
Hari ini yunna ingin menjenguk Rein karena sudah hampir satu minggu dia tidak mengunjungi sang suami karena larangan oleh orang tuanya dan juga sang mertuanya
"Hubby hari ini aku akan menjengukmu dan memberi tahu jika aku sudah hamil"Ucap yunna dengan senyum tipis
Yunna pergi bersama Mommy ana sedangkan Daddy Salim kekantor sebentar karena ada urusan yang harus diurus
Didepan Ruangan Rein yunna bertemu dengan sang mertuanya
"Sayang"Panggil Mamah Raisya dan memeluk sang menantu
"Bagaimana keadaanmu dan juga calon cucu Mamah"Ucap Mamah Raisya
Yunna tersenyum
"Sehat Mom"Ucap Yunna
"Mom apakah Hubby boleh dijenguk?aku ingin dia tau kalau aku sedang mengandung anaknya dan mengatakan kalau anaknya sehat"Ucap yunna dengan semangat
Mamah Raisya mengangguk
"Tentu bisa dong sayang"Ucap Mamah Raisya
"Kalau begitu yunna masuk dulu yah Mom! yah Mah"Ucap yunna sambil menatap Mommy ana dan Juga Mamah Raisya
Yunna langsung masuk kedalam Ruangan Rein menggunakan baju steril khusus
"Hubby aku datang bersama baby kita diperutku"Ucap yunna sambil duduk disamping Rein yunna menggenggam tangan laki-laki yang lama dia rindukan belaiannya
Yunna menatap Rein dengan tatapan sedih karena Rein benar-benar kurus pipi Rein yang dulu Chuby pun sudah menjadi tirus
"Hubby sudah lebih satu bulan kamu tidur bangun lah!aku mengandung anakmu!apakah kamu tidak ingin berbicara dengannya"Ucap yunna dengan suara serak dan tak terasa cairan bening yang sudah menyungai dimatanya pun tumpah membasahi wajahnya
Yunna memeluk Rein dan menangis didada bidang Rein
"Hubby bangun!kecebongmu sudah menjadi baby hubby"
"Hubby baby kita telah ada disini hubby"Ucap yunna dengan terisak
Lama yunna menumpahkan rasa rindunya sambil menangis didada bidang Rein dan menceritakan keluh kesahnya
Rein mulai menggerakkan tangannya dan membuka matanya perlahan dia merasakan dadanya berat dan juga basah dia menengok ternyata yunna sedang menangis didadanya
Rein berusaha mengangkat tangannya untuk memeluk yunna tapi hanya tangan kanannya saja yang bisa
Yunna merasa ada tangan yang memeluknya diapun melongak menatap kearah Rein,sontak saja yunna senang bukan main melihat Rein sudah sadar dan tersenyum kepadanya
"Saya..ng!"Panggil Rein dengan susah payah
Yunna kembali memeluk Rein dengan erat sambil menangis tapi kali ini bukan tangan kesedihan melainkan tangan kebahagian
"Hubby kamu sadar!"Ucap yunna terisak didada Rein
"Hubby aku merindukkan mu,kenapa lama sekali hubby tidurnya sekarang aku hamil"Ucap yunna
Rein berusaha meraih dagu yunna agar menatapnya
"Be..narkah?"Ucap Rein
"Ke...cebongku sudah menjadi..Rein jr"Ucap Rein
__ADS_1
Yunna melepas pelukkanya dan menghapus airmatanya dengan kasar dan menganggukkan kepalanya
"Sekarang kecebong hubby sudah jadi baby disini"Ucap yunna tersenyum sambil mengelus perutnya
Rein berusaha menggerakkan tangannya tapi tidak bisa dia ingin sekali mengelus perut yunna
"Hubby aku panggilkan dokter dan memberitahukan semua keluarga kita dulu"Ucap yunna sambil berjalan meninggalkan Rein
Tak berapa lama dokter datang keruangan Rein,Semua keluarga mengucap syukur akan kesadaran Rein
Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan Rein,semuanya menghampiri dokter
"Bagaimana dok keadaan putra saya"Tanya Mamah Raisya
"Iyah dok bagaimana keadaan suami saya dan kenapa dia seperti susah bergerak dan berbicara?suami saya tidak akan apa-apa kan dok?"Tanya yunna dengan penasaran
Dokter tersenyum
"Keadaan tuan muda sudah mulai stabil dan sudah bisa dipindahkan keruang perawatan"
