Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
25. Ungkapan


__ADS_3

Dalam perjalanan Kia tersus saja menangis, Matanya sudah sembab karena airmata. Prama yang melihat itu merasa tidak tega dan tidak mungkin ia membawa Kia pulang dengan keadaan sepeti itu. Perlahan Prama meraih sebuah kota tisu yang ada di dalam mobilnya dan memberikan tisu itu kepada Kia. Namun Kia menolaknya, karena di tanganya telah memegang sapu tangan yang pernah Prama berikan waktu itu.


"Tidak usah, karena aku masih punya ini, Ucapnya lirih.


Seketika Prama memperhatikan sapu tangan berwarna hijau yang ada di tangan Kia.


" Kamu masih menyimpannya?", Ucapnya lembut.


"Ini saputangan yang pernah kakak berikan kepadaku, ketika wajahku penuh dengan kotoran debu, dan sekarang saputangan ini masih berpungsi untuk menghapus air mataku, jadi fungsinya tetap sama namun beda kegunaannya."


"Sudah ya jangan menangis lagi aku paling gak tega bila melihat wanita menangis." ucap Prama yang menghentikan mobilnya.


"Aku gak mungkin bawa pulang kamu dalam keadaan seperti ini, kalau kamu mau aku akan membawamu ke suatu tempat yang bisa membuatmu melepaskan beban dan peristiwa tadi."


"Baiklah, aku akan ikut kak Prama, karena aku tau ibu dan ayah akan sangat khawatir bila melihatku seperti ini. Ucapnya yang sudah mengeluarkan buliran bening pada mata indahnya.


****


Sampailah mereka berdua di suatu tempat yang indah. Angin yang begitu lembut menyapa ke hadiran mereka berdua, suara deru ombak yang terdengar indah di gendang telinga.


Kia mulai melepaskan alas kakinya ketika sudah menginjakan kedua telapak kakinya ke pepasiran pantai. Senyumnya mulai terukir dengan jelas ketika air laut telah menyapa dingin kakinya. Prama yang melihat itu tersenyum bahagia karena orang yang ia sayangi menyukai tempat ini.


" Kamu bisa berteriak sepuas hatimu dan tinggalkan bebanmu bersama deru ombak dan sampaikan pada angin bahwa kamu sudah tidak terluka lagi. Ucap Prama yang mengikuti jejak langkah kaki Kia yang sudah menerobos air pantai begitu jauh.


"Aaaaaa...!!!! Aaaaaa...!!! teriak Kia dengan lepasnya."


"Aku membenci orang yang sudah melukai hatiku yang tulus ini, dan aku tau aku pasti akan menemukan kebahagiaan itu dengan seseorang yang lebih mencintaikuuuu... Teriaknya dengan setengah berlari dan merentangkan kedua tanganya sesekali mendongakkan kepalanya ke atas langit.


Melihat tingkah Kia seperti itu ingin rasanya Prama memeluk Kia dari belakang dan membisikan kata cinta untuknya. Namun niat itu ia urungkan karena ia tau sosok seperti apa wanita yang ada di hadapannya.


Kini si pemilik tubuh itu telah berbalik dan melangkah ke sebuah pohon kelapa yang berdiri kokoh dengan sedikit buah. Ia dudukan bobot tubuhnya di bawah pohon kelapa tersebut dan ia raih sebuah akar kelapa yang sudah sedikit mengering.


Ia torehkan garis-garis yang tak beraturan, di ikuti Prama yang duduk di sebelahnya.


" Tadi kenapa kakak bisa ada di sana? tanyanya penasaran dan sudah mulai buka suara."

__ADS_1


"Aku tidak sengaja melihat mobil pak Handoko terparkir di depan restoran tersebut, dan aku berniat mencarimu agar akupun bisa makan siang bersama kalian. Ketika aku sampai di meja, aku gak liat kamu di sana, dan aku tanya keberadaanmu pada Sasa. Dan Sasa bilang kalau kamu lagi ke tolilet dari 20 menitan yang lalu, dan sampai waktu yang lama itu kamu belum balik ke meja?, jadi aku memutuskan untuk melihat kamu, karena aku takut ada sesuatu yang membuatmu lama di tempat itu". Jelas Prama yang matanya menerawang ke arah pantai.


" Terima kasih ya kak!!, karena sudah menghawatirlan aku. Aku juga gak akan tau apa yang terjadi kalau kakak gak datang pada waktu yang tepat. Mungkin dia sudah melakukan hal yang tidak baik kepadaku?. Ucapnya yang tetap fokus pada lukisan yang tidak jelas di atas pasir itu.


"Aku memang selalu menghawatirkanmu, bahkan setiap malam!, aku selalu mengkhawatirkanmu, karena setelah aku mengenal dirimu!. Aku bisa merasakan hal yang lain di hati ini, seolah kamu sudah mengembalikan ragaku yang sempat hilang sejenak dari tubuh ini. Aku melihat sisi keceriaan dan kekonyolan yang sering kau perlihatkan ketika ada di butik itu, hal yang seharusnya laki-laki yang melakukannya tapi kau malah melakukan itu, aku suka dari keserhanaanmu, kemandirianmu dan semangat hidupmu. Maka dari dirimu Kia, aku belajar banyak tentang kenyataan hidup!. yang tidak selamanya kita lalu dengan indah. Jujur dari semua itu aku mulai menyukaimu dan aku selalu menghawatirkan perasaan ini untukmu, apakah akan berbalas seperti aku yang sudah jatuh cinta padamu?. Aku sadari perasaan ini ketika kita semakin dekat." Ucap Prama yang menatap lembut orang yang ada di samping kanannya.


