
"Siang!"Ucap Seseorang dibelakang mereka dan mereka pun menengok
"Honey!"Ucap Angel Karena di adalah Indra bersama Rein
Yunna menatap suaminya yang berjalan mengunakan tongkat dan bahkan banyak sekali luka disekujur tubuhnya
"Nona kecil kau ada disini?"Ucap Indra kepada Reina
"Ih berhentilah memanggil itu ka Indra"Ucap Reina
Rein berjalan agak kesusahan
Rein tersenyum kepada Yunna dan Yunna juga ikut tersenyum tipis
"Apa yang terjadi dengan mu?"Tanya Yunna
"Aku hanya mencoba ketahanan hidupku selama tanpa dirimu ternyata aku masih bisa hidup"Ucap Rein
"Ah iya aku kesini hanya ingin mengantarkan ini"Ucap Rein menyerahkan surat-surat kepada Yunna
Yunna mengambilnya dia kaget karena Rein menyerahkan surat pengajuan cerai
"Tanda tangani lah!"Ucap Rein
"Aku sudah mulai bisa berhenti memanggilmu sayang karena itu permintaanmu kan?"Ucap Rein
"Apa Kaka akan menceraikan ka Yunna?"Ucap Yeppa
"Aku hanya mengikuti permintaannya,karena ku selalu berjanji padanya apapun yang dia minta akan turuti"Ucap Rein
"Dan aku juga ingin berpamitan kepada kalian semua,aku akan pergi keluar negeri dalam waktu yang lama bahkan mungkin tidak akan kembali dan jadi untukmu nona muda Wijaya perceraian kita akan sangat mudah karen aku tidak akan menghadirinya"Ucap Rein dengan santainya
"Dan mungkin kita tidak bisa bertemu di pengadilan nanti"Ucap Rein
Yunna diam ingin sekali dia menangis saat ini dan bahkan memeluk Rein tapi dia tidak bisa Karena Rein sudah melupakannya bahkan dia memanggil Yunna dengan nyonya Baskoro lagi
"Tunggu ka!Kaka belum sehat betul mana bisa Kaka pergi begitu saja"Ucap Reina
"Kaka sehat Reina dan lihatlah Kaka sudah bisa berjalan"Ucap Rein
"Kau keras kepala ka!"Ucap Reina
"Bagaimana?"Ucap Rein kepada Yunna
Yunna tetap diam sambil menundukkan kepala nya
"Baiklah aku harus pergi,dan maaf sudah mengganggu kalian"Ucap Rein dan ingin pergi
Angel berdiri dan langsung menampar Wajah Rein dengan kuat
Indra langsung memegangi kekasihnya itu
"Kau bertingkah seakan-akan Yunna adalah sampah bang!kau menceraikannya seperti tak mempunya cinta kepadanya yang selalu kau tunjukkan kepada Yunna!"Ucap Angel dengan amarah yang menggebu
"Aku hanya mengikuti permintaannya apakah salah?ayo ndra pergi!"Ucap Rein
Indra melepaskan Angel dan mengelus rambut Angel dan pergi bersama Rein
Yunna yang setadi diam pun sudah tidak bisa menahan tangisnya dan dia menangis tersendu-sendu
"Yunna jangan menangisinya dia memang tidak pantas menjadi suamimu"Ucap Angel
"Apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi?"Ucap Yunna
Yunna bangkit dari duduknya dia ingin mengejar Rein
"Kau mau kemana?"Ucap Vina
__ADS_1
"Aku ingin memastikannya lagi apakah benar suamiku sudah tidak mencintaiku lagi dan ingin menceraikan ku?"Ucap Yunna dan berlari
Vina dan Angel mengekor dibelakang begitupun Para adik
Syukurnya mobil Rein masih ada disana dengan cepat Yunna berlari dan menghalang mobil Rein tepat didepan pagar rumahnya
"Berhenti!"Teriak Yunna
Indra langsung menginjak rem mobil secara mendadak
"Rein!"Ucap Indra sambil menengok
"Mengganggu saja!"Ucap Rein
Rein membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya
"Menjauhkan Nona!"Rein
Yunna menggelengkan kepalanya sambil terus berdiri didepan mobil Rein
"Apa kau bersungguh-sungguh ingin menceraikanmu?"Tanya Yunna
"Ya!"Ucap Rein
"Cepat menjauhlah aku ingin pergi sesegera mungkin!"Ucap Rein
Yunna tak bergeming dan Rein pun keluar
