DIA JODOHKU YANG CANTIK

DIA JODOHKU YANG CANTIK
Episode 219


__ADS_3

Yunna duduk dikursi tunggu sambil terus memandang fotonya bersama Rein


"Aku selalu bahagia jika ingin pergi ke suatu negara tapi sekarang aku pergi tidak bersama mu hubby ini sangat membuatku sedih"Ucap Yunna air matanya tak pernah kering sejak dia pergi tadi


"Berhentilah menangisinya nona,kau akan lebih sakit jika melihatnya mati"Ucap Denal dan duduk disamping Yunna


"Aku sangat mencintainya"Ucap Yunna


"Jika cinta maka harus berkorban demi keselamatan kalian"Ucap Denal


Yunna diam dan masih terus menatap foto itu


"Setelah aku pergi berjanjilah jangan mengganggu suamiku lagi"Ucap Yunna suaranya pun bergetar


"Kami sudah berjanji kan nona tidak perlu kau ingatkan lagi"Ucap Denal


"Apakah kau juga akan ikut denganku?"Ucap Yunna


"Tidak aku hanya akan mengantarkan mu sampai disini"Ucap Denal


"Dan ini"Ucap Denal menyerahkan Kartu hitamnya kepada Yunna


"Gunakan lah semau mu"Ucap Denal


Yunna pun mengambilnya


"Terima kasih"Ucap Yunna


"Baiklah sepertinya tugasku sudah selesai aku akan pulang"Ucap Denal bangkit dari duduk


"Hati-hati lah nona dan semoga kamu sampai tujuan"Ucap Denal


Yunna diam dan menatap Denal yang sudah pergi


Yunna pun bangkit dari duduknya karena ingin memasuki Pesawat


"Selamat tinggal Hubby"Ucap Yunna


Langkah Yunna terhenti karena ada seseorang yang menarik tangannya


"Mau kemana?"Ucapnya


Yunna menoleh,dia langsung kaget


"Hubby!"Ucap Yunna,Ya karena orang itu adalah Rein


"Kenapa kau bisa ada disini"Ucap Yunna


"Kau ingin meninggalkan ku sayang?"Ucap Rein


Yunna diam sambil menundukkan kepalanya


"Aku harus pergi hubby"Ucap Yunna pelan


"Kemana sayang?rumahmu kan disini"Ucap Rein


"Ini demi kita"Ucap Yunna


"Apa maksudmu sayang?"Ucap Rein


"Lepaskan aku hubby"Ucap Yunna dan menatap Rein dengan tatapan serius


"Tidak akan pernah!"Ucap Rein


"Lepaskan aku!"Ucap Yunna dan memukul-mukul tangan Rein


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu!"Ucap Rein


Sebuah pistol mengacung di belakang Rein


"Lebih baik biarkan dia pergi sebelum ku tembak jantungmu"Ucap Denal


"Siapa kau!"Ucap Rein


"Itu tidak penting lebih baik sekarang biarkan dia pergi dan aku akan membiarkan mu hidup"Ucap Denal


"Denal!"Ucap Yunna


"Kau kenal dia?"Ucap Rein


"Lepaskan aku hubby!"Ucap Yunna


"Tidak akan sayang!"Ucap Rein


"Kau ingin sekali merasakan peluru ku?"Ucap Denal

__ADS_1


Rein tertawa membuat Yunna dan Denal merasa aneh


"Aish peluru seperti itu tidak akan bisa membunuhku"Ucap Rein dengan sombongnya


Rein berbalik dan langsung menghadiahkan Bogeman kewajah Denal dengan sangat cepat


Rein langsung menendang tangan Denal yang memegang pistol dan pistol itu melayang dan Rein mengambilnya dia mengarahkannya kepada Denal


"Hanya menggertak saja kebiasaanmu?bahkan sekarang pistol ini lebih suka ditangan ku"Ucap Rein dan tersenyum


Denal ingin menyerang Rein dengan cepat Rein menendang perutnya dan membuatnya terjatuh kelantai


"Bawa dia!"Ucap Rein pada para bodyguard nya


Dan Rein pun menghampiri Yunna


"Ayo sekarang kita pulang"Ucap Rein


Yunna diam sambil terus menunduk


"Sayang?"Ucap Rein


Para bodyguard Rein berdatangan dan langsung membawa Denal


"Aku harus pergi hubby"Ucap Yunna dengan pendiriannya


"Tidak akan ku biarkan"Ucap Rein dan membawa Yunna seperti karung


"Siapkan mobil"Ucap Rein


"Hubby lepaskan aku!"Ucap Yunna sambil terus memukul belakang Rein


Rein tak menghiraukan Ucapan Yunna dan terus membawa Yunna


Rein memasukkan Yunna dalam Mobil dan langsung memeluk Yunna karena Yunna terus saja berontak


