
1 Minggu kemudian
Satu minggu sudah mereka disana Para anggota keluarga sudah pulang terlebih dahulu tinggallah Rein dan Yunna, mereka hari ini berniat pulang tapi Yunna mengatakan jika besok saja mereka pulang dan Reim mengiyakan ucapan Yunna
Malam ini Yunna merengek pada Rein ingin jalan-jalan menikmati negri ini ketika malam tiba karena yunna sangat keras kepala dan Rein juga sudah kewalahan menghadapi yunna dan dia pun mengiyakan ucapan Sang istrinya
"Dingin sekali hubby!"Ucap Yunna
"Kan sudah ku bilang malam-malam begini dingin kamu keras kepala sekali sekarang"Ucap Rein sambil mengacak-acak rambut yunna
"Ayo hubby jalan-jalan,jangan mengomel terus"Ucap Yunna
Mereka pun menyusuri jalan yang ramai sambil bergandengan dan Yunna menatap toko boneka
"Hubby aku ingin boneka itu!"Rengek Yunna menujuk boneka beruang besar
"Boneka?Baiklah!"Ucap Rein
Didepan toko ada X-Banner yang dengan foto orang yang sedang memberi hormat dengan isengnya Rein pun berdiri disampingnya dan ikut memberik hormat
Tentunya itu mengundang gelak tawa yunna sampai dia memegangi perutnya
"Hubby kau ini tidak baik seperti itu"Ucap Yunna
"Bagaimana sayang bagusan mana?"Tanya Rein
"Tentu dirimu hubby,ayo hubby kita kedalam"Ucap Yunna
"Baik ratuku"Ucap Rein
Rein pun membelikan boneka yang diinginkan oleh Yunna
"Oke sekarang kita pulang hubby"Ucap Yunna
"Hah pulang?baru saja kita jalan-jalan"Ucap Rein
"Aku keluar hanya ingin membeli ini saja"Ucap Yunna dengan santainya
"Kan pelayan ku bisa membelinya"Ucap Rein
"Tapi aku ingin membelinya sendiri dan memilihnya sendiri"Ucap Yunna
"Ayo hubby pulang"Rengek Yunna
"Ayo!"Ucap Rein
Yunna tertawa kecil meliaht Rein sepertinya kesal dengannya
"Hubby kau kesal dengaku?"Tanya Yunna
"Tidak!"Ucap Rein singkat
Yunna memeluk Rein dari samping dan menampilkan wajah imutnya membuat Rein gemas tapi dia tahan
"Benar nih tidak kesal denganku?"Ucap Yunna
"Tidak,istri cerewet"Ucap Rein
"Aku tidak percaya denganmu!"Ucap Yunna
"Oke aku kesal denganmu sayang"Ucap Rein
Yunna tertawa kecil
"Benarkah?"Pancing Yunna
"Astaga sayang kau benar ingin hukum?"Ucap Rein
"Memangnya berani menghukum istri yang sedanh hamil?"Ucap Yunna
"Tentu!"Ucap Rein
"Jika kau menghukumku kau tidur dikamar sebelah jangan tidur denganku"Ucap Yunna
Rein langsung diam yunna benar-benar membisukannya
"Bagaimana?kau boleh menghukumku tapi tidak boleh tidur denganku"Ucap Yunna
"Ya sudah aku tidak akan menghukummu"Ucap Rein
"Makasih hubby"Ucap Yunna dan mencium pipi Rein
Mereka pun sampai ke villa Rein Ketika Rein membuka pintunya
"Suprize!!!!"Ucap Semua anggota keluarga bersamaan
Rein mengurucutkan dahinya
"Kalian bukannya kalian sudah pulang?"Ucap Rein
"Ada acara apa?"Ucap Rein sambil berjalan mendekati Semuanya sambil menggandeng tangan Yunna
"Kau tidak ingat hubby jika hari ini adalah hari kelahiranmu?"Ucap Yunna
Rein mengingat dan akhirnya dia tersenyum
__ADS_1
"Ah iya aku lupa sayang karena pikiran hanya ada kamu tidak ada yang lain"Ucap Rein
Mamah Raisya memeluk Rein dan mencium anak sulung kebanggaannya itu
"Selamat ulang tahun yang ke 23 tahun ya sayang,semoga pernikahanmu dan istrimu selalu langgeng dan bahagia dan juga untuk calon cucu mamah sehat selalu"Ucap Mamah Raisya
"Amin Mah!"Ucap Rein
"Ini hadiah Mamah Untukmu sayang"Ucap Mamah Raisya sambil menyerahkan kotak hadiah
"Apa ini Mah?"Tanya Rein
"Lihat saja"Ucap Mamah Raisya
Rein pun membuka kado pemberian sang Mamah
Rein tersenyum melihat kado pemberian sang Mamah
"Ini kan gelangku waktuku kecil aku sangat menyanyanginya"Ucap Rein
"Itu gelang waktu kamu kecil Rein,ketika kamu kecil dulu kamu selalu menangis jika gelang itu tidak kamu pakai dan Mamah mau ini kamu beri kan lagi pada anakmu nanti"Ucap Mamah Raisya
Rein memperlihatkan gelang itu pada yunna dan yunna pun mengambilnya dan menatapnya
