Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
10. Pesan Singkatnya.


__ADS_3

Setelah 5 hari berlalu, kini datanglah hari dimana Rendy dan Sonya bersanding.


"Ren... kamu udah kabarin Kia kalau hari ini kamu akan nikah?, jangan lupa kamu harus telpon atau chat Kia!. Minta Ridhonya agar pernikahan kamu sama Sonya tidak ada hambatan atau kejadian yang tidak kita harapkan!, Ucap Veronica pada anak sulungnya."


"Ya, mah!."


Dengan langkah kakinya Rendy masuk ke dalam kamarnya dan menekan satu persatu huruf di benda pipihnya


***


Assalamu'alaykum... Kia, hari ini aku menikah. Mohon maaf atas segala kesalahanku selama ini yang sudah membuat dirimu dan keluargamu kecewa.


Mohon ikhlas dan Ridhonya agar pernikahan aku dan Sonya bisa berjalan lancar.


MAAF... MAAFKAN aku yang mematahkan harapan itu.


Dari Rendy


****


"Din, tolong kamu selesaikan kerjaan aku dulu ya !, aku mau liat sisa barang yang terpajang di depan. Ucap Kia memerintah.


"Baik, mba Kia."


Ketika Kia baru saja meletakan barang-barang yang akan ia masukan ke dalam lemari pajangan, ponsel di sakunya bersuara.


Ting...


Satu pesan masuk, namun nomer itu tidak tertera nama di kontak ponselnya.


"Nomer siapa ini?, bathin Kia."


Perlahan ia buka pesan itu.


Setalah pesan itu terbuka, perlahan kedua mata Kia mulai merasa panas, buliran bening mulai berjatuhan dibenda pipihnya. "Perlahan ia membalas pesan tersebut".


" Wa 'alaykum salam... Kia sudah memaafkan kak Rendy kok.


Semoga pernikahan kak Rendy bersama wanita pilhan kakak bahagia."


Balasnya singkat, dengan jari jemari yang sedikit gemetar,. Karena menahan tangis yang sedikit mendalam.


"Kia... kenapa kamu menangis?, tanya seseorang yang sudah ada di hadapan Kia saat ini."

__ADS_1


"Ulaaann... hiks!.. hiks!... tangis Kia dalam dekapan Ulan sekarang.


"Sudah!!... sudah!!... jangan kamu tangisi laki-laki seperti itu, Rendy itu gak pantes kamu tangisi !. Karena air matamu lebih berharga dari pada dia." Bujuk Ulan sambil mengelus punggung badan sahabatnya.


"Hiks... hiks..., Walau bagaimana pun kak Rendy itu, pernah singgah di hatiku, Lan."


"Ya aku ngerti kok!, tapi kamu itu gak boleh kaya gini terus!, kamu harus bisa bangkit dari rasa sedih ini!.


Lihatlah kedepan, masih banyak orang-orang yang lebih baik dari Rendy!. Kan kamu sendiri yang pernah bilang sama aku. "Kalau kita itu gak boleh terlalu sedih dengan apa yang kita jalani!, karena di balik keseihan akan ada kebahagiaan yang akan kita raih !." Ucap Ulan mengingatkan perkataan yang pernah Kia katakan kepadanya.


" Maksih ya, Lan!!. Kamu selalu ada buat aku." peluk Kia sambil menghapus air mata dengan punggung tangan kanannya."


"Sama-sama, udah ya jangan nagis lagi!. Jelek tau kalau kamu nangis gitu, cantikan juga marmut aku dari pada kamu yang lagi nagis gini!. Canda Ulan menghibur.


"Kamu ini?, enak aja aku disamain sama marmut peliharan kamu!, cubitan kecil menpel pada perut Ulan."


"Aaaawwww!!!... sakit tau Kiaaaa..!!!. Awas ya tunggu pembalasan dendamku. Unjar Ulan yang kesal karena sahabatnya itu sudah lari menjauh dari dirinya."


"Hahaha... rasain kamu!!, itu akibatnya kalau nyamain aku sama marmut kamu itu. Tanpa Kia sadari dia telah menabrak seseorang yang sudah ada  di belakang badannya, karena pandangannya tertuju ke depan.


****


"Uppsss!!"... Maaf... maaf,  saya gak sengaja!. Ucapnya yang tak melihat ke wajah pemilik tubuh kekar itu.


