
Hari ini adalah keberangkatan mereka kepulau pribadi Yeppa dan Reina sudah berangkat terlebih dahulu bersama para sahabat Yunna begitupun juga dengan Indra
Sedangkan Rein dan Yunna belum mereka ingin pergi hanya berdua tanpa gangguan dari para pengganggu
"Hubby kenapa gak bareng aja sih"Ucap Yunna
"Karena aku tak ingin diganggu sayang,aku tidak mau ada para pengganggu itu"Ucap Rein
"Tapi kan akan asyik kalo kita bareng"Ucap Yunna
"Sudah sekarang ayo berangkat,pasti pilotnya sudah menunggu"Ucap Rein
Yunna mengangguk dan mengambil jaketnya karena mereka pergi menggunakan helikopter begitupun juga dengan Yeppa the geng
Yunna tersenyum melihat kota dari atas Rein juga tersenyum melihat yunna
"Apa yang kau lihat kenapa bisa tersenyum seperti itu?"Tanya Rein
Yunna menatap Rein dan memeluknya
"Dibawah indah sekali apalagi jika malam"Ucap Yunna
"Indahan mana suami atau dibawah sana?"Tanya Rein sambil merangkul pingggang Yunna
Yunna tertawa kecil melihat tingkah Reina
"Tentulah suamiku ini"Ucap Yunna sambil mencubit kedua pipi Rein
"Jawaban yang tepat"Ucap Rein
Yunna terus mencubit pipi Rein sambil tertawa kecil melihat ekpresi wajah Rein yang menggemaskan
Rein menggenggam tangan yunna dan mereka saling tatap
"Sayang boleh tanya?"Ucap Rein
"Tanya saja hubby tumben sekali kau meminta izin dulu"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan mencium kening yunna dan memeluknya
"Sedekat apa dulu kau dengan edo?"Tanya Rein
Yunna mengerucutkan alisnya
"Hanya teman tidak lebih"Ucap Yunna
"Kenapa dia bisa sangat mencintaimu katanya"Ucap Rein
"Aku juga tidak tau hubby"Ucap Yunna
"Ah iya kan istriku sangat cantik tentu saja siapapun akan tergila-gila kepadamu termasuk aku"Ucap Rein
Yunna tertawa mendengar ucapan Rein
"Kau ini hubby gombal sekali,tapi kenapa kau menanyakannya?"Ucap Yunna
"Tidak ada hanya ingin bertanya kepadamu"Ucap Rein
"Aku takut istri cantikku diambil orang"Ucap Rein sambil tersenyum
"Apa yang kau takutkan hubby?aku milikmu begitupun dirimu"Ucap Yunna sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Rein
Rein mempererat pelukkannya
"Semakin hari semakin besar cintaku padamu dan semakin besar pula ketakutanku kehilanganmu"Ucap Rein dan tak terasa air matanya jatuh dan mengenai kepala yunna,Yunna merasa rambutnya basah pun melongak menatap suaminya
__ADS_1
Yunna melotot dan melepaskan pelukkan tapi Rein tak melepaskannya dan yunna pun tak jadi melepas pelukannya
"Kenapa menangis hubby?apakah aku melukai hatimu?maafkan aku ji..."Ucap Yunna terpotong karena mencium bibir yunna sekilas
"Jangan meminta maaf sayang kau tidak salah,aku sangat takut kehilangmu!jangan pergi yah apapun yang terjadi!jangan pergi dan apapun yang kamu ketahui tentangku jangan pergi!aku mohon!aku bisa gila jika kau pergi dariku"Ucap Rein
Yunna mengangguk sambil menghapus air mata Rein
"Hebat-hebatnya kamu hubby kamu tetaplah manusia yang memiliki kekurangan,aku tidak akan pergi"Ucap Yunna
Rein tersenyum memeluk yunna dan meletakkan dagunya dikepala yunna
"Aku bahagia memilikimu Yunna putri salim baskoro"Ucap Rein
Yunna tersenyum
Akhirnya mereka sampai dipulau pribadi Rein,Rein turun terlebih dahulu dan membantu yunna turun
"Hati-hati"Ucap Rein
Yunna mengangguk dan Mereka juga disambut oleh para adiknya dan juga para sahabatnya dan juga indra
"Kaka!"Ucap Reina dan Yeppa menghambur pelukkan kepada yunna
"Yunna!"Ucap Para sahabatnya
"Kenapa baru datang si ka lama banget!"Omel Yeppa
"Iyah kalau dirumah kita ngeliat kalian bermesraan sedangkan disini kami ngeliat mereka bertengkar terus"Adu Reina sambil menunjuk Angel dan Indra
"Bukan aku yang mulai tapi dia,yang merusak mataku dengan kegundulannya"Ucap Angel
Rein dan Yunna menatap Angle dan indra dan tertawa kecil
"Benarkah?bukannya kalian lebih suka keributan dari pada kemesraan?"Ucap Rein
"Udah lebih baik kita masuk villa dulu pasti istriku lelah dan ingin beristirahat,ingat istriku sedang hamil"Ucap Rein
Yeppa dan Reina memberi hormat kepada Rein dan menggandeng tangan yunna sedangkan Rein mengikuti dibelakang dan mendekati indra
"Indra!"Panggil Rein
Indra langsung mendekati Rein
"Ada apa Bos"Ucap Indra
"Jangan memanggilku bos kita disini berlibur tanpa berkerja jadi panggil aku Rein"Ucap Rein
Indra mengangguk
"Jangan suka mengajaknya bertengkar Ndra!sudah terlalu banyak pertengkaran bisa membawa cinta"Ucap Rein
"Bukan Aku Rein tapi dia,dia yang selalu menyebutku gundul"Ucap Indra
Rein tersenyum
"Bukankah kau memang gundul?"Ucap Rein
"Aku memang gundul tapi ini warisan yang mutlak bagi kaum lelaki dikeluargaku"Ucap Indra
"Ah terserahlah indra warisan keluargamu memang aneh"Ucap Rein
"Kau!"Ucap Indra
"Kenapa?tapi aku benarkan?"Ucap Rein
__ADS_1
"Terserah kau sajalah Rein kau memang orang yang hebat apalagi membuat orang emosi"Ucap Indra berjalan lebih cepat
Rein tertawa kecil melihat tingkah Indra
Yunna merebahkan tubuhnya diranjang besar kamar divilla sambil menatap lelangitan
Rein masuk dan tersenyum
"Kau lelah sayang?mau pijit?"Tanya Rein sambil berjalan mendekati Yunna
Yunna mengangkat kepalanya dan tersenyum
"Jika hubby mau boleh juga"Ucap Yunna
Rein mengangguk dan menaiki ranjang untuk memijat yunna
"Sayang jika kita jodohkan Angle dengan indra menurutmu bagaimana?"Tanya Rein sambil memijat yunna
"Memangnya mereka mau hubby?kau kan tau mereka jika bertemu pasti akan bertengkar"Ucap Yunna tanpa menoleh
"Benar juga sih,tapi jika tidak dijodohkan dia tidak akan mendapat jodohnya karena dia manusia karir dan hanya akan mengabdi pada keluarga baskoro"Ucap Rein
"Sama denganmu hubby!kata Mamah juga kamu jika tidak dijodohkan tidak akan menikah"Ucap Yunna
Rein tertawa
"Tapi untunglah aku dijodohkan denganmu jika dengan yang lain mungkin aku tau ceritanya bagaimana!"Ucap Rein
"Kau ini hubby,tidak usah ikut campur dalam masalah orang lain hubby jika lihat waktu saja membawa mereka kemana,kepelamian atau ring tinju"Ucap Yunna
Rein tertawa lepas mendengar ucapan istrinya
"Sayang kau ini ada-ada aja sih"Ucap Rein sambil mengelitiki yunna karena gemas
Yunna menjadi kegelian dan mengeliat sambil tertawa
"Hubby hentikan nanti anakmu lahir"Ucap Yunna
"Biarin kan cepat aku jadi papinya"Ucap Rein sambil terus menggelitik Yunna
"Hubby hentikan,aku tidak kuat aku mau pipis"Ucap Yunna
Rein menghentikan gelitiakannyan dan langsung mengendong yunna
"Hubby aku mau dibawa kemana?"Ucap Yunna
"Katamu kan mau pipis biar ku anter,kamu sedang lelahkan?"Ucap Rein
"Tapi aku bisa sendiri hubby,turunkan"Ucap Yunna
Rein tak menghiraukan ucapan yunna dan terus saja berjalan membawa yunna menuju kamar mandi
"Nah sekarang pipislah"Ucap Rein yang masih berdiri didepan yunna
Yunna mendengus kesal
"Air urine tidak akan mau keluar hubby jika kau berdiri disitu"Ucap Yunna
"Baiklah aku akan berbalik"Ucap Rein
Yunna mendorong Rein keluar
"Keluar hubby,kau sudah sering merasakanya dan melihatnya tapi biarkan aku pipis disini tanpa dirimu"Ucap yunna sambil mendorong Rein
"Sayang aku ini hanya ingin mengawasimu siapa tau nanti kamu membutuhkan ku"Ucap Rein
__ADS_1
"Tidak ada dan hubby tunggu diluar aja kalau aku butuh apa-apa nanti aku panggil"Ucap Yunna dan menutup pintu kamar mandinya
Rein menarik napasnya dan menghembuskannya dengan kasar sambil menatap pintu kamar mandi yang yunna gunakan barusan