Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
21. Kotak Berwarna Hijau


__ADS_3

Sesampainya di sana benar saja dengan perkiraan Kia, dua srigala yaitu Mawar dan Kinanti sudah ada disana tepat dengan mobil Prama yang berhenti di depan kedua wanita yang sudah hafal benar dengan mobil berwarna hitam tersebut.


"Tumben Pak Prama pagi-pagi udah dateng ke kantor ini?. Ucap Mawar yang seketika merapihkan rambutnya dan bajunya, agar terlihat cantik di depan Prama yang sudah lama ia idolakan.


" Mungkin ada meeting di sini kali, War? Jawab Kinanti yang berniat melangkahkan kakinya ke dalam."


"Tunggu dulu Nan, coba loe liat Pak Prama sama si bocah kampungan itu. Ucap Mawar yang memegang erat tangan Kinanti dan menghentikan langkah kakinya."


"Ihhhh... kok bisa ya?"


"Pasti cewe kampungan itu udah kegatelan sama pak Prama, sampe-sampe pak Prama mau bareng sama dia!". Ucap Mawar yang kesal dengan pemandangan pagi ini. "


"Ya udah yukk kita masuk aja, dari pada elo panas liat pemandangan itu, Ucap Kinanti yang sudah melangkahkan kakinya ke dalam.


_____


" Terimakasih ya kak udah anterin aku!!, dan ini titipan dari ibu untuk kakak.", ucap Kia yang sudah memberikan kotak berwarna hijau untuk Prama.


"Oohh, ia terima kasih, kamu bilang ya sama ibu kamu kalau aku suka dengan masakannya?" Kalau begitu nanti aku akan makannya di kantor untuk makan siang.


Kerja yang semangat ya, awas kepeleset lagi. Ucap Prama yang sudah masuk ke dalam mobil dan meletakan kotak berwarna hijau tersebut di bekas Kia duduki.


"Siapp, boss... hehe. Hati-hati ya, kak!!.


****


Jam istirahat pun tiba, semua karyawan di kantor tersebut berhamburan ke luar untuk menikmati makan siang ada pula yang langsung menuju musholah di dalam kantor tersebut. Namun tidak dengan gadis berkerudung hijau muda tersebut.


Kia mengembangkan senyumnya mengingat kejadian tadi pagi tanpa ia sadari dua wanita menghampiri mejanya.


" Ehh, bocah kampung pasti elo udah kegatelan ya sama pak Prama? Ucap Mawar yang sudah duduk di meja kerja Kia dengan pandangan sinis ke arah wajah Kia.


"Pasti dia udah pake cara mesum buat dektin pak Prama, War. Sahut Kinanti yang dengan sengaja memainkan bangku Kia.


" Apa maksud kalain bicara kaya gitu?", Ucap Kia yang tak tau arah pembicaraan mereka.


"Hah, dasar bocah kampung sok-sokan polos elo ya? wajah elo aja yang polos tapi gak sama tingkah laku elo,


Sebuah jari telunjuk menepel di keningnya, dengan wajah yang penuh amarah Mawar melampiaskan rasa cemburu dan iri hatinya kepada Kia, karena dia yang sudah lama mendambakan bisa dekat dengan Prama, malah belum pernah ditegur apalagi jalan bareng sama Prama.


Kinanti yang ada di belakang bangku yang Kia duduki sengaja iya diamkan dan perlahan menarik bangku tersebut , dan wajahnya mendekat pada Kia.


" Awas elo ya macem-macem sama kita-kita, dan jangan harap elo bisa mesra-mesraan sama pak Prama." ucap Kinanti dengan tatapan sinis dan penuh kelicikan.

__ADS_1


Ketika Kia ingin bangkit dari duduknya, karena tidak nyaman dengan mereka berdua Kia mencoba untuk menghindari mereka berdua. Namun di luar dugaan Mawar malah menjambak jilbab Kia sehingga kepala Kia sedikit terdorong ke belakang dan Mawar mencengkramnya dengan kuat. Kia yang tak tinggal diam diperlakukan seperti itu ia mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan mawar, sialnya bukanya terlepas tangannya itu dari jilbabnya, namun malah jilbab itu sedikit terlepas ke depan sehingga wajah Kia tertutup oleh jilbabnya sendiri.


Mata Kia mulai memerah, sesak didadanya akibat menahan amarah itu berubah menjadi sebuah tangisan dan buliran-buliran berlian yang melelehpun mulai mengalir, ia jatuhkan tubuhnya kelantai ketika tangan Mawar melepas cengkraman tadi. Isak tangisnya terdengar oleh Mawar dan Kinanti.


"Hahaha... makanya elo jangan maen-maen sama guwe kalau elo gak jauhin Pak Prama, elo akan liat akibatnya yang bahkan lebih dari ini, bocah kampung.Ucapnya yang merasa puas dengan apa yang ia lakukan kepada Kia dan dengan sengaja Kinanti menoyor kepala Kia yang sudah tertunduk di lantai.


" Hiks... hiks... tangisan itu terdengar dari seseorang yang mulai mendekati keberadaan Kia."


"Kia... kamu gak apa-apa? tanya nya untuk memastikan teman yang ada di hadapannya sekarang."


"Dengan gelengan kepala Kia menjawab tanpa menoleh siapa yang sudah mendekat dan mulai mengangkat tangannya untuk berdiri."