Rein berdiri tepat dihadapan Yunna sedangkan Diam sambil menatap Suaminya
"Aku sudah mengikuti permintaan mu dan aku mohon izinkan aku pergi"Ucap Rein
"Aku merasa benar-benar salah Karena memperlakukanmu waktu itu"Ucap Rein
"Sekarang menjauhlah Yunna"Ucap Rein
"Kita akan mantan suami dan mantan istri tapi kamu dan aku tetaplah orang tua dari Raihan,aku akan pulang menengok makam anak kita"Ucap Rein
"Aku mohon jangan pergi!"Ucap Yunna dengan suara ingin menangis
"Rumah ku bukan disini lagi"Ucap Rein
"Kamu akan pergi kemana?"Ucap Yunna
"Kemana pun asal aku bisa menemukan kebahagiaan"Ucap Rein
Rein memegang Kepala Yunna dan tersenyum
"Jaga dirimu baik-baik,aku berjanji tidak akan pernah mencari pengganti mu"Ucap Rein
Rein pun ingin pergi meninggalkan Yunna tapi Yunna memeluk belakang Rein
"Aku mohon jangan pergi"Ucap Yunna
Rein melepaskan tangan Yunna yang ada dipingganya
"Sekarang masuk yah!"Ucap Rein
Yunna menatap Rein tapi penglihatan nya seakan-akan mengelap dan dia ambruk pingsan
Rein menjadi panik tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dia pun memanggil Indra dan Indra langsung membawa Yunna masuk kedalam mobil
Indra membawa Mobil dengan cepat sedangkan Rein sangat khawatir
"Kamu kenapa Yunna bangunlah?aku mohon!"Ucap Rein panik
"Ayolah ndra"Ucap Rein mendesak Indra
__ADS_1
Tak berapa lama mereka pun sampai tapi Rein tak bisa terlalu bergerak karena keadaannya sekarang
Yunna langsung ditangani
Rein menunggu dikursi tunggu rasa sakit dia rasakan baru terasa setelah dia duduk
"Kau tidak papa Rein?"Ucap Indra
"Aku tidak apa!"Ucap Rein sambil dia memegangi kakinya
Tak berapa lama Dokter keluar
"Apa yang terjadi dengan nona?"Tanya Indra sedangkan Rein masih duduk sambil memegangi kakinya
"Dari tanda-tanda nona sedang berdua dua tuan tapi aku belum bisa memastikan,saya akan menyuruh dokter Ical untuk memastikannya"Ucap Dokter
Rein kaget
"Apa istriku berbadan dua?"Ucap Rein tak percaya
"Dari tanda-tanda begitu tuan"Ucap Dokter
"Kalau begitu saya permisi"Ucap Dokter
"Istriku hamil ndra?"Ucap Rein dan mengambangkan senyuman nya
"Ya!doa mu terkabul dan ini bisa menjadi alasanmu agar tidak jadi menceraikan nona"Ucap Indra
"Ya ndra"Ucap Rein
Ical datang dan langsung masuk kedalam ruangan Yunna dan tak berapa lama Dia keluar dengan senyum manis diwajahnya
"Nona hamil Rein,kandungan nya menginjak 1 bulan 2 Minggu"Ucap Ical
"Apa?1 bulan 2 Minggu?kenapa seperti tidak ada tanda-tanda?"Ucap Rein
"Maksudmu?"Ucap Indra
"Iya istriku seperti tidak mual dll gejala yang lain"Ucap Rein
"Tapi malah aku yang selalu muntah dipagi hari bahkan ***** makanku melonjak"Ucap Rein
"Nah mengalami kehamilan semu, istri mu hamil kamu yang yang ngidam"Ucap Ical
"Bisa begitu?"Ucap Rein
"Tentu karena dia kan anak mu"Ucap Ical
Rein pun bangkit dari duduknya ingin menghampiri Yunna
Yunna ternyata sudah sadar dia tersenyum melihat Rein datang
Rein langsung memeluk Yunna dan dia menangis sedangkan Yunna tersenyum sambil mengelus rambut suaminya
"Maafkan sikapku tadi sayang"Ucap Rein
"Aku tidak tau jika kamu sedang hamil anakku"Ucap Rein
"Aku tau kau bersikap seperti itu agar tidak membencimu kan?"Ucap Yunna
"Maafkan aku"Ucap Rein
"Sudah jangan menangis lagi,kamu duduk dulu aku tau kaki mu pasti sakit kan?"Ucap Yunna
Rein melepaskan pelukannya dan menatap Yunna
"Duduk lah"Ucap Yunna dengan senyum manisnya
__ADS_1
Rein pun duduk dan menggenggam tangan Yunna