
Tiga bulan sudah mereka lalui dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Kia dan Prama selalu melewati hari-harinya hanya dengan bisa berkomunikasi lewat udara. Prama yang kini sudah fokus dengan perusahaan yang di pimpinnya. Kia pun jarang sekali bertemu dengan Prama karena Prama sering keluar kota dan keluar negri untuk mengurus bisnis perusahaan. Sesekali mereka bertemu di suatu tempat. Dan hubungan mereka berdua pun belum terdengar di telinga Mawar dan Kinanti, karena Mawar mengira bila Kia benar-benar mendengarkan perkataannya waktu itu. Dan pada suatu hari ada pertemuan antara perusahaan utama dan kantor cabang. Prama mengundang semuanya karena untuk merayakan keberhasilan perusahaan yang terus meroket di kancah dunia.
Seorang gadis sedang menunggu sang pujaan hati untuk menjemputnya. Hingga ia terus mondar-mandir kesana kemari karena orang yang di tunggunya telah telat untuk menjemputnya.
Terlihat sebuah lampu mobil yang berbelok ke pengarangan rumahnya. Ada perasaan bahagia ketika orang yang di tunggunya sudah datang. Namun saat melihat siapa yang turun dari mobil wajahnya berubah menjadi kekecewaan.
"Kok, elo sih yang jemput?" kemana si jerapah cungkring?" Tanyanya kesal.
Belum juga laki-laki itu mengucapkan kata-kata, Kia tersus mencecar dengan berbagai macam pertanyaan.
"Udah dech gak usah bawel, elo mau ikut ke acara itu apa masih mau ngomel-ngimel?. " Hayuk... cepet yang ada tar gue yang di maki-maki sama Prama kalau gue gak bawa elo ke hadapannya. Tar gue jelasin di dalem mobil.
Dengan sedikit hentakan kaki Kia masuk ke dalam mobil. Dan Brayen pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa membawa Kia tepat pada waktunya.
"Dia itu lagi sibuk urusin acara malem ini!" makanya dia minta tolong buat gue jemput elo!. Ucapnya tetap fokus menyetir.
" Ya maaf." Ucap Kia.
Satu jam kemudian mereka pun tiba di sebuah gedung mewah. Sudah banyak relasi-relasi dan para pemegang saham yang datang di acara tersebut.
Saat Prama sedang asik berbincang-bincang dengan pengusaha dari Malaysia. Matanya langsung tertuju pada wanita yang bersama Brayen.
"Masyaa Allah, kamu cantik banget ayy, malem ini. Batin Prama.
Kia yang baru memasuki ruangan tersebur langsung di jampiri Sasa dan juga Tari.
" Masyaa Allah, Nakia kamu cantik banget malam ini!" Ucap Tari yang diikuti pula pujian dari Sasa
"Ya bener kamu cantik banget Kia!". Ternyata kamu kalau bermake up cantiknya bener-bener ya?.
" Kalian ini terlalu lebay, ahh!" muji akunya. Kalian jauh lebih cantik dari pada aku. Ucapnya yang tersipu malu mendapat pujian dari dua sahabat kerjanya.
Perlahan Prama mendekati Kia yang sedang asik mengobrol dengan kedua temannya tanpa memperdukikan seseorang yang sudah lama juga menanti kehadirannya.
"Ehem.. ehem...!" Suara Prama yang membuar kedua sahabat Kia menjauh dari Kia.
"Kita kesana dulu ya Kia, mau cari minum dulu. Ucap Tari yang mebiarkan mereka berdua.
Perlahan Prama meraih rangan Kia. "Kamu sudah lupa sama aku, ayy?". Aku tau aku tiga bulan ini aku selalu sibuk dengan perusahaan tapi bukan begini cara kamu menghidariku, sayang!"
