
Jam menunjukkan pukul 04.00
Yunna bangun terlebih dahulu tapi dia tidak bisa bangun dikarenakan Rein memeluk tubuhnya dengan erat
Yunna ingin sekali membangunnkan suaminya tapi dia tidak tega dan akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali tidur
Hampir setengah jam yunna berusa memejamkan matanya agar tertidur kembali tapi tidak biasa,pilihan terakhir yaitu hanya memandang wajah tampan suaminya yang sedang tertidur sambil memeluknya
Yunna mengelus wajah Rein dengan pelan agar dia tidak bangun
"Hubby ternyata kamu benar-benar sangat tampan"
"Mudahan saja jika anak kita nanti sudah hadir diperutku dan berjenis kelamin laki-laki aku ingin dia mirip dengan mu"Ucap yunna sambil terus mengelus wajah Rein
Yunna terus saja memandangi wajah suaminya karena menurutnya sangat menenangkan
Rein pun mulai membuka matanya ketika dia matanya terbuka sempurna Rein melihat jika istrinya sedang memandangi dan Rein pun tersenyum
"Istri cantikku sudah bangun ternyata"Ucap Rein sambil tersenyum
Yunna yang ketahuan suaminya memandangin wajahnya pun langsung menundukkan wajahnya karena malu dan wajahnya pun sudah menjadi merah semu
Rein langsung meraih dagu yunna agar menatap wajahnya lagi
"Sayang kenapa menunduk sih?kamu malu?"Ucap Rein
Yunna hanya menganggukan kepalanya
"Dasar kamu ini sudah memandangi wajahku tanpa permisi sekarang gantian aku lagi yang memandangi wajahmu"Ucap Rein
Yunna hanya diam dengan wajah yang masih memerah
Rein pun mengarahkan telunjukkannya untuk menusuk-nusuk pipi yunna
"Wajahmu merah sekali"Ucap Rein
Rein pun mengeratkan pelukkan
"Sudah-sudah jangan malu lagi kita berpelukkan saja sebelum aku nanti bersiap-siap untuk berangkat ke kantor"Ucap Rein sambil meletakkan dagunya dikepala yunna
"Hubby kamu sweet sekali,aku tidak bisa berkata-kata"Ucap yunna dalam hati
Lama mereka berpelukkan dan Rein pun melepaskan pelukkan dan pergi kekamar mandi
Yunna sudah menyiapkan segala perlengkapan suaminya untuk pergi kekantor
Rein keluar dari kamar mandi
Yunna langsung menyerahkan baju Rein untuk pergi kekantor
"Hubby ini baju mu,aku mau keluar ingin memastikan para adik kita apakah sudah bangun"Ucap Yunna
__ADS_1
Rein menggenggam tangan yunna
"Jangan tinggal aku sayang,kan mereka bisa bangun sendiri atau kamu telpon saja"Ucap Rein dengan yang memelas
Yunna tersenyum dan mendekatkan tubuhnya dan mengelus wajah suaminya
"Hubby aku masih serumah dengan mu aku tidak akan meninggalkan mu aku hanya ingin membangunkan adik-adik kita saja"Ucap Yunna
"Tapi kan sayang aku ingin kamu dikamar ini sebelum aku berangkat"Ucap Rein
"Hubby manja sekali,aku ingin hanya ingin memeriksa keadaan para adik kita kalau-kalau mereka belum bangun yah"Ucap yunna
Rein hanya tersenyum kecut dan mengangguk
"Iyah sayang"Ucap Rein
"Suami pintar"Ucap Yunna sambil tersenyum
Yunna pun pergi meninggalkan Rein dan menuju kamar para adiknya
Ketika dia melalui dapur dia tidak melihat keberadaan Artnya dia pun berniat memeriksa kamar mita kalau-kalau terjadi apa-apa
Yunna mengetok pintu mita berberapa kali tapi tidak ada jawaban dia pun memutuskan untuk masuk saja
Yunna langsung kaget melihat keadaan Art yang yang terkapar lemah dengan wajah pucat dan tubuhnya dibalut selimut tebal
