencium kening yunna
"Kamu menginginkan apa hadiah dariku untukmu?Rumah baru,mobil atau yang lainnya mungkin aku pasti akan membelikannya"Ucap Rein sambil merapikan anak rambut yunna
Yunna menggelengkan kepalanya
"Aku tidak mau itu hubby aku hanya ingin kamu hadir nanti diacara wisudaku aku ingin mengenalkanmu dengan para teman-teman ku"Ucap yunan dengan tersenyum
Rein mengelus rambut yunna
"Aku pasti datang sayang"Ucap Rein dengan mantab
"Janji ya hubby"Ucap yunna sambil menunjukkan jari kelingkingnya
Bukannya menunjukkan jari kelingkingnya Rein pun malah menunjukkan jari telunjuknya
"Yah aku menang sayang soalnya jari kelingking sama jari telunjuk itu pasti menang jari telunjuk"Ucap Rein sambil tertawa terbahak-bahak
Yunna langsung memonyongkan bibirnya
"Hubby aku bukan suit tapi..."Ucap yunna terpotong karena Rein sudah mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking yunna
"Iyah hubby mu ini pasti datang biar apapun yang menghalangi pasti aku datang"Ucap Rein sambil tesenyum
"Sudah lebih baik sekarang tidur aku mengantuk ini"Ucap Rein sambil menguap
Yunna hanya mengangguk dan menurut suaminya untuk tidur
Mereka sudah tertidur dengan posisi seperti biasa yaitu saling berpelukkan
Tiga hari berlalu
Jam 03:00 sebelum acara wisuda yunna
Yunna bangun pagi sekali dan meraba-raba tempat tidur Rein tapi kosong dia pun langsung membuka matanya dia lihat suaminya sudah tidak ada diapun turun dari ranjang dan mencari keberadaan Rein tapi tidak ada,dia pun menemukan secarik surat bernulis nama Rein
"*Sayang Maafkan aku!aku harus keluar kota karena proyek ku roboh dan memakan banyak jiwa jadi maafkan aku jika aku tidak bisa menghadiri acara wisudamu"
Salam Cinta My hubby yunna*
Ketika air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya
"Kamu ingkar janji hubby katamu apapun yang mengahalangi pasti kamu datang tapi....
aku membencimu"Ucap yunna dengan lirih
Flashback off
Yeppa dan Reina berusaha menghibur sang kaka tapi semuanya sia-sia yunna terus saja murung
"Sayang berbahagia lah hari ini adalah hari yang paling kamu tunggukan"Ucap Mommy ana sambil memeluk yunna
Yunna pun menoleh dan tersenyum tipis
"Tapi mom hubby membohongiku katanya dia akan datang tapi apa dia malah mementingkan pekerjaannya,hati ku sakit mom"Ucap Yunna dengan suara serak menangis
__ADS_1
Yeppa dan Reina pun juga mendekati yunna dan memeluknya
"Ka jangan sedih lagi yah kalau kaka sedih kami juga ikut sedih"Ucap Yeppa dengan wajah sedihnya
"Iyah ka,ka Rein melakukan ini pasti terpaksa"ucap Reina
Yunna pun berusaha untuk tegar agar orang-orang yang dicintai tidak bersedih karena nya
"Ayo semuanya kita berangkat ini sudah jam berapa?"Ucap daddy salim
Dengan hati yang tak menentu yunna melangkahkan kaki menuju mobil yang akan mengantarkannya ke gedung acara wisuda
Empat puluh lima menit kemudian yunna dan para rombongannya pun sampai gedung acara itu
Semua orang menatap kagum pada kecantikkan yunna tapi yunna tidak menghiraukannya dan terus saja berjalan mendekati tempat duduk yang telah tersedia
Vina dan angle sudah datang dari tadi Vina dan Angle pun melambaikan tangan agar yunna duduk ditempat yang sudah disediakan untuknya
Vina dan angle menatap bingung kerarah yunna karena yunna hanya murung dihari bahaginya inu
"Hei kenapa wajah mu kok murung amat,senyum dikit napa yunna"Ucap Vina
"Kamu kenapa yunna diruangan ini mungkin kamu yang paling cantik tapi kalau kamu murung seperti bisa-bisa si Vina yang paling cantik"Ucap Angel dengan nada bercanda
Vina terkekeh"Ah kamoh bisa ajah"Ucap vina dengan wajah yang sangat lucu
Yunna tersenyum tipis menatap para sahabatnya
Yunna pun menceritakan semuanya ke para sahabatnya
Seketika Vina mengepalkan tangannya wajahnya pun terlihat seperti orang kesal
"Wah gak bisa dibiarkan ini,harus diluruskan dan sadarkan ini"Ucap Vina
Angle pun menganggukkan kepalanya
"Benar tu vin setelah ini kita omel tu dia"Ucap Angel
Vina dan angle terus saja merutuki Rein sedangkan yunna setiap saat menengok kearah pintu masuk kalau saja Rein datang tapi sampai acara mulai Rein tidak menampakkan batang hidungnya
"Hubby kamu datang"Ucap yunna dalam hatinya
Rein seakan-akan paham maksud yunna pun langsung mengangguk dan berjalan ketempat duduk yang kosong
Para wanita menatap kagum dengan ketampanan Rein
