DIA JODOHKU YANG CANTIK

DIA JODOHKU YANG CANTIK
Episode 118


__ADS_3

Rein masih diruang kerjanya sampai malam menjelang sampai lupa jika yunna tertidur dikamarnya dan dia pun bergegas menyusul yunna


Rein tersenyum melihat yunna duduk didepan meja riasnya sedang menyisir rambutnya,Rein mendekati yunna dan memeluknya dengan erat


Yunna pun tersenyum melihat kedatangan Rein yang dia tunggu dari tadi sebenarnya dia ingin menyusul Rein tapi dia enggan karena tak ingin mengganggu suaminya bekerja


"Kenapa tidak menyusulku sayang?Maaf yah sangkin asyik aku berkerja sampai melupakanmu"Ucap Rein


Yunna mengelus wajah Rein dan menggelengkan kepalanya


"Maaf?untuk apa hubby kan kamu berkerja untukku juga dan aku tidak menyusulmu karena aku tak ingin mengganggumu"Ucap Yunna


"Hm kamu memang istri yang pengertian"Ucap Rein dan terus memeluk yunna dengan erat sambil memejamkan matanya


"Kamu sudah makan?"Tanya Rein yang masih memeluk yunna


Yunna menggelengkan kepalanya


"Baiklah kita akan makan dikamar saja kamu tunggu disini saja apalagi kamu sudah memakai baju lingerie mu itu aku tidak akan membiarkan mu keluar menggunakan baju itu"Ucap Rein


Yunna mencium pipi Rein dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Baiklah hubby sayang"Ucap Yunna


Rein tersenyum dan mencium kening yunna dan pergi kedapur mengambil makanan untuknya dan juga Yunna


Sambil menunggu Rein yunna menyisir kembali rambutnya


"Terima kasih tuhan karena telah menghadirkan suami seperti hubby,aku sangat bahagia sekarang jangan ambil kebahagianku sekarang aku sudah sangat bersyukur karena adanya dia dan juga kau hadirkan dikeluarga kecil kami seorang bayi dirahimku,terima kasih tuhan!aku berharap ini berlangsung selamanya"Ucap Yunna sambil menatap dirinya di cermin


Tak berapa lama kemudian Rein datang dengan makanan ditangannya


"Kesinilah sayang,saatnya kita makan"Ucap Rein sambil menyiapkan makanannya dimeja sofa


Yunna pun menghampiri Rein dan mendudukan dirinya disamping Rein


"Diam aja sayang biar aku yang siapkan"Ucap Rein kepada yunna karena yunna ingin membantunya menyiapkan makanan


Yunna tersenyum dan mengelus wajah Rein


"Nah siap!mau aku suapi?"Tanya Rein


Yunna menggelengkan kepalanya


"Tidak hubby aku ingin menggunakan tanganku,sekarang kamu makan kita bareng"Ucap Yunna


Rein mengangguk dan mereka pun makan dengan khitmat dan mesra


Rein dan yunna telah selesai makan dan Rein pun mengantar bekas makanan mereka kedapur


Yunna berjalan menuju balkon kamarnya dan menatap bulan dia merasa suasaan hati sekarang kurang baik


Rein masuk dan melihat yunna berdiri dibalkon kamarnya Rein merasa sekarang yunna sedang ada yang di pikirkan dan Rein mengambil jaket untuk menutupi yunna

__ADS_1


Rein berjalan mendekati yunna dan menutupi tubuh yunna,yunna yang tadi melamun pun langsung kaget


"Hubby.."Ucap Yunna


Rein tersenyum dan merangkung bahu yunna


"Apa yang kau pikirkan sayang?kenapa berdiri disini nanti kamu masuk angin dan juga kamu sekarang menggunakan baju seperti ini"Ucap Rein


Yunna tersenyum dan kembali menatap keluar


"Aku hanya sedang melihat bulan hubby dia malam ini sangat terang tapi sayang dia sendiri"Ucap Yunna


Rein menatap tatap bulan sekilas dan kembali menatap yunna


"Kata siapa dia sendiri sayang?kamu lihat banyak sekali bintang yang menemaninya"Ucap Rein


Yunna menatap Rein


Rein tersenyum mengacak-acak rambut yunna


"Kenapa menatapku seperti itu?"Ucap Rein


Yunna kembali menatap bulan


"Bulan itu sepertimu dan bintang itu seperti orang-orang yang menyayangimu"Ucap Rein


"Sepertiku?"Ucap Yunna tanpa menatap Rein


"Iyah sepertimu sayang,cahayanya menyejukkan,menatapnya tidak silau sama sepertimu"Ucap Rein


