
"Woy lepasin!"Ucap Yeppa yang tak jelas karena mulutnya tersumpal sapu tangan sambil berontak
"Eina angun!"Ucap Yeppa
Reina tak bergeming dan masing saja pingsang
"Tolong! tolong!"Teriak Yeppa sampai tenggorokannya sakit
"Mommy Daddy tolongin Yeppa,ka Yunna ia Rein"Ucap Yeppa sambil menangis
Pintu terbuka dan seseorang masuk berserta dengan anak buahnya mereka semua menggunakan topeng
"Kamu sudah bangun?"Ucapnya
"Lepasin aku om"Ucap Yeppa sambil terus menangis
"Lepaskan sumpalan mulutny"Ucapnya keapada anak buahnya
Anaknya pun melepaskan sumpalan itu membuat Yeppa sedikit bisa bernafas
"Ikatan juga om"Ucap Yeppa
"Diam!"Bentaknya membuat Yeppa diam sambil menunduk
"Ternyata menculik kalian lebih mudah ketimbang harus menculik istri dari Rein"Ucapnya
"Om siapa?"Ucap Yeppa
"Kau tanya kan nanti pada Kaka iparmu pasti dia tau aku,mungkin sebentar lagi dia akan datang dan aku sudah tidak sabar untuk menghabisinya"Ucapnya
"Ka Rein itu gak bakalan kalah sama kalian malah kalian lah yang akan mati konyol jika berurusan dengan Kaka ipar ku itu"Ucap Yeppa
"Benarkah?aku menjadi sangat takut"Ucapnya
"Tapi sepertinya kakamu akan kalah karena dia sekarang lemah bahkan berjalan pun kesusahan apalagi melawan ku"Ucapnya lagi
Yeppa diam
Orang bertopeng itu mendekati Yeppa
"Jika sampai 1 Minggu Rein tidak menyelamatkan kalian akan ku pastikan mayat kalian akan ku paketkan kerumahnya"Ucap Nya dan tertawa
Yeppa menjadi ketakutan bahkan tubuhnya bergemetar hebat
Yeppa tersenyum sinis membuat orang bertopeng itu menjadi bingung
"Kaka iparku itu sangat hebat bahkan di koma 1 bulan lamanya pemulihannya hanya seminggu bukan kah Kaka ku sangat hebat"Ucap Yeppa dengan bangganya
Orang bertopeng itu berdiri dan membelakangi Yeppa
"Kau terlalu memuji Kaka mu sampai lupa jika nasibmu sekarang ada ditangan ku"Ucapnya dan berlalu pergi
Yeppa diam tubuh semakin gementar dan dia menangis
Reina mulai membuka matanya dan menatap sekitar
"Gudang kampus kah ini?"Ucap Reina
Reina mendengar ada suara tangisan dan ternyata itu Yeppa
"Yeppa kamu kenapa?"Ucap Reina
"Astaga kamu terikat"Ucap Reina dengan panik
__ADS_1
"Kamu juga terikat Reina"Ucap Yeppa dan tertawa dengan tingkah sahabatnya ini
"Kita dimana Yep?"Ucap Reina
"Aku juga gak tau tapi intinya nyawanya dalam bahaya"Ucap Yeppa
"Apa?"Ucap Reina terkejut
"Maafin jika saja aku gak jemput kamu mungkin kamu gak bakal ikutan"Ucap Yeppa
Reina tersenyum
"Udah ini nasib kita dan kita berdoa saja nanti akan ada pertolongan"Ucap Reina
"Aku sangat percaya jika ka Rein akan datang kemari menyelamatkan kita"Ucap Yeppa
"Ya kita harus bersabar,bahkan kita harus santai seakan-akan lagi dihukum orang tua kita aja"Ucap Reina
"kamu jangan nangis lagi Yeppa masa pelawak nangis"Ucap Reina dan tersenyum
Yeppa tersenyum dengan ucapan Reina dan rasa takutnya menjadi berkurang
Disisi Rein
Rein masih duduk dikursi kebesarannya dia enggan naik kekamar dia takut hal ini akan diketahui Yunna dan membuatnya stress
Pintu ruangan Rein diketuk dan ternyata masuk adalah Raksa dia langsung menghampiri Rein
"Siapa yang menyuruhmu masuk hah?"Ucap Rein
"Maaf ka aku hanya ingin tahu kabar dari Yeppa dan Reina"Ucap Raksa
