
Rein dan Yunna sudah terlelap dalam mimpi masing-masing tapi berbanding terbalik dengan para adik-adik mereka yang masih terjaga karena memikirkan bagaimana caranya untuk mengerjai Wita
"Yeppa udah ada ide belum?"Tanya Reina
Yeppa masih terus berpikir sambil mengeluar semua ekspresinya
"Kok otakku macet yah biasanya ini jalan?Ucap yeppa sambil mengetuk-ngetuk kepalanya
Reina hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik kaka iparnya ini
"Ganti aja yep biar gak macet! Mungkin udah karatan"Ucap Reina sambil tertawa terbahak-bahak
"Kamu kira otakku apaan enak aja diganti!"Ucap Yeppa sambil mengerucutkan bibirnya
"Abisnya macet-macet mulu kaya jalan jakarta aja"Ucap Reina terkekeh
Yeppa hanya diam sambil terus memikirkan apa yang akan dia lakukan kepada Wita
Akhirnya dia mendapatkan ide yang bagus untuk membuat wita keluar dari rumah para kaka nya
Yeppa langsung menepuk tangannya dihadapan Reina
"Kamu kenapa mulai deh gilanya! kasian mana masih muda ! "Ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya
"Nyakatai aku gila kamu Reina?Jahatnya!Padahal aku udah dapet ide loh"Ucap Yeppa dengan raut wajah sedih
Reina yang melihat yeppa memasang wajah sedih langsung merasa bersalah padahal dia hanya bercanda
"Eh kok sedih jangan baperan lah! aku tadi cuma bercanda yeppa!Maaf yah?"Ucap Reina sambil mengelus punggung tangan yeppa
__ADS_1
Yeppa masih diam padahal dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak
"Kamu lucu sekali Reina! mana ada aku marah hanya dibilang gila!selemah itu kah aku Reina" Batin yeppa
"Yeppa jangan marah dong!kerjasama kita dibutuhkan untuk kelangsungan rumah tangga kaka kita dari pelakor"Ucap Reina sambil mengelus punggung tangan yeppa
"Kamu ngatain aku gila!"Ucap Yeppa
"Maaf lah yah yah?nanti tak gendong deh"Ucap Reina
"Apa sih kamu nih,bahas itu nanti aja Reina mumpung ide ku lagi segar ini nanti busuk terus hilang kan susah"Ucap Yeppa bersungut-sungut
"Emang ide kamu apaan Yeppa?"Ucap Reina dengan penasaran
Yeppa langsung menatap Reina dan menjelaskan isi kepalanya kepada Reina
Seketika Reina langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ide yang dilontarkan oleh yeppa
"Makanya kamu harus nginep dirumah ka Rein nanti aku juga bakalan bilang sama mommy dan daddy untuk lebih lama lagi nginepnya"Ucap Yeppa
"Tapi kamu yakin gak kalau si Gitar spayol bakalan minggat dan minta berhenti"Ucap khawatir Reina akan rencana yang akan mereka buat
"Jelas dong!kamu jangan khawatir santai aja!setelah pulang dari sini kita langsung eksekusi"Ucap yeppa dengan berapi -api
"Siap yep"Ucap Reina sambil memberi hormat
"Sudah-sudah,ini jam berapa?kita tidur aja Reina!"Ajak Yeppa
"Iyah-iyah aku ngantuk juga nih"Ucap Reina sambil menguap
__ADS_1
Reina dan yeppa sama-sama merebahkan diri mereka dan menyelimuti tubuh mereka tak butuh waktu lama mereka sama-sama terlelap dalam mimpi indah mereka
Kediaman Wardhana
Risa masih duduk didalam kamarnya di atas ranjang Kingsize nya sambil memikirkan bagaimana cara menyingkirkan Yunna jauh dari Rein
"Bagaimana caranya aku menyingkirkan perempuan murahan itu dari hidup Rein! apakah aku bunuh saja dia!"Ucap Risa sambil menyeringai
"Ya! aku bunuh saja dia,sudah pasti dia akan menghilang dari hidup Rein!Ketika dia sudah mati maka aku yang akan menjadi istri dari Rein"Ucap Risa sambil tertawa jahat
Risa mengambil ponselnya dan menelpon seseorang dari ponselnya
"Hallo..saya ada tugas untuk kamu"Ucap Risa
"Iya bos tugas apa?"Tanya seseorang diseberang sana
"Saya mau kamu membunuh seseorang"Ucap Risa dengan tatapan membunuhnya
"Siap bos tapi siapa bos yang akan saya bunuh!"Ucapnya lagi
"Yunna putri salim!" Ucap Risa penuh dengan penekanan
"Hah membunuh anak dari Salim wijaya seperti sama seperti menghantar nyawa bos"Ucap pria itu
"Apakah kamu takut hah!Jika kamu bisa menjalankan tugas ini aku akan bayar kamu dengan sangat mahal!"Ucap Risa dengan emosi yang memuncak
"Baiklah bos saya akan lakukan!"Ucapnya
"Bagus!"Ucap Risa
__ADS_1
Risa mematikan ponselnya secara sepihak
"Kamu akan mati yunna dan ketika kamu sudah mati maka aku lah yang akan menjadi nyonya Rein khalid baskoro"Ucap Risa dengan senyum sinisnya