
Senyumnya terus terukir, seolah memutar epsode yang telah ia lalui siang tadi. Wajah sipemikat hati seolah menari di atas langit-langit kamar, sesekali ia meremas dan memeluk guling yang ada dalam pelukannya. Rona kebahagiaan terus terpancar karena cintanya terbalas di luar dugan. Ia pikir wanita yang sudah lama ia sukai akan menolak cintanya karena tingkahnya yang selalu menggodanya.
Perlahan terdengar suara langkah kaki yang mendekati kamarnya dan seseorang tersebut sudah masuk tanpa izin si pemilik kamar, terlihat jelas Prama yang sedang tersenyum sendiri di atas tempat tidurnya.
"Kenpa kamu senyum-senyum sendiri?, Kayanya..., anak papah yang satu ini lagi seneng?!." Ucapan itu sontak membuat Prama menoleh ke arah suara, membiarkan lamunannya pecah dari pikirannya.
"Eh, papah!, bikin kaget aja?, ucap Prama yang salah tingkah karena Prayoga memergokinya sedang tersenyum sendiri dan mengganti posisinya yang sedang tiduran berubah duduk di tepian tempat tidurnya.
" Tadi tantemu ke sini!, dia menceritakan semua yang terjadi". Sejenak Prayoga menatap Prama yang sudah mulai tertinduk mungkin dirinya tau apa yang akan di sampaikan olehnya. Tangan kanannya mencoba untuk merangkul pelan tubuh sang putra.
"Papah tahu apa yang sebenarnya kamu rasakan dan papah pernah merasakan posisi yang sekarang kamu alami, papah tidak akan memaksa mu bila amanah itu membebani pikiranmu, tapi apakah kamu sudah memiliki pekrjaan atau bisnis lain?". Ucapnya lembut.
" Prama janji pah, Prama akan lebih fokus lagi di perusahaan, hanya saja berikan kesempatan agar Prama bisa menyesuaikan keadaan ini!!. Prama tidak akan membuat papah dan almarhumah mamah kecewa kepada Prama, Ucapnya yang kini tertunduk di depan pak Prayoga.
"Itulah yang ingin papah dengar dari anak papah yang satu ini. Kamu harus bersiap menggantikan tantemu, karena beliau tak lama lagi akan menyusul om Kautsar di Kualalumpur dan akan menetap di sana. Ucapa Prayoga yang kini sudah memeluk Prama.
Perbincangan dua laki-laki itupun tetap berlanjut namun kini sudah tidak membahas tentang perusahaan, Prama bercerita tentang wanita yang sudah menjadi pacarnya saat ini. Keceriaan Prama tergambar jelas membuat sang papah bahagia, karena putranya yang dulu telah kembali. Walau tanpa di pungkiri ada rasa sedih dalam hati Prayoga bila kebahagiaan yang kini dirasakannya tidak bisa berbagi kepada pujaan hati yang telah tiada.
"Sabtu ini Prama ingin kemakam mamah, Prama ingin berbagi cerita kepada mamah!" Apa papah mau ikut??.
"Tidak nak, baru kemarin papah ke makam mamahmu, kamu saja yang kesana ya? Ucap Prayoga yang mulai bangkit dari duduknya.
" Pahh..., boleh Prama mengajak Kia ke makam mamah?, Prama ingin mamah tau wanita yang sekarang mengisi hatiku ini!." Ucapnya yang mulai berdiri dan melangkah ke arah papahnya.
"Bawalah dia, dan kenalkan juga kepada papah!!". Ucapnya dengan senyum tipis dan berlalu menuju daun pintu yang sudah ada di hadapannya.
****
Di tempat lain seorang gadis dengan piama bercorak bunga sedang menatap foto-foto yang ada di ponselnya, sesekali iya tersenyum melihat foto-foto dirinya dengan Prama, di kala ia masih bekerja di butik dan ada satu foto dirinya yang sedang memanjat tangga yang dikirimkan oleh Prama tadi siang.
Prama diam-diam selalu mengambil foto tingah laku Kia waktu itu, dan sesekali ia selalu memoto gadis itu ketika tersenyum.
" Ternyata si jerpah cungkringku, jahil sekali tidak meminta izin padaku untuk mengambil fotoku. Hemmm... ternyata dia pengemar yang tersembunyi, sampai-samai wajah jelekkupun ia ambil?!... hemm dasar jerapah cungkring. Batinya walau dengan itu semua ia merasa bahagia karena Prama sedari dulu sudah menyukainya.
Ketika ia ingin melihat foto yang berikutnya, ponselnya berdering dan satu nama id terlihat jelas **Jerapah Cungkringku.
Kia: Wa alaykum salam**... ada apa kak menelponku malam-malam? tanyanya seketika menerima panggilan itu.
Prama: memangnya aku tidak boleh menelpon ayyangku?
__ADS_1
Kia: ya.. ya boleh saja sih, ada apa memang?
Prama: gak sabaran banget sih...
besok kamu gak ada acara kan?, boleh kakak besok minta izin buat ajak kamu kemakam mamah kakak dan sekalian kenal sama papah juga, karena papah ingin kenal sama kamu?!"
