
Indra juga datang kerumah Rein karena ingin mengantar berkas untuk Rein
"Ah indra kamu datang juga?"Ucap Mamah Raisya
Indra tersenyum dan membungkuk hormat
"Aku kesini karena ingin mengantarkan berkas untuk tuan tanda tangani"Ucap Indra
"Rein nya sedang ada didapur kamu kesana saja"Ucap Mamah Raisya
Indra mengangguk dan berjalan menghampiri Rein
"Selamat pagi bos!"Ucap Indra
Rein menoleh menatap suara yang memanggilnya
"Ah indra,kenapa kau kesini"Ucap Rein
"Aku ingin mengantarkan berkas ini untuk ditanda tangani segera"Ucap Indra
"Oh kau letakkan saja ke ruang kerjaku ndra"Ucap Rein
Indra mengangguk dan dia juga menyapa yunna dan Reina dan juga Yeppa
"Pagi nona"Ucap Indra dengan sopan
"Ka indra jangan pergi dulu kita santai dulu ada cewenya"Ucap Reina
Indra tersenyum sopan
"Maaf nona terima kasih tawarannya tapi sekarang saya harus berkerja"
"Dan untuk wanita yang nona tawarkan maaf saya tidak tertarik"Ucap Indra lagi
Angel merasa tersinggung dan langsung bangkit berdiri
"Maksud mu apa abang gundul"Ucap Angel
Indra memiringkan kepalanya menatap heran kepada angel
"Abang gundul?kau memanggilku gundul?"Tanya Indra
"Ya kenapa?kau marah?"Ucap Angel
Indra tertawa kecil
"Jaga ucapanmu jika tidak tau apa-apa jangan menghina orang"Ucap indra
"Gaya rambut seperti itu kau kira kau tampan tuan?bahkan aku tidak tertarik sama sekali denganmu"Ucap Angel
"Aku memang tampan!dan asal kau tau gaya rambut ku ini adalah warisan"Ucap indra
Angel tertawa mendengar ucapan indra
"Warisan?warisan apa bang?"Ucap angel sambil tertawa
"Jaga ucapanmu sebelum aku benar-benar marah padamu"Ancam indra
"Kau kira aku takut abang gundul?"Ucap angel
Merasa suasana menjadi tegang Yunna bangkit untuk melerai semuanya
"Sudah sekarang abang lakukanlah pekerjaan abang"Ucap yunna sambil memegangi Angel
Indra mengangguk
"Kalau begitu saya permisi nona,tuan"Ucap indra dan pergi meninggalkan mereka
Sedangkan angel duduk kembali ketempatnya tadi
"Kamu kenapa jadi darah tinggi begini angel"Tanya Vina
"Aku kesel sama ucapannya tadi bilang gak tertarik sama kita emangnya kita sejelek itu"Omel Angel
"Udah gak usah ditanggapin lagi kenapa sih"Ucap Yunna
"Jangan dimasukkan kedalam hati indra itu ucapan memang seperti itu tapi sebenarnya dia baik"Ucap Rein
Reina mendekati Angel
"Ka maafin aku yah gara-gara aku tadi kaka jadi kesel kaya gini"Ucap Reina dengan wajah bersalahnya
Angel mengelus kepala Reina
"Kamu tidak salah Reina,yang salah itu si abang gundul tadi,kita kaum wanita tidak akan salah"Ucap Angel
"Tapi ka......"Ucap Reina terpotong
"Sudah jangan bahas lagi"Ucap Angel
Reina mengangguk dan tersenyum
"Sup buatanku sudah matang"Ucap Rein
__ADS_1
Semuanya langsung menatap kearah Rein
"Kita makan!"Teriak yunna
"Hore makan"Ucap Semuanya
Rein mengambilkan mangkuk untuk semuanya dan menyajikannya
Rein menyajikan kesemuanya kemangkuk kecil sedangkan untuk yunna ukuran besar dan semuanya merasa kesal dengan Rein
"Maksudnya apaan nih kok kami kecil ka yunna besar"Protes Yeppa
