
Yunna terus berlari sambil memegangi perutnya dia merasa perutnya keram karena berlari tapi dia tidak perduli dan terus berlari
Rein mengejar yunna
"Sayang jangan lari!ingat kamu hamil"Teriak Rein
Yunna sudah tidak bisa berlari lagi,penglihatannya buram dan langsung pingsan karena perut juga sangat sakit
Rein langsung panik dan mempercepat larinya
"Sayang!"Ucap Rein dan langsung mengendongnya membawanya ke mobil indra sudah ada didekati mobil dan langsung membukakan pintu untuk Rein
"Kerumah sakit ndra!Cepat!"Ucap Rein
Rein Terus menatap wajah pucat yunna dan menggenggam tangan yunna
"Sayang bangun,maafkan aku,maafkan aku!"Ucap Rein sambil menangis
"Aku mencintaimu sayang"Ucap Rein sambil menyatukan dahinya dengan dahi yunna
Rein mengelus perut yunna
"Anak papi harus kuat yah"Ucap Rein sambil tersenyum tapi wajahnya sudah penuh dengan air mata
Indra melirik dari kaca mobil
"Rein Khalid Baskoro Menangis?kau memang wanita yang begitu hebat nona sampai bisa membuat bos ku benar-benar menangisi mu dan takut kehilanganmu"Ucap Indra dalam hatinya
Akhirnya mereka sampai dirumah sakit terdekat,Rein langsung mengendong yunna
"Tangani istriku!jika sampai istriku kenapa-napa akan ku bumi lantakan rumah sakit ini"Ucap Rein
"Ba...baik tuan"Ucap suster terbata-bata
Yunna langsung dibawa keruangan perawatan ,Rein diluar menunggu dengan sangat khawatir
"Sayang aku mohon bangun"Ucap Rein duduk dikursi tunggu air matanya tak henti-henti keluar membahasi pipinya
Mommy ana dan Daddy salim dan juga Mamah Raisya dan papah Khalid datang,para adik dan para sahabat yunna juga datang secara bersamaan
Rein langsung memeluk Mamah Raisya dan menangis didalam pelukknya
Mamah Raisya membalas pelukkan anak sulungnya dan mengelus rambut Rein
"Mah ini salah Rein karena aku yunna begini"Ucap Rein
Mommy ana mendekati Rein dan mengelus belakang Rein
"Jangan salahkan dirimu sayang,ini musibah"Ucap Mommy Ana
Rein menoleh menatap Mommy ana dan menghapus air matanya
"Tapi Mom istriku?"Ucap Rein
Dokter keluar dari ruang yunna semuanya menghampiri dokter
"Bagaimana keadaan istriku dan anakku,dia pasti baik-baik saja kan"Ucap Rein
Dokter melepaskan kaca matanya
"anak tuan baik-baik saja tapi keadaan nona sangat lemah"Ucap dokter
"Yunna!"Ucap Rein langsung masuk kedalam ruangan Yunna tanpa bertanya dulu kepada dokter
Dokter hanya membiarkan Rein masuk karena dokter tau jika Rein dilaranh bisa-bisa karirnya akan hancur ditangan Rein
"Saya akan memberikan nona resep obat penguat kandungan dan juga vitamin yang bisa ditebus di apotik rumah sakit ini"Ucap dokter
Semua anggota keluarga mengangguk
"Apakah anak saya sudah bisa dijenguk dok"Tanya Mommy ana
"Hanya boleh 1 orang saat ini nyonya"Ucap Dokter
Mommy ana mengangguk
__ADS_1
Yunna masih memejamkan matanya wajahnya pun pucat
Rein mendekati yunna dan mengelus wajah yunna
"Sayang bangunlah,aku merindukan suaramu yang berisik"Ucap Rein
Rein menyatukan dahinya dengan dahi yunna
"Aku sangat mencintaimu melebihi apapun sayang bangunlah"Ucap Rein
"Aku akan membelikanmu makanan apapun dan takkan melarangmu lagi"Ucap Rein
Yunna membuka matanya dan melihat wajah Rein sangat dekat dengannya dan langsung mejauhkan wajahnya
Rein langsung tersenyum sumringah melihat yunna sudah sadar dan ingin memeluk yunna tapi yunna mengulurkan tangannya memberi kode agar rein jangan mendekat
"Menjauh!aku tidak mau melihat orang pembohong ada diruanganku"Ucap Yunna
Rein tersenyum kecut dan tetap mendekati yunna dan memeluk yunna
Yunna berontak dalam pelukkan Rein tapi Rein memeluk yunna dengan erat
"Lepaskan aku!aku tidak mau dipeluk olehmu"Ucap Yunna
"Kamu pembohong!"Ucap Yunna