Kia yang sedikit gugup karena kedatangan Prama dengan sedikit menggigit bibir bawahnya ia menolehkan wajahnya ke arah lawan bicaranya. "Iya... maaf!", abis aku mau menyapa kakak, kakak lagi sibuk ngobrol. Jadi aku samoerin Tari dan Sasa.
" Kamu makin cantik aja, ayy?" aku jadi tambah cinta dan selalu kangen sama kamu, bagiku perbincangan kita lewat telpon tak menyembuhkan rasa rinduku. Ucapnya.
"Paling pinter dah, kalau masalah hombal." Ucap Kia yang tersipu malu san wajahnya susah bersemu merah.
Ada dua pasang mata yang sedang menatap kebersamaan mereka dengan mata yang sinis. Perlahan satu wanita diantara mereka mendekati Prama yang sedang mengambilkan minum untuk Kia.
"Bapak mau ini?", biar saya saja yang mengambilkannya untuk bapak. Ucap wanita itu sambil memberikan satu gelas jus Strawbery untuk Prama, namun dengan sengaja ia menumpahkan jus itu dijas Prama. Sehingga jas yang ia kenakanpun basah.
Dengan kesempatan itu Mawar memanfaatkanya untuk membuat Kia cemburu, dengan sengaja ia membelai-belai tubuh Prama. Dan diluar dugaan Prama, Mawar dengan sengaja menjatuhkan tubuhnya seolah-olah akan jatuh ke lantai, dengan replek Prama menolong Mawar, dan tubuh mereka seolah-olah berpelukan.
" Kamu tidak apa-apakan?" Ucap Prama yang dengan paksa mendirikan tubuh Mawar dengan kasar karena ia takut Kia akan aalah paham.
"Tidak apa-apa, Pak!". Maaf atas kecerobohan saya jas bapak jadi kotor!". Ucap Mawar dengan senyum mengodanya.
" Rasain kamu Kia, jangan macam-macam dengan aku, aku akan berbuat nekat kalau kamu gak dengerin ucapanku!". Batin Mawar
Kia yang melihat kejadian itu hatinya sedikit terluka dan meninggalkan acara tersebut sebelum waktunya. Namun langkahnya di cekal oleh Brayen.
"Elo mau kemana, Kia?". Acara belum selesai udah jangan salah paham sama apa yang elo liat tadi. Ucap Brayen meyakinkan.
"Tapi... di depan gue dia berani meluk-meluk cewe itu, Yen?. Ucapnya yang sudah hendak mengeluarkan cairan bening di matanya.
"Udah elo percaya aja sama Prama, dia mau ngelamar elo di acara ini?" Ucap Brayen keceplosan.
"Apa?, Ngelamar? Ucap Kia kaget.
" Haduhh... "**** banget si loe Brayen, cap keceplosan gini lagi!". Batin Brayen.
***
__ADS_1
Acarapun sudah di mulai. Sabutan yang sudah di sampaikan oleh Prama dan Prayogapun sudah disampaikan. Kini acara musikpun sudah di mulai yang di bawakan oleh band ternama di Indonesia.
Saat satu lagu sudah usai Prama menuju ke arah panggung dan meminta band tersebut untuk membawakan sebuah lagu. Janji Suci yang dipopulerkan oleh Yovei and Nuno.
" Persembahan sebuah lagu dari seseorang untuk wanita yang ia sayang Nakia Rahmadhani Aulia. "Janji Suci".
🎶 Dengarkanlah, wanita pujaanku 🎶
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini.
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Akulah yang terbaik untukmu
Di tengah lagu yang dinyanyiakan band tersebut, Prama memberanikan diri untuk melnajutkan nyanyian itu.
🎶Dengarkanlah, wanita impianku 🎶
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buat 'ku…
Tepuk tangan begitu riuh ketika Prama turun dan menghampiri Kia, yang kini sudah tersipu malu. Dengan sedikit berlutut Prama memberikan sebuah cincin untuk Kia.
Namun Kia tetap mematung dengan satu tangan menutup mukutnya.
