
6 jam perjalanan sudah mereka tempuh akhirnya mereka pun di negara tercinta
Semuanya pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing begitupun juga dengan Rein dan Yunna,Yunna sangat merindukan Rumahnya bersama Rein
"Hubby aku sangat Rindu dengan Rumah kita"Ucap Yunna dalam pelukkan Rein
"Aku juga setelah kamu hilang aku hampir jarang pulang dan aku selalu tidur dimarkas karena rumah itu terlalu banyak kenangannya"Ucap Rein
"Hm seharusnya hubby tetap pulang jangan seperti itu kan suamiku ini sangat hebat masa ditinggal istri saja sudah seperti kehilangan tanduknya"Ucap Yunna
"Tapi itu benar sayang!bahkan aku hampir selalu mengigau tentangmu sampai indra selalu menyiramku dengan air karena aku susah dibangunkannya"Ucap Rein
"Aku sangat rindu kamu sayang waktu itu,aku ingin memelukmu,menciummu dan semua hal yang membuatku hampir gila karena kamu tidak ada"Ucap Rein
"Tapi sekarang sudah bisa kan?"Ucap Yunna
Rein menganggukkan kepalanya dan memeluk yunna dengan erat
Dan akhirnya mereka pun sampai di rumah mereka tapi mobilnya berhenti didepan rumah Rein karena disana ada liona dan dia pun mengetuk-ngentuk kaca mobil Rein
"Rein buka kacanya!aku merindukanmu!bukalah"Ucap Liona
Rein hanya diam dan malah menatap Yunna
"Kenapa menatapku?jika ingin membukanya silahkan aku tidak apa-apa asal jangan berbuat lebih"Ucap Yunna
"Jalan pak!"Ucap Rein tanpa menatap supirnya
"Baik tuan!"Ucap supir
Liona mengikuti mobil Rein yang masuk kehalaman rumahnya tentu saja ini membuat Rein geram
"Apa yang kau inginkan liona!"Ucap Rein setengah berteriak sedangkan yunna berada didalam pelukan Rein
__ADS_1
"Aku merindukanmu Rein!"Ucap Liona tanpa malunya
"Aku sudah beristri,buang rasa rindu palsu mu itu"Ucap Rein
"Aku membuang Rasa rinduku?sebaiknya kau lah yang membuang istri mu itu"Ucap Liona
Rein mengepalkan tangannya dan rahangnya pun mengeras karena marah mendengar ucapan Liona
Yunna yang melihat kemarahan suaminya berusaha menenangkannya
"Hubby..."Ucap Yunna dengan lirih sambil mengelus dada suaminya
Tentunya saja Rein berusaha meredam amarahnya dan mulai menatap istrinya
"Ada apa?"Ucap Rein
"Boleh aku berbicara dengannya?"Ucap Yunna
"Tidak boleh!lebih baik kita sekarang masuk"Ucap Rein dan langsung membawa yunna kedalam tapi terhenti karena liona mulai mengeluarkan suaranya lagi
"Memanggilku?"Ucap Yunna
"Memangnya yang bernama yunna ada berapa disini?"Ucap Liona
Rein ingin menghampir liona tapi Yunna menghalanginya
"Ikuti saja!"Ucap Yunna
"Kau tidak pantas memanggil nama indah istriku Liona"Ucap Rein
Liona tersenyum sinis membuat Rein semakin ingin mengusirnya
"Liona!aku istri dari Rein Khalid Baskoro tuan muda dari Baskoro dan sekaligus aku adalah Nyonya Baskoro"Ucap Yunna
__ADS_1
"Aku sudah lama mendiamkanmu!jika kau ingin merebut suamiku maka kau harus tau siapa aku Yunna Putri Salim Baskoro"Ucap Yunna
"Ah aku takut sekali,seberapa lama kau akan menjadi nyonya Baskoro?ah mungkin sebentar lagi sudah tidak"Ucap Liona
"Cuih!aku tidak sudi menjadikan mu nyonya Baskoro hanya Yunna lah yang pantas"Ucap Rein
Yunna berjalan mendekati Liona tentu saja membuat Rein khawatir dan mengikutinya tapi Yunna malah menghalanginya
"Sayang.."Ucap Rein
"Lihat saja hubby jangan suka merengek"Ucap Yunna tanpa menatap Rein
Liona diam dan mengamati wajah Yunna yang tanpa ekspresi itu membuat Liona menciut dengan tatapan super tajam dari Yunna dan Yunan pun mendekatkan wajahnya ditelinga Liona sedangkan liona hanya diam membeku
"Liona ingatlah aku keturunan dari Salim Wijaya darah pembunuh darinya mengalir didiriku jika aku ingin aku akan menyuruh bodyguard khusus daddyku yang sudah diserahkan padaku untuk menghancurkanmu,tapi aku masih berbaik hati sampai saat ini,jika kau benar-benar ingin menjadi hancur ganggulah aku lagi maka kau akan lihat siapa aku sebenarnya"Ucap Yunna telinga Liona
Liona langsung bergidik ngerinya mendengar ucapan Yunna
Yunan tersenyum sinis melihat wajah Liona seperti ketakutan
"Biar aku ingatkan lagi,jika berani mendekati priaku maka akan berhadapan denganku jadi kau harus tau siapa lawan yang kamu hadapi"Ucap Yunna tanpa ekspresi
Yunna membalikkan badannya dan mengubah ekspresinya dan berjalan meninggalkan Liona dan Rein masuk kedalam Rumah
Rein menjadi bingung apa yang Yunna ucapan ke liona sampai liona diam seribu bahasa dan dia pun berlari menyusul Istrinya meninggalkan Liona sendirian
"Keturuan Salim Wijaya?bagaiman bisa?ternyata dia memang seperti papahnya bahkan aku mendapat tatapanya pun menjadi beku dan tak bisa berkata-kata"Ucal Liona
"Apakah dengan wajah kalem nya itu ada darah keturunan membunuh papahnya"Ucap Liona lagi
"Dan bahkan ayah mati karena Salim Wijaya karena ayah menggelapkan uang Wijaya Grub hampir 10 M"Ucap Liona
"Aku tidak akan mundur dan bahkan aku akan gencar menghancurkanmu dan membalaskan dendam Ayahku"Ucap Liona
__ADS_1
Ayah Liona memang meninggal ketika dia kelas 2 SMA,Ayahnya tewas setelah ketahuan oleh Salim Wijaya atas penggelapan uang tapi dia meninggal karena kecelakaan mobil tapi Ibu dari Liona mengakatan pada Liona jika kecelakaan itu direncakan oleh Salim Wijaya