Rein meletakkan dagunya dikepala yunna
"Dengarkan penjelasanku sayang"Ucap Rein
"Penjelasan apa?penjelasan jika tadi kamu berpelukkan dengan wanita"Ucap Yunna sambil tersenyum sinis
Rein melepaskan pelukkannya dan menatap yunna dengan tatapan intens dan tersenyum
"Dia Liona arandita,orang yang aku ceritakan kepadamu dulu sayang"Ucap Rein
Yunna langsung menatap Rein dengan tatapan intens
"Li..o.na"Ucap Yunna
Rein mengangguk sambil mengelus kepala yunna
Yunna hanya diam dan menundukkan kepalanya
Rein meraih dagu yunna agar menatapnya
"Kenapa menunduk?"Tanya Rein
Rein memelukk yunna dan meletakkan dagunya dikepala yunna
"Aku sangat mencintaimu melebihi apapun"Ucap Rein
Rein mulai menceritkan semua kejadian tadi kepada yunna,Yunna hanya diam mendengarkan penjelasan Rein
Rein selesai menceritakan semuanya
"Maaf!"Ucap Yunna sambil menunduk
Rein tersenyum dan mencium rambut yunna
"Kamu tidak salah sayang"Ucap Rein
Yunna tersenyum canggung
"Senyummu kenapa sayang?"Ucap Rein
Yunna tertawa kecil dan memeluk pinggang Rein
"Kenapa?"Tanya Rein
"Tidak ada aku hanya ingin memeluk suamiku"Ucap Yunna
"Sekarang berbaringlah kata dokter keadaanmu lemah"Ucap Rein
Yunna melongak menatap Rein
__ADS_1
"Bagaimana keadaan anak kita hubby"Ucap Yunna dengan khawatir
"Anak kita sehat sayang tapi kamu lah yang aku khawatirkan sekarang"Ucap Rein
"Sekarang berbaringlah"Ucap Rein
Yunna mengangguk dan merebahkan dirinya
"Hubby apakah Reina tau jika Liona kembali"Tanya yunna
Rein menggelengkan kepalanya
"Tidak sayang dan inilah yang aku takutkan"Ucap Rein
"Aku juga takut hubby"Ucap Yunna
"Aku akan bicara dengannya nanti tentang masalah ini"Ucap Rein
"Apakah Reina sesayang itu kepadanya hubby"Ucap yunna
"Iyah!karena Liona selalu ada untuknya dan selalu bisa mengambil perhatian Reina"Ucap Rein
"Tapi aku percaya Reina tidak akan lagi tertipu oleh akal muslihatnya sayang,karena Reina sudah sangat dewasa"Ucap Rein lagi
Yunna menggenggam tangan Rein
"Aku juga sangat percaya hubby,Reina dan yeppa itu sama mereka terlihat manja tapi sebenarnya mereka sudah dewasa tapi yeppa lebih nakal dari Reina"Ucap Yunna
"Bahkan waktu kamu koma hubby mereka lah yang selalu menemaniku,apalagi Reina dia bahkan tidak pernah menampakkan kesedihannya kepada kami padahal kamu dan Reina ikatannya sangat kuatkan"Ucap Yunna
Rein tersenyum dan mencium tangan yunna
"Benarkah?"Tanya Rein
Yunna mengangguk
"Reina sangat menyanyangi keluarga barunya sayang yang mencintainya dengan tulus"Ucap Rein
"Aku mencintai kalian semua"Ucap Yunna
Rein meletakkan dahinya ke dahi yunna
"Selalu lah menjadi pelangi ku setelah aku menghadapi badai yang hebat"Ucap Rein
Yunna memegangi kepala Rein
"Selalu lah jadi pahlawan yang hebat suamiku"Ucap Yunna
"Aku mencintaimu Yunna Putri Salim Baskoro dan menua lah bersama ku jangan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi"Ucap Rein
Yunna tersenyum dan mengelus-ngelus wajah Rein
"Hubby.."Ucap Yunna dengan manja
"Hmm"Ucap Rein yang masih meletakkan dahinya didahinya yunna
Yunna terkekeh
"Aku lapar"Ucap Yunna
"Tadi aku ingin makan diresraurand didekat mall tadi tapi gak jadi gara-gara ngeliat kamu tadi"Ucap Yunna dengan cemberut
Rein membenarkan duduknya dan tertawa kecil
"Oh jadi istriku lapar"Ucap Rein
Yunna mengangguk sambil memanyunkan bibirnya
Rein merasa gemas dengan tingkah yunna dan langsung mencium bibir yunna sekilas
"Hubby ih aku mau makan bukan mau dicium"Ucap Yunna
Rein tertawa kecil
"Siapa suruh bibir kamu dimanyunin gitu kan aku jadinya gemas"Ucap Rein
__ADS_1
"Hubby aku lapar!"Rengek yunna
Rein meraih ponselnya dan menelpon bodyguard untuk membelikan makanan