DIA JODOHKU YANG CANTIK

DIA JODOHKU YANG CANTIK
Episode 180


__ADS_3

Rein mengelus-elus wajah pucat yunna Rasa takutnya melihat Yunna pasti akan lebih terpukul dari darinya akan kehilangan Anaknya


Mamah Raisya masuk dan mengelus belakang Rein


"Jangan tampilkan kesedihanmu dihadapan Yunna sayang dia sekarang butuh dukunganmu bukan tangisanmu"Ucap Mamah Raisya


Rein memeluk sang mamah


"Aku takut mah jika istriku sadar dia pasti akan sangat sedih aku tidak kuat melihatnya mah melihat kesedihan diwajahnya"Ucap Rein


"Makanya kamu jangan bersedih juga sayang tapi kamu harus mendukung istrimu dan kami juga akan membantunya"Ucap Mamah Raisya


Rein melepaskan pelukannya dan menganggukkan kepalanya


Rein kembali menatap Yunna


"Sayang cepatlah sadar!aku sekarang melarangmu tidur"Ucap Rein


"Sayang bangun!bangun!bangun aku bilang"Ucap Rein


"Rein!Rein!"Ucap Mamah Raisya


"Aku ingin dia cepat sadar mah dan melihat anakku sebelum dia dikuburkan"Ucap Rein


"Dari segi wajah Raihan memang sangat mirip denganmu sayang"Ucap Mamah Raisya


Rein menatap mamah Raisya


"Duniaku terasa hancur mah istriku masih belum sadarkan diri dan bahkan anakku pergi mah"Ucap Rein


Mamah Raisya tak pernah melihat Rein seperti ini sebelumnya


"Lebih baik kita keluar sekarang Rein biarkan Yunna istirahat"Ucap Mamah Raisya


Rein menganggukkan kepalanya


"Setelah pemakaman putraku siap-siap kamu liona!"Ucap Rein dalam hati


Rein keluar dan langsung mendudukan dirinya dikursi tunggu dia hanya diam tak mengeluarkan kata-kata apapun tatapannya kosong pikirannya kemana-mana


Yeppa dan Reina merasa sangat sedih melihat kaka mereka seperti itu


"Mah!"Ucap Reina sambil menunjuk sang kaka


Mamah Raisya hanya tersenyum tipis dan mengelus kepala Reina


Rein benar-benar diam bahkan tak menganggap orang-orang disana yang ada dipikiran nya hanyalah yunna seorang


Indra datang dan memberitahu jika semua keperluan pemakaman Raihan sudah selesai,Rein pun tersadar dan langsung pergi menuju ruangan anaknya karena dia ingin menggendong anaknya sampai ke pemakaman dan dia juga yang akan menguburkan anaknya Daddy salim dan papah khalid juga ikut


Dengan wajah tanpa ekspresinya Rein menggendong anaknya menuju mobil banyak pasang mata menatap itu dan merasa haru begitupun para keluarga


"Semoga yunna kuat menghadapi ini semua"Ucap Mamah Raisya


Pemakaman sudah selesai Rein tak langsung kembali ke rumah sakit melainkan pergi ke markas rasa bencinya dan amarah benar-benar menggunung pada liona apalagi dia tau jika dia juga hampir kehilangan Yunna


Rein menendang pintu ruangan itu dengan sangat keras membuat liona yang terikat disitu menjadi terkejut


Rein langsung mengcengkram dagu Liona tatapan pun sudah menjadi sangat menakutan tentu liona sangat ketakutan dan tubuhnya pun menjadi gementar hebat

__ADS_1


Rein tersenyum melihat ekspresi Liona dan Rein juga mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan mengesek-gesekannya di wajah Liona


"Apakah kamu sudah senang liona dengan kematian anakku dan ketidak sadarannya istriku sekarang?"Ucap Rein


Liona menelan ludahnya dengan kasar


"Kau sudah membuatku kehilangan putraku!anak yang sangat ku harapkan bersama dengan istriku!"Teriak Rein didepan wajah Liona


"Jika hanya membunuhmu itu teramat mudah bagiku harus ada penderitaan yang harus kau lewati sebelum kematian menjemputmu"Ucap Rein dan tersenyum sinis


Rein melepaskan cengkramannya dan berjalan untuk melepaskan jasnya dan duduk dikursi


"Kau terlalu menganggapku Remeh liona!istriku terlalu baik padamu!dia selalu melarangku menghabisi mu karena kami sedang menjaga nyawa anak kami tapi kau malah membunuh anakku dan tak memikirkan kebaikan istriku"Ucap Rein


"Kau pilih saja kematian yang pantas untukmu!"Ucap Rein


"Ingin dipuaskan oleh para bodyguardku terlebih dahulu baru kau mati"Ucap Rein


"Atau kau menghibur para Cheetahku dulu baru mereka yang akan memakanmu"Ucap Rein


"Re...in a..ku bisa jelaskan"Ucap Liona terbata-bata


Rein tersenyum sinis sambil mengelap-elap pistol kesayangan dengan sapu tangannya


Dor!