"Gombal!"Ucap Yunna


Rein terkekeh


"Seharusnya kamu itu kasian dengan matahari sayang"Ucap Rein


Yunna menatap Rein


"Kasian dengan matahari?kenapa?"Tanya Yunna


"Matahari itu memang tata surya terbesar tapi dia sendiri,jika ada yang mendekatinya pasti dia akan terbakar dan kenapa makanya orang lebih penasaran dengan bulan ketimbang dengan matahari"Ucap Rein


"Kamu itu seperti bulan menyejukkan dan memberi cahaya digelapan tidak seperti matahari cahayanya sangat terik"Ucap Rein


"Aku memang bulan hubby tapi aku sendiri"Ucap Yunna


Rein menatap yunna dan menarik tubuh yunna kedalam pelukkannya


"Kata siapa kamu sendiri sayang?kamu lupa dengan suami tampanmu ini dan juga para orang tua kita,para adik kita dan para sahabatmu dan juga anak yang ada diperutmu ini"Ucap Rein


Yunna melongak menatap Rein


"Aku tidak tau hubby aku sekarang merasa sendiri"Ucap Yunna

__ADS_1


"Sudah jangan berbicara seperti itu sayang aku merasa menjadi suami yang tak berguna jika kau menyebut dirimu sendiri"Ucap Rein


"Hubby aku takut jika kau akan pergi meninggalkanku"Ucap Yunna


Rein melepas pelukkannya dan menangkup wajah yunna


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang,jangan berpikir seperti itu"Ucap Rein


"Cukup dulu saja aku tidak menghiraukanmu dan itulah penyesalan terbesarku"Ucap Rein lagi


"Tapi kenapa setelah kehadiran Liona aku merasa sangat takut"Ucap Yunna


"Dia tidak akan pernah bisa mengambilku dari mu sayang karena aku hanya milik Yunna putri salim baskoro yang cantik ini"Ucap Rein dan mencubit hidung yunna


Yunna tersenyum dan hatinya merasa menghangat karena ucapan Rein


"Sekarang kita masuk yah!disini dingin dan jangan pernah lagi berpikir seperti itu"Ucap Rein


Yunna tersenyum tipis dan mengangguk


Yunna sudah tertidur tapi tidak Rein dia memikirkan sikap yunna yang baru saja


"Seharusnya aku yang takut kehilangamu sayang karena banyak sekali pria yang menginginkanmu dan bahkan ingin membunuhku karena dirimu tapi aku aku bersyukur karena aku lah yang menjadi orang yang bisa mengisi hatimu"Ucap Rein sambil mengelus wajah yunna yang tertidur dipelukkannya


"Aku tidak akan pernah membiarkan kita terpisah sayang karena janjiku ini mutlak padamu jika harus membunuh dan terbunuh akan ku lakukan"Ucap Rein


Rein mencium pucuk kepala yunna dan mulai memejamkan matanya dan tak berapa lama dia pun tertidur


Sementara itu dikediaman edo,edo sangat frustasi karena dia sangat kesulitan mendekati yunna karena Rein benar-benar menjaga ketat Yunna


"Ah kenapa penjagaan seketat itu bahkan presiden pun tidak seperti itu"Ucap Edo dengan frustasi


"Cepat beri aku ide agar aku bisa memilik yunna,aku sudah tidak membiarkan dia terlalu lama di sisi pria brengsek itu"Ucap Edo


"Tapi bagaimana caranya tuan bahkan semut pun tidak bisa mendekatinya"Ucap Dimas


Edo mengacak-acak rambutnya dengan frustasi


"Yunna aku sangat mencintaimu kenapa kau malah memilih laki-laki seperti itu?aku hadir lebih dulu darinya kenapa?yunna kenapa?apapun akan kulakukan agar kau bisa menjadi wanitaku"Ucap Edo


"Tuan!"Panggil dimas dan mendekati edo dan membisikkan sesuatu kepada edo seketika edo langsung tersenyum


"Ide yang sangat bagus dimas,kau siapkan saja semuanya"Ucap Edo


Edo mengambil roko dan menyalakannya dan menghisapnya


"Apakah kali ini Yunna putri salim akan menjadi milikku?"Ucap Edo dengan senyum sinisnya


"Yunna putri salim Chandra ya namamu akan seperti itu nantinya jika kau sudah menjadi istriku"Ucap Edo dan tertawa


"Kita lihat bagaimana reaksi suamimu yang sok berkuasa itu jika tau istrinya akan menjadi miliku"Ucapnya lagi


"Yunna aku sangat mencintaimu,cepatlah menjadi milikmu agar aku bisa membahagiakanmu"Ucapnya lagi

__ADS_1


Edo mengambil obat tidurnya dan meminumnya karena jika edo tidak meminum obat itu dia tidak akan bisa tertidur dan tak berapa lama dia tertidur sambil terus memanggil nama yunna


"Yunna putri salim kau harus menjadi milikku"Ucapnya


__ADS_2