"Jalan pak!"Ucap Rein


"Hubby lepaskan aku!"Ucap Yunna


"Kenapa ingin pergi?"Ucap Rein


"Lepaskan aku hubby"Ucap Yunna


"Kenapa ingin pergi!"Ucap Rein agak keras membuat Yunna diam


Yunna tetap diam


Rein menarik nafas dan menghembuskannya


"Sayang coba lihat aku"Ucap Rein


Yunna menatap Rein Dia tersenyum


"Jangan pernah seperti ini lagi sayang aku mohon"Ucap Rein


"Lepaskan aku!"Ucap Yunna


"Kenapa?"Ucap Rein


"Aku harus pergi"Ucap Yunna


"Aku tidak akan mengizinkannya"Ucap Rein


"Aku tidak butuh izin darimu"Ucap Yunna


"Lepaskan aku!"Ucap Yunna


Rein menggelengkan kepalanya


"Lepaskan aku Rein!'Ucap Yunna setengah berteriak


Rein kaget Yunna menyebut namanya


"Apa kamu bilang?Rein?"Ucap Rein yang tak percaya


"Biarkan aku pergi"Ucap Yunna


"Kau istriku kau tidak boleh meninggalkanku"Ucap Rein


"Aku merasa sudah tidak cocok denganmu"Ucap Yunna


"Apapun alasannya tetap TIDAK!"Ucap Rein dengan tegas


"Kalau begitu antar aku kerumah Daddy dan Mommy sekarang"Ucap Yunna

__ADS_1


"Kita pulang kerumah kita"Ucap Rein


Yunna mengepalkan tangannya


"Aku bilang antar aku kerumah Daddy dan Mommy!"Ucap Yunna setengah berteriak


Rein diam seakan-akan tidak ada yang ada yang mengajaknya bicara


Yunna semakin marah dia langsung menarik baju Rein dengan kuat


"Dengar REIN KHALID BASKORO kau memang suamiku tapi aku bisa menceraikanmu dengan hak ku!"Ucap Yunna dengan sorot mata tajam


Rein menarik Yunna agar duduk dipangkuannya


"Coba katakan lagi?"Ucap Rein dengan wajah serius nya


"Aku akan menceraikanmu"Ucap Yunna dengan mantab


Rein menjadi sangat marah,giginya menggertak karena gejolak Yang ada dihatinya


Rein langsung ******* bibir tipis Yunna dengan sangat kasar


Yunna langsung kaget dengan tindakan Rein dan dia memukul-mukul dada Rein tapi Rein tak menghiraukannya masih terus ******* bibir Yunna


Mobil mereka sampai Rein melepaskan ciumannya dan langsung menggendong Yunna seperti karung masuk tanpa sepatah kata apapun


Rein mengunci kamar nya dan dia menghempas Yunna dikasur


Rein melepaskan semua bajunya tapi sorot matanya tetap masih tajam membuat Yunna ketakutan


"Apa yang ingin kau lakukan?"Ucap Yunna dengan ketakutan


"Kau ingin menceraikan aku kan jadi aku harus membuatmu hamil terlebih dahulu"Ucap Rein dan langsung menyerang Yunna


"Tidak aku mohon jangan Rein,jangan seperti ini"Ucap Yunna


Hati Rein semakin sakit mendengar Yunna tidak menyebutkan nya hubby lagi


"Panggil namaku dengan benar!"Ucap Rein dengan tegas


Yunna menangis dengan sikap Rein yang begitu kasar


"Sebut namaku dengan benar!"Bentak Rein


Karena tak mendapat jawaban Rein benar-benar melakukannya dengan sangat kasar bahkan tak menghiraukan Tangisan Yunna


"Aku mohon jangan seperti ini,aku mohon"Ucap Yunna sambil terisak


"Kau harus dihukum!"Ucap Rein


Pagi tiba Rein masih terlelap berbeda dengan Yunna dia sudah terjaga sejak tadi,Rein membuka matanya seakan-akan tak terjadi apa-apa


Rein memeluk Yunna dari belakang Karena Yunan membokongi Rein


"Sudah bangun?"Ucap Rein


"Lepaskan aku"Ucap Yunna pelan tapi dari nada suaranya terdengar kecewa


"Sayang?"Ucap Rein


"Berhentilah memanggil ku itu"Ucap Yunna dan ingin pergi kekamar mandi


Langkah tersuyung-suyung bahkan ingin jatuh dengan cepat Rein membantunya namun Yunna menolaknya


"Lepaskan aku!"Bentak Yunna


"Maafkan aku sayang"Ucap Rein


"Maaf?setelah sekasar itu padaku kau bilang maaf?"Ucap Yunna dan tersenyum sinis


"Sudahlah lebih baik kau urus surat cerai kita"Ucap Yunna


"Aku tidak akan menceraikanmu"Ucap Rein


"Aku yang akan lakukan"Ucap Yunna


"Dan aku akan pulang kerumah Daddy dan Mommy"Ucap Yunna


"Rumah mu disini sayang"Ucap Rein


"Sudahlah!"Ucap Yunna dan menghempas tangan Rein dan pergi kekamar mandi dan menguncinya agar Rein tidak masuk


Rein diam dan menyesali perbuatan nya


"Arkhhhhhhhh kurang ajar!kenapa Rein?kau laki-laki brengsek!"Ucapnya dengan lantang sambil mengacak-acak rambutnya

__ADS_1


"Aku kenapa bisa sekasar itu pada mu sayang?Tapi percayalah aku hanya tidak ingin kau meninggalkanku"Ucap Rein


Rein merasa mual dan ingin memuntahkan semua isi perutnya dengan cepat dia memasang celananya dan pergi ketoilet kamar sebelah


__ADS_2