
Tok... tok... tok
Suara ketukan pintu.
"Nak, boleh ibu masuk?"
Sambil meletakan Al-Qur'an yang baru ia baca, Ya bu buka aja Kia gak konci kok!.
Kamu baru selesai tilawah?, Tanya Aisyah.
"Alhamdulillah, ya bu!. Unjar Kia yang kini duduk di tepi ranjang tempat tidurnya dan melepas mukena yang ia kenankan.
"Ibu boleh minta waktu kamu sebentar, nak?.Tadi memang mamah nak Rendy menemui kamu, sayang?. Ucap bu Aisyah yang sudah mendudukan bobot badannya di sebelah Kia duduk.
"Bukan mamahnya yang menemuiku, bu!". Tapi Kia dijemput adiknya kak Rendy ketemuan tante Vero di kape sebrang tempat kerja Kia, tukasnya!"
" Ohh, jadi bukan beliau yang menemui kamu? tadi nak Bayu bilang kalu mamahnya Rendy sudah menjelaskan pembatalan pernikahan kalian, apa itu benar?.
"Ya, bu!"... sambil membahas percakapan tadi siang Kia bersandar pada bahu ibunya.
"Ibu bersyukur, kalau pernikahan ini tidak terjadi, karena bila pernikahan itu terjadi pasti keluarga kita akan menanggung malu lebih dari yang sekarang kita hadapi.
"Ya bu, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya, walau kadang kita sebagai hambaNya sering kurang bersyukur, karena selalu meminta agar Allah mengabulkan apa yang kita mau?, padahal kita tidak tau kalau banyak hal yang tidak baik di dalamnya.
Kamu udah gak sedih lagi kan, nak? Ibu yakin kalau anak ibu ini sangat kuat dan tabah dalam mengadapi setiap ujian yang Allah berikan.
" Insyaa Allah, seperti yang ibu liat sekarang Kia sudah tidak sedih lagi kan?, senyum Kia yang menggembang di sudut bibirnya."
"Aku gak mungkin bilang sama ibu, kalau selama ini kak Rendy hanya jadiin aku bahan taruhan untuk teman-temannya. Batin Kia.
****
"Wah... wah...!, ada drama apa ini kok peluk-pelukan gak ngajak-ngajak Rahma sih?, padahal Rahma dari tadi ada di sini. Unjarnya yang bangkit dari meja belajar Kia.
"Loh, jadi dari tadi ada kamu disini ya, sayang?. tanya Aisyah sambil merentangkan kedua tangannya seraya memeluk kedua putrinya.
"Ya, bu... orang Rahma denger kok pembicaraan ibu sama kak Kia. Bisa-bisanya si itu permpuan mau di gitun sama kak Rendy, gak ada harga dirinya banget jadi cewe?. Kesal Rahma yang mendengar bahwa Rendy sudah melakukan hubungan di luar nikah.
"Kak amplop putih tadi dari siapa?", pemuja rahasia kakak ya? ledeknya.
__ADS_1
"Oooh... itu?, itu surat dari kak Rendy. Jawab Kia tak semangat.
"Apa isinya kak? dasar laki-laki pe****ng buat nemuin aja dia gak punya nyali!\, kalau ketmu aku pites tu kepalanya jadi sambel bebek\, kalau gak sambel ayam gepreknya artis ternama itu?\, kesal Rahma yang sambil memperagakan cara mengulek sambel pada tangannya.
"Stttt...! gak baik anak permpuan biacara kaya gitu!, Rahma. Bukanya kamu bilang tadi ada tugas sekolah yang belum kamu selesaikan!. Udah selesaikan dulu sana!, nanti keburu ngatuk, ucap bu Aisyah mengingatkan
"Hus..., huss masuk kamar sana beruang madu!, kamu tuh masih kecil jangan ikut campur sama urusan orang dewasa?. Usir Kia sambil melempar bantal dan guling pada Rahma, dengan candanya.
"Apa sih tikus dapur?. weeee..., dasar pelit!, kesal Rahma meninggalkan mereka berdua.
" Iiiiihhh... awas ya ngatain kakak tikus dapur lagi?, gak di kasih uang jajan selama seminggu, baru tau rasa!."
Kia bekerja memang sedikit banyaknya untuk membiayai sekolah adiknya, agar adiknya bisa melanjutkan sekolah dan kuliahnya di kemudian hari, karena hasil dari pekerjaan pak Hasbi untuk biaya kuliah anak sulungnya, walau Razi sendiri sudah bisa membiayai kebutuhannya sehari-hari selama kuliah disana, dan terkadang masih juga mengandalkan kiriman dari orangtuanya. Karena itu Kia hanya bisa melanjutkan studinya kuliah sampai D3.
"Nak Rendy bilang apa, sayang?
" Cuma ucapan permohonan maaf, dan kak Rendy minta balikin cincin tunangan yang pernah Rendy kasih ke Kia!. Ucap Kia berat.
"Ibu harap kamu jangan lagi bertamu ke rumah orang tuanya nak Rendy!, apa lagi hanya untuk mengembalikan cincin tunangan itu!, nanti akan banyak orang yang mencibir kamu, pinta Aisyah!."
"Ya bu!, sebenarnya Kia memang sudah mengemasnya dari dua hari yang lalu, untuk balikin cincin tuangan itu dan barang yang pernah Kak Rendy kasih sama Kia!", tuturnya.
"Baik, bu!". Besok adiknya kak Rendy kok yang akan ngambil barang-barang ini ke Butik tante Renata.
"Ya sudah, kamu jangan tidur malem-malem ya!, kasian badan kamu, udah kelitan kurus gituh tuh!. Perintah Aisyah yang kini sudah berada di luar pintu kamar Kia.
"Ya bu, jangan kawatir!.
*****
Ting...
Menandakan suara pesan masuk di hp nya.
My sob Ulan
Ulan: Assalamu'alaykum...
Gimana udah dibaca belom suratnya?
__ADS_1
Kia: Wa 'alaykum salam... sudah!. Maaf ya tadi kamu nungguin aku kelamaan.
Ulan: Gak jadi masalah, udah biasa kok... hehehe. BTW apa tuh isinya, kepo nih aku?.
Kia: Besok juga kamu tau kok!
Ulan: Jahat banget sihhhh?, bikin aku penasaran aja. hiks
Kia: Cup... cup... jangan nagis ya! aku janji kok besok pasti aku kasih tau ke kamu, Oke. hehe.
Ulan: Janji ya?
ya udah aku mau nerusin nonton drakor dulu nih, gara-gara kepo sama isi surat itu aku rela-realin dah buat paus filem yang lagi aku tonton. hemm...
Kia: Inshaa Allah, siap...
Dasar pencinta mata sipit, hehe. Maaf yooo...
Ulan: Siap!...hehehe...
Wassalam...*
"Ulan... Ulan... bersyukur aku punya sahabat kaya kamu, yang paling ngertiin aku dikala susah dan senang, padahal kita belum terlalu lama berteman, batinnya. yang kini sudah mematikan lampu kamar tidurnya.
Semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini. Kini sang pemilik tubuhpun telah memejamkan matanya dengan perlahan diiringi do'a hedak tidur.
.
.
.
.
----- Bersambung-----
Jangan lupa buat LIKE, Komen dan VOTE sebanyak-banyaknya ya mentemen apa lagi yang punya Koin lebih buat disumbangin ke novel ini...
Biar aku tambah semangat dan gak bikin Nakia sedih lagi
__ADS_1
Salam... Love... Love untuk kalian