
Rein berniat ingin kemakam Raihan ingin berkeluh kesah disana
Rein membawa sebuket bunga untuk Raihan
"Hai anak papi?hari ini papi kesini tapi maaf yah gak sama mami kamu"Ucap Rein sambil memegangi nisan anaknya
Rein meletakan bunga itu kemakam anaknya
"Maaf yah papi baru hari ini kesini"Ucap Rein
"Doa kan papi yah biar mami gak gak jadi ninggalin papi dan terus papi dan mami bisa kesini bersama lagi"Ucap Rein
Dia tersenyum sambil menatap makam anaknya
"Biasanya mami kalau datang kesini pasti dia akan menangisi kamu Raihan,tapi sekarang papi kesini sendiri tanpa mami,maafin papi yah karena sudah buat mami kamu kecewa"Ucap Rein
Cukup lama Rein disana sambil bercerita dimakan anaknya
Rein pun berdoa untuk Raihan dan dia berpamitan setelah dia pergi
Rein pulang kerumahnya dengan sangat malas karena biasanya Yunna selalu menyambutnya dengan Riang sekarang berbeda
"Rein!"Panggi sang Mamah
Rein menghentikan langkahnya dan menatap sang mamah tanpa ekspresi
"Kenapa kamu antar Yunna pulang kerumah orang tuanya?"Ucap Mamah Raisya
"Aku tidak ingin membahasnya mah"Ucap Rein
"Rein apa yang terjadi?kalian bertengkar?"Ucap Mamah Raisya
"Mah aku mohon jangan bahas hal ini aku sedang tidak ingin mah!aku mohon"Ucap Rein
"Rein!Kalian menikah sudah 3 tahun lebih dan bahkan pernikahan kalian jauh dari kata pertengkaran tapi kenapa sekarang malah seperti ini sayang"Ucap Mamah Raisya
"Ah aku pulang ingin menenangkan diriku mah bukan malah ditanyai seperti ini"Ucap Rein dan dia berlalu pergi menggunakan Motor kesayangannya
Mamah Raisya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu,jika ada masalah tidak akan pernah mau memberitahu
Rein melajukan motornya dengan sangat kencang bahkan dia sesekali menyalip truck dengan sangat cepat
Dia berhenti dirumah Yunna entah kenapa dia melajukan motornya menuju Rumah Yunna
"Pak tolong buka!"Ucap Rein
Para satpam pun membukakan,Yunna yang mendengar suara motor pun langsung melihat kejendela
Rein memarkirkan motornya dia tidak masuk melainkan menuju dimana jendela Yunna atau lebih tepatnya kamar Yunna
"Sayang!"Teriak Rein
"Ayo pulang bersamaku!aku sudah tau semuanya"Ucap Teriak Rein
Yunna mengintip sedikit dan Rein mengetahui itu dan dia tersenyum
"Sayang ayo pulang denganku!aku mohon!"Ucap Rein
Yunna keluar dengan wajah tanpa ekspresi nya membuat Rein sangat senang
"Sayang aku mohon!kita pulang kerumah kita yah"Ucap Rein
__ADS_1
Yunna langsung menyiramkan air kepada Rein membuat Rein kaget tapi dia masih bisa tersenyum
"Pulanglah! dan kita akan bertemu lagi dipengadilan agama!"Ucap Yunna dan masuk kembali
Rein menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar
"Baiklah aku akan pulang!"Ucap Rein
Rein menelpon Indra
"Indra temui aku di cafe biasa"Ucap Rein dan langsung menutup telponnya
Rein pergi dengan baju yang basah kuyup
Yunna terduduk sambil menangis sesegukkan,entah setan apa yang memasukinya sehingga dia berani menyiram Rein bahkan hatinya juga terasa sakit melihat suaminya masih bisa tersenyum dengan perlakuannya
"Maafkan aku hubby"Ucap Yunna
"Semoga kau membenci ku hubby"Ucap Yunna
Rein pun tiba dicafe yang dia maksud dan ternyata Indra sudah disana
"Kau sudah disini?"Ucap Rein
"Ya karena aku tadi juga berada didekat sini"Ucap Indra