" Teima... terima... terima. Teriak para orang-orang yang hadir di acara itu tidak terkecuali Mawar dan Kinanti dan salah seorang laki-laki yang melihat kejadian itu dengan tatapan tajamnya.
"Kia,... " Maukah kamu menjadi istriku?", Ucap Prama sedikit bergemetar.
Dengan sedikit gugup Kia hanya bisa menjawab dengan sebuah anggukan kepala.
"Ayy... jawab?, Ucap Prama yang menunggu jawban dari gadis yang sangat ia cintai itu.
" Ya aku, mau jadi istri kakak." Ucapnya pelan dan wajahnya sudah bersemu merah layaknya seperti tomat yang susah matang.
Replek Prama langsung memeluk Kia dengan erat karena ungkapan kebahagiaannya.
****
"Terima kasih kamu susah mau menerima lamaranku, ayy!." ucap Prama yang kini sudah berada dalam mobil.
"Aku tadi malu sekali, karena semua mata mengarah padaku, rasanya aku tadi tidak punya muka di depan orang banyak. Ide gila siapa yang membuat kakak nekat melakukan itu?. Tanya Kia yang bukan membalas perkataan Prama.
" Iya... maaf", aku hanya ingin orang-orang tau kalau kita sedikit lagi akan menikah dan aku tidak mau orang lain mencintaimu. Ucap Prama yang memberhentikan mobilnya di tengah jalan.
"Tapi, aku takut ada orang yang tidak suka dengan ini semua. Apalagi dia susah menggoda dan memelukmu tadi?. Ucap Kia mengalihkan pandanganya keluar jendela, menghindari tatapan dari laki-laki yang ia sayangi.
__ADS_1
Uluran tangan Prama ikin susah menyentuh dagu Kia. " Sayang...!", kamu cemburu ya?" Aku bahagia kalau kamu cemburu kepadaku berarti tandanya kamu sayang dan cinta sama aku. "iya kan?".
" Gak aku gak cemburu kok!". Ucap Kia bohong, yang tak mau menatap mata wajah tampan yang kini sudah mendekat padanya.
"Aku, gak percaya sama kamu, ayy?" kalau benar kamu tidak cemburu coba tatap mata aku, ayy?!"
Bukanya menatap mata Prama justru Kia menutup wajahnya dengan kedua tanganya. Membuat Prama makin penasaran dengannya. Dan perlahan ia membuka tangan Kia dan hasrat ingin mencium Kiapun datang menghampiri.
Saat wajah Kia susah tidak tertup perlahan Prama memajukan bibinya kewajah Kia dan satu kecupan meluncur di pipi pink Kia yang sudah bersemu merah itu.
Cup...
"Itu akibat menutup-nutupi rasa cemburu di hatimu. Ucap Prama yang masih menatap mata Kia dengan lekat.
Kia yang mendapatkan itu, terdiam tak bersura karna selam empat bulan mereka berpacaran baru pertama kalinya Prama berani mengecup pipinya.
Sambil memutar-mutar cincin yang baru ia kenakan di tangan kanannya ia menetralkan detak jantung yang bepacu dengan cepat.
" Kakak udah nakal sama aku? kita belum resmi menikah tapi kakak sudah berani mengecup pipiku. Ucapnya yang seketika buliran bening menetes di pipinya yang mebuat Prama merasa bersalah.
"Maaf... maafkan, kakak ya?. Kakak janji ini gakkan terulang lagi?". Kamu boleh hukum apapun bila kakak melakukannya lagi!". Ucapnya lirih karena Prama tidak berpikir Kia akan marah dengan sikapnya tadi.
Dalam perjalanan Kia dan Prama hanya terdiam tanpa suara hanya suara musik yang terdengar dalam mobil itu, sebuah lagu Hanya Rindu dari Andmash menjadi teman perjalanan pulang mereka. Karena lagu itu lagu kesukaan Prama semenjak ia ditinggal oleh mamahnya.