"Iyah mangkoknya kan masih ada yang gede supnya juga masih banyak"Ucap Reina
"Mau makan atau ku ambil lagi"Ancam Rein
Yeppa dan Reina mendengus kesal
"Ya syukurin aja selagi ini gratis ya kan Angel"Ucap vina
Yunna geleng-geleng kepala melihat tingkah para adik dan sahabatnya
Rein duduk dihadapan yunna sambil menatap yunna dengan tatapan cinta
"Hubby gak makan?"Tanya yunna
Rein menggelengkan kepalanya
"Anak dan istriku dulu yang makan jangan pikirkan aku"Ucap Rein
Yunna menyodorkan sesedok sup kepada Rein
"Makanlah hubby kamu harus makan makanan buatanmu ini"Ucap Yunna
Rein menerima suapan yunna
"Enak"Ucap rein
Yunna tersenyum dan mereka pun makan dengan khitmat
"Hubby aku lelah!"Ucap Yunna
"Mau kekamar?"Tanya Rein
Yunna mengangguk
Rein langsung menggendong yunna dan meninggalkan semuanya menuju kamarnya
Rein menaruh yunna dengan pelan diatas ranjangnya
Yunna menggelengkan kepalanya
"Hubby sekarang temani aku aja disini"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan ikut berbaring diatas ranjang kamarnya
Rein mengelus perut yunna dan berbicara dengan anaknya
"Anak papi lagi apa?cepet gede yah dan hadir didunia ini"Ucap Rein
"Nanti kalau udah gede kamu jadi patnert papi yah buat jahilin mami soalnya mami kamu gemes kalau lagi ngambek"Ucap Rein
"Hubby belum juga anaknya keluar udah diajakin yang enggak-enggak"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan menatap wajah yunna dengan tatapan teduhnya
"Kan jahilin maminya gak salah"Ucap Rein
"Ah iya kamu hamil tapi kok jarang muntah?"Tanya Rein
Yunna mengangkat bahunya
"Aku juga tidak tahu hubby anak kita mungkin emang gak mau nyusahin aku"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan memeluk yunna dan tangannya mengelus perut yunna
"Aku menyayangi kalian"Ucap Rein
Yunna membalas pelukkan Rein
"Kami juga sayang dengan mu hubby"Ucap Yunna
Lama mereka berpelukkan menyalurkan rasa kasih sayang masing-masing lewat pelukkan
"Hubby..."Ucap yunna didalam pelukkan Rein
"Iyah kenapa sayang?"Ucap Rein
"Terima kasih!"Ucap Yunna
Rein melepas pelukkannya dan menatap yunna dengan tatapan heran
"Terima kasih?untuk apa?"Tanya Rein
__ADS_1
"Karena kamu selalu melakukan apapun yang aku minta walaupun itu berat dan memalukan tapi kamu tetap mau melakukannya"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan dia menempelkan keningnya dengan kening yunna
"Aku melalukan itu demimu dan anak kita sayang dan itu semua karena cintaku kepada kalian"Ucap Rein
Yunna merasa sangat bahagia bisa menjadi istri Rein karena Rein benar-benar membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia didunia ini
Yunna tersenyum dan mengalungkan tangannya dileher Rein
"Sudah sekarang kamu minum obat yah dan istirhat"Ucap Rein
Yunna mengangguk tanda mengiyakan
Rein menyiapkan obat yunna dan menyerahkannya kepada yunna setelahnya dia menunggu yunna sampai tertidur dan tak berapa lama yunna pun tertidur
Rein keluar meninggalkan yunna menuju ruang kerjanya dan ternyata indra masih ada disana
"Ndra kau masih ada disini ku kira sudah pulang"Ucap Rein sambil berjalan mendekat