Acara utama pun sudah selesai sekarang saatnya sesi foto dengan keluarga
Rein benar-benar kesal dibuatnya karena banyak sekali pria yang memberikan selamat pada istrinya dan juga memberikan buket bunga kepada yunna tapi selalu saja ditolak dengan kasar oleh Rein
Yunna hanya tertawa kecil melihat ekspresi Rein yang seperti orang kesal
"Aish buket bunga kecil seperti itu saja diberikan pada istriku lebih baik kau bawa saja lagi"Ucap Rein dengan wajah datarnya kepada pria yang ingin memberikan buket kepada yunna
Vina dan Angle pun mulai mengeluarkan taringanya
"Alah gak usah cemburu gitu bang!kalau aja abang tau yunna itu primadona kampus jadi biasa aja"Ucap Angel dengan santainya
"Iya bang kalau aja tadi abang gak datang bisa-bisa istri abang diambil orang"Ucap Vinna
Rein menatap Vina dan angel dengan tatapan membunuhnya seketika nyali mereka ciut dan langsung menutup mulutnya
Yunna langsung memukul tangan Rein dengan kencang
"Hubby kamu kasar sekali,bukan dilihat dari buketnya tapi dari..."Ucap Yunna terpotong
"Tapi dari harganya ya kan"Ucap Rein dengan tertawa mengejek
"Sudah jangan ada yang memberikan apapun pada istriku hanya aku yang boleh"Ucap Rein
"Hubby...."Ucap yunna sambil melotot
__ADS_1
Rein tidak memperdulikan ucapan yunna
"Sudah ayo cepat kita berfoto dan langsung pulang aku sudah sangat panas disini"Ucap Rein
"Kaka Rein kalo cemburu lucu yah Reina bikin orang-orang yang mendekati ka yunna kena mental"Ucap Yeppa sambil tertawa kecil
"Iyah kaka nih kasian tau tu cowonya kasiannya dia bawain buket buat ka yunna tapi ditolak sama kaka"Ucap Reina sambil menatap laki-laki yang sudah berjalan dengan gontai sambil membawa buket bunga yang ditolak
"Biarkan saja siapa suruh memberikan bunga kepada wanita yang sudah beristri"Ucap Rein dengan santainya
Semua orang hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Rein
Papah khalid seperti melihat dirinya didalam diri Rein yang kalau cemburu pasti berbicara kasar
"Rein kamu anak papah"Ucap Papah khalid sambil tertawa
Rein menoleh dan tersenyum pada papah khalid
"Bibit unggul papah nih"Ucap Rein dengan tertawa kecil
Semuanya pun juga tertawa
Semuanya sudah berjalan menuju tempat foto tapi langkah Yunna terhenti begitu pun dengan Rein karena yunna mengandeng tangan Rein karena ada orang yang memanggil namanya
"Yunna!"Panggilnya
Yunna pun menoleh begitu pun dengan Rein
"Ini mah wanita yang selalu aku ceritakan ke mamah,dia cantikkan?"Ucap dirga
Dirga adalah salah satu penggemar yunna selain edo tapi dia selalu kalah dengan tapi setelah edo pergi dia pun menjadi berani lagi mendekati yunna tanpa tau status yunna
"Hm cantiknya calon mantu mamah,Dirga selalu menceritakanmu ke tante,dia sangat menyukaimu na"Ucap Mamah nya dirga dengan tersenyum
Rein mengepalkan tangannya dirinya benar-benar panas mendengar ada pria yang memuji istrinya
Yunna pun menatap Rein dan berusaha menenangkan suaminya yang di landa cemburu dengan mengelus tangan Rein
Rein pun menoleh dan menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan kasar
Yunna tersenyum tapi tidak dengan rein,Rein hanya menatap datar kearah pria yang memuji istrinya
"Yunna ini mamah ku!jika berkenan boleh kan setelah ini aku datang kerumah mu dan mengajak keluarga ku kerumahmu"Ucap Dirga dengan tersenyum manis
Dirga berniat meraih tangan yunna tapi ditepis oleh Rein
"Jaga sikap mu sebelum aku benar-benar menghajarmu disini"Ucap Rein dengan tatapan membunuhynya
Dirga pun terkejut dan mulai menatap Rein dengan tatapan kesal
"Anda siapa hah?anda hanya sepupunya kan karena setahu ku yunna tidak memiliki kakak laki-laki"Ucap Dirga dengan songongnya
Rein hanya tersenyum sinis
"Aku bukan sepupu yunna tapi aku teman tidurnya yunna"Ucap Rein dengan senyum sinisnya
Dirga sontak kaget dan tak mengerti maksud dari Rein
"Maksudnya apa?Yunna dia siapa?"Ucap Dirga dengan bingung
Yunna tersenyum "Dia suamiku dirga sudah hampir 5 bulan aku menikah dengannya"Ucap Yunna
Rein tersenyum dengan sinisnya
"Sudah yu lebih baik kita susul para keluarga kita"Ajak Rein
Yunna mengangguk
"Maaf tante aku harus ke tempat foto dulu keluargaku sudah menunggu"Ucap yunna dengan sopan
Sedangakan dirga diam sambil menunduk lesu
"Yunna" panggil dirga
__ADS_1
"Yunna semoga kamu berbahagia dengan suamimu"Ucap Dirga dengan senyum terpaksa
Yunna mengangguk dan tersenyum