
Yunna dan Rein sudah ada dikamar mereka,Rein menurunkan Yunna di atas ranjang setelah selesai menurunkan yunna dia pun bersimpuh dihadapan yunna
"Sayang maafkan aku jika tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu,Maafkan aku"Ucap Rein sambil mengenggelam tangan yunna
Yunna menggelengkan kepalanya,"Kamu tidak salah hubby,ini semua salah Wanita ular itu"Ucap Yunna
"Tapi sayang..."Ucap Rein terpotong karena yunna meletakkan telunjuknya dibibir Rein agar Rein diam
"Lebih baik sekarang hubby mandi!aku ingin bebicara serius denganmu setelahnya"Ucap Yunna
Rein menatap intens istrinya
"Bicara serius?maksudmu apa sayang"Ucap Rein dengan bingung
Yunna mengelus-ngelus rambut Rein dengan lembut sambil tersenyum
"Sekarang hubby mandi nanti kita bicara lagi"Ucap Yunna
Rein pun berdiri dan masuk kedalam kamar mandi,tiga puluh menit kemudian dia pun keluar dari mandi dengan kimono blaster kesayangannya
Rein pun berniat mengerjai istrinya yang sedang sibuk memainkan ponselnya
Rein mendekati yunna dan dengan sengaja mengibas-ngibaskan rambut basahnya kepada yunna
Sontak yunna langsung menoleh dan berteriak dengan nyaring sampai memenuhi ruangan
"HUBBYYYYYYYYY" Teriak yunna dengan nyaring sambil berlari menghindari Rein
Rein tertawa terbahak-bahak melihat yunna seperti itu
Yunna langsung mendekati suaminya dan langsung memukul-mukul dada Rein
Rein masih saja tertawa
"Dasar suami nakal,suami nyebelin"Ucap Yunna dengan cemberut
Rein pun menghentikan tawanya dan meraup tubuh yunna agar yunna tidak memukulnya lagi
"Istriku ngambek ni ye"ejek Rein sambil terkekeh
Yunna melongak menatap Rein sambil memoyongkan bibirnya
Rein tersenyum melihat ekspresi istrinya yang begitu menggemaskan
"Sayang itu bibir minta dikecup ya?,jangan di monyongi-monyongin gitu"Ucap Rein sambil menunjuk bibir yunna
Yunna hanya diam
"Kok diem sih kan aku ajak bicara kamu sayang"Ucap Rein sambil mengelus rambut yunna
"Kamu juga rambut basah di kibas-kibas ke aku,kan kesel"Ucap yunna yang masih cemberut
Rein tertawa kecil melihat istrinya yang masih cemberut
"Sudah-sudah jangan cemberut lagi,kamu tadi ingin membicarakan apa pada ku hm"Ucap Rein
Yunna menggelengkan kepalanya
"Sudah gak niat,aku mau kebawah aja"Ucap yunna sambil berjalan keluar
Rein hanya tersenyum kecut sambil menatap kepergian istrinya
"Niat mau bercanda eh malah kena ambekan istri,malang nasib mu mas"Gumam Rein sambil berjalan masuk kedalam Walk in closet
Yunna berniat menemui Mamah mertuanya,ketika dia berjalan menuruni terdengar suara yang memanggil namanya,dia pun menoleh kearah suara itu
"Mamah"Ucap Yunna sambil berjalan menghampiri Mamah Raisya yang yang tak jauh darinya
"Mamah mau kemana?"Tanya yunna
"Mamah mau nyamperin Yeppa dan Reina kayanya mereka sekarang akrab sekali"Ucap Mamah Raisya sambil menatap yeppa dan Reina yang sedang bercanda diruang keluarga
__ADS_1
Yunna pun juga menatap kearah yeppa dan Reina sambil Tersenyum
"Iyah mah sejak aku nikah sama hubby mereka jadi dekat sekali seperti saudara"Ucap Yunna
Mamah Raisya menggangguk
"Lebih baik kita menghampiri mereka dari pada kita berdiri seperti ini"Ucap Mamah Raisya
Yunna dan mamah Raisya pun berjalan menghampiri para adiknya yang sedang asik menonton televisi sambil bercanda ria sampai tak sadar kedatangan yunna dan Mamah Raisya
"Asik sekali bercandanya sampai gak sadar kedatangan kami"Ucap Mamah Raisya sambil mendudukkan dirinya di sofa
"Iyah kalian ini, berdosa tau....."Ucap yunna sambil memonyongkan bibirnya
Yeppa dan Reina pun menoleh kearah yunna dan Mamah Raisya
"Eh mamah sama ka yunna"Ucap Yeppa sambil nyengir
"Hehe ada Mamah dan kaka ipar"Ucap Reina nyengir sambil memasukkan makanan dalam mulutnya
Yunna dan Mamah Raisya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Yeppa dan Reina
"Kamu ini kaka lihat suka sekali nyemil Reina!awas lo nanti gendut"Ucap yunna sambil menunjuk Reina
Reflek Reina langsung meletakan cemilan yang ada ditangannya ke atas meja
"Aku gendutan yah?"Ucap Reina sambil menekan-nekan pipinya dengan telapak tangannya
"Iyah Reina sekarang kamu aku lihat agak gendutan lo!Apalagi tu pipi kamu udah kaya bakpao,duh pengen gigit"Ucap Yeppa
"Mamah.....Ka Yunna...aku gendutan yah"Ucap Reina dengan ekspresi sedihnya
Yunna yang dekat dengan Reina pun meraih kepala Reina dan menyandarkannya dibahunya