"Bagus sekali hubby"Ucap Yunna
"Papah bingung Rein ingin memberikanmu apa karena sekarang kekayaanmu melebih papah dan apapun bisa kamu beli,jadi Papah berikan ini untuk calon cucu papah saja"Ucap Papah Khalid memberikan sertifikat sahamnya sebesar 20 persen
"Ini berlebihan Pah"Ucap Rein
"Tidak ada yang berlebihan untuk keturunan ku"Ucap Papah Khalid
Rein tersenyum dan memeluk Papahnya
Rein melepaskan pelukkanya dan sekarang Reina yang memeluk sang kaka
"Selamat ulang tahun ya kaka,tetaplah jadi kaka kebanggan Reina dan juga sayang sama Reina"
"Semoga kaka selalu bahagia dan selalu sukses bersama dengan ka yunna dan baby RY"Ucap Reina
Rein membalasa pelukkanya
"Amin de kamu juga harus jadi pendesainer yang hebah yah seperti Mommy ana"Ucap Rein
"Pasti ka!"Ucap Reina
"Reina pasti akan melebih Mommy Rein!"Ucap Mommy ana
Daddy salim mendekati Rein
"Rein selalu lah menjadi menantu yang membuatku bangga padamu dan selamat ulang tahun untukmu"Ucap Daddy salim sambil menyerahkan kotak kecil
Rein mengambilnya
"Ini harga sangat mahal daddy!"Ucap Rein yang tak percaya
"Jangan meremehkan diriku Rein harga seitu bahkan tidak merubuhkan Wijaya Grub"Ucap Daddy salim dan tertawa
"Makasih daddy"Ucap Rein
Yeppa juga mendekat sambil membawa kue
"Tiup dulu ka lilinnya"Ucap Yeppa
Rein menganggukkan kepalanya sebelum meniup dia berdoa terlebih dahulu
"Ka kami memang belum mampu memberi apapun untuk kaka"Ucap Yeppa
Rein tersenyum dan mengelus Rambut Yeppa
"Memangnya kaka haus dengan hadiah gitu cukup doa mu saja sudah sangat membuat kaka bahagia"Ucap Rein
Ical dan Indra mendekati Rein dan menepuk pundak Rein
"Selamat ulang tahun ya bro sukses terus dan selalu bahagia dan juga dijauhkan dari kesedihan"Ucap Ical
Rein menganggukkan kepalanya
"Kamu sudah seperti adikku Rein sebagai seorang kaka aku doa kan kau jadi menjadi orang yang lebih berakhlak padaku"Ucap Indra dan tertawa
Rein juga ikut tertawa begitu pun ical
"Bang bucin selamat ulang tahun yah!"Ucap Vina
"Selalu jadi orang kaya abang bisa tetap mengajih kamu besar"Ucap Vina
"Semoga selalu jadi orang sukses bang kata vina benar"Ucap Angel
Rein tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya
Mereka pun merayakan itu sebatas keluarga yang ada disana saja itu pun sudah membuat Rein bahagia dia benar sangat bahagia karena memiliki keluarga yang sangat menyanyanginya
"Hubby foto dulu dengan kuenya"Ucap Yunna
Rein ikut-ikut saja permintaan istrinya
__ADS_1
"Oke sebagai penutupnya aku akan menyanyi untukmu hubby"Ucap Yunna
Semuanya menatap Yunna
"Kamu yakin sayang?"Ucap Rein
"Aku tidak suka nada bicaramu hubby seakan-akan merendahkan ku"Ucap Yunna dengan wajah cemberutnya
Rein mengelus Rambut yunna dengan lembut
"Sayang jangan begitu dong wajahnya,ayo cepat kamu nyanyi aku ingin sekali mendengar istri tercintaku menyanyi untukku"Ucap Rein
Yunna tersenyum kembali
"Oke kalau gitu hubby duduk sini aku nyanyi disana"Ucap Yunna dan berjalan menuju tempat yang sudah disiapkan oleh pelayan ketika dia pergi bersama dengan Rein tadi
Yunna menyanyi menggunakan piano yang membuat Rein semakin kagum dengan istrinya ini
Yunna mulai menekan satu persatu pianonya
Di hidup ini
Telah kusinggahi banyak cinta
Namun tak pernah aku temui cinta
Sekuat aku menginginkan dia
Hal hebat kurasakan
Kini dicintai seseorang
Yang 'ku pun mencintai
Itu sempurna
Yunna menatap Rein dan tersenyum begitupun Rein juga tersenyum menatap istrinya dengan tatapan cintanya
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Dalam diamku
Kupanjatkan selalu doa untuknya
Jodoh bukan soal sempurna
Namun yang mampu tangguh 'tuk bertahan
Dan berjuang
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Tak akan duakan dia
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Hatinya
Takkan siakan dia
__ADS_1
Takkan siakan dia
Takkan siakan dia