" Alhamdulillah, sudah sampe. Ucap Prama yang baru membuka suaranya.
"Ayy, aku masih marah ya sama aku?. " Aku minta maaf ya!?". Plisss kamu jangan diemin aku kaya gini, kalau kamu gak mau maafin kakak, kakak gak akan buka koci mobil ini. Ancamanya yang sudah mulai prustasi dengan kediaman Kia.
Saat Prama ingin memegang tangan Kia, ia baru tau bila orang yang ia ajak bicara sudah tertidur pulas.
"Yaa pun... ternyata dari tadi aku cuma ngomong sendiri, orang yang aku ajak bicara gak taunya udah tidur pules terbawa mimpi. Ucapnya sambil senyum-senyum sendiri.
Pelahan ia mencoba meraih tas yang ada si pangkuan Kia, mencari benda pipih milik Kia dan mencoba mencari nama pak Hasbi.
Setelah ia menempelkan benda pipih tersebuk ketelinganya dan mendapat jawaban dari sang pemilik ID di handphone itu. Pintu rumahpun dibukakan oleh pak Hasbi.
" Yaa ampun, nak Prama!, kenapa gak di bangunkan saja Nakianya, kalu gini kan bikin repot, nak Prama aja. Ucap Pak Hasbi yang melihat Prama sudah mengendong Kia yang sudah tertidur pulas.
Dengan sekuat tenaga Prama membawa masuk Kia ke dalam kamarnya yang di ikuti pak Hasbi. Masih menggunakan gamis gaun Kia tertidur pulas tanpa merasakan apapun.
"Terima kasih ya nak Prama, sudah repot-repot mengantarkan dan membawa Kia yang tertidur. Ucap pak Hasbi yang kini sudah di ambang pintu luar.
" Sama-sama, om!". Habis kasian kalau Kianya si bangunkan karena sepertinya dia kelelahan jadi tidurnya pulas. "Saya pamit ya, om. " *Assalamu'alaykum... "
"*Wa 'alaykum salam**... Hati-hati, nak Prama.!".
***
Ketika pak Hasbi sudah mengkunci pintu rumahnya lembali. Tiba-tiba bu Aisyah datang dari belakang badan pak Hasbi dan membuat pak Hasbi kaget karena rambut panjang bu Aisyah terurai ke depan.
" Astagfirullahalazdim..." Yaa Allah, ibu bikin ayah kaget aja!?", kirain kuntil anak dari mana. Ucap Pak Hasbi spontan.
Tepukan tanganpun mendarat di punggung pak Hasbi. "Enak, aja istrinya cantil-cantik begini dibilang kuntil anak.
" Abis ibu ngagetin ayah aja, tiba-tiba muncul dari belakang ayah. Ngapain si ibu bangun segala, kangen ya sama ayah?, minta jatah malam sabtuan?. Ledek pak Hasbi.
"Enak aja, malam jum'at kan udah sapat jatah!". Ibu kaget aja waktu denger suara nak Prama masuk ke dalam kamar Kia. Ada apa memang, yah?. Tanya bu Aisyah ingin tau.
" Ahh.... ibu kepo dech, besok aja bahasnya, ayah ngatuk!, mau lanjutin mimpi ketemu bidadarinya. Kini pak Hasbipum susah naik ke tempar tidur dan melanjutkan mimpinya.
Nun tidak dengan bu Aisyah yang masih memikirkan apa yang terjadi pada anaknya sehingga Prama masuk ke dalam kamar putrinya.
"Dari pada aki mikirin itu, lebih baik aku tidur lahi dech. Hal itu bisa aku tanyakan langsung pasa Kia. Ucapnya yang sudah menyusul pak Hasbi masuk dalam mimpi.
.
.
.
.
__ADS_1
**Berambung----
Jangan lupa vote, komen dan likenya. Hatur nuhun sadayana**.