"Kamu gak gendut ko ade ipar kamu tetap cantik"Hibur yunna sambil mengelus rambut Reina dengan lembut
Mamah Raisya tersenyum melihat yunna yang begitu hangatnya kepada Reina sedangkan Yeppa hanya tersenyum kecut melihat Yunna memperlakukan Reina begitu hangat
Reina pun melingkarkan tangannya dipinggang yunna sambil melongak menatap yunna
"Yang benar ka?"Ucap Reina
Yunna menggangguk tanda mengiyakan
"Syukur deh kalau gitu"Ucap Reina dengan wajah yang tak sesedih tadi
Mereka pun Menonton televisi sambil bercanda
Rein sudah turun dan mencari keberadaan istrinya,dia pun melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga yang begitu ramai dengam tawa para wanita yang dia cintai
"Hola para Ratuku"Ucap Rein sambil tersenyum sambil berjalan mendekati yunna tapi sebelum dia mendekati yunna,yunna sudah memelototinya seperti memberi kode bahwa jangan mendekat Rein tidak jadi menghampiri yunna dan dia pun akhirnya duduk didekat Mamah Raisya
Mamah Raisya yang melihat seperti ada sesuatu dihubungan anak dan menantunnya pun hanya geleng-geleng kepala
"Kok baru nongol ka?ngapain aja dikamar?"Tanya Reina
"Kaka tadi mandi terus dandan dikit biar makin disayang istri"Ucap Rein tersenyum sambil melirik yunna
Yunna hanya menampakkan wajah datarnya
"Gak kebalik tu ka?"Tanya Yeppa
Rein menggeleng-gelengkan kepalanya
"Tidak ko kan emang gitu karena cinta semuanya bisa kebalik"Ucap Rein sambil terkekeh
Reina dan yeppa sama-sama mengeluarkan ekspresi seakan-akan muntah mendengar ucapan Rein
Sedangkan yunna menahan tawanya mendengar Rein yang mengeluarkan kata-kata buaya khas para laki-laki
Mamah Raisya tersenyum melihat perubahan anak sulungnya yang begitu berubah yang dulu dingin dan cuek sekarang menjadi laki-laki gombal
__ADS_1
"Kalo pengen ketawa!ketawa aja sayang jangan ditahan-tahan nanti jadi penyakit"Ucap Rein
Yunna yang ditegur Rein pun langsung menetralkan ekspresi wajahnya lagi menjadi datar lagi
Rein pun tersenyum kecut lagi melihat istrinya yang masih ngambek padanya
Mamah Raisya langsung menjewer kuping Rein
"Aduh.....duh...duh..mah kenapa kuping Rein dijewer mah?"Ucap Rein
"Ya karna kamu sudah membuat menantuku marah seperti itu,kamu apain dia?"Ucap Mamah Raisya
"Gak aku apa-apain ko mah,duh mah lepasin"Ucap Rein
"Gak akan sampai istri kamu berhenti marah"Ucap Mamah Raisya
Reina dan Yeppa tertawa terbahak melihat Mamah Raisya menjewer kuping Rein
Sedangkan Yunna hanya menggigit bibir bawahnya menahan tawanya
Rein yang melirik kearah yunna yang menahan tawanya dan langsung memiliki ide
"Mah kecengin lagi mah jewernya biar istriku ketawa kasian dia nahan tawa gitu"Ucap Rein melirik kearah yunna
Yeppa dan Reina sama-sama saling tatap satu sama lain
"Yah gelo"Ucap Reina
"Tingkat boncel cabe ini mah gelonya"Gumam Yeppa
Mamah Raisya pun menuruti ucapan Rein dan langsung mengencangkan jewerannya
"Aduh mah beneran sakit tapi aku ikhlas mah"Uacp Rein dengna wajah merah menahan sakit
Yunna bukan tertawa malah menatap kasian kearah suaminya dia pun menatap Mamah Raisya
"Sudah mah kasian suamiku"Ucap Yunna dengan tatapan khawatit
Mamah Raisya pun melepaskan jewerannya sedangkan Rein tersenyum menyeringai seketika hatinya berbunga-bunga mendapat belaan dari istrinya hilang sudah rasa sakitnya yang ada hanya rasa senang dihatinya
"Istriku ternyata sangat mencintai anakmu ini mah"Ucap Rein dengan bangga
Mamah Raisya tersenyum sedangkan yeppa dan Reina hanya menatap jengah kearah Rein
Rein tersenyum menatap para adiknya
"Kenapa iri?Ya jomblo!"Ejek Rein kepada para adiknya
Reina dan Yeppa tidak terima disebut jomblo
"Kalau kami punya pacar nanti dimarahin tapi gak punya pacar disebut jomblo"Ucap Reina dengan ekspresi kesalnya
Yeppa pun menatap Ke arah Mamah Raisya
"Izinkan kami pacaran Mah"Ucap Yeppa dengan serius
Sontak saja ucapan Yeppa itu membuat semua orang tertawa
"De kamu ngapain minta izin sama Mamah Raisya seharusnya sama Mommy ana"Ucap Yunna sambil tertawa
seketika Yeppa menepok jidatnya
"Ah iya aku lupa ka,Mommy maafkan anak mu ini karena sudah melupakan mu"Ucap Yeppa
"Kamu ada - ada aja sih Yeppa"Ucap Reina
Mereka masih terus bercanda diruang keluarga sambil sesekali bercerita sampai waktu makan malam pun tiba
Bi sanah pun menyuruh para majikannya agar menuju ruang makan
"Maaf mengganggu,tapi makan malam sudah siap"Ucap bi sanah
__ADS_1
Reflek semuanya menoleh kearah bi sanah dan bergegas pergi menuju ruang makan