
Ponsel Rein berdering ternyata Indra yang menelpon
"Hallo!kenapa ndra"Ucap Rein
"Kamu kekantor Rein?"Tanya Indra
"No gak boleh hubby harus dirumah aja!"Ucap Yunna dan Indra mendengar itu dan tersenyum
"Kau dengarkan itu jawabannya"Ucap Rein
"Baiklah kalau begitu aku saja yang kerumah mu"Ucap Indra
"Ada apa ndra?ada hal apa?"Ucap Rein
"Biar ku jelaskan dirumah saja nanti,mungkin 15 menit lagi aku akan sampai"Ucap Indra
"Baiklah"Ucap Rein dan menutup ponselnya
"Hubby mau berkerja?"Ucap Yunna
"Bukan bekerja sayang hanya ada hal yang ingin aku bicarakan saja"Ucap Rein
Yunna menganggukan kepalanya
"Kamu lapar?"Tanya Rein
"Tidak hubby bahkan tidak sama sekali"Ucap Yunna
"Tapi aku sangat lapar"Ucap Rein
"Hubby sekarang gendutan tau"Ucap Yunna
"Gak tau sayang sebulan terakhir ini aku benar-benar sangat bernafsu makan"Ucap Rein
"Tapi aku kok gak ya hubby beda pada saat aku hamil Rayhan kemarin"Ucap Yunna
"Kata Ical aku yang ngidam sayang makanya,aku muntah dipagi hari ***** makan bertambah tapi untung gak manja"Ucap Rein
"Manjanya aku aja kamu gak usah"Ucap Yunna
"Hubby lapar kan? biar aku ambilin makanan yah"Ucap Yunna
"Ngapain kan bisa telpon pelayan sayang?gak perlu nanti kamu cape"Ucap Rein
"Oh iya lupa"Ucap Yunna sambil nyengir kuda
Rein pun menelpon pelayang rumahnya untuk di bawakan makanan kekamarnya
"Kamu hari ini terapi lagi kan?"Ucap Yunna
"Iyah sayang kan aku cepat bisa jalan lagi"Ucap Rein
"Semangat yah hubby"Ucap Yunna dan mencium pipi Rein
"Aku akan terus semangat apalagi ada kamu dan calon anak kita"Ucap Rein
Yunna tersenyum dan mempererat pelukannya
Tak berapa lama kemudian makanan mereka datang,Yunna mengambil makanannya dan mereka pun makan bersama
Setelah selesai makan Indra menelpon Rein jika dia sudah ada diruang kerja Rein
"Sayang aku kebawah dulu yah"Ucap Rein
"Ngapain hubby disini aja"Ucap Yunna
"Indra sudah menunggu disana aku sebentar saja oke,kamu tunggu sini yah"Ucap Rein
"Bisa jalan hubby?"Ucap Yunna
"Bisa sayang walau lambat tapi aku bisa"Ucap Rein
__ADS_1
"Iyah"Ucap Yunna
Rein pun sampai diruang kerjanya,Indra yang tadi duduk pun langsung berdiri dan membantu Rein
"Terima kasih"Ucap Rein
Indra menganggukkan kepalanya
Indra mendudukan Rein di kursi kebesarannya
"Ada hal ndra?"Ucap Rein to the points
"Aku kesini hanya ingin memberitahu jika aku menambah anak buahku lagi dan aku juga akan menjaga nona lebih ketat,aku tidak mau jika kejadian beberapa tahun lalu terjadi lagi"Ucap Indra
"Menurut dugaanku mungkin mereka sudah mengetahui jika nona sedang hamil dan keadaan mu seperti ini akan membuat mereka lebih mudah menyerang"Ucap Indra
"Kau memang sangat bisa diandalkan ndra,tapi kau benar aku sangat merasa tidak berguna jika keadaanku masih seperti ini aku ingin sembuh secepatnya"Ucap Rein
"Bersabarlah kau hanya tinggal beberapa ikut therapi lagi maka kau akan sembuh total"Ucap Indra
"Semoga kehamilan istriku akan baik-baik saja sampai dia melahirkan Karena kami sudah sangat ingin memiliki anak"Ucap Rein
"Aku akan selalu mendoakan mu"Ucap Indra
Ponsel Rein berdering dan yang menelpon adalah Raksa
"Hallo ka!Yeppa sama Reina ada dirumah Kaka yah?ini temen-temen nya nyariin"Ucap Raksa
Rein mengerucutkan alisnya
"Gak ada Yeppa sama Reina disini mungkin dirumah masing-masing"Ucap Rein
"Kata mamah dan Mommy mereka tadi udah pergi ke kampus tapi kok nyampe-nyampe?bahkan aku telpon gak aktif keduanya"Ucap Raksa
"Apa!kamu jangan bercanda!"Ucap Rein dengan panik
"Aku gak boong ka,mereka berdua pengurus kampus tapi kok gak dateng-dateng makanya dicariin"Ucap Raksa
"Ndra Para adik hilang"Ucap Rein dengan panik
