
Risa sudah pergi dari rumah sakit yunna duduk sambil memegang pipinya bekas tamparan Risa tadi
Indra berdiri didepan yunna
"Apakah masih sakit nona muda?"Tanya Indra
Yunna mengolak menatap indra dan tersenyum tipis
"Sudah jangan khawatirkan aku"Ucap yunna
indra tersenyum tipis
"Andai tuan muda tau,,kalau kau tadi habis ditampar oleh wanita ular itu pasti aku yang akan dihajar habis-habisan olehnya,Dia sangat mencintaimu nona muda,Rein cepatlah sadar sekarang istrimu sangat membutuhkanmu"Ucap indra dalam hatinya
Mommy ana dan Daddy Salim pun datang bersama yeppa dan Reina
Yunna langsung menyembunyikan wajahnya dengan rambut yang agak membengkak bekas tamparan risa tadi tapi Mommy ana melihat ada yang tidak beres dengan anaknya
"Sayang kamu baik-baik saja kan?"Tanya Mommy ana
Yunna mengangguk dan tersenyum tipis
Mommy ana membuka rambut yang sengaja dimenutupi wajah yunna sontak dia kaget
"Ini kenapa sayang?kok merah dan bengkak?Siapa menamparmu?"Ucap Mommy ana
Yunna menggelengkan kepalanya
"Gak kok mah tadi ada binatang yang menggigit pipiku"Ucap bohong yunna
Mommy ana yang tahu yunna bohong pun langsung menatap Indra yang berdiri tak jauh dari mereka
"Siapa yang menampar anak saya?"Ucap Mommya ana dengan tegas
Indra yang ditatap semua orang pun tersenyum tipis
Dia pun menjelaskan semuanya atas kejadian tadi,Daddy salim langsung mengepalkan tangan dia tidak terima karena putri kesayangan ditampar oleh Risa
"Aku akan memberi perhitungan kepada anak itu"Ucap Daddy salim
"Aku tidak terima anakku disakiti dad"Ucap Mommy Ana
Yunna memeluk Mommy ana
"Aku gak papa kok mom"Ucap yunna sambil tersenyum
"Jangan suka menyembunyikan sesuatu dari kami sayang,apalagi itu menyakitimu"Ucap Momny ana
Yunna tersenyum dan mengengguk
Merek semua pun menjaga Rein secara bergantian jika Papah dan Mamah Rein datang mereka pulang
Satu bulan telah berlalu
Keadaan Rein tidak ada perubahan dan mengharuskan yunna untuk bolak-balik rumah sakit
Yunna duduk diatas ranjangnya sambil memegangi perut dan kepalanya sudah hampir tiga kali dia bolak-balik kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perutnya
Yeppa dan Reina sangat khawatir dengan keadaan Yunna begitu juga Mommy ana
"Mommy panggilkan dokter yah sayang"Ucap Mommy ana
Yunna menggelengkan kepalanya
"Gak perlu Mom palingan juga aku cuma kecapean aja karena harus bolak-balik rumah sakit"Ucap yunna dengan mata terpejam
Dari segi fisik yunna besar-besar berubah dia sekarang menjadi kurus karena selama Rein dirawat yunna benar-benar susah tidur dan juga kurang nafsu makan
"Tapi ka yunna harus diperiksa supaya kaka gak muntah-muntah lagi"Ucap Yeppa
Mommy ana pun keluar dari kamar yunna
"Mau kemana mom?"Tanya yeppa
"Mommy mau keapotik dulu"Ucap Mommy ana sambil menoleh kearah Yeppa
__ADS_1
Yeppa dan Reina mengangguk
"Hati-hati Mom"Ucap Reina
Yeppa dan Reina berinisiatip untuk memijit yunna ,yeppa kepala sedangkan Reina di kaki yunna
"Ka harus jaga kesehatan biar selalu bisa jenguk ka Rein"Ucap Yeppa
"Iya kalau kaka sakit nanti ka Rein sedih kalau ka yunna gak jenguk dia"Ucap Rein
Yunna menatap para adiknya satu persatu-satu dan tersenyum
"Kaka akan jaga kesehatan kok de tapi akhir-akhir ini rasanya kaka kurang nafsu makan dan hanya ingin makanan buatan hubby tapi gak bisa kan"Ucap yunna dengan tersenyum kecut
Yeppa dan Rein saling tatap
"Kaka ngidam?"Tanya yeppa
"Kaka hamil?"Tanya Reina yang tak kalah
Yunna menggelengkan kepalanya
"Kaka juga gak tau de"Ucap Yunna
Tiga puluh menit kemudian Mommy ana datang sambil membawa Testpack ditangannya
"Ini kamu pakai sayang!"Ucap Mommy ana sambil menyerahkan testpack kepada yunna
Yunna mengambil testpack yang ada ditangan Mommy ana dan membolak-balik testpack itu
"Apa ini mah?Permen?"Tanya yunn dengan polos
Mommy ana menggelengkan kepalanya
