DIA JODOHKU YANG CANTIK

DIA JODOHKU YANG CANTIK
Episode 90


__ADS_3

Rein pun kembali dengan dua ice krim ditangannya dia mendadah ke yunna dengan senyuman mengambang diwajahnya tetapi ketika Rein ingin menyebrang sebuah mobil melesat dengan begitu kencang dan menabrak tubuh Rein sampai terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri


Yunna langsung histeris melihat suaminya tertabrak mobil dan langsung berlari mendekati suaminya sedangkan mobil yang menabrak Rein langsung tancap gas meninggalkan Rein yang tergelatak


Dengan tubuh gementar dan wajah penuh air mata Yunna mendekati Rein dan memeluk tubuh yang penuh dengan darah segar


"Hubby aku mohon bertahanlah"Ucap yunna sambil terus menangis dengan hebatnya


Dengan tubuh lemas antara sadar atau tidak Rein berusaha tersenyum dan mengelus wajah yunna dengan tangan yang berlumuran darah


"Ja....ngan...me...nangis...is..tri..ku!"


"Ka...mu je..lek kalau mena...ngis"


"Aku...ti..dak apa..apa.."


"Ja..ga..ke seha..tanmu.."Ucap Rein dengan terbata-bata


Rein merasa penglihatan menjadi gelap dan dia pun tidak sadarkan diri


Yunna langsung histeris dengan hebatnya sambil terus menangis


Para Bodyguard Rein pun sudah berdatangan dan langsung membopong tubuh Rein kedalam mobil mereka menuju rumah sakit


Yunna masih terus menangis sambil menggenggam erat tangan Rein yang tak sadarkan diri


"Pak aku mohon lebih cepat lagi"Ucap yunna


"Baik nona"Ucap bodyguardnya


Mereka pun sudah sampai kerumah sakit terdekat


Rein langsung dibawa keruang UGD sedangkan yunna menunggu diluar dengan baju penuh dengan bercak darah dari Rein


Semua keluarga Rein dan juga keluarga yunna pun berdatangan dengan raut wajah khawatir begitu pun juga yeppa dan Reina


Yunna masih menangis tersendu didepan ruangan Rein


"Sayang!"Panggil Mommy ana


Yunna langsung menengok kearah suara yang sangat ia kenali


Yunna langsung memeluk Wanita yang sudah melahirkannya itu dan menangis dengan hebat


"Sudah sayang jangan menangis!jika Rein tau istrinya menangis pasti dia akan bersedih"Ucap Mommy ana sambil mengelus rambut yunna


Yunna melongak menatap Mommy ana dengan wajah yang penuh air mata


"Tapi mah suamiku.."Ucap Yunna terpotong dan kembali menangis pelukkan sang Mommy


Mamah Raisya pun juga mendekati sang menantu dan mengelus kepala yunna masih histeri dipelukkan Mommy ana


"Sayang jangan menangis seperti itu!"


"Mamah yakin anak mamah itu kuat dan akan baik-baik saja"Hibur Mama Raisya


Yunna pun menatap mamah Raisya dan memeluknya


"Mah ini semua gara-gara ku mah!"

__ADS_1


"Jika saja aku tidak meminta dibelikan ice krim pasti hubby masih ada diantara kita"Ucap yunna sambil menangis dengan histeris


Dokter pun keluar dari ruangan yang ditempati Rein,semuanya langsung bangkit dan menghampiri dokter


"Bagaimana keadaan suami saya dok?"Tanya yunna


"Tuan muda harus segera dioperasi karena ada luka yang lumayan besar dikepalanya dan mungkin ini juga akan beresiko"Ucap Dokter dengan raut wajah sedih


Yunna langsung gementar dan memeluk sang mommy


"Beresiko seperti apa dok?"Tanya mamah Raisya dengan wajah yang juga penuh dengan air mata karena mendengar keadaan Rein putra semata wayangnya


Dokter menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan kasar


"Mungkin tuan muda akan mengalami amesia"


"Tapi ini hanya kemungkinan saja tapi saya akan berusaha agar itu tidak akan terjadi"Terang dokter


"Dok lakukan sebisa mungkin agar anak saya baik-baik saja!"


