
Yunna dan Rein sudah sampai ke Markas
Sepanjang perjalanan Yunna hanya bersandar dibahu Rein karena Yunna merasa nyaman bersandar dibahu suaminya
"Sayang kita sudah sampai turun yuk"Ajak Rein
Yunna pun langsung menegakkan kepalanya dan menatap sekitar
"Ini tempatnya hubby?"Tanya yunna
Rein mengangguk dan tersenyum
"Iyah sayang,ayo turun"Ajak Rein
Rein dan Yunna pun langsung turun dari mobil
Setelah turun yunna langsung menggandeng lengan kekar suaminya
Yunna menatap sekitar ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan kelada suaminya
"Hubby kok banyak sekali bodyguardnya?"
"Dan lagi ini tempatnya seram sekali aku mau pulang"Ucap Yunna sambil menyembunyikan wajahnya dilengan kekar Rein
Rein hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya
"Namanya juga markas sayang,kamu juga tadi gak percayaan sama aku makanya aku bawa kamu kesini biar kamu percaya"Ucap Rein
"Iyah hubby aku minta maaf,aku janji deh bakalan percaya terus sama kamu tapi liat situasi dan kondisi juga"Ucap Yunna sambil terus mencengkram lengan Rein
"Sudah ayo jalan sayang!Atau mau ku gendong biar bisa menyembunyikan wajahmu didadaku ini"Ucap Rein
Yunna mengangguk tanda mengiyakan
Tanpa pikir panjang Rein pun langsung mengangkat tubuh Yunna gaya Bridal styael Yunna pun langsung mengalungkan tangannya dileher Rein
Sepanjang memasuki ruangan yunna benar-benar menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya
Tapi Rein tidak membawa yunna kedalam Ruangan utama melain ketempat biasa dia beristirahat
Rein meletakkan Yunna diatas Ranjang Kingsize yang biasa dia tempati dimarkasnya tersebut,dan Ruangan ini pun khusus untuknya
"Sayang kamu disini saja soalnya tempat yang akan aku datangi itu sangat seram dan angker aku,aku tidak akan lama sayang jadi kamu tunggu disini yah"Ucap Rein sambil menatap yunna dihadapanya
Yunna bukannya menjawab malah memeluk Rein dengan erat
"Hubby aku takut sekali,jangan tinggalkan aku,aku mohon"Ucap Yuna dengan wajah memelas
Rein pun membalas pelukkanya dan mengelus rambut pirang istrinya
"Sayang aku ada urusan sebentar saja,nanti aku akan menyuruh para bodyguard ku untuk menjagamu diluar jadi jangan takut yah"Ucap Rein dengan lembut
Yunna pun melepas pelukkannya dan menatap suaminya
"Tapi hubby....."Ucapnya yang sengaja terpotong
Rein tersenyum dan kembali mengelus rambut istrinya
"Jangan takut!aku hanya sebentar tidak akan lama yah"Ucap Rein
Yunna terlihat berpikir dan pada akhirnya hanya anggukkan kecil yang keluarkan
"Istri pintar"Ucap Rein sambil menepuk kepala yunna dengan pelan
"Aku keluar dulu yah"pamit Rein
"Iyah"Ucapnya pelan
Rein sudah ingin keluar dan memegang gagang pintu tapi langkahnya terhenti karena yunna memanggil dengan suara yang lirih
__ADS_1
"Hubby......."
"Aku mohon jangan lama"Ucap nya
Rein hanya mengangguk dan terseyum manis pada istrinya
Setelah keluar ruangan yang ada yunna didalamnya,Rein langsung menyuruh menjaga ruangan itu dengan ketat dan langsung pergi menuju indra berada
Rein langsung masuk tanpa mengetuk wajahnya pun sudah menjadi datar dan dingin lagi
"Ada apa ndra jadi menyuruhku kesini"Ucap Rein sambil berjalan mendekat
Indra pun menengok dan langsung membungkuk
"Ini bos ada anak cacing yang disuruh untuk mencelakai nona muda Yunna"Ucap Indra
Rein langsung melotot dan menatap para pembunuh bayaran yang berniat mencelakai istrinya
"Apa!"
"Kurang ajar"Ucap Rein dengan setengah berteriak
"Ndra hidupkan peredam suaranya agar istriku tidak mendengar teriak para cacing ini"Suruh Rein
"Baik bos"ucal indra sambil berjalan menuju tombol peredam itu
Rein pun berjalan mendekati para pembunuh yang sudah diikat tangan kakinya
"Siapa yang menyuruh kalian?"
"Jika kau mengatakannya aku tidak akan membunuh kalian tapi aku hanya memberikan tanda perpisahan yang tragis saja ditubuh kalian"Ucap Rein dengan tatapan membunuhnya
"Cuih!!"Joseph berludah
"Kami tidak akan mengatakan apapun kepada kalian semua"Ucap joseph dengan berteriak
"Ya jika harus mati pun itu lebih baik dari pada memberi tahu kalian"Ucap Ivan dengan senyum sinis
Buk!
