
Di gedung baskoro grub
"bos nikah itu gimana sih bagi pengalaman dong biar saya juga pengen gitu nikah"ucap indra karena dia melihat bosnya akhir-akhir ini selalu kelihat bahagia dan juga bersemangat
"Hm kamu kira pernikahan itu seperti apa ndra?intinya cari pasangan terus ajak dia nikah nanti juga enaknya bakalan nyusul!!cuma satu yang harus kamu pikirin ndra dalam menuju pernikahan"ucap rein yang masih fokus dengan laptopnya
"Apa bos"ucap indra yang penasaran
Rein menatap indra dengan serius indra yang ditatap pun malah semakin takut pikirannya tentang pernikahan yang mengerikan pun bergentayangan
"Pasangan kamu mau atau gak jadiin kamu suaminya hahahahhahahaa"ucap rein sambil tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya
"Astaga aku kira apa ??bos ini bikin saya takut aja"ucap indra dengan wajah kesal dia yang serius mendengarkan malah diledekin oleh Rein tapi indra juga tersenyum melihat bos yang dikenal sangat dingin jangankan untuk tertawa seperti ini sekarang tersenyumpun susah ada rasa penasaran dihati indra terhadap orang dibalik ini semua ya pasti itu adalah istrinya
"Enggak kok ndra aku bercanda,,kamu tau ndra setelah aku menikah aku merasa apa yang kosong sekarang menjadi terisi ya semua itu berkat istriku"ucap rein sambil tersenyum dan wajah yunna pun berkeliaran di kepalanya
__ADS_1
"Hm tapi boss nikah sama bu boss udah hampir 4 bulan tapi kok gak ada tanda bu bos hamil emang bos menunda kehamilan atau gimana,,kata gunawanan enak loh jadi papah muda bos??ucap indra ya karena dia memang penasaran tentang pernikahan dia sebelas dua belad dengan Rein males untuk menjalin cinta tapi dilubuk hatinya yang paling dalam dia juga menginginkannya
"Benarkah?Ah sudah lah ndra aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku masih menunggu yunna menginzinkanku untuk membuatnya"ucap rein sambil menatap langit-langit ruangannya
"Maksud bos apa tidak mengizinkan atau bos memang tidak pernah melakukannya??"ucap indra yang tidak mengerti
"Iyah saya memang tidak pernah melalukannya bersama yunna,saya masih menunggu yunna untuk mengizinkan saya karena di awal pernikahan saya mengabaikannya ndra"ucap rein dengan sedih
"Bos pernah meminta kepada bu boss?ucap indra
"Bagaimana bos tahu kalo seandai bos tidak pernah memintanya udah punya istri kok masih pake tangan bos"ucap indra sambil terkekeh
"Jadi apa yang harus aku lakukan ndra papah mamah juga selalu menanyakan kapan yunna hamil"ucap Rein sambil menatap indra dengan serius
"Bos coba minta sama bu bos kalau dia menolak setidaknya bos tahu kan kalau tidak ditanya gak bakalan hamil bos kalau nunggu bu bos ngizinin kaya gak mungkin bos masa bu bos yang ngajakin bos?bos dong yang inisiatif !buat kejutan sederhana ambil hati dan minta itu bos kayanya pasti bu bos bakalan mau deh"ucap Indra sambil menurun naikkan alisnya padahal dia belum nikah tapi dia yang harus memberi wejangan kepada bos nya ini
__ADS_1
"Baiklah aku akan menuruti saran kamu ndra"ucap Rein seketika wajah cerah mengalahkan matahari ketampanannya pun terpancar
"Ya sudah saya pulang dulu"ucap Rein sudah berdiri ingin menghampiri pintu tapi terhenti karena ditahan oleh indra
"Bos mau kemana?ucap indra
"Ya mau pulang mau menemui istri cantikku dan memperaktekan apa yang kamu ucapkan tadi"ucap Rein dengan wajah kesalnya
"Bos hari masih jam berapa?dan bentar lagi kita akan ada metting bos"ucap indra
"Ah iya aku lupa"rein menepuk jidat sangkin bahagianya sampai lupa bahwa pekerjaan masih ada dan hari juga masih siang
"Maaf ndra ya sudah kalo begitu nanti malam saja"ucap Rein sambil menaik turunkan alis tebalnya
"Bos....Bos...sederhana sekali bos kebahagianmu"gumam indra sambil tersenyum
__ADS_1