Kia: kemakam?, ya inshaa Allah nanti aku izin dulu sama ayah dan ibu, tapi kakak juga minta izin sama orangtuaku!!.
Prama: ya-lah ayy, aku akan minta izin sama ayah dan ibu kamu, sekalian minta izin menikahi kamu.
Canda Prama yang membuat gadis di sebrang sana merona.
Kia : ihhh... apa sih... baru juga jadian tadi siang udah mau ngajakin nikah aja. Jawabnya malu.
Prama: kakak tau pasti wajah kamu sekarang seperti orang yang sedang demam?, hihihi... ya sudah sampai ketemu besok ya, dandan yang cantik biar calon mertua semakin tertarik dan ingin cepat-cepat meminang kamu untuk kakak, ya tikus dapurku. hihi
Kia: ihhh... gak lucu tau?,"aku gak perlu make up, karena wajahku memang sudah cantik dari sananya. wee..
Prama: ya... ya.. memang kamu sudah cantik alami. ya sudah, jangan mimpiin aku ya nanti kamu makin kangen sama kakak. Wassalamu'alaykum
Kia: ***wa'alaykum salam***.
"Pantas saja waktu di mobil kejadian tempo har, kak Prama mengira aku demam lagi, ternyata memang benar wajahku seperti orang demam kala dia memuji atau meledekku dengan kata-kata manisnya... yaa ampun malunya aku?!... Bathin Kia yang telah melihat wajahnya di cermin seketika ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..."Malu... bikin malu aja kamu Kia.. huhh..!"
" Kak.. kakak...!!, teriak Rahma yang kini sudah masuk ke dalam kamar kakaknya dan mendudukan bobot badannya di tepi tempat tidur."
"Kakak kenapa nutupin muka kakak gitu? memang kakak ngelihat yang aneh di cermin itu, ya?. Tanya Rahma yang penasaran dengan tingkah laku aneh kakanya.
" Ehh... kamu Rahma bikin kaget aja?" ucapnya gugup dan mulai menetralkan diri.
"ishh... ishh... ishh... orang aku dari tadi teriak-triak panggil kakak, tapi kakak diem aja ya udah Rahma masuk aja.
Kak besok anter Kia ya buat cari buku, ya? Ada tugas dari sekolah buat cari buku biologi tentang tumbuh-tumbuhan yang bisa hidup di darat dan di laut di toko buku yang biasa Rahma dan Sania cari gak ada?!. Ucap Rahma yang sudah memegang kedua tangan kakaknya.
"Biasanya juga kamu pergi sama Sania, atau teman kamu yang agak kurus itu, siapa dech kakak lupa?"
"Oohh si Izza maksud kakak? mereka udah pada beli masing-masing, tinggal aku yang belum karena pas pulang sekolah mereka langsung cari di toko buku yang biasa aku beli, dan aku sendiri lupa bawa uang yang sudah ibu kasih ke aku". Jawabnya yang sudah mengerucutkan bibirnya.
" Tapi kakak sudah janji duluan sama kak Prama buat ikut kak Prama ke makam mamahnya, maaf ya dek!!". Kan kamu bisa minta antar sama ayah, kalau sama ayah enak kamu bisa naik motor!, kalau sama kakak kan kita naik angkutan umum, itu akan bikin kamu bete, dek.
__ADS_1
"Ya sudahlah... niat aku kalau aku sama kakak sekalian aku mau cari kado untuk teman sekelasku Tasya, walau aku gak terlalu akrab dengannya tapi aku kan gak enak kalau aku di undang terus aku gak dateng dan gak kasih dia kado sama Kia...!". Ucap Rahma yang sudah berdiri dan akan melangkah keluar namun Kia sudah memegang tangannya dan mengajaknya untuk duduk kembali.
"Apa tadi kamu bilang temen kamu Tasya?."
Tanya Kia yang kaget mendengar Tasya yang sekolah di tempat adiknya sekolah.
"Kenapa kakak kenal sama Tasya?, dia itu anak pindahan dari sekolahan elit di kota ini, aku juga bingung kenapa dia mau-maunya pindah dari sekokahan yang elit ke sekolahku yang sederhana itu?... Apa dia di DO dari sekolahnya ya, kak?
" Hemm... Tasya itu adiknya Kak Rendy, Rahma, setau kakak dia anak yang pintar dan rajin, jadi gak mungkin dia di DO dari sekolahannya.
"Oohh... jadi Tasya itu adik dari kak Rendy?, yang kakak batal nikah itu? ckckck... aku baru harus hati-hati ini kak.."
" Kamu gak perlu khwatir sama Tasya dia anak yang baik, tapi kamu jangan bilang sama dia kalau kamu adik kakak ya!, pokoknya jangan sampe dia tau siapa kamu, oke!!"
"Siap kak, ya sudah aku mau bilang ayah biar besok aku bisa di anter sama ayah, dan aku gak jadi dech dateng ke acara ultahnya Tasya, nanti aku ketemu sama kak rendy lagi. Met rehat ya kak.
.
.
.
.
.
Bersambung------
Jangan lupa ya kalau sudah baca buat tinggalkan jejak
LIKE
KOMEN
SHARE
dan VOTEnya...
Berkah selalu buat kalain yang udah nyumbangin koinnya sama author.
__ADS_1