Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
19. Hujan


__ADS_3

Kemacetan lalu litas telah membuat cemas sesorang yang telah berharap ingin cepat sampai ketempat tujuannya, berharap orang yang akan ia jemput belum pulang.


"Ampunnn... kenapa harus pake macet segala sih?,... umpatnya dengan memukul stir mobi yang ada di hadapannya.


Cuaca sudah sedikit agak gelap dan kilatan petir mulai terdengar di gendang telinganya, Namun, bus yang ingin ia naiki belum kunjung datang, sehingga ia memutuskan untuk merogoh benda pipih dalam tasnya. Berniat untuk meninggalkan halte bus yang sudah lama ia menunggunya di tempat itu.


Ia cari aplikasi ojek online, dan aplikasipun berjalan, sang pengendara berhasil mendapatkan permintaan Kia.


Lima belas menit kemudian munculah motor dengan pengemudi berjaket hitam hijau tersebut."


"Permisi, maaf apa benar dengan mba Nakia Rahmadhani? ucapnya sekilas melihat benda yang ada di tangannya.


" Ya, saya sendiri, ucapnya sambil meraih helm dari sang pengendara."


"Sudah, mba?"


"Ya, mas."


****


Ditengah perjalanan airpun turun mengguyur jalan yang sudah merindukan sang hujan.


"Kita cari tempat berteduh dulu ya, mba?, ucapnya sambil menepikan kendaraanya di sebuah ruko fotocopy'an."


"Hujannya deres banget ya, mas? baju saya jadi langsung basah gini dech"


Ketika mereka sedang berbincang-bincang ada sebuah mobil berhenti tepat di depan ruko tersebut. Sang pemilik mobil perlahan membuka kaca jendela, dan nampaklah seorang laki-laki yang tampan menyapa Kia.


"Ehhh, tikus dapur ngapain di situ, udah si bareng sama aku aja, ucapnya tanpa memperdulikan orang disekitar yang sedang meneduh."


Sayangnya orang yang dimaksud tidak menggubris ucapannya. Lalu ia mengulang kembali ucapannya.


"Heiii... Nakia Rahmadhani Aulia, mau ikut bareng sama aku gak?, ulangnya.


" Hemmm... aku udah sama abang ojek online, jadi sudah kakak jalan aja, jawabnya yang masih mendekapkan kedua tangan ketubuh karena menahan hawa dingin.


Tanpa memerdulikan ucapannya ia langsung meraih payung lipat yang ada di belakang bangku mobil.


Dan keluar menemui gadis yang terlihatnya kedinginan.


"Sudah, sini ikut kakak? ajaknya sambil meraih tangan Kia."


Kia yang pasrah dengan perlakuan Prama sesekali melirik pria yang sudah ada di sampingnya dengan memegang payung ditangannya dan membukakan pintu mobil.


"Sudah tau kedinginan masih aja mau, pulang pake ojek, ucapnya yg kini sudah duduk di bangku pengemudi."


"Pake ini, biar kamu gak kedinginan!. Prama memberikan jasnya untuk menghangatkan tubuhnya yang kedinginan.


Kia melirik pada Prama dengan tatapan yang sulit diartikan, sambil meraih jas yang diberikan Prama akhirnya ia buka suara.


" Kakak apa-apaan sih manggil aku dengan sebutan itu? aku kan punya nama, lagian mana ada orang yang mau menoleh kalau memanggil dengan seperti itu.

__ADS_1


"Ya, kakak minta maaf, replek karena kakak liat kamu di ruko itu dengan basah kuyup begini." ucapnya dengan nada rendah namun sambil fokus menyetir.


"Ya, lain kali kalau di tempat umum jangan panggil aku dengan sebutan itu, ucap Kia yang masih kedinginan."


"Kening kamu kenapa itu biru?


" Gak apa-apa, tadi gak sengaja aku jatoh karena terpleset jadi aku nyium tembok dech, ucapnya menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya.


"Hacihhh...!"


Tuhkan kamu jadi bersin-bersin gitu!, makanya lain kali kalau udah tau cuaca mendung, jangan naik ojek online, kan kamu bisa naik taksi online atau telpon aku buat pulang bareng?


"Ya tadi itu aku niat mau pulang naik bus, tapi bus yang aku cari gak nongol-nongol dan terpaksa aku pesen ojek online berharap bisa cepet sampe juga, ucap Kia sambil menggosok-gosokan hidungnya yang gatal.