"Kamu kenapa Mba"Tanya yunna dengan khawatir
Yunna pun meletakkan punggung tangannya di dahi Mita
"Astaga panas sekali sepertinya kamu sakit"Ucap yunna
Yunna pun bergegas naik ke atas untuk mengatakan pada suaminya
"Hubby Mita sakit"Ucap yunna dengan panik
Rein hanya tersenyum
"Telpon dokter sayang kenapa mengatakan pada ku"Ucap Rein sambil memakai gelang jam mahalnya
Yunna langsung menepok jidatnya
"Ah iya aku lupa"Ucap yunna sambil terkekeh
Yunna langsung meraih ponselnya tapi dihalangi oleh Rein
"Sudah biar aku saja yang memanggil dokter khusus keluarga baskoro"Ucap Rein
Yunna pun kembali meletakkan ponselnya diatas nakas
Setelah selesai yunna dan Rein pun turun untuk melihat kembali keadaan Mita
__ADS_1
"Lihatlah hubby aku jadi tidak tega melihatnya"Ucap yunna sambil duduk dipinggir ranjang kecil Mita
Rein tersenyum melihat istrinya yang dia tahu sangat mencemburui si Art nya itu tapi ketika Artnya sakit yunna pun sangat khawatir
"Kamu memang sangat baik sayang padahal kamu sangat mencemburui Mita tapi ketika dia sakit kamu sangat khawatir dan panik,kamu memang jodohku yang cantik"Ucap Rein dalam hatinya
Akhirnya dokter Ical pun datang
Dokter ical pun langsung memeriksa Mita setelah selesai Dokter ical langsung memberikan memberikan obat yang akan diminum oleh Mita
Rein dan yunna menunggu diluar kamar yunna
"Dia sakit apa dok"Tanya yunna
Dokter ical tersenyum
"Sepertinya dia hanya sok dan akhirnya langsung demam seperti ini"Ucap Doketer ical yang masih menatap yunna sambil tersenyum
"Dan saya sudah memberikan obat kepada dia"Ucapnya lagi
Rein merasa tidak suka dengan tatapan dokter muda yang menatap istrinya seperti itu
"Lebih baik jaga mata mu sebelum aku mengeluarkannya dan memberikannya kepada yang lebih membutuhkan"Ucap Rein sambil menatap dengan tatapan membunuhnya
Dokter ical hanya terkekeh melihat sahabatnya yang sedang cemburu
"Kau jahat sekali Rein kau hanya ingin menikmati bidadarimu ini sendirian saja"Ucap Dokter ical sambil berjalan menghampiri Rein
"Lebih baik sekarang kamu pulang cal sebelum aku mengusirmu dengan paksa"Ucap Rein dengan wajah datarnya
Dokter ical hanya tertawa melihat sahabatnya yang benar-benar sangat cemburu kepadanya
"Bukankah itu sudah mengusirku dengan paksa Rein"
Ical pun menatap Yunna kembali
"Nona seperti pria ini sudah benar-benar sangat mencintai contohnya saja dia sangat cemburu kepadaku karena hanya menatapmu"Ucap Ical sambil tersenyum
Yunna hanya senyum tipis tapi hati seketika bahagia menghangat
Rein pun menatap ical dengan tatapan membunuhnya lagi
"Ya jelaslah aku sangat mencintai istriku jadi jangan pernah menatap dan memuji istriku hanya aku yang boleh"Ucap Rein dengan tatapan membunuhnya
Dokter ical hanya mengangguk dan tersenyum
"Seperti baskoro muda sudah mendapatkan cintanya"Ucap Ical dalam hatinya
Dokter ical pun sudah pergi dan begitu juga Rein yang berangkat kekantor tanpa sarapan karena dia ada Meeting dipagi hari yunna hanya memberi bekal roti kepada suaminya untuk dimakan dimobil
Yunna tidak sempat memasak karena terlalu fokus kepada Mita tadi dan akhirnya hanya menyiapkan roti lapis saja untuk sarapannya dan juga para adiknya
__ADS_1