
Rein langsung dilarikan kerumah sakit karena ditakutkan lukanya infeksi bahkan Rein sudah tidak sadarkan diri
Yeppa dan Reina sangat khawatir dengan keadaan sang Kaka yang mereka sayangi
"Ka Indra ka Rein gak bakal kenapa-napa kan?"Ucap Reina
"Kita percayakan kepada Dokter yah"Ucap Indra
2 jam dokter menangani Rein dan akhirnya dia keluar
Indra dan Ical mengahampirinya begitu pun dengan Reina dan Yeppa
"Tuan muda banyak sekali mengeluarkan darah dan sekarang dia membutuhkan transfusi darah segera Karena kondisi sangat lemah"Ucap Dokter
"Tapi stok darah rumah sakit sedang kosong"Ucap dokter
"Saya dok karena darah saya sama dengan ka Rein"Ucap Reina
"Nona kecil bukankah kamu sangat takut dengan jarum suntik bahkan kamu bisa pingsan melihatnya"Ucap Indra
"Ini demi ka Rein aku harus kuat melawan ketakutan ka"Ucap Reina
Yeppa tersenyum dan memeluk Reina
"Semangat yah,jika kamu tidak kuat jangan dipaksakan"Ucap Yeppa
Reina menganggukkan kepalanya
"Mari nona ikuti saya,nona harus diperiksa dulu apakah kondisi nona sehat atau tidak"Ucap Dokter
"Iyah"Ucap Reina dan mengikuti langkah dokter masuk keruangan
Reina melihat sang Kaka yang terbaring lemas tak sadarkan diri bahkan wajahnya pucat
"Kaka harus sehat lagi demi ka Yunna dan calon anak Kaka"Ucap Reina
Reina pun diperiksa dan semuanya aman dan transfusi darah pun dilakukan,dia terus memejamkan matanya tidak melihat jarum suntik walau rasa sakit jarum itu terasa tapi dia harus bisa menahannya agar sang Kaka selamat
"Sudah nona"Ucap Dokter
Tapi Reina masih menutup matanya bahkan tak bangun
"Nona"Panggil dokter lagi
"Iyah dok!anu tolong singkirkan dulu jarum yang ada disini soalnya aku takut sekali"Ucap Reina
Dokter tersenyum dan menuruti perintah Reina
"Sudah nona"Ucap Dokter
Reina pun membuka matanya dan mulai duduk tapi penglihatan nya berkunang-kunang bahkan dia merasa pusing
"Kenapa kepala ku pusing ya dok?"Ucap Reina
"Itu memang efek samping dari transfusi darah ini nona,apakah nona bisa berjalan?"Ucap Dokter
__ADS_1
"Ya aku bisa"Ucap Reina dan berjalan keluar,Yeppa yang melihat Reina keluar pun langsung menyambutnya dan mempersilahkan nya duduk
"Kamu gak papa kan?"Ucap Yeppa dengan khawatit
"Aku gak papa kok"Ucap Reina
"Nona kecil kalian berdua lebih baik pulang biar saya antar"Ucap Indra
"Kalau aku pulang ka Rein gimana?"Ucap Reina
"Tenang saja disini ada Ical yang akan menjaganya kalian juga butuh istirahat nona"Ucap Indra
Reina menganggukan kepalanya dan mereka pun pergi
Indra sudah memberitahu semuanya jika para adik sudah ditemukan dan menuju pulang tapi tidak memberitahu jika Rein terluka
Mereka pun sudah sampai dan mereka disambut suka cita dan haru oleh para orang tua mereka
Reina dan Yeppa keluar dari mobil tapi Reina benar-benar merasa pusing membuatnya hampir terjatuh tapi Yeppa memeganginya
"Sayang"Ucap Mommy ana dan Mamah Raisya dan memeluk anak mereka masing-masing
Yunna menatap aneh semaunya Karena dia benar-benar tidak tahu jika para adiknya diculik apalagi jika suaminya sedang dirumah sakit
