
Pagi tiba mereka sudah ingin berangkat menuju pewasat pribadi Rein yang disiapkan dan mereka sudah berada didalam pesawat
"Sayang!"Panggil Rein dengan senyum manisnya sedangkan yang dipanggil malah cemberut
"Hm!"dehem yunna
"Kenapa wajahmu seperti itu sayang?"Ucap Rein dan memasukkan yunna dalam pelukkannya
Yunna pun memeluk tubuh suaminya
"Perasaanku sangat tidak enak hubby!"Ucap Yunna
Rein mengelus rambut yunna dan mencium rambutnya
"Tidak enak kenapa?apa yang kau rasakan?"Ucap Rein
"Aku tidak tau perasaan ingin benar-benar membuatku sesak"Ucap Yunna
Rein diam dan meletakkan dagunya dikepala yunna
"Hubby aku takut perasaan ini ada musibah!"Ucap Yunna
"Jangan takut sayang ada aku disini!"Ucap Rein
"Hubby aku takut..."Ucap Yunna dengan lirih
"Sayang sekarang pejamkan saja matamu yah!tadi pagi kan kamu bangunnya pagi sekali"Ucap Rein
"Apakah aku bisa tidur dengan perasaan seperti ini"Ucap Yunna
"Bisa jika aku mendongengkanmu"Ucap Rein
Yunna tertawa kecil
"Akhirnya istriku tertawa juga"Ucap Rein
"Bagaimana aku tidak tertawa hubby kau bilang ingin mendongengkanku aku kan bukan bocil"Ucap Yunna
"Ya sudah sekarang istrik cantikku ingin apa?"Ucap Re
__ADS_1
"Mau ngemil boleh hubby?"Ucap Yunna
Rein tertawa mendengar permintaaan yunna
"Sudah ku duga!ada banyak lagi karena memang sudah ku siapkan"Ucap Rein
"Tunggu sini ku ambilkan dulu yah!"Ucap Rein dan bangkit dari duduk tapi dengan cepat yunna menarik baju Rein dan membuat Rein duduk kembali
"Kenapa?"Tanya Rein
Yunna menggelengkan kepalanya
"Jangan kemana-kemana!"Ucap Yunna
"Aku kan hanya ingin mengambil cemilan untukmu sayang"Ucap Rein
"Suruh pelayan saja yang ambilkan aku tidak mau kamu kemana-mana"Ucap Yunna
"Baiklah kamu ratunya"Ucap Rein
Rein pun menyuruh pramugari pesawatnya untuk mengambilkan cemilan yang banyak untuk yunna
"Cantik sekali pramugari pesawatmu hubby!"Ucap Yunna dengan tatapan seriusnya
"Tapi tetap cantik kamu sayang"Ucap Rein
Rein menangkup wajah istrinya tersenyum manis
"Hai kenapa iri denganya?dulu sebelum kamu hamil anakku kamu sangat cantik bahkan aku banyak memiliki saingan dan sampai sekarang!"
"Kau seharusnya bangga mengandung bibit unggulku sayang!"Ucap Rein
"Aku bahkan sangat suk dengan pipi tembemmu sekarang membuatku selalu ingin menggigitnya dan menciumnya"Ucap Rein
Yunna memeluk Rein kata-kata yang diucapkan Rein memang benar bahkan Rein hampir mati karena dion mantan cinta monyet yunna
Makanan yang diminta Rein pun datang tapi dengan cepat yunna mengambil cemilan yang ditangan pramugari itu dengan cepat dan membuat Rein geleng-geleng kepala karena istrinya cemburu seperti anak kecil
Sepanjang perjalanan Yunna asik ngemil sampai dia tertidur didalam pelukkan suaminya padahal Rein sudah mengajaknya untuk kekamar pesawat itu tapi yunna menolaknya
Disisi Yeppa dan Reina
"Reina kamu ada orang kamu sukai?"Tanya Yeppa tiba-tiba
__ADS_1
Reina menatap Yeppa dengan tatapan herannya
"Kenapa tanya itu?"Ucap Reina
"Aku hanya ingin tau"Ucap Yeppa
"Ada!"Ucap Reina
Tentu membuat jiwa kepo yepppa meronta-ronta dia tau betul sahabatnya ini
"Siapa?astaga aku tidak tau tertawa kamu punya cinta pertama"Ucap Yeppa
"Papah dan ka Rein!"Ucap Reina dengan senyum manisnya
Yeppa mengeluarkan ekspresi yang lucu yaitu melotot sambil menoleh secara perlahan kearah Reina
"Ku pukul palamu nangis!"Ucap Yeppa
"Aku pun juga sama cinta pertamaku tentu daddy tapi maksudku laki-laki yang bukan keluarga kita"Ucap Yeppa
Reina tertawa kecil
"Aku masih belum bisa mencintai siapapun selain mereka yeppa"Ucap Reina
Yeppa menganggukkan kepalanya
"Kau tanya seperti ini pasti ada yang kau pikirkan ?mikiran siapa?Raksa yah"Ucap Reina
Wajah Yeppa langsung merona
"Kata siapa sih?aku cuma tanya itu aja"Ucap Yeppa
"Jangan bohong deh!pastikan!wajah kamu aja merah gitu"Ucap Reina
Yeppa meraba-raba wajahnya yang memang terasa panas
"Ya kan!ya kan"Ucap Reina yang masih terus menggoda yeppa
"Jangan ngaco deh"Ucap Yeppa
"Aku tidak percaya"Ucap Reina
"Terserahmu!"Ucap Yeppa dan memalinga wajahnya menatap Jendela pesawat
__ADS_1
"*Suka sekali menutupi perasaanmu sendiri yeppa!aku bisa lihat dari tatapanmu itu kepada Raksa tapi karena gengsimu dan rasa benci kepada sella kau menutupinya"Ucap Reina dalam hatinya
"Apakah benar aku mulai ada rasa dengan raksa?sejak kapan!memang bisa yah aku yang selalu menolaknya bisa cinta?dasar aneh"Ucap Yeppa dalam hatinya*