Rein melepaskan tembakan tapi tidak mengenai Liona tapi berhasil membuat liona terkejut karena tembakan itu benar-benar sangat tipis saja mengenai daun telinga


Rein tertawa melihat ekspresi Liona


"Ah sialan meleset!Baiklah sekarang aku akan mengincar hatimu yang sudah busuk itu"Ucap Rein yang benar-benar membidik


"Mengampuni pun tidak akan bisa mengembalikan anaku yang sudah mati menjadi hidup"Ucap Rein


"Rein aku berjanji aku akan berubah dan aku akan menjadi budak dari istrimu asal kau mau mengampuniku"Ucap Liona


Rein menatap Liona dengan tanpa ekspresi


"Budak?istriku?"Ucap Rein


"Aku tidak akan pernah memasukkan ular kedalam rumahku"Ucap Rein


"Rein aku akan memberi tahu mu dan aku pasti akan mati sekarang"Ucap Liona


Rein mendekati Liona


"Jangan mendekat!"Ucap Liona


Rein menghentikan langkahnya


"Maksudmu apa?jangan membuat cerita aku akan membunuhmu"Ucap Rein


"Tapi aku mohon ampuni aku dan berikan aku kebebasan Rein!sejak aku pulang ke sini kebebasan sudah lama menghilang"Ucap Liona


"Jangan bersandiwara dihadapanku"Ucap Rein


"Aku tidak bersandiwara Rein,Aku ingatkan padamu jika musuhmu sangat menginginkan kehancuran darimu"Ucap Liona


"Dan dia juga yang memberikan ku semprotan itu Rein karena tugasku memang untuk memusnahkan keturunanmu!"Ucap Liona

__ADS_1


"Kurang ajar kau Liona"Ucap Rein dan mengarahkan pistolnya kekepala Liona


"Tunggu!"Teriak Indra yang baru datang


"Kenapa?"Ucap Rein


"Kita dengarkan saja omongan nya Rein"Ucap Indra


Rein menurunkan pistolnya


"Sebenarnya aku sudah bahagia dibelanda tapi aku dipaksa pulang kenegara ini dan tugaskan untuk membunuh anakmu"Ucap Liona


"Setelah ku tahu jika istrimu adalah anak dari Salim Wijaya aku memang sangat berambisi untuk tugas ini"Ucap Liona


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!"Ucap Rein


"Jika aku beritahu aku akan mati sekarang juga"Ucap Liona


"Mereka memasang bom aktif dan penyadap ditubuhku,apapun yang ku lakukan mereka tau"Ucap Liona


"Dia korban Rein!"Ucap Indra


"Jangan terbuai oleh ucapannya ndra dia wanita licik!"Ucap Rein


Liona tersenyum terlihat wajah ketulusan diwajah cantiknya


Indra menelpon bodyguardnya untuk masuk


"Cepat lepaskan bom dan penyadap yang ada ditubuh wanita itu"Ucap Indra


"Baik bos!"Ucap Mereka


Para bodyguard itupun mencek-cek tubuh liona dan mereka semua menghentikan aktivitas mereka


"Kenapa berhenti?"Ucap Rein


"Anu bos alat itu dipasang dikemaluan nya apakah kami harus melanjutkannya"Ucap Bodyguard


"Lakukan saja!"Ucap Liona


"Apakah kau yakin nona?"Ucap Bodyguard


"Ya aku yakin!"Ucap Nya


Mereka pun kembali melakukan aktifitas mereka sedangkan Rein dan indra mebalikan tubuh mereka tak ingin melihat


"Ah tidak!"Ucap para bodyguard dan langsung berlari menjauh


BOM!


Bom itu meledak dan tubuh liona berserakan seketika ruangan itu menjadi bau darah membuat Rein mengepalkan tangannya


"Maafkan kami tuan bom itu ternyata sudah aktif didalam sana"Ucap Bodyguard


Rein keluar meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah kata apapun


"Bersihkan itu semua dan kuburkan secara layak!"Ucap Indra


"Baik bos"Ucap Bodyguard

__ADS_1


__ADS_2