"Perlahan Tari, meraih wajah Kia dengan tanganya dan melihat keadaan temannya itu dan mencoba merapihkan jibab Kia yang sudah berantakan.


" Kamu gak boleh diam saja bila diperlakukan seperti ini!, kita harus bisa melawan bila ada yang merendahkan kita, apalagi sampai mereka menanggalkan jiban yang kamu pakai. Ucapnya yang kini sudah bisa menatap wanita di hadapannya.


Hanya anggukan kepala Kia menjawab semuanya. Dan dengan cepat ia memeluk Tari dengan deraian airmata kembali.


"Aku hanya mencoba untuk menghindar dari mereka tapi hal yang tak kuduga terjadi, aku orang baru di sini jadi aku gak mau bikin keributan, Tar?!.. hiks...hiks...


"Lain kali kamu bisa melawan mereka, jangan mempermasalahkan lama atau tidaknya kamu bekerja disini, tapi bela lah harga dirimu dari mereka berdua !."


Tari memang melihat dua srigala tersebut setelah Kia tersungkur di lantai, dan dua orang tersebut telah menjauh.


"Yukk...! kita makan siang dulu? Ajak Tari.


******


Di tempat lain. Seseorang sedang menikmati isi dari kotak berwarna hijau, ia sangat menikmati masakan yang telah lama ia rindukan.


"Tumben loe gak ke tempat Kia, tanya Brayen yang sudah masuk keruangan yang Prama tempati.


" Widiiiihhhh... ada yang lagi menikmati bekel romannya nih, coba guwe cobain bekelnya!.


Tumben loe bawa bekel? biasanya juga makan di kantin kalau gak di rumah makan pavorit loe? cerocos Brayen.


"Berisik loe, udah kaya kaleng rombeng aja mulut loe. Gak liat apa orang lagi makan. Ucap Prama yang menghidari Brayen yang ada di hadapannya karena takut makanannya akan di sentuh oleh tangan Brayen.


"Biasa aja kali makanya, gak bakalan guwe minta ini, lagian tumben banget loe lahap makan masakan dari bi Ani. Ucap Brayen yang tau kalau Prama kurang suka dengan masakan bi Ani yanh sering ia dengar cerita dari Prama dan perna sesekali ia numpang makan di rumah Prama atas permintaan pak Prayoga.


" Ini bukan masakan bi Ani... jawab Prama.


"Terussss...?? elo beli gitu maksud loe?

__ADS_1


" Brisik loe nanya terus!!, mending elo pergi sono, kasian tuh si robet cacing dalam perut elo udah kelaperan apa lagi liat guwe makan dengan nilmatnya gini.. hahaha...


"Dasar loe pelit...!!, pesen makanan gak ngajak-ngajak guwe... Awas tar perut elo sakit akibat elo gak ngasih ke guwe, ucap Brayen yang akan keluar dari ruangan tersebut.


" Gak bakalanlah, karna ini masakan dari bu Aisyah buay guwe.!!


Aiiisshh... guwe kexeplosan dah, pasti Brayen bakalan balik badan nih. 1.... 2... 3...


"Apaaa??? apa guwe gak salah dengerrr? ucap Brayen yang membalikan badannya dan menghampiri Prama dengan wajah yang sedikit penasaran.


" Apa sihhh loe, singkirin muka elo, apa kata orang kalau liat posisi elo kaya gini ke guwe?!, pasti tar pada nyangkanya elo sama guwe homberng lagi??. Ucap Prama yang sudah mendorong wajah Brayen dengan kelima jari dari hadapannya.


"Hahaha... dikit lagi bakalan ada yang melepas masa jomblo menaunnya nih... Inget kalau elo udah jadian sama Kia apa lagi sampe nikah, elo harus beliin guwe sepedah seharga mobil itu ya?, celoteh Brayen yang sudah menitup pintu ruangan Prama.


Dasar loe temen gak tau diri, dikasih ati dia minta jantunh. Umpat Prama kepada orang yang sudah tak terlihat badan kekarnya itu.


" Si tikus dapur udah makan apa belom ya? apa dia lagi mikirin guwe akibat kejadian tadi?


Guwe seneng liat wajah tomat dia karna pujian guwe...


Hemm... ampir tiap hari guwe mikirin dia tapi dia mikirin guwe gak ya?


Apa dia udah tau kalau guwe suka sama dia dari Brayen, secara kan Brayen mulutnya ember kalau udah ngomong...


Hah... dari pada guwe mikirin dia terus mending guwe telpon dia, kali ya?. Gumam Prama yang sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan di otaknya.


Suara nada sambungpun terdengar dari gendang telinganya...


Berkali-kali ia menekan id nama Kia... namun sayang si pemilik itu tidak mengangkatnya. Sampai Prama memutuskan meletakan ponselnya pada mejanya.


"Hemmm... kayanya dia gak lagi deket sama hp nya, apa lagi sholat ya?.


"Biarlah nanti guwe jemput dia aja, buat ngajak dia pulang bareng lagi." Ucap Prama yang sudah meninggalkan singgahsananya dan menuju ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat dzuhur.


.


.


.


.


**Bersambung-----

__ADS_1


Jangan lupa Like, komen dan Vote nya ya mentemen...


Sukses dan berkah selalu buat kalian semua**.


__ADS_2