
Rein langsung mendudukan dirinya dikursi kebesarannya sambil mengacak-acak rambutnya karena kejadian yang barusan saja terjadi
"Semoga kamu bisa memberi pelajaran kepada mereka ndra jika aku"Ucap Rein dengan tatapan Elangnya
"Kamu kenapa Rein?kenapa jadi lemah seperti ini kenapa kau menyuruh indra untuk mengeksekusi mereka"Tanya Rein pada dirinya sendiri
"Arrrttt........Bodoh kamu Rein,Kamu lemah!!Teriak Rein kepada dirinya
Lama Rein mengumpat dan mengeluarkan emosinya tiba-tiba Rein merindukan istrinya karena hanya yunna lah yang bisa menenangkannya sekarang
"Sayang aku merindukan mu hanya kamulah obat penenangku"Ucap Rein
"Kamu sedang apa sayang?"Ucap Rein
Rein meraih ponsel pintarnya ingin menghubungi yunna dia mencari nama istrinya diponselny My Wife dia langsung menghubungi yunna tapi yunna tidak meangkat ponselnya
"Pasti kamu masih tidur sayang! ya sudah,nanti aku telpon lagi"Ucap Rein
Sedangkan Yunna masih tertidur dibawah selimut padahal dia mendengar ponselnya berbunyi tapi dia enggan meangkatnya
Tok..tok..tok
__ADS_1
pintu kamar yunna diketok
"Ih siapa sih ganggu orang tidur aja"Umpat kesal yunna
Yunna memakai bajunya dan berjalan malas menuju pintu matanya pun masih terpejam
"Apa..."Tanya yunna dengan mata yang masih terpejam
"Ini nyonya sarapannya tapi lebih tepatnya makan siang"Ucap Wita sambil membawa nampan berisi makanan
"Hah makan siang emang sekarag jam berapa?"Tanya yunna sambil menggaruk-garuk pipinya
Yunna langsung melotot mendengar ucapan Wita
"Astaga!"Ucap yunna sambil menutup mulutnya
"Jadi ini makanannya ini gimana nyonya"Ucap Wita
"Kamu bawa aja lagi kebawah nanti aku makan dibawah aja aku mau mandi dulu"Ucap yunna sambil masuk kedalam kamar dan membanting pintu dihadapan Wita
"Berani sekali kau Calon mantan nyonya membanting pintu didepanku,awas aja nanti" Umpat Wita
__ADS_1
Didalam kamar yunna langsung membersihkan dirinya dikamar mandi sambil mengomel-omel tidak jelas
"Kenapa bisa bangun sesiang ini sih"Ucap yunna
Yunna memutuskan merendam tubuhnya di bathtube dengan air hangat dan sudah ditetesi dengan aroma terapi agar bisa menghilangkan lelahnya yang masih terasa Rein benar-benar membuatnya kelelahan tadi malam
"Hubby mudahan usaha kita bisa benar-benar menghadirkan baby di perutku ini"Ucap yunna sambil mengelus-elus perut ratanya
"Tapi nanti perutku akan membesarkan jika aku hamil dan badanku juga ikut membesar dan aku jadi tidak cantik lagi apakah hubby akan tetap mencintaiku?"Ucap yunna
"Kalau begini aku jadi takut hamil jika resikonya aku tidak dicintai hubby lagi"Ucap yunna sambil menatap langit-langit kamar mandinya
"Tapi jika aku tidak hamil hubby akan kecewa?"Ucap yunna
"Arrrrgg...Aku bingung satu sisi aku takut hubby kecewa jika aku tidak mau hamil satu sisi lagi aku takut hubby akan tidak mencintaiku lagi jika aku hamil dan badan berubah"Ucap yunna sambil berteriak
"Aku harus bagaimana?Lebih baik aku kerumah mamah Raisya saja untuk menanyakan soal kehamilan"Ucap Yunna
Yunna sudah selesai membersihkan dirinya dia berjalan menuju walk in closet untuk memakai bajunya dia berniat ingin kerumah mertuanya karena mommy ana belum pulang jadi kerumah mertua untuk menanyakan hal yang tidak dia ketahui
Yunna bersiap-siap dia memakai baju casualnya dan memoles wajahnya dengan riasan sederhana yunna tidak suka berlebihan dalam berdandan karena dia merasa berdandan biasa pun sudah cantik
__ADS_1