
Malam hari, Kia yang masih sibuk mengecek baju tidur yang dipikirnya sudah di masukan ke dalam tas. Ia mencari keberadaan baju tidur tersebut namun, tak juga ia temukan. Hingga baru dia ingat ternyata baju tidur tersebut masih tertinggal di atas tempat tidur.
"Yaa Allah, masa ia masih muda aku udah lupaan gini!" Ucapnya bicara sendiri ketila mengubek-ubek isi tasnya.
Kahfi yang baru ke luar habis berwudhu pun melihat istrinya yang bicara sendiri pada benda tersebut langsung menghampiri sang istri yang seperti orang kebingungan.
" Ada apa, sayang?"
"Deak, lupa masukin baju tidur! Masa iya de pake gamis tidurnya kan gak lucu jadinya?" ucap Kia mengerucutkan bibir.
" Ya sudah kita cari di luar dulu siapa tau ada toko baju yang masih buka?" ucap Kahfi memberi saran.
"Ini sudah malam, mas. Mana ada toko yang masih buka jam 11'an gini?" dalih Kia yang kini mendudukan bobot tubuhnya dekat dengan Kahfi yang ada di tepian tempat tidur.
"Ya sudah de pake kaos mas aja dulu, besok pagi kita cari toko baju, ya!"
" Tapi besok mas pake baju apa kalau baju mas de yang pakai? "
" Kan besok kita akan cari baju, sayang!"
Ucap Kahfi yang langsung meraih sajadah.
"Deak ikut sholat sekalian ya mas, tunggu dek!".
Setelah Kia selesai mengganti baju dan berwudhu. Kia dan Kahfi pun melaksanakan sholat dua rakat ilanjut dengam sholat sunnah yang membuat Kia pun bertanya-tanya pada hatinya walau ia tau malam apapun sesuatu itu akan ia lalui.
Selesai mereka melaksanakan sholat. Sura ketukan pintu pun terdengar. Kahfi yang tau siapa yang datang langsung membukakan pintu. Ia raih paper bag dari salah satu pelayan dan memberikn beberapa lembar uang ratusan ribu.
"Apa itu mas?"tanya Kia sambil merapihkan mukena yang ia letakan tak jauh dari meja rