DIA JODOHKU YANG CANTIK

DIA JODOHKU YANG CANTIK
Episode 179


__ADS_3

Rein pun masuk kedalam ruangan anaknya,hatinya seketika sakit melihat sang putra yang sangat dia idam-idamkan ternyata telah pergi meninggalkannya


"Nak papi datang!"Ucap Rein dan tersenyum tapi matanya mengeluarkan air mata


"Nak kenapa kau pergi meninggalkan papi dan mami?apakah kau tidak suka bila hidup bersama kami nak!papi sangat mengharapkanmu sebagai penerus papi sebagai kebanggaan papi"Ucap Rein dan lututnya terasa lemas dan dia pun berjongkok dan menangis didepan jenazah anaknya


Indra mendekati Rein dan ikut berjongkok untuk memberi semangat pada sahabatnya itu sekaligus adiknya


"Rein ikhlaskan dia!jangan kau tangisi seperti ini,biarkan dia tenang Rein"Ucap Indra


Rein tetap menangis apalagi jika dia melihat kesedihan Yunna yang masih belum sadarkan diri


"Rein kau kuat demi nona jangan menyedihkan seperti ini"Ucap Indra


Rein bangkit dan menarik kerah baju indra sedangkan indra diam


"Bagaimana bisa aku kuat hah!jika putraku direbut secara paksa kematiannya oleh wanita biadab itu"Ucap Rein


"Jadilah seorang Rein Khalid Baskoro yang dingin yang tak memiliki perasaan sekarang!"Ucap Indra


"Aku sekarang adalah seorang ayah dan suami dari Yunna putri salim baskoro yang lembut dan sangat mencintai mereka"Ucap Rein dan melepaskan cengkramannya dia menunduk dan menangis lagi


"Berhentilah seperti ini apalagi dihadapan putramu Rein!"Ucap Indra


Rein menghapus air matanya dan menetralkan nafasnya dan mulai mendekati anaknya lagi

__ADS_1


"Papi ikhlaskan kamu nak"Ucap Rein


"Papi dan mami sangat menyanyangi mu sayang dan papi akan memberi nama kamu RAIHAN PUTRA BASKORO WIJAYA" Ucap Rein


"Yang artinya seorang lelaki yang harum yang terlahir dikeluarga Baskoro dan Wijaya"Ucap Rein dan tersenyum


Rein memalingkan wajahnya kesamping,ingin sekali dia menangis lagi tapi dia harus kuat


Rein menatap anaknya


"Semoga kamu tenang disana ya sayang,apapun yang terjadi kamu tetap kebanggaan papi dan keluarga Baskoro dan Wijaya"Ucap Rein


Rein pun mencium anaknya


"Tetap bahagia ya sayang walaupun tidak bersama dengan papi dan mami"Ucap Rein ditelinga anaknya


Ical mendekati Indra dia juga ikut bersedih apalagi melihat Rein seperti ini


Ical memberanikan diri untuk berbicara pada Rein


"Rein apakah sudah?sebentar lagi dia akan kami kubur"Ucap Ical


Rein tak bergeming dia masih setia menatap anaknya itu


"Anakku harus dikuburkan ditempat leluhur Keluarga Baskoro"Ucap Rein tanpa menatap

__ADS_1


"Ya jika itu mau mu"Ucap Ical


"Siapkan semua ndra!"Ucap Rein


Indra menganggukkan kepalanya dan pergi


"Bagaimana kondisi istriku"Ucap Rein


"Nona masih lemah dan bahkan dia masih belum sadarkan diri,obat yang diberikan ke nona adalah obat dosis tinggi aku sangat terkejut setelah mengetahui ini semua"Ucap Ical


"Dan bahkan jika terlambat sebentar saja mungkin kita akan kehilangan nona juga"Ucap Ical


"Dia akan membayar ini semua karena dia aku kehilangan anakku"Ucap Rein dengan amarah yang menggebu-gebu


"Lebih baik sekarang kau liat keadaan nona biar anakmu aku yang urus"Ucap Ical


Rein mengangguk dan sekali lagi dia mencium anaknya


"Papi tinggal yah mami mau liat keadaan mami dulu"Ucap Rein dan pergi menuju ruangan Yunna


Rein masuk keruangan yunna,Rein menatap wajah pucat Yunna yang masih terpejam tak sadarkan diri


"Sayang anak kita sangat tampan sama sepertiku"Ucap Rein matanya pun berkaca-kaca dunia terasa sangat menyedihkan sekarang


"Sekali lagi aku gagal menjadi suamimu sayang!pantas saja tadi pagi aku merasa sangat berat meninggalkanmu pergi"Ucap Rein

__ADS_1


Rein menyatukan dahinya dengan dahi Yunna


"Aku berharap kau ikhlas dengan ini semua sayang,Raihan sudah bahagia walaupun tanpa kita"Ucap Rein


__ADS_2