"Benarkah jika lebih baik mati dari pada memberitahuku?"Ucap Rein dengan senyuman sinisnya
Rein pun menatap indra yang sudah berdiri dibelakangnya
Indra yang sudah paham maksud bosnya pun langsung mengambil laptopnya
"Bacakan!"Suruh Rein
Indra mengangguk dan mulai membacakan
"*Joseph Pornomo sudah menikah dan memiliki 2 orang anak"
"Dan Ivannor belum menikah tapi menjadi tulang punggung keluarga*"
Indra hanya menjelaskan bagian intinya saja agar tidak bertele-tele sebelum Rein kesini indra sudah memilih dan memilah data yang akan diberikan kepad bosnya
Rein pun tersenyum sinis kepada para pembunuh itu
"Baiklah jika nyawa kalian tidak berharga tapi bagaimana jika keluarga kalian saja yang akan aku habisi jika sampai kalian tidak memberi tahu ku"Ucap Rein dengan tangan dilipat didada
Ivan dan Joseph pun mulai berpikir keras
"Cepat waktuku tidak banyak,istriku sedang menunggu diluar"Ucap Rein
Rein berjalan menuju tempat persenjataannya dia mengambil sebilah pisau
Rein pun kembali berjalan mendekati Ivan dan Joseph lagi
"Jadi bagaimana?"Tanya Rein sambil Memainkan pisau ditangannya
__ADS_1
Rein pun mulai menyentuhkan pisau itu dikaki Joseph dan
Set!
Kaki Joseph pun terluka dengan luka yang lumayan besar dan darah segar pun mengalir deras dikakinya
"Aaaaaaaaa......"Teriak Joseph dengan sangat kencangnya tapi tidak terdengar dari luar karena sudah dipasang peredam suara
Rein hanya tersenyum sinis
"Jadi bagaimana?"Tanya Rein
Masih tidak mendapat jawabannya
Rein pun mulai mendekati ivan
Seluruh tubuh ivan gemetar dengan hebat keringat keluar dari tubuhnya dengan deras
Rein pun juga ingin melakukan hal yang sama kepada Ivan tapi terhenti karena Ivan berteriak akan mengatakan siapa yang menyuruh mereka
"Stop....jangan sakiti keluarga saya dan saya sendiri"Teriak Ivan
Rein tertawa terbahak-bahak melihat Ivan seperti ketakutan
"Ah ternyata kau masih takut mati ternyata"Ucap Rein
"Cepat katakan"Ucap Rein sambil menunjuk wajah Ivan dengan pisau yang sudah berlumuran darah dari Joseph
"Yang menyuruh kami...."Ucap Ivan terpotong karena berteriak menghentikannya
"Jangan diberi tahu jika kita memberi tahu pun kita juga akan mati Van"Ucap Joseph
Buk!
Satu pukulan menghantam wajah joseph tapi kali ini bukan Rein yang memukul tapi Indra
"Menghalangi saja"Ucap nya
Rein hanya tersenyum tipis dan mulai menatap Ivan lagi
"Cepat katakan sebelum aku benar-benar memusnahkan kalian dan keluarga kalian"
"Kalian tau dibawah kalian berdiri ini ada lima ekor Hiu yang siap mencabik-cabik tubuh kalian"
Ivan dan Joseph pun menatap kebawah kaki mereka dan menelan ludahnya dengan kasar
"Cepat katakan sebelum Aku benar-benar menjadikan kalian satapan dari para Hiu ku"Ucap Rein
Tanpa pikir panjang Ivan langsung mengatakan siapa yang menyuruhnya
"Risa Wardhana yang menyuruh kami"Ucap Ivan
Rein pun langsung mengepalkan tangan nya
"Kurang ajar berani sekali dia ingin mencelakakan istriku"Ucap Rein
Indra yang melihatan bosnya pun hanya tersenyum tipis
"Nona kau benar-benar sudah memiliki hati dari bos Rein,dia tidak akan pernah seperti ini jika orang yang cintai dalam bahaya"Ucap Indra dalam hatinya
"Aku masih mentoleransi orang berkhianat padaku yang menghalangi pembangunan gedungku tapi jika sudah ingin mencelakai Wanita yang ku cintai tidak ada ada ampun baginya"Ucap Rein dengan tatapan membunuhnya
Rein pun mulai menatap indra
"Indra mulai saat ini perketat penjaga untuk istriku dan juga kamu awasi wanita sialan itu"Perintah Rein
"Baik bos"Ucap Rein
"Aku harus menyusul istriku sekarang dan kamu urus saja dua orang brengsek ini intinya jangan biarkan mereka seperti orang normal apalagi dia"Ucap Rein menunjuk Ke arah joseph
__ADS_1
Indra mengangguk tanda mengiyakan
"Jujur saja aku iri mendengar orang ini sudah memiliki anak tapi dia memberi makan dengan uang tidak baik"Ucap Rein dalam hatinya