Coba nih kamu pake minyak kayu putih, biar kamu gak kedinginan banget, dengan tangan kirinya Prama menyodorkan minyak kayuputih, sayangnya ketika Prama akan memberikannya ada mobil yang berhenti mendadak sehingga reflek Prama ngerem mendadak...


Ngiiiikkk...


Mengakibatkan tangan Kia yang hendak meraih minyak kayu putih itupun reflek memegang erat tangan Prama dengan kuat dan tertarik ke bahu kanan Kia hingga kepala Prama bersandar dibahu kanannya.


Beberapa detik kepala Prama menyandar di bahu Kia, dengan cepat Prama menormalkan posisi duduknya.


"Maaf... kata yang terlontar dari bibirnya dengan sedikit gugup karena ia rasakan detak jantung yang berdegup tidak seperti biasanya."


Kia yang wajahnya bersemu merahpun terdiam dengan kejadian tersebut.


"Ya...!"


Hacih...


Kalau hujannya sudah agak reda kita menepi dulu ya, untuk cari baju ganti dan kafe atau rumah makan, biar kamu bisa minum air hangat, ucap Prama yang memberanikan diri untuk memecah keheningan tersebut.


"Gak usah, 30 menitan lagi juga sampe rumah, kok. Ucap Kia yang padangannya menerawang ke arah jendela mobil.


" Udah nurut aja apa sih, dari pada besok kamu sakit dan gak bisa masuk kerja, lebih baik meluangkan waktu sebentar untuk cari baju ganti dan minum yang hangat-hangat biar badan kamu agak enakan!. ucap Prama yang sedikit melirik ke arah Kia yang sedikit malu karena kejadian tadi.


"Maaf ya tadi aku gak sengaja, rem mendadak karena di depan ada mobil yang berhenti secara tiba-tiba.


"Ya tidak apa-apa... "


Kamu gak marahkan? selidik Prama.


"Buat apa aku marah."


Abis dari tadi kamu diem aja, muka kamu juga liatnya kearah sana terus, kan aku jadi ngerasa gak enak.


Hacih....


Tuh kan kamu masih bersin-bersin terus.


*****

__ADS_1


Malampun tiba, sisa-sisa air hujanpun masih membekas di atas dedaunan yang hijau. Sisa hawa dinginpun masih menyelimuti si gadis yang kini sudah berbaring dengan selimut tebalnya. Suara bersin masih terdengar, satu gelas air jahe yang dicampurkan dengan madu masih tersisa di atas nakas. Perlahan ia meraih gelas yang masih tersisa ramuan tersebut.


"Kepalaku agak sedikit pening, gimana ini kalau sakit kepalaku belum sembuh juga, mana masih banyak kerjaan yang harus aku kerjakan dan dua harinya aku kan harus ikut meeting sama pak Handoko dan Sasa, gumamnya walaupun dalam keadaan seperti itu ia tetap memikirkan pekerjaanya.


Kringgg... Kringggg...


Tersengar suara panggilan pasa handphone nya.


#Assalamu'alaykum... Ucap seseorang dari sebrang sana.


*Wa 'alaykum salam... ada apa kak, telpon malam-malam?


#Gak, gak apa-apa kok, kakak cuma mau mastiin apa kamu baik-baik aja?


*Alhamdulillah, aku baik-baik aja kok kak, cuma agak sedikit pening.


#Suara kamu juga terdengar kurang baik, Kia?... udah besok kamu istirahat aja ya?


*Gak kak, aku udah sedikit baikkan kok, ibu udah buatin aku rendaman air jahe pake madu kok.


Lagian aku kan anak baru di kantor itu, mana enak aku izin, seminggu juga belum aku kerja disana, tar apa kata orang disana?


#Udah gak apa-apa tar kakak yang minta izin, ya.


*Gak usah kak, inshaa Allah besok aku udah baik kan kok...!


#Ya udah, kamu istirahat ya jangan lupa minum obat... cepet sembuh tikus dapurku...


Wassalamu'alaykum


*Aamiin... makasih jerapah cungkring.


'Alaykum salam.


Kia pun mulai membaca do'a dan mencoba memejamkan matanya setelah menaruh benda pipihnya dan menyalahkan alarm pada benda tersebut.


Sipemilik ragapun mulai terlelap dalam mimpi indahnya.


.


.


.


.


Bersambung----


Maaf ya kalau kalian sering banget nemuin typo dinovelku, karena aku ngerjaiinnya kadang-kadang malem, nunggu anak-anak tidur dulu, jadi mataku agak sedikit bermasalah dech kalau malem-malem.


**Jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTEnya untuk kelanjutan cerita Kia dan Prama.

__ADS_1


Wassalam**


__ADS_2