Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
18. Gagal Makan Siang Bareng


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 12 siang menadakan telah tiba waktunya untuk beristirahat. Seseorang sudah meninggalkan jejak kakinya untuk menuju sebuah ruangan  yang sudah ada beberapa orang di sana. Langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang baru ia kenalan tadi. Dialah Tari yang baru tadi pagi ia kenal.


"Assalamu'alaykum.., Tari!


"Wa 'alayukm salam, Kia.


Kamu mau shalat dzuhur juga?


"Ia nih...kan enak kalau sholat dulu jadi waktu istirahatnya gak terlalu buru-buru.


"Ya sudah kita barengan aja, mumpung masih dapet jama'ah."


*****


Kemana itu orang kok gak ada di mejanya?, di kantin juga gak keliatan batang hidungnya. Ucap Prama yang mencari keberadaan, Kia.


Apa dia ke toilet ya?, apa sholat dulu?


Pak Prama, cari  Kia, yah? ucap seseorang yang kini mendekat padanya.


"Ya saya, apa bu Sasa tau kemana Kia, karena di kantin juga tadi saya sudah liat dia gak ada di sana.". Ucap Prama yang sedang mengedarkan matanya kesetiap sudut.


"Nah... itu Kia, pak?"


Kia, pak Prama cari kamu tuh, ucap Sasa yang telah berlalu dari hadapan Prama.


"Terimakasih ya, bu Sasa.


Perlahan Prama melihat ke arah bawah kakinya, memastikan apa Kia memakai sepatu pemberiannya.


"Ada apa kakak nyariin aku?, tanya Kia yang sedang menaruh perlengkapan sholatnya di laci bawah meja kerja.


Bukannya malah menjawab pertanyaan Kia, tapi Prama malah balik bertanya padanya.


"Kok kamu gak pakai sepatunya?, gak suka ya sama sepatu yang aku beliin?


"Suka kok." jawabnya singkat.


"Terus kenapa kamu gak pake ?"


"Aku mau pakai sepatu itu kalau aku ada tugas ke perusahaan utama saja, kan biar bu Meta gak marah sama penampilan aku, Jawabnya dengan membuka kotak berwarna ungu muda pemberian bu Aisyah tadi pagi.


"Kamu bawa bekel?. Padahal aku mau ngajakin kamu makan siang di rumah makan pavorit aku? ucapnya kecewa karena rencananya makan bersama Kia tidak jadi.


"Ia hari ini aku bawa bekel, buat menghemat pengeluaranku, Jawabnya sambil menggigit paha ayam yang ada di tangannya.


"Enak banget tuh?, makan ayam kecap, buatan ibu kamu kan?,  liriknya sambil membayangkan rasa ayam kecap yang semalam ia makan di rumah Kia.


"Kenapa...? kakak mau? tapi sayang aku cuma bawa satu tempat ini, unjuk Kia yang memperlihatkan isi bekalnya pada Prama.


"Sudahlah makan saja sama kamu, kamu juga pasti kekurangan. Besok-besok kalau mau bawa bekal inget sama aku ya?kan aku juga mau... hehehe


"Ya udah kamu lanjutin makana siangnya. Aku mau cari makan dulu, jadi laper ngeliatin kamu yang makan dengan menikmati gitu. Ucap Prama yang bangkit dari bangku sebelah meja kerjanya.


"Ya..., udah makan sana yang banyak biar gak jadi jerapah cungkring,  terkekehnya Kia meledek Prama yang muali berlalu meninggalkan mejanya.


Sedikit menoleh kearah orang yang mengatainya ia mengumpat dalam hati.


"Dasar tikus dapur beraninya pas aku udah jauh, kalu deket aja aku bales dia.

__ADS_1


---


Di tengah perjalanan menuju pintu utama pintu keluar,  Prama melihat Brayen yang hendak menuju ke dalam. Belum juga dia membuka suara orang yang di hadapannya sudah menyapanya terlebih dahulu.


"Abis ngapain loe, bro dari kantor ini?, perasaan lagi gak ada meeting di kantor sini, tanya Brayen pada Prama ya hendak ke keluar.


"Suka...Suka guwe dong, Yen!, mau kesini juga, ucapnya dengan langkah terhenti karena sapaan Brayen.


"Ooohh... gitu jadi gak anti lagi ini sama kantor ini? heh.


"Bukan urusan loe, guwe mau bolak balik juga, ucapnya kesal akan pertanyaan yang Brayen ajukan padanya.


"Ya udah kalu gitu,guwe masuk dulu nemuin temen guwe. Ucap Brayen yang berlalu meninggalkan seseorang yang sedang kesal padanya.


Pasti dia mau ketemu sama Kia, nih?


Apa guwe balik lagi ya? buat mastiin apa yang mau mereka bahas?. Ahhh... ngapain sih guwe ikut campur sama urusan mereka, meding guwe urusin perut guwe yang udah keroncongan, ucapnya dalam hati dan berlalu melangkah ke parkiran mobil.


****


Dengan langkah yang sedikit terburu-buru Barayen menghampiri meja kerja, Kia.


"Kia...?"


Kia pun menoleh mendengar namanya di panggil oleh seseorang.


"Ehh loe, Yen?


Kenapa? pake nyamperin guwe kesini segala?, kan elo bisa nelpon guwe kalu perlu atau mau di sampein. Ucap Kia yang sudah selesai dengan makan siangnya.