"Saya akan membayar mahal jika rumah sakit ini bisa membuat anak saya kembali ke semula"Ucap Papah Khalid


"Baik pa sekarang Tuan urus semuanya berkas-berkas persetujuan operasi dan juga adminstrasi"Ucap Dokter


"Baik"Ucap papah khalid


Dokter mengangguk dan pergi meninggalkan keluarga Rein


Mamah Raisya pun kembali mendekati Yunna yang menangis tersendu-sendu


"Sayang jangan menangis lagi,Mamah sangat percaya kalau suamimu itu adalah laki-laki kuat"


"Jangan menangis yah"Ucap Mamah Raisya lagi


"Mah maafkan aku karna tidak bisa menjadi istri yang baik untuk hubby"


"Jika saja aku tidak merengek meminta ice krim kepadanya mungkin aku masih bisa memeluknya Mah"Ucap yunna dengan sesegukkan


Mamah Raisya menghapus air mata yang ada di wajah yunna


"Sayang ini semua adalah kecelakaan bukan salah mu"


"Jangan menyalahkan dirimu apalagi menyebut dirimu seperti itu!"


"Kamu itu adalah kebahagian anak Mamah sayang"


"Rein akan sangat terluka jika kamu meninggalkannya atau kamu terluka"Ucap Mamah Raisya


Yunna tersenyum tipis mendengar ucapan sang Mamah


"Lebih baik sekarang kamu sekarang ganti pakaian mu sayang"


"Pakaimu penuh dengan bercak darah"Ucap Daddy salim


Yunna pun menatap dirinya sendiri dan menutup mulutkan karena kaget melihat pakaiannya penuh dengan bercak darah Rein


"Ka ini baju untuk kaka"Ucap Yeppa sambil menyerahkan paperbag kepada yunna


Yunna pun meraih paperbag yang ada ditangan Yeppa

__ADS_1


"Ayo biar kami temani"Ucap Rein dengan mata sebab habis menangis


Yunna tersenyum dan meraih tangan para adiknya mereka pun berjalan sambil bergandengan menuju toilet umum


"Kaka jangan sedih lagi yah!"Ucap Reina


Yunna tersenyum tipis


"Iyah kaka akan berusaha"Ucap Yunna


Yeppa dan Reina pun memeluk yunna


"Kaka jangan sedih lagi!Aku sayang kaka"Ucap Yepppa


Yunna pun membalas pelukkan para adiknya


"Iyah kaka gak sedih lagi!Kaka juga sayang sama kalian"Ucap yunna


Reina dan yeppa pun melepas pelukkannya yunna pun langsung masuk kedalam toilet untuk menganti pakiannya


Flashback on


Yunna dan Rein berangkat menggunakan motor *Astre*a,, sepanjang perjalanan yunna dan Rein benar-benar sangat bahagia,,sampai mereka berhenti didepan lampu merah


Rein meraih tangan yunna dan mencium punggung tangannya


Dion yang saat itu juga berhenti didepan lampu merah dan melihat kemesraan Rein dan yunna dia menatap dengan penuh kebencian


"Benarkah itu suaminya Yunna?"


"Ternyata hanya orang miskin!bahkan hanya untuk jalan-jalan pun menggunakan motor butut itu"Ucap Dion dengan senyum liciknya


"Baiklah aku akan menghancurkan kebahagian kalian"


"Apalagi kamu pria miskin karena hanya aku lah yang bisa membuat yunna bahagia"Ucap Dion sambil menatap pasangan yang sedang bermasraan diatas motornya


Lampu hijau sudah menunjukkan waktunya melaju kembali


Rein pun kembali melajukan motornya begitupun dengan dion dia terus saja mengikuti Rein dan yunna kemana pun pergi


"Kemana pun kalian pergi akan aku ikuti"


"Dan hari ini adalah hari terakhirmu bersama wanitaku"Ucap dion dengan tatapan kebencian


Sampai saatnya Rein dan yunna keluar dari pasar malam


Rein turun dari motor dan menyebrang menuju supermarket untuk membelikan yunna ice krim


Dion sudah mengikuti mereka sampai sini,Dion melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh


"Kau akan mati pria miskin dan akulah yang akan menjadi suami dari yunna"Ucap Dion sambil terus melajukan mobilnya dengan kencang


Rein pun sudah kembali dengan 2 ice krim ditanganya tapi ketika dia ingin menyebrangan penglihatan silau


BRAK!!


Rein terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri


Yunna langsung histeria dan berlari menghampiri Rein sedangkan dion langsung tancap gas meninggalkan Rein tergeletak

__ADS_1


"Kau harus mati!"Ucap Dion dengan senyum sinis


Flashback off


__ADS_2