Kia yang mendengar semua uangkapan isi hati Prama, sedikit terkejut dan tersentuh hatinya. Wajahnya mulai bersemu merah seperti buah tomat yang sudah matang, sedikit terlukis senyum manis dari bibirnya.


Perlahan ia menatap balik pada pria tampan yang ada di hadapannya, membuang lembut napas yang sempat terhenti karena debaran jantung yang berpacu cepat.


"Aku tau...!, kalau kakak suka kepadaku dari tatapan mata kakak ketika menatapku di mobil waktu itu, akupun mencoba menepis namun terkadang rasa sakit dan kecewa menghatui perasaan ini?. Karena aku takut bila menjalin hubungan itu, hatiku akan terluka lagi dan aku tidak pernah menyalahkan bila cinta itu telah datang di hati kita masing-masing. Karena cinta tidak akan menyapa kepada sipemilik hati tapi dia datang tanpa disadari oleh sipemilik hati."


"Lalu, apakah kamu juga mencintaiku? tanya Prama dengan sorot tajam kepada Kia untuk meminta jawaban.


" Aku akan mencoba menepis rasa kecewaku dimasa lalu, dan aku akan mencoba untuk membuka hati ini?, kepada orang yang dengan tulus mencintaiku dan menerima aku apa adanya, Ucapnya diikuti rasa malu dan membuang wajahnya dari tatapan laki-laki yang sudah memberikan warna pada hidupnya."


"Trima kasih.... Terima kasih, karena kamu sudah membukakan pintu hatimu untukku, semoga aku bisa menjadikanmu sebagai pendamping hidupku hingga nanti. Ucapnya yang sudah berlutut di hadapan wanita yang ia cintai dengan memegang tangan Kia lembut.


Dengan wajah yang semakin merona dan jantung yang begitu cepat detakannya ia mencoba untuk buka suara walau dengan suara yang pelan.


" Kakak harus janji sama aku, kalau kakak gak akan kecewain aku dan kepercayaanku, karena aku tidak akan mengampuni kakak bila kakak melakukan itu padaku."


Kia yang mendengar panggilan itu lagi sepontan mencubit pinggang Prama dengan cubitan kecil.


" Awwww... sakit tau, ayy?" ucap Prama yang kini sudah mengejar-ngejar Kia yang berlari ke arah tepi pantai.


(bayangin aja ya kaya difilem-filem india gitu. hihi).


Kia pun berlari dengan cepat diiringi tawa yang begitu bahagia.


Dan kerika Prama dapat meraih tangan Kia, seketika Prama menariknya kuat dan membuat Kia akan terjatuh namun dengan sigap Prama memegang pingang ramping Kia, dan lagi-lagi mata mereka saling bertemu pandang, dan terdengar detak jantung diantara keduanya. Menjadikan mereka fokus pada wajah yang mereka lihat saat ini, menyadari ternyata wajah tampan Prama terlihat begitu jelas dan begitu juga dengan Prama melihat jelas gadis berkerudung pink tersebut begitu cantik dan lembut ketika di pandangnya secara jelas dan sedekat sekarang.


Perlahan keduanya menetralkan kondisi mereka masing-masing dan Kia mencoba melepaskan dirinya dari pegangan tangan kekar Prama pada tubuhnya.


"Aku mencintaimu tikus dapurku." Bisik Prama lembut tepat di telingan Nakia.

__ADS_1


Nakia yang mendengar itu hanya bisa tersenyum malu.


Dan dengan sedikit berlari ia berteriak. "Aku juga mencintaimu jerapah cungkringkuuu...!!!


****


Mataharipun sudah tak menampakan cahayanya bertanda hari sudah mulai sore, setelah ungkapan di pantai tersebut mereka merasa lapar dan merekapun menuju rumah makan lesehan dengan view pesisir pantai.


Ketika makanan belum datang mereka berdua bersendagura membicarakan tentang pertemuan pertama mereka kala itu.


Setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk pulang, dalam perjalanan menuju parkiran tangan mereka berdua bertautan seolah tak ingin lepas dan tak ingin di pisahkan. Karena perasaan keduanya sedang berbunga-bunga sehingga dunia seakan milik mereka berdua.


" Tadi kok kamu panggil aku ayy? kenapa?


.


.


.


.


**Bergabung-----


Kira-kira kenapa ya Prama memanggil Nakia dengan sebutan Ayy?, Bagi yang sudah mampir pasti penasaran kisah selanjutnya.


Kalau ingin kisah Kia dan Prama berlajut jangan lupa ya:


Like


komen


Share dan


Votenya disetiap episodenya...

__ADS_1


Dadah... dahh... Jangan lupa tersenyum, karena tadi pasti baca ungkapan Prama dan Kia kalian udah senyum-senyum sendiri?.


Berkah terus untuk para pembaca setia novel " Diakah Jodoh Pilihan Allah**?"


__ADS_2