"Aku juga sekarang tidak tau karena aku Kaka yang tidak berguna"Ucap Rein
"Aaaaaaaaaaa"Teriak Yunna dengan nyaring
Rein mendobrak pintu kamarnya ternyata ada seseorang bertopeng yang sedang menodongkan pisau kearah Yunna
"Sayang!"Ucap Rein dengan panik
"Hubby...."Ucap Yunna dengan dengan ketakutan
"Siapa kau?"Tanya Rein
"Nama ku tidak penting tugasku hanya membunuh anak yang didalam perut istrimu dan istrimu sekalian"Ucap Nya
"Beraninya kau!"Ucap Rein dengan geram
Rein dengan cepat Rein menarik pelatuk pistolnya dan menembak orang itu tepat mengenainya kepalanya dan orang itu tewas ditempat
Rein langsung menghampiri Yunna dan memeluknya
"Sudah jangan takut lagi ada aku sekarang"Ucap Rein
"Aku sangat takut hubby"Ucap Yunna dan menangis
"Raksa bisa kau panggil kan pada bodyguard ku kemari"Ucap Rein
"Baik!"Ucap Raksa dan berlalu pergi
"Sudah-sudah jangan menangis lagi yah nanti anak kita nangis juga loh"Ucap Rein
"Hubby kamu bisa jalan?"Ucap Yunna
__ADS_1
"Belum bisa"Ucap Rein yang belum menyadari jika dia sudah bisa berjalan
"Tapi kamu tadi lari kan?gak pake tongkat?"Ucap Yunna
"Oh Iyah,benarkah aku bisa berjalan?"Ucap Rein
Rein pun berdiri dan dan benar saja dia sudah bisa berdiri tanpa bantuan tongkat lagi
Rein menjadi sangat senang dan kembali memeluk Yunna
"Berkat mu sayang aku jadi bisa berjalan lagi"Ucap Rein
"Sekarang kita keluar yah"Ucap Rein
Yunna menganggukkan kepalanya
Bodyguard Rein berdatangan dan membawa mayat orang itu
"*Seperti nya mereka sudah mulai berani dan bahkan mereka bisa menerobos masuk kamarku"Ucap Rein dalam hati
"Siapa orang ini sebenarnya,aku tidak akan membiarkan mu membunuh anak ku lagi"Ucap Rein lagi*
Yunna terus memeluk Rein dia enggan melepaskan pelukannya karena dia masih syok akan kejadian barusan
"Hubby..mereka siapa?kenapa ingin membunuh anak kita"Ucap Yunna
"Aku juga tidak tahu sayang tapi jika dibiarkan aku takut mereka akan merajalela jadi kamu aku antar kerumah Mommy yah biar kamu aman dan aku menyelidikinya bersama Indra"Ucap Rein
"Gak mau hubby!aku gak mau nanti kamu kenapa-napa"Ucap Yunna
"Sayang aku tidak akan apa-apa percaya lah padaku yah"Ucap Rein
"Ini sudah tidak bisa dibiarkan jika kamu aku tinggal sendiri dirumah ini atau dengan pada sahabatmu aku takut kalian akan celaka"Ucap Rein
"Kita harus jaga anak kita sebaik mungkin aku tidak mau lagi kehilangan sayang dan aku akan membawa pelakunya kemakam anak kita "Ucap Rein
"Yah kamu aku antar kerumah Mommy yah"Ucap Rein
Yunna diam sambil berpikir
Rein menangkup wajah istrinya
"Percayalah sayang aku tidak akan apa-apa ini semua demi anak kita dan kamu"Ucap Rein
Yunna menganggukkan pelan membuat Rein tersenyum
Dan Rein pun mengantar Yunna ke rumah sang Mommy
Rein sudah memberi tahu sebelumnya jadi beliau menyambut dengan kedatangan Mereka
Dan dia juga mewanti-wanti sang Mommy jika jangan memberi tahu tentang para adik
"Mom aku titip istriku yah"Ucap Rein dan mencium punggung tangan Sang mommy
Yunna memeluk Rein dengan eratnya
"Jaga dirimu hubby jangan sampai terluka"Ucap Yunna
"Iyah sayang"Ucap Rein
"Aku pergi dulu yah!"Ucap Rein
Yunna melepaskan pelukannya dan mengangguk kepalanya
__ADS_1
"Ayo Raksa"Ucap Rein
"Secepatnya aku akan menjemputmu"Ucap Rein sebelum masuk mobil