"Ehhh!!... kak Prama?... maaf ya aku gak sengaja!, abis Ulan tuh lagi isengin aku. Ucapnya kikuk. Karena badan mereka sama-sama menempel satu sama lainnya.


"Tadi aku liat disini ada hujan yang turun kok sekarang udah cerah lagi ya?."


"Mana ada hujan yang singgah di dalam tokok!!, yang ada pasti di luar, lagian hari ini gak ada hujan yang turun kok!, cerah-cerah aja. Jawabnya yang tak mengerti akan sindiran yang Prama lontakan.


"Dasar tikus dapur, tadi nangis-nangis sekarang belagak kaya anak kecil yang gegirangan dapet permen.


"Huhhh,!! entahlah aku gak ngerti ucapan kakak Prama. Ucap Kia.


" Ehem, ehem... udah-udah jangan ada drama-drama drakor di sini!!, Ucap Ulan memecah perdebatan Kia dan Prama yang sudah muncul di antara mereka."


"Dasar pencinta mata sipit, gak dimana selalu itu yang keluar kata-kata drakor.


"Ya sudahlah, aku mau rapih-rapih pulang nih!!, karena kantor udah sepi dan bosqu bilang gak apa-apa hari ini aku pulang cepat, ucap Ulan senang sambil meninggalkan dua orang di hadapannya."


"Ihhhhhh!!.... enak banget sih bisa pulang cepet!. Unjar Kia iri.


****

__ADS_1


"Oh ya?"... kak Prama ngapain balik lagi ke sini?, bukannya baru beberapa hari kemarin balik kesini ya? tanyanya heran.


"Ini aku balikin batik temen aku itu!!, dia gak jadi buat pakai batik ini karena tunangannya udah beliin dia. Ucap Prama menjelaskan.


"Tapi barang yang sudah dibeli kan gak bisa dibalikin lagi!!, kecuali ditukar dengan harga yang sama."


Aku juga tau, aku udah menukarkannya tadi sama temen kamu itu!!, tunjuk Prama pasa Dina.


"Oooh gitu!!... aku kok gak liat kakak masuk sini padahal aku tadi ada di depan sana!.


Gimana kamu mau liat aku masuk?, orang kamu lagi natap ponsel kamu sambil nangis.


" Jadi kak Prama liat doang waktu aku nangis? dan denger percakapan aku sama Ulan, Yaa Allah, malu-maluin aja si kamu Kia. Batin Kia, yang tak sadar dengan keberadaan Prama.


Dengan lambayan tangan di hadapan wajah Kia Prama berkata. Hallo!, Halloo!,  jangan kebanyakan bengong kambing tetanggaku bengong besok-besoknya ilang ada yang nyuri!".


"Ihhh... apaan si kak Prama, pukul Kia pada lengan kanan Prama."


"Sakit tau, awas ya kalau aku pegel-pegel pokonya aku minta tanggung jawab, panggilin tukang urut buat ngurut tangan aku yang sakit. Ucap Prama yang tak sengaja matanya sekarang memandang mata bulat, bulu mata yang lentik, dengan halis yang lebat sedikit tersambung.


'"Masyaa Allah, cantiknya ciptaanmu di hadapanku ini, bathinnya!. "Husss...husss... dengan lambayan tangan di depan wajah Prama Kia mulai menyadarkan, lamunannya."


Hayooo... mikirin apaan? "Jangan di liatin gitu,!!...aku tau kok aku cantik, tapi gak segitunya juga kali!!.


" Apaan sih?, aku tuh cuma liatin ada sesuatu tuh di mata kamu!, makanya jangan kebanyakan ngeluarin air mata, jadi ada belek tuh yang hinggap di pojok mata!, elak Prama mengalihkan.


"Mana...?? gak ada kok!!. Ucap Kia yang mencoba membersihkan sisi matanya dengan jari telunjuk."


"Hahaha... satu tikus dapur kena tipu!, ucap Prama yang kini berlari ke luar, karena takut kena umpatan Kia yang pasti marah disebut tikus dapur."


.


.


.


.


---- Bersambung----


Jangan lupa buat LIKE, Komen dan VOTE sebanyak-banyaknya ya mentemen apa lagi yang punya Koin lebih buat disumbangin ke novel ini...


Biar aku tambah semangat dan Bikin Prama dan Kia bahagia.

__ADS_1


__ADS_2