"Apa?gak mungkin perjagaan para adik sangat ketat gak mungkin hilang"Ucap Indra
"Dirumah masing-masing gak ada! dikampus gak ada dan bahkan ponsel mereka gak aktif secara bersamaan"Ucap Rein
"Oke aku akan cari mereka kamu tunggu disini saja menunggu kabar"Ucap Indra
"Gak bisa aku harus ikut"Ucap Rein
"Rein keadaanmu seperti ini dan juga nona membutuhkan mu bersabarlah biar aku menangani nya"Ucap Indra
Rein mengacak-acak rambutnya dan menghempas tubuh ke kursi kebesarannya
"Ah kenapa hah disaat darurat seperti ini aku tidak berguna!kenapa?"Ucap Rein setengah berteriak
"Rein jangan seperti ini!aku akan selalu mengabarimu tentang ini"Ucap Indra
"Kau jaga nona dan calon ponakkanku"Ucap Indra dan tersenyum
Rein menganggukkan kepalanya dan Indra pun pergi
Ditempat lain
Yeppa membuka matanya karena dia tadi pingsan dan dia terkejut ternyata Reina ada disampingnya dengan posisi duduk dikursi sambil terikat mulut tersumpal sapu tangan begitu pun dengan dirinya
"Ini dimana?"Ucap Yeppa sambil menatap sekitar
Yeppa mengingat-ingat kejadian sebelumnya
Flashback on
"Reina kamu aku jemput yah,kita kan sama-sama pengurus kampus jadi barengan aja"Ucap Yeppa ditelpon
__ADS_1
"Oke siap!"Ucap Reina
Yeppa pun mematikan ponselnya dan langsung melajukan mobilnya ke menuju rumah Reina
30 menit kemudian dia sampai tentu dia sambut ramah oleh Mamah Raisya yang sedang duduk diruang keluarga
"Yeppa kamu kesini"Ucap Mamah Raisya
"Iyah mah aku mau jemput Reina biar bareng kan jadwal hari ini sama"Ucap Yeppa
"Oh gitu Reina dikamar kamu samperin aja"Ucap Mamah Raisya
"Siap mah"Ucap Yeppa
"Gak perlu Yeppa aku udah siap"Ucap Reina sambil menuruni tangga
"Pelan-pelan sayang nanti jatoh"Ucap Mamah Raisya
"Iya mah"Ucap Reina
"Yu Yep!"Ucap Reina
"Mah berangkat yah"Ucap Reina dan mencium punggung tangan sang mamah dan juga kedua pipinya
Yeppa juga pun sama
"Hati-hati ya sayang jangan ngebut-ngebut"Ucap Mamah Raisya
"Oke mamah cantik"Ucap Yeppa
Mereka pun berangkat tapi sepanjang jalan Ponsel Yeppa selalu berdering dan yang menelpon adalah Raksa tapi dia enggan mengangkatnya karena dia kesal dengan Raksa
"Angkat Napa Yep berisik tau"Ucap Reina
"Malas Reina biarin aja,aku lagi kesel sama dia"Ucap Yeppa
"Masalah kemarin?kan itu wajar yep ada yang suka sama Raksa kan dia ganteng mana pinter lagi jelaslah banyak yang suka"Ucap Reina
"Tapi aku gak suka mana Raksanya kaya gak peka gitu, dah lah males bahas"Ucap Yeppa
"Sini biar aku aja yang bawa,kamu itu kalau suasana hati gak enak biasanya ngajak mati"Ucap Reina
"Aku aja gak papa kok"Ucap Yeppa
"Iya kamu gak papa!kalau masuk UGD gimana,udah jangan kerasa kepala aku aja yang bawa"Ucap Reina
Yeppa pun mengalah dan menghentikan mobilnya ditempat yang sepi untuk berganti posisi ketika Reina ingin menyalakan kembali mobilnya mereka sudah dihadang oleh banyak orang yang mereka tidak dikenal
"Itu siapa?"Ucap Yeppa dengan panik
"Aku juga gak tau"Ucap Reina yang sama paniknya
"Bodyguard kita mana?"Ucap Yeppa
Reina dan Yeppa sama-sama menoleh mereka semakin ketakutan karena para bodyguard mereka semua tergeletak tak berdaya
"Buka!"Ucapnya sambil mengetuk kaca mobil mereka
"Ditutup om gak dibuka nanti dikasih tau kalau buka lagi"Ucap Yeppa
"Kamu ini malah bercanda"Ucap Reina
"Buka gak!"Ucap Nya lagi
Yeppa dan Rein pun semakin panik dan ketakutan
Reina meraih ponselnya tapi entah kenapa sinyal hilang begitu pun dengan Yeppa
Karena tak mendapat respon mereka pun memecahkan kaca belakang mobil Yeppa dan Reina dan langsung menyemprotkan cairan bius dan membuat mereka berdua tak sadarkan diri
Flashback off
__ADS_1