
Yunna masih terus menyemangati Rein dengan antusiasnya sampai-sampai tidak menyadari ada seseorang yang mendekatinya
Pria itu pun menepuk pundak yunna dan sontak membuat yunna kaget dan menoleh kebelakang
"Yunna"ucapnya sambil tersenyum manis kearahnya
"Dion?"Ucap yunna sambil menunjuk pria itu
Ya dia adalah Dion teman SMA yunna dulu
"Astaga yunna kamu sekarang semakin cantik"Puji Dion
Yunna hanya tersenyum tipis mendengar pujian dion
"Astaga kalau hubby melihatku berbicara dengannya bisa-bisa dia mengamuk pada dion"Ucap yunna dalam hatinya
Dion pun menatap yunna dengan tatapan bingung karena yunna hanya diam seperti memikirkan sesuatu
"Yunna?"panggil dion
Yunan pun langsung terjaga
"Hah apa dion?"Ucap yunna dengan linglung
"Kamu disini sedang apa?"
Dion melirik kearah lapangan basket
"Oh kamu sedang melihat pacarmu bermain yah"Tanya dion
Yunna hanya tersenyum tipis
Dion pun tersenyum
"Yunna aku merindukanmu!"
"Aku masih sangat mencintai mu yunna"
"Aku mohon yunna terima lah cintaku ini jangan tolak aku lagi seperti dulu,selama aku di surabaya aku tidak bisa melupakan mu sampai sekarang dan pada akhirnya aku menemukanmu"
Dion meraih tangan yunna dan menggenggamnya
"Aku mohon yunna!aku sangat mencintaimu terima lah cintaku jadilah Wanitaku seutuhnya"Ucap dengan dengan tatapan memohon
__ADS_1
Rein pun yang masih menggiring bola pun langsung menghentikan aktivitasnya dan langsung berlari dan menghampiri yunna dan dion
*Buk!
Bola basket langsung melayang kewajah dion*,dion pun langsung tersungkur ke bawah
Yunna kaget dan langsung menoleh kearah datangnya bola
"Astaga hubby"Ucap yunna sambil menutup mulutnya
Rein langsung meraih pinggang ramping yunna tapi dengan tatapan membunuhnya
Dion pun bangkit sambil meringis kesakitan
"Kurang ajar!"Teriak Dion
*Buk!
Satu pukulan menghantam bibir kiri Rein*
Yunna kaget dan langsung memeluk Rein dan menjadikan dirinya tameng kalau-kalau Dion akan memukul Rein lagi
Rein tidak terjatuh sama sekali,Rein pun menoleh sambil mengusap bekas pukulan dion dan tersenyum sinis
"Hanya itu saja pukulan mu?Tidak berasa sama sekali"Ucap Rein dengan tersenyum sinis
"Jika kau masih sayang nyawa lebih baik jangan ganggu wanitaku"Ancam Rein
Dion pun tersenyum sinis
"Hanya pacar saja bangga kenalkan saya adalah calon jodoh Yunna"Ucap Dion
Rein mengerutkan keningnya dan menatap yunna sedangkan yunna hanya mengangkat bahunya
"Hah calon jodoh Yunna?calon jodoh saja bangga kenalkan saya adalah jodoh halalnya yunna yang sah secara agama dan hukum"Ucap Rein dengan senyum sinisnya
Dion diam seakan-akan tidak percaya akan ucapan Rein
"Maksudnya apa?apakah dia suami yunna?tapi rasanya tidak mungking umur yunna saja baru 20 tahun tidak mungkin dia menikah atau...."Ucap dion dalam hati
Dion menatapan Rein dengan tatapan kebencian dan langsung mengambil ancang-ancang untuk memukul Rein lagi sedang kan hanya tersenyum sinis seakan-akan ingin menerima pukulan itu
"Berani sekali kau mengambil jodoh ku bodoh"Teriak dion sambil mengancang-ancang ingin memukul Rein
Yunna pun langsung memeluk tubuh Rein dengan erat
__ADS_1
"Jangan pukul suamiku"Teriak Yunna sambil menahan tangisnya
Sontak Saja dion kaget bukan main dan hatinya pun sakit mendengar ucapan yunna
"Suami Yunna?"Tanya Dion dengan ragu
Rein benar-benar berada diatas angin karena dia tau bukan pukulan yang akan membuat laki-laki ini terluka tapi ucapan yunna lah yang membuatnya terluka
"Ya aku adalah suaminya,Kenapa?"Tanya Rein dengan lantang
Dion menunduk dan mengepalkan tangannya hati dan pikiran sudah campur aduk
Rein membalas pelukkan yunna dan mengelus rambut pirang yunna sambil tersenyum sinis kepada Dion
Dion hanya menatap dengan tatapan kebencian
"Yunna"Panggil Dion dengan suara serak menahan amarah
Yunna tak bergeming masih tetap memeluk Rein dengan eratnya
"Yunna aku sangat mencintai bahkan perasaan ku masih sama seperti waktu kita SMA dulu"
"Yunna lihat aku!bukankah dulu kamu juga mencintaiku"Ucap Dion dengan nada memohon
Yunna pun mulai membalikkan tubuhnya dan menatap dion
"Aku tidak mencintaimu sama sekali dion itu hanya rasa penasaran ku padamu tapi setelah kamu menyatakan cintamu padaku rasanya penasaran ku hilang makanya aku tidak menerimamu dulu"Ucap Yunna yang masih terus memeluk Rein sedangkan Rein hanya terus terseyum sinis
Dion seakan-akan tertampar oleh ucapan yunna
"Tapi yunna..."Ucap dion terpotong
"Lebih baik sekarang kamu pergi dion,aku sudah berbahagia dengan suamiku"Usirnya yunna
Dion tak bergeming sama sekali seakan-akan kakinya terlem
"Dia tidak mau pergi sayang kalau begitu kita saja yang pergi ini juga sudah sore kan?aku juga sangat lelah"Ucap Rein dengan nada manja dan melirik ke arah dion dengan senyuman sinis
Yunna mengangguk
"Iyah hubby aku juga lelah nanti pijitin yah"Ucap Yunna sambil bergelayut manja pada Rein
Rein dan yunna pun pergi meninggalkan dion yang masih berdiri tak berniat meninggalkan tempatnya
"*Semua itu hanya akting kan yunna,Kamu tidak mencintainya sama sekali karna kamu hanya mencintai ku"
__ADS_1
"Aku akan merebutmu yunna karna kamu adalah jodohku hanya aku yang bisa membahagiakanmu*" Ucap dion mengepalkan tangannya sambil menatap kepergian Yunna dan Rein