
Yunna merasa sangat kekenyangan dan pingganya pun merasa sakit karena terlalu lama duduk
"Kamu kenapa yunna?"Tanya Angel
"Iyah aku liat dari tadi kamu kaya gak enak gitu duduknya?"Ucap Vina
"Aku kekenyangan terus pinggangku pegel mungkin kelamaan duduk"Ucap Yunna
"Ya udah aku panggilin ka Rein dulu yah!"Ucap Reina
Yunna mengangguk tanda mengiyakan
Tak lama Rein pun datang dengan wajah paniknya dan langsung memeluk yunna
"Apa yang terjadi denganmu sayang!apa yang sakit?"Ucap Rein dengan panik
Yunna tersenyum dan menyandarkan kepalanya didada bidang Rein
"Aku tidak-tidak apa hubby,aku kekeyangan sampai pinggangku sakit"Ucap Yunna
Rein langsung menengok pinggang yunna
"Mau kekamar?"Tanya Rein
"Tidak hubby,aku tidak mau"Ucap Yunna
"Nanti bisa bertambah sakit"Ucap Rein
Yunna menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya didalam pelukannya Rein
Rein pun mengelus-elus pinggang yunna dengan lembut
"Cal apakah ini wajar?"Tanya Rein
"Ini wajar Rein tapi biasa ini terjadi jika kehamilan sudah sangat besar"Ucap Ical
__ADS_1
"Atau apakah kau selalu menjenguk anakmu?"Tanya Ical
Yunna langsung menatap ical dan wajahnya pun menjadi merah semu sedangkan Rein diam
"Lebih baik kau carikan kursi yang lebih nyaman lagi untuknya Rein"Ucap Ical
"Ndra tolong ambil kursi yang lebih nyaman"Suruh Rein
Indra langsung patuh dan pergi
"Bagaiman sekarang lebih baik?"Ucap Rein sambil terus mengelus pinggang yunna
Yunna menganggukkan kepalanya
Tak lama indra datang dengan kursi yang lebih nyaman
Rein langsung mendudukkan yunna kekursi itu dan Rein berjongkok didepan yunna
"Sebentar lagi kita akan bermain kembang api!"Ucap Rein
"Benarakh?sekarang saja hubby"Rengek yunna
"Baiklah jika istriku merengek seperti ini pasti akan ku kabulkan"Ucap Rein
Rein menatap Indra dan tentu saja indra paham
Para pelayan keluar membawa kembang api,Rein menyuruh mereka untuk menyalakannya
Langit yang gelap seketika menjadi meriah karena kembang api yang dilayangkan ke udara
Yunna tidak mau duduk melihat keindahan itu dia berdiri tapi tetap Rein yang membantunya walaupun yunna bisa sendiri
"Indah tidak?"Ucap Rein
__ADS_1
"Indah sekali"Ucap Yunna
"Wow tembak lagi paman!"Ucap Reina
"Sayang yah Para orang tua kita enggak ikut"Ucap Yeppa
"Iya sayang banget padahal kan ini seru banget"Ucap Reina
"Gak papa mereka kerja juga untuk kita juga"Ucap Yeppa
"Iyah"Ucap Reina
Indra menatap Angel dan tersenyum tapi yang ditatap sibuk mengabadikan momennya dengan ponsel pintarnya,Indra juga mengambil ponselnya dan memoto Angel dengan senyum terpampang manis difoto hasil ambilan indra
"Baiklah jika aku tidak bisa mendapatkanmu aku akan menjadi pelindungmu saja dan menjaga dari orang yang berniat tidak baik denganmu"Ucap Indra sambil menatap foto angel
Ical mendekati Vina dan membisikkan sesuatu
"Kau ini dengan ku seperti tidak kenal sama sekali"Bisik Ical
"Sudah lah teruslah berpura-berpura aku tidak ingin mereka tau"Bisik Vina
"Sekarang menjauhlah!aku tidak mau mereka tau"Ucap Vina lagi
Ical mengangguk dan berjalan menjauhi vina dan mendekati Indra
"Ka indra liat apa?"Ucap Ical
"Liat pujaan hatiku"Ucap indra tanpa sadar keluar dari mulutnya
Jiwa kepo ical langsung keluar dan menengok ponsel Indra
"Siapa sih ka indra?"Ucap ical sambil memanjangkan lehernya dengan sigap Indra menyembunyikan ponsel kedalam saku celananya
"Anak kecil tidak boleh tau sana main kelaut!"Ucap indra
__ADS_1
Ical mendengus kesal
"Awas kau ka,karma itu tak semanis kurma"Ucap Ical berlalu pergi meninggalkan semuanya menuju kamarnya