"Mommy kangen banget sama kamu sayang?kamu gak papa kan?kamu diapain sama mereka?"Ucap Mommy ana
Daddy Salim pun juga memeluk anak bungsunya
"Aku gak papa kok mah,kami gak diapain-apain sama mereka"Ucap Yeppa
Papah Khalid langsung menggendong Reina karena Reina benar-benar sangat pucat membuat nya sangat khawatir
Reina pun direbahkan diranjang milik Yeppa dia terus memegangi kepalanya
"Yeppa apa yang terjadi dengan Reina?"Ucap Mamah Raisya
"Reina baru saja transfusi darah mah"Ucap Yeppa
"Apa? transfusi darah untuk siapa?"Ucap Mamah Raisya yang begitu khawatir
"Untuk ka Rein"Ucap Yeppa
Semuanya kaget begitupun dengan Yunna
"Apa?untuk hubby?dia kenapa Yeppa?"Ucap Yunna dengan panik
Yeppa diam membuat semuanya khawatir
"Jawab Kaka de"Ucap Yunna
"Yunna kamu tenang dulu jangan kamu desak dia?"Ucap Mommy ana
"Tapi aku mau tau mom suami aku kenapa?"Ucap Yunna
"Suami Kaka kenapa de?"Ucap Yunna
__ADS_1
"Ka Rein tertembak ka dan mengeluarkan banyak darah dan keadaan sekarang sangat lemah"Ucap Yeppa
Yunna langsung memeluk sang Daddy dan menangis
"Sebenarnya ini kenapa?kenapa hubby bisa tertembak dan kalian selama 3 hari ini kemana?"Ucap Yunna sambil menangis
"Kami diculik ka dan Ka Rein menolong kami tapi dia tertembak dibagian belakang karena tidak ditangani jadinya darahnya terus mengalir dan membuatnya harus transfusi darah tapi stok darah rumah sakit kosong dan Reina yang menyerahkan dirinya"Ucap Yeppa
"Dad aku mau liat keadaan suamiku sekarang"Ucap Yunna
"Baiklah Daddy akan antar kamu"Ucap Daddy Salim
Mamah Raisya juga menangis mendengar musibah yang menimpa kedua anaknya
"Siapa yang melakukan ini semuanya?begitu jahatnya dia"Ucap Mamah Raisya
"Ka Erlangga mah"Ucap Yeppa
"Apa!"Ucap Mamah Raisya dan Papah Khalid terkejut
"Erlangga?bukankah dia sahabat Rein?"Ucap Papah Khalid
Yeppa diam
"Indra ikut aku!"Ucap Papah Khalid
Indra menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah papah Khalid
Yunna pun pergi menuju rumah sakit dimanan Rein dirawat sepanjang jalan dia terus menangis hatinya terasa sakit mengetahui sang suami yang dia rindukan sekarang sedang terluka
Mereka pun sampai Yunna ingin keluar terlebih dahulu tapi Daddy Salim memegangi tangan Yunna
"Jangan berlari ingat nak kamu sedang hamil"Ucap Daddy Salim
Yunna diam dan Daddy Salim pun membuka pintu untuk Yunna dan Sepanjangan jalan menuju ruang Rein Daddy Salim terus memegangi tangan Yunna
Didepan Ruangan Rein ada Ical yang duduk menunggu
"Cal!"panggil Daddy Salim
"Ah Daddy Salim!nona Yunna"Ucap Ical
"Bagaimana keadaan menantuku?"Ucap Daddy Salim
"Belum ada perkembangan dad"Ucap Ical
Yunna berdiri didepan pintu ruangan Rein dan melihat Rein terbaring tak sadarkan diri disana
"Dad hubby"Ucap Yunna dan kembali menangis Daddy Salim pun memeluk anak sulungnya
"Kamu mau masuk?"Ucap Daddy Salim
Yunna menganggukan kepalanya
"Ya sudah masuklah Daddy tunggu diluar yah"Ucap Daddy Salim
__ADS_1