" Gak... guwe mau ketemu elo langsung aja, biar guwe tau kondisi elo di kantor ini, ucapnya yang kini duduk di atas meja Kia.


Elo, udah tau kalau dua mingguan lagi ada reonian?


" Reonian SMKlah, emang loe belom masuk grup reoni? Kan udah rame tuh di grup?.


Kalau belom guwe masukin elo ke grup ya?


"Guwe belom tau, lagian Feby juga gak kasih tau guwe,Yen. Padahal guwe cahtan terus sama dia.


" Ya udah pokoknya nanti elo dateng ya, kalau gak tar guwe yang jemput elo sama Feby, ucap Brayen sambil memainkan pena yang ia ketuk-ketukan di atas meja.


"Inshaa Allah, guwe izin dulu sama orangtua guwe, Yen.


" Orangtua elo pasti ngizinin dah, apa lagi tau kalau perginya sama guwe, secara kan guwe ini bodyguard elo waktu sekolah dulu... hehehe.


"Beda lagi kalau sama sekarang kali, Yen.. ya udah nanti guwe kabarin ya, jadi apa gak nya guwe ke reoni itu, lagian masih lama kan acaranya.


" Ohh, iya, elo kenal sama Prama dari mana? soalnya kemaren-kemaren dia sempet nanyain elo ke guwe.


"Ooh... Kak Prama? kenal waktu guwe masih kerja di Butik, hampir 4 tahun guwe kenal dia. Ucap Kia yang sedikit menjauh dari hadapan Brayen karena wajahnya mulai mendekati telinganya.


" Hebat elo bisa naklukin sifat dinginnya sama cewe-cewe, jangan-jangan dia suka sama elo?, ucap Brayen dengan suara pelan karena sebagian kariyawan sudah memasuki ruang kerjanya.


Wajah Kia, mulai bersemu merah atas perkataan Brayen barusan. Dannn...


Plakkk...


Sebuah berkas melayang di kepala Brayen.

__ADS_1


"Awww...!! sopan banget sih elo sama atasan?, ngeplak kepala guwe gini.? ucap Brayen yang merucuykan bibirnya. Dan bersikap biasa agar peristiwa tadi tidak terlihat oleh kariyawannya.


" Lagian elo!, kalau ngomong sembarangan aja, mana mau kak Prama sama guwe. Ucap Kia yang mulai memencet tombol power pada PC nya.


Udah... sana... sana bakik ke sarang elo. Tar telat loe. Dorong Kia pada tubuh Brayen.


"Apa sihh?!, guwe juga gak betah disini tar guwe kena layangan tangan elo lagi."


"Inget ya dia udah mulai suka sama elo karena dia selalu ngorek-ngorek tentang elo sama guwe.


" Bodo amat,...!"


Ucap Kia dengan mengangkat kedua tanganya ke pinggang.


Dasar Brayen bocor... umpatnya.


Brayenpun berlalu dari tempat Kia.


Dari samping meja kerjanya seseorang sudah tak tahan ingin melontarkan kata-kata pada Kia.


"Ehhh, Kia!, kalau sama atasan itu harus sopan!!, dasar bocah kampung gak pernah di ajarin sopan santun, gerutunya karena kesal melihat keakraban dirinya dengan Brayen.


" Oohh, ya... aku tadi kelepasan, balasnya langsung duduk di bangkunya, namun sialnya ada seseorang yang sudah menarik bangku tersebut dan mengakibatkan Kia terjatuh.


Brukk...


"Awww... Teriak Kia yang merasakan sakit pada bagian bokongnya karna terjatuh ke lantai."


Mata orang yang sudah berada disana pun melihat kearah suara jatuhnya seseorang, dan mereka tersenyum kecil melihat pemdangan terjatuhnya Kia.


Hahahaha... makanya jadi bawahan itu jangan kurang ajar sama atasan!!, gitu dech akibatnya, ucap Kinanti yang tadi menarik bangku Kia dengan tawa yang puas bersama sahabatnya Mawar dan berlalu menuju meja kerja mereka.


"Yaa ampunnn..., Kia, kamu kenapa? tanya Sasa yang baru saja menghampiri meja Kia.


"Aku terjatuh mba!, karena bangku yang aku mau duduki menjauh ke belakang." Ucapnya yang mencoba berdiri dengan memegang sisi meja sebagai topangannya.


"Yaa Allah, kamu ini ada-ada aja, Kia. Ucap Sasa yang mencoba membatu meraih bangku yang akan Kia duduki."


"Ada apa, mba ke meja aku?


" Ini tadi pak Handoko bilang kalau tiga hari lagi kamu harus ikut sama aku dan pak Handoko untuk ke perusahaan utama. Untuk melihat progres periklanan yang sudah kamu kerjakan.


"Oohh, gitu ya mba, Aku juga harus ikut gitu?.


ucap Kia yang mengelus-ngelus bokongnya yang masih terasa sakit.


" Ya, karena kata pak Handoko sesekali kamu dibutuhkan untuk menjelaskan periklanan ini, dan inget ya jaga penampilan kamu karena ada bu Meta juga yang akan melihat kinerja kamu.


Obati juga bokongmu pake obat balur biar gak terlalu sakit.


"Insyaa Allah aku ikut mba, ya mba terima kasih atas perhatiannya."


.


.


.


.

__ADS_1


**Berambung----


Jangan lupa tinggalkan jejak komen, Like dan Votenya ya**...!!


__ADS_2