"Ada apa kau memanggil ku?"Ucap Indra
"Bagaimana dengan Denal apakah sudah kau atasi?"Ucap Rein
"Sudah seperti biasanya,dan aku masih mengingat-ingat Hanmau yang dia maksud"Ucap Indra
"Baguslah,aku memang bisa diandalkan"Ucap Rein
Rein tersenyum tipis
"Aku disiram istriku"Ucap Rein
"Apa nona menyirammu?kenapa?"Ucap Indra
"Dia ingin menceraikanmu"Ucap Rein
"Rein kamu jangan bercanda,nona itu sangat mencintaimu"Ucap Indra
"Aku membuatnya kecewa dan mungkin sangat marah"Ucap Rein
"Apa yang kau lakukan hah?nona itu wanita yang sabar kalau dia semarah itu pasti kau berbuat sangat keterlaluan"Ucap Indra
Rein menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan
Indra menepuk pundak Rein untuk menguatkan bos sekaligus adik nya ini
"Apa yang bisa aku bantu untukmu?"Ucap Indra
"Aku tidak butuh apapun saat ini,yang kubutuhkan hanya istriku kembali seperti dulu"Ucap Rein dengan wajah sedihnya
"Kau seharian ini kemana saja?bahkan kau masih memakai celana tidur"Ucap Indra
Rein diam sambil menundukkan kepalanya
Indra memanggil pelayan untuk memasan makanan
__ADS_1
"Kau ini ku ajak bicara malah diam"Ucap Indra
Rein tetap diam
"Sepertinya jika nona menceraikan Rein akan ku pastikan sikap dingin dan ketus yang dimiliki Rein akan kembali bahkan lebih parah"Ucap Indra dalam hati
"Rein!"Ucap Indra
Rein menatap Indra
"Aku malam ini tidur dirumahmu yah?"Ucap Rein
"Kenapa?"Ucap Indra
"Aku malas bertemu dengan mamah"Ucap Rein
Indra menganggukkan kepalanya
Tak lama makanan mereka pun datang
"Makanlah orang sedih pun makanan"Ucap Indra
Rein pun meminum kopi hangat dan memakan sedikit makanan setelahnya dia kembali melamun
"Rein dari pada kau seperti ini lebih baik kau sibukkan dirimu dengan perkerjaan"Ucap Indra
"Aku belum bisa memegang kantor sekarang jadi ku serahkan kepadamu sementara"Ucap Rein
"Rein jangan seperti ini,kau ingat nona itu sekarang hanya dibawah tekanan jadi,kau harus ikuti permainannya"Ucap Indra
"Maksudmu?"Ucap Rein
Indra tersenyum
"Makanlah dulu nanti ku jelaskan"Ucap Indra
Rein masih kurang paham maksud Indra tapi entah kenapa ***** makan timbul secara tiba-tiba
Disisi Lain
"Denal tertangkap bahkan Yunna tidak jadi pergi"Ucapnya tangan kananny
Dia langsung membogem wajah anak buahnya itu
"Apa yang kalian kerjakan hah?Yunna tidak jadi pergi dan bahkan Denal tertangkap"Ucap Nya
"Kami tidak tahu bagaimana bisa Rein datang diwaktu yang sangat tepat,tapi sisi baiknya Yunna tetap akan menggugat cerai Rein"Ucap tangan kanannya itu
"Benarkah?"Ucapnya Tak percaya
"Ya bahkan kabar terakhir Yunna memutuskan pulang keruamah orang tuanya"Ucap Tangan kanannya
Dia langsung tertawa puas mendengar berita yang benar-benar sangat memuaskannya
"Dengan begini kita semua bisa menghancurkan Rein dengan sangat mudah"Ucap Nya
"Ya bos bahkan Rein sekarang seperti orang kehilangan nyawanya karena istri tercintanya ingin menceraikannya"Ucap Tangan kanannya
"Bagus!kau awasi terus jika punya kesempatan kita serang Rein,aku benar-benar sudah ingin menghabisinya dengan tangan ku sendiri"Ucap nya
"Baik!"Ucap anak buahnya
__ADS_1
"Kau memang sangat kuat Rein tapi jika kau jauh dari orang yang sangat kau cintai kau sama seperti tikus dijalan,sampah!"Ucapnya dan tersenyum sinis
"Dendam ku sebentar lagi akan terpuaskan"Ucap nya dan tertawa