"Dan kenapa tuan muda susah bergerak dan juga susah berbicara itu karena otot-otot dari tubuh tuan muda kaku karena terlalu terlama koma tidak akan terjadi apa-apa dan satu lagi mohon jangan terlalu membuat tuan muda berpikir karena kepalanya belum bisa"Jelas dokter dengan panjang lebar
"Baik dok terima kasih"Ucap Mamah Raisya
"Kalau begitu saya permisi"Pamit dokter
Rein sudah dipindahkan keruangan perawatan sedangkan Mommya ana dan Mamah Raisya pulang kerumah karena ingin memberitahu suami masing-masing
Yunna duduk disamping Rein sambil menggenggam tangan Rein
"Hubby lama sekali kamu tidurnya"Ucap yunna sambil mencium-cium tangan Rein
Rein tersenyum
Yunna menatap Rein dengan tatapan intens
"Lebih satu bulan hubby"Ucap yunna
Rein langsung melotot mendengar dirinya hampir lebih satu bulan terbaring koma
"Kamu yang benar sayang gak mungkin!rasanya aku cuma tidur sebentar"Ucap Rein
"Dan kamu tau aku mimpi kamu selalu memanggilku tapi tidak mau menghampiriku jika aku dekati pasti kamu lari"Ucap Rein
Yunna menatap Rein dengan tatapan serius
"Aku selalu memanggilmu tapi aku tidak mau mendekatimu kenapa hubby?"Tanya yunna
Rein menggelengkan kepalanya
"Aku juga tidak tau sayang tapi tadi aku bermimpi ada anak kecil yang menarik tanganku dan akhirnya bisa membuatku bangun lagi"Ucap Rein
Yunna mengerutkan dahinya mendengarkan penjelasan Rein
"Anak kecil?"Tanya yunna
Rein tersenyum
"Iyah sayang!apakah itu anak yang didalam perutmu yang menarik tanganku"Ucap Rein
__ADS_1
Yunna tersenyum dan mencium pipi Rein
"Mungkin!"Ucap Yunna dengan tersenyum
"Sekarang kamu naiklah keatas ranjang sini pasti kamu merindukan ku dan aku juga ingin berbicara dengan Rein jr"Ucap Rein
Yunna menggelengkan kepalanya
"Kamu jangan aneh hubby ranjang itu khusus untukmu"Ucap yunna
Rein menarik tangan yunna
"Sudah cepatlah sayang aku merindukan mu!aku ingin memelukmu"Ucap Rein sambil memoyongkan bibirnya
Yunna tersenyum melihat tingkah suaminya
"Iyah-Iyah aku naik hubby"Ucap Yunna
Yunna pun naik keatas ranjang Rein,Rein langsung memeluk Yunna sambil mengelus-Ngelus perut Yunna
"Anak papi udah ada didalam perut mami yah?"
"Selama papi sakit kamu tidak menyusahkan mamikan?"Ucap Rein
"Tidak papi"Ucap yunna seperti anak kecil
Rein menatap yunna dan mencubit pipi yunna
"Sayang kok kamu kurusan?kamu sakit atau kenapa?"Tanya Rein dengan khawatir
Yunna menggelengkan kepalanya
"Aku tidak sakit hubby tapi aku kurang nafsu makan setelah aku hamil karena aku hanya ingin makan masakanmu"Ucap yunna sambil tersenyum tipis
Rein memeluk yunna
"Maafkan aku sayang"
"Aku janji setelah aku sehat akan aku masakkan masakkan apapun yang kamu mau"Ucap Rein
Yunna menatap Rein dengan tatapan berbinar-binar
"Benarkah hubby,Mudahan hubby cepat sembuh karna anakmu ingin sekali makan masakan mu hubby"Ucap Yunna
Rein mengangguk
"Iya sayang apapun yang kamu pasti ku kabulkan selagi aku bisa"Ucap Rein
Yunna mengangguk dan mempererat pelukkannya
"Hubby selama kamu koma aku benar-benar merindukan pelukkanmu dan semua tentangmu"Ucap yunna sambil mengingat titik terendahnya ketika Rein koma dan tak terasa air matanya jatuh yunna menangis dipelukkan Rein
Rein memeluk yunna sambil mengelus Rambut yunna
"Sayang kenapa menangis?jangan menangis aku tidak rela air mata istriku jatuh sia-sia"Ucap Rein
Yunna masih saja menangis didalam pelukkan Rein
"Sayang jangan menangis aku benar-benar tidak bisa melihat istriku menangis"Ucap Rein sambil mempererat pelukkannya
__ADS_1
"Jangan larang aku menangis hubby aku merindukan pelukkanmu"Ucap yunna
Rein menarik nafasanya dan memhembuskannya Rein mengangguk dan mengelus rambut yunna dengan lembut