"Testpack sayang!sekarang kamu coba didalam kamar disitu juga ada petunjuknya"Ucap Mommy ana
Yunna menganggukkan dan berusaha berdiri Yeppa dan Reina pun membantunya
Yunna terus bolak-bolik seperti sertikaan karena menunggu hasilnya dalam kamar mandi
"Positif atau negatif yah"Ucap Yunna sambil menggigit tangannya
"Sayang kok lama?kamu ngapain didalam"Ucap Mommy ana sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi
Pintu pun terbuka,,Yunna keluar dengan senyum mengambang diwajahnya
"Gimana sayang?"Ucap Mommy ana
"Ada ponakkannya ka?"Ucap Yeppa
"Aku jadi aunty kan ka?"Ucap Reina
Yunna menunjukkan Testpack nya kepada semuanya yang menyatakan bahwa dia hamil
Semua mengucap syukur kepada maha kuasa
Tapi yunna seketika murung jika mengingat Rein lah yang sangat menginginkan yunna hamil tapi ketika hari itu tiba Rein tidak ada disisinya
"Hubby aku hamil"Ucap Yunna dengan lirih dan tak terasa air mata jatuh membasahi pipinya
Mommy,Yeppa dan Reina langsung mendekati yunna dan memeluknya
"Jangan bersedih seperti itu sayang nanti baby yang ada didalam perutmu juga bersedih"Ucap Mommy ana
"Kaka jangan bersedih kita berdoa saja yah jika ka Rein cepat sadar"Ucap Yeppa
"Kaka jangan nangis nanti ka Rein marah kalau ka yunna buang air matanya"Ucap Rein
Yunna tersenyum dan membalas pelukkan Mommy,Yeppa dan Reina
"Sayang lebih baik kamu sekarang istirahat yah!Nanti dokter yang akan memeriksa mu"Ucap Mommy ana
Yunna mengangguk dan mengiyakan ucapan sang mommy
Yunna pun merebahkan dirinya diatas tempat tidur dan Mommya ana yang memanggil dokter keluarga Salim
__ADS_1
Yunna mengelus-ngelus perutnya yang Rata sambil tersenyum tipis
"Hubby aku hamil,aku mengadung anakmu!aku mohon cepatlah sadar hubby aku ingin sekali kamu disini dan membesarkan anak kita sama-sama"Ucap Yunna dalam hati
Tiga puluh menit kemudian dokter hendrik datang
"Hai nona muda bagaimana keadaanmu?"Tanya dokter hendrik sambil mengeluarkan alat-alatnya
Yunna tersenyum tipis
"Aku baik dok"Ucap Yunna
"Baik biar saya periksa yah nona"Ucap Dokter hendrik
Dokter hendrik pun memeriksa yunna
"Bagaimana dok?"Tanya daddy salim
Dokter hendrik tersenyum
"Kandungan nona diperkiraan sudah 5 minggu dan disarankan nona jangan stres dan juga lebih banyak makan-makanan yang bergizi"Ucap Dokter
"Saya juga akan memberikan obat pereda muntah kepada nona"Ucap dokter hendrik sambil tersenyum
Yunna tersenyum
"Baik dok terima kasih"Ucap Yunna
"Baik kalau begitu saya permisi"Ucap Dokter hendrik
Semuanya mengangguk tanda mengiyakan
"Terima kasih dokter hendrik"Ucap Mommy ana
Dokter hendrik mengangguk
Daddy salim mengantar kepergian dokter hendrik sampai teras
"Dengarkan sayang! kamu jangan stres dan juga lebih banyak makan-makanan bergizi"Ucap Mommya
Yunna tersenyum
"Iya mom,, tapi aku rasanya hanya ingin makan buatan hubby rasanya ingin sekali tidak mau yang lain"
"Tapi hubby masih tidak sadarkan diri"Ucap yunna dengan raut wajah sedihnya
Mommy ana duduk ditepi ranjang dan memeluk anaknya
"Oh jadi kamu ngidam masakkan suamimu sayang?"Ucap Mommy ana
Yunna mengangguk pelan
"Bagaimana kalau mommy yang masakkan buat kamu"Ucap Mommy ana
Yunna menggelengkan kepalanya
"Gak mau mah aku hanya ingin makan masakkan hubby"Ucap yunna
Yeppa dan Reina saling tatap
"Kak gimana kalau kami yang masak"Ucap Reina
"Iya ka kami masakin buat kaka kasian kan keponakkan kami"Ucap Yeppa
Wajah yunna seketika berbinar-binar mendengar para adiknya ingin memasak untuknya
"Kalian yakin de?"Tanya yunna
"Yakin dong ka"Ucap Yeppa dan Reina bersamaan
"Yasudah kaka tunggu sini biar kami yang masak dibawah"Ucap Rein
"Tunggu!Kaka mau dimasakin apa?"Tanya yeppa
"Kaka lagi mau spagetti de buatin yah"
__ADS_1
"Semangat adik-adikku"Ucap yunna sambil memberi semangat
Yeppa dan Reina mengangguk tanda mengiyakan dan mereka pun pergi menuju dapur untuk segera bertempur