
Yunna dan Rein sudah selesai dengan Ritual berpakai mereka meski hanya dihiasi dengan diamnya yunna
Rein masih terus membujuk yunna agar tidak ngambek lagi kepadanya tapi yunna masih saja diam seribu bahasa kepadanya
"Sayang kata kamu kita mau ketempat kesukaanmu dan mommy kan?tunjukkan jalannya aku tidak tahu"Ucap Rein sambil mengelus tangan yunna
Yunna hanya melihat Rein sekilas dan kembali menatap jendela mobilnya
"Kita ke mall dulu baru kita kesana,Aku mau tidur! nanti kalau sudah sampai bangunkan aku"Ucap Yunna sambil memejamkan matanya
Rein yang melihat istrinya seperti ini pun menjadi takut,hatinya diselimuti rasa bersalah yang teramat karena tidak pernah melihat istrinya mendiamkannya seperti ini
Rein menghentikan mobilnya dipinggir jalan agar bisa berbicara dengan yunna
"Sayang jangan marah lagi yah!nanti kamu mau apa aku belikan,apapun akan ku lakukan agar kamu tidak marah lagi kepadaku"Ucap Rein sambil menatap yunna dengan tatapan memelas
Yunna tidak bergeming sama sekali dengan ucapan Rein dia masih terus memejamkan matanya
"Sayang aku tau kamu belum tidur!"Ucap Rein
"Maafkan aku yah,Aku mencintaimu!Sangat mencintaimu"Rayu Rein
"Bisa diam tidak!Aku ingin tidur!"Bentak yunna kepada Rein
Rein terkejut baru pertama kali dia bentak oleh istrinya
"Baiklah aku diam"Ucap Rein tersenyum dipaksakan
Rein kembali menatap jalanan dan melajukan mobilnya menuju mall yang biasa dia kunjungi
Sepanjang perjalanan Rein benar-benar diam dia hanya fokus kejalanan sedangkan yunna masih terus memejamkan matanya sambil menyesali perbuatannya karena sudah membentak suaminya
"Hubby benar-benar diam,tidak merayuku lagi?"
"Hubby rayu aku lagi,aku suka mendengarmu merengek meminta maaf kepadaku"
__ADS_1
"Apa aku berhenti saja marah kepadanya,aku takut kalau hubby kembali seperti dulu"Ucap Yunna dalam hatinya
Yunna masih terus berpikir dia takut jika Rein akan kembali seperti dulu gara-gara dia membentaknya tadi
Akhirnya mereka sampai di mall yang dituju,mobil Rein berhenti diparkiran mall
Rein menatap istrinya berniat ingin membangunkannya
"Sayang aku tau kamu tidak tidur"Batin Rein
Yunna masih terus memejamkan matanya,yunna menahan sejuta gejolak yang ada didadanya karena ditatap oleh sang suami
"Hubby jangan menatapku seperti itu tatapanmu itu membuatkan susah bernapas"Batin yunna
"Sayang bangun!kita sudah sampai"Ucap Rein sambil menepuk-nepuk pipi yunna dengan lembut
"Ah syukurlah hubby tidak jadi bangun datar seperti dulu lagi"Batin yunna
Yunna berpura-pura membuka matanya layaknya orang yang tidur
"Sayang benarkah kamu masih marah kepadaku?apa kamu tidak takut suami tampan mu ini jika tidak dijaga akan ada yang mengganggunya"Ucap Rein sambil terus menatap Yunna
Yunna lansung menatap Rein dengan tatapan terkejutnya setelah menatap Rein pun dia menunduk mencerna ucapan suaminya
"*Hubby benar jika aku tidak menjaganya pasti banyak yang akan menggoda suamiku"Batin yunna
Rein* yang melihat ekspresi istrinya pun hanya terkekah
"*Kamu lucu sekali sayang!sepertinya kamu takut sekali jika ada yang mengangguku"
"Tapi aku juga takut jika ada yang mengganggumu apalagi sampai merebutmu dariku"Batin Rein*
Rein mengelus rambut yunna dengan lembut sambil tersenyum kepadanya
"Sudah ya sayang kita keluar sekarang,dan kamu jangan pernah melepas tanganmu dari genggamanku"Ucap Rein
__ADS_1
Yunna hanya diam dan menatap suaminya dan mengangguk pelan
Rein mengacak-acak rambut yunna karena gemas"Istri pintar,kamu jangan keluar dulu aku ingin membukakan pintu untukmu"Ucap Rein
Rein keluar dan membuka pintu untuk istrinya
"Silahakan Ratuku"Ucap Rein sambil mengulurkan tangannya
Yunna tersenyum tipis melihat tingkah suaminya yang sangat lucu menurutnya
"Ah senyumu itu membuatku jadi semangat"Ucap Rein sambil Terkekeh
"Gombal banget sih"Ucap Yunna sambil mencubit perut Rein
"Akhirnya istri cantikku bicara juga,aku merindukan suaramu,apalagi jika kamu mendesah"Ucap Rein sambil tertawa terbahak-bahak
Seketika wajah yunna menjadi merah semu
Yunna mencubit perut Rein dengan sangat kencang
"Aaaaaa sakit sayang suka banget sih cubit"Ucap Rein sambil mengelus bekas cubitan yunna
"Kamu juga ini tempat umum ngomongnya begitu"Ucap Yunna dengan tatapan kesal
"Hehe khilap sayang,tapi ini beneran sakit loh cubitnya"Ucap Rein
"Rasain siapa suruh ngomong asal"Ucap yunna sambil berjalan meniggalkan suaminya
"Sayang kok aku ditinggal sih!"Teriak Rein sambil berlari kecil
Yunna tidak memperdulikan ucapan Rein dia masih terus berjalan dengan cepat sampai akhirnya Rein meraih tangan yunna dan menggenggamnya
"Sudah ku bilangkan jangan pernah melepas genggamanku"Ucap Rein dengan Tegas
Yunna langsung diam nyalinya pun menciut karena jika Rein sudah memerintah dengan tatapan elangnya berarti itu mutlak tidak bisa dilanggar
__ADS_1