Indra menoleh dan tersenyum
"Iyah bos ada yang ingin ku bicarakan denganmu"Ucap Indra
Rein mengerucutkan keningnya dan mendudukan dirinya dikursi kebesarannya
"Hal apa ndra?sepertinya sangat penting"Ucap Rein
"Edo sekarang menjadi Ceo di Chandra grub karena Ardi Chandra telah meninggal dialah yang menggantikannya"Ucap Indra
"Dan mungkin dia akan kembali mengganggu nona bos"Ucap Indra lagi
Rein tersenyum sinis dengan tatapan membunuhnya
"Aku tidak akan membiarkannya menyentuh istriku"Ucap Rein dengan tegas
"Kau awasi saja dulu ndra bagaimana pergerakkannya dan juga si Ona itu aku yakin dia akan mendekati Reina untuk rencana"Ucap Rein
"Baik bos!"Ucap Indra
"Bagaimana keadaan keluarga Wardhana?"Tanya Rein
"Mereka sudah hancur bos,bahkan sekarang mereka tinggal dirumah yang sangat kecil dengan sisa tabungan yang mereka miliki"Ucap Indra
Rein tersenyum puas
"Kerja bagus ndra atas kerja mu ini aku akan mendekatmu dengan si angel"Ucap Rein sambil menahan tawanya
"Angel?siapa dia"Tanya Indra
"Sebegitu tuanya kah kau ndra sampai melupakan wanita yang mengakatakan dirimu gundul"Ucap Rein
Indra langsung melotot mendengar ucapan Rein
"Kenapa melotot ndra?dia cantik dan juga umurmu sudah sangat tua lebih baik kau pikirkan masa depan juga jangan selalu memikirkan pekerjaan terus"Ucap Rein
"Dengan perempuan seperti dia?aku tidak mau dia bukan tipeku"Ucap Indra
"Benarkah?jangan menghina terlebih dahulu ndra jika jatuh cinta nanti kamu bakal kena karma"Ucap Rein
"Sudahlah jangan membahas wanita itu aku sangat kesal"Ucap Indra
Rein tertawa lepas melihat indra yang begitu kesal
Sedangkan indra malah fokus dengan sprei yang difigurakan dan ada bercak merah
"Rein itu apa?"Ucap indra sambil menunjuk ke sprei itu
Rein menoleh arah tunjukkan indra
"Oh itu sprei malam pertamaku yang tertunda selama 4 bulan semalam"Ucap Rein
"Kau menaruhnya disini?buat apa Rein itu sangat aneh"Ucap Indra
"Aku hanya ingin mengenangnya saja dan juga menjadikannya jimat"Ucap Rein
"Kamu memang gila Rein"Ucap Indra sambil geleng-geleng kepala
"Aku memang gila karena istriku karena aku sangat mencintainya"Ucap Rein
"Makanya kau cepatlah kawin dan kau juga akan merasakan apa yang ku rasakan sekarang"Ucap Rein
"Aku malas berbicara dengan mu Rein dasar bos bucin gila"Ucap indra
"Lebih baik aku sekarang kekantor"Ucap Indra sambil bangkit dari tempat duduknya
Rein bukannya marah malah tertawa lepas
"Ndra kau harus pikirkan masa depanmu denganmu angel karena dia wanita yang pertama kali yang berani mengakataimu gundul"Ucap Rein dan kembali tertawa lepas
Indra semakin kesal dan dongkol kepada Rein dan dia langsung pergi meninggalkan tanpa sepatah kata pun
Rein menatap pintu yang baru saja indra gunakan
__ADS_1
"Kamu bisa saja menganggap wanita itu sebagai beban tapi jika kamu telah merasakan cinta mungkin jika wanita itu merengek kau akan meanggap alunan musik untukmu"Ucap Rein sambil tersenyum dan mengingat yunna yang selalu merengek hal-hal yang tidak-tidak kepadanya