
Rein sudah selesai mandi sedangkan Yunna menyiapkan pakaian untuk suaminya berkerja
"Hubby......"Teriak Yunna dalam ruang Walk in closet kamar mereka,Rein langsung berlari menghampiri yunna
"Kenapa-kenapa sayang?"Tanya Rein dengan panik
"Aku gak bisa berdiri hubby dari tadi aku duduk dilantai tapi susah sekali untuk berdiri"Ucap Yunna
Rein tertawa melihat yunna
"Astaga sayang!aku kira kamu kenapa,susah banget yah"Ucap Rein
"Hubby ih malah diketawain!beneran hubby aku gak bisa berdiri dari tadi ini"Ucap Yunna
Rein merasa gemas dengan tingkah Yunna apalagi dengan postur tubuh yang mulai berisi dengan perut buncitnya
"Mau berdiri?"Ucap Rein
"Aku teriak dari tadi kan emang mau minta tolong sama kamu hubby malah ditanya lagi"Ucap Yunna dengan kesal
"Cie kesel nih ye,tapi kamu gemesin sayang kaya gitu tunggu sebentar lagi"Ucap Rein
"Hubby posisi ini cape tau,tolongin berdiri"Rengek Yunna
"Kalau kamu merengek aku semakin gemes sayang"Ucap Rein
"Hubby ih,jangan buat aku kesel dong"Ucap Yunna
"Emang bakal kamu apain?"Pancing Rein
"Hubby ih"Rengek Yunna lagi
"Sayang ih bikin aku gemes aja ih"Ucap Rein sambil menhentakkan kakinya
__ADS_1
"Hubby..hubby perutku keram ini aduh..aduh..hubby tolongin"Ucap Yunna sambil meringis
Rein langsung panik dan menggendong Yunna menuju ranjangnya sedangkan Yunna menyembunyikam wajahnya didada Rein sambil menahan tawanya karena dia berhasil membuat Rein panik
Rein meletakkan Yunna diranjangnya dan langsung mengelus perut Yunna karena itu yang biasa Rein lakukan jika Yunna merasa keram diperutnya
"Apakah masih keram?"Tanya Rein
"Masih hubby bahkan makin menjadi"Ucap Yunna
Rein menjadi khawatir dan langsung meraih ponselnya untuk menelpon Ical memeriksa Yunna
"Cal cepat kesini istriku kesakitan!harus sampai dalam 15 menit kalau tidak awas kau!"Ucap Rein dan langsung mematikan ponselnya sepihak
Selama Rein menerima telpon Yunna menahan tawanya apalagi melihat ekspresi Rein yang lucu
"Sabar yah sayang sebentar lagi Ical akan kesini"Ucap Rein
"Aku tidak akan berkerja aku akan menjaga mu hari ini"Ucap Rein lagi
15 kemudian*
Ical pun datang dengan tergesa-gesa bahkan masih mengenakan baju piamanya dan membawa tas dokternya
"Kau ini Rein membuatku panik saja,aku sampai ingin mati karena sangkin cepatnya membawa motorku"Ucap Ical
"Jangan banyak bicara cepat periksa istriku"Ucap Rein tanpa ekspresi
Ical semakin dongkol dengan Rein dan mulai memeriksa Yunna
"Yakin nih nona ku sentuh?"Tanya Ical
"Ini darurat aku lebih memetingkan istriku dari pada cemburu tapi juga kau harus ada batasan jika tidak akan ku patahkan tanganmu dengan tanganku sendiri"Ucap Rein
__ADS_1
"Ancam teros kaya bukan sahabat gitu!"Ucap Ical dan kembali memeriksa Yunna
Ical mengerucutkan dahinya karena dia memeriksa tapi tidak menemukan sakit apa yang dialami Yunna
Ical menatap Yunna sedangkan Yunna menahan tawanya
"Oh ternyata kau mengerjai suamimu nona,baiklah aku akan ikut andil"Ucap Ical Dalam hatinya
"Sepertinya nona mengalami stres yang berakibat pada bayinya,apakah kau pagi ini membuatnya kesal?"Tanya Ical
"Hah karena kesal bisa seperti itu?iyah tadi aku membuatnya kesal"Ucap Rein
"Aku sudah sering mengakatakan padamu Rein jangan buat dia stres mood wanita hamil memang bisa mengubah semuanya dan bahkan berakibat patal"Ucap Ical
Rein langsung mendekati Yunna dan mengelus rambut Yunna dan mencium perut yunna
"Maafkan aku sayang!aku tidak tau ternyata sefatal itu"Ucap Rein dengan wajah khawatirnya
Ical menahan tawanya karena berhasil mengerjain Rein
"*Kan kena mental kau tuan muda songong nan bucin,kelemahanmu memang bisa membuatku menang telak"Ucap Ical
"Astaga ka Ical ini bisa-bisa melebihkan seperti itu aku jadi kasian dengan wajah hubby yang begitu khawatir denganku"Ucap Yunna*
"Tugasku sudah selesaikan?aku pamit dulu yah"Ucap Ical dan pergi
Rein tak menghiraukan ical dan masih fokus menatap wajah istrinya
"Jangan menatapku seperti itu hubby,aku tidak apa-apa"Ucap Yunna
"Tapi kata Ical itu apa?"Ucap Rein
"Sudah yah jangan seperti ini bahkan jika kau sedih seperti ini aku rasa anak kita juga ikut sedih karena dia sudah sangat mengenalmu mulai dalam kandunganku"Ucap Yunna
__ADS_1
"Iyah sayang!"Ucap Rein dan masih terus mengelus rambut yunna dengan lembut