
Mereka sudah selesai mandi tentu Yunna sangat kesal dengan perbuatan Rein yang mengharuskan nya mandi 2 kali pagi ini
"Sayang..."Ucap Rein mengekor dibelakang Yunna
"Au ah males!"Ucap Yunna
"Sayang stop!"Teriak Rein
Yunna berhenti dan Rein berjalan berdiri dihadapan Yunna
"Sayang kenapa kalau kita menghitung ganjil kaya 1,3 itu 2 selalu gak ada"Ucap Rein
"Karena 2 kan genap jelas lah gak ada aneh kamu"Ucap Yunna
"Salah Karena 2 itu sama kaya kamu"Ucap Rein
"Kok Sama aku?"Ucap Yunna
"Iya sama-sama gak ada 2 nya"Ucap Rein
"Apa sih gak jelas!gak bakal mempan aku kesel sama kamu"Ucap Yunna dan berjalan meninggalkan Rein
"Sayang kok kesel sih sama aku"Ucap Rein
"Ya karena aku ingin kenapa?"Ucap Yunna sambil memilih-milih baju
Rein memeluk Yunna dari belakang dan mencium-cium tengkuk Yunna
"Kita kemakam Raihan Yu hari ini"Ucap Rein
Yunna diam dan menundukkan kepalanya
"Kenapa sayang?"Ucap Rein
"Maaf hubby"Ucap Yunna
"Maaf kenapa?"Ucap Rein
"Karena aku masih belum bisa hamil"Ucap Yunna
"Kamu ini selalu itu sudah jangan dipikirkan aku tidak apa"Ucap Rein
__ADS_1
"Ayo kita siap-siap kita kemakam Raihan"Ucap Rein
Yunna menganggukkan kepalanya
Mereka sudah siap berangkat menuju makam Raihan dan sekarang mereka sudah ada dimobil menuju makam Raihan
"Sayang maafkan aku yah tentang tadi malam aku benar-benar tidak tahu bagaimana bisa aku bisa seperti itu dan terima kasih karena sudah menolongku"Ucap Rein
"Jika aku terlambat sebantar saja mungkin aku akan sangat kecewa kepadamu hubby"Ucap Yunna
"Perasaanku waktu itu sangat tidak enak apalagi tingkah mu sangat aneh waktu itu"Ucap Yunna lagi
"Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mengonsumsi obat perangsang dan juga aku bisa masuk kedalam toilet wanita itu semua diluar dugaanku"Ucap Rein
"Padahal aku memakan makanan yang sama denganmu kan tapi jika makanan itu sudah diberi obat kenapa hanya aku yang terkena"Ucap Rein
"Eh tapi tunggu sayang tadi malam sebelum aku mandi aku mencium topeng dansa itu dan aku kembali terangsang"Ucap Rein
"Dimana topeng itu?"Tanya Yunna
"Masih dikamar sayang"Ucap Rein
"Iyah sayang tapi untuk apa?"Ucap Yunna
"Nanti lah aku bicarakan lagi dengan Indra dan juga Ical"Ucap Rein lagi
30 menit kemudian mereka sudah sampai seperti biasa Rein membukakan pintu untuk ratunya itu
Rein dan Yunna terkejut ketika melihat Makam Raihan ada sebuket mawar hitam dan secarik surat
Rein mengambil bunga itu berserta suratnya dan membacanya
"Apapun yang terjadi padamu semua itu hanya permulaan Rein!Akan ku pastikan keluarga kecilmu itu akan berakhir seperti putra mu itu"Tulisnya
Rein langsung meremas surat itu dan menghempas mawar itu ketanah dan menginjak-injaknya
Giginya menggeretak rahangnya mengeras karena sangkin marahnya sedangkan Yunna hanya diam sambil memeluk tangan Rein
"Berani sekali dia menaruh seperti ini dimakan anakku dan menyatakan perang padaku"Ucap Rein dengan amarah yang memuncak
"Hubby"Ucap Yunna
__ADS_1
Rein menarik nafasnya dan menghembuskan perlahan agar gejolak amarahnya mereda
"Iyah sayang"Ucap Rein sambil menatap Yunna
"Siapa dia hubby?"Ucap Yunna
"Aku juga tidak tahu sayang tapi kamu jangan takut yah selagi aku masih disini aku tidak akan membiarkannya berbuat jahat kepada kita"Ucap Rein
"Ayo sekarang kita berdoa untuk Raihan"Ucap Rein
Yunna mengangguk dan berjongkok sambil memegangi nisan putranya
"Sayang....anak mami Raihan,mami datang nak Raihan disana pasti sudah bahagia kan tanpa ada papi dan mami,maafkan orang tua mu ini yah Karena tidak bisa membuatmu hadir didunia ini"Ucap Yunna dan air matanya menetes tanpa permisi
Rein juga berjongkok dan memegangi bahu Yunna
"Sayang jangan menangis!"Ucap Rein
"Jangan larang aku menangis hubby"Ucap Yunna
"Sayang..."Ucap Rein
"Sayang apakah anak kamu tidak kangen sama mami?mami selalu berdoa kalau kamu hadir didalam mimpi mami walaupun itu hanya satu kali tapi mami akan sangat bahagia"Ucap Yunna
Yunna sudah tidak bisa berkata-kata lagi dan menangis dipelukan Rein,Yunna selalu seperti itu jika kemakam Raihan
Rein memegangi Nisan putranya
"Raihan lihatlah nak kepergianmu begitu membuat mamimu terluka bahkan dia selalu menangis jika itu mengenai dirimu"Ucap Rein
"Tapi Raihan disana harus bahagia yah dan doakan kami juga agar sama bahagianya dengan Raihan"Ucap Rein
"Sayang berhentilah menangis"Ucap Rein sambil mengelus rambut Yunna
Yunna melepaskan pelukannya dan Rein mengelap air mata Yunna dengan sapu tangannya
"Ayo kita berdoa sayang"Ucap Rein
Yunna menganggukkan kepalanya dan mereka pun sama-sama memanjatkan doa untuk Raihan
Setelah selesai berdoa mereka berpamitan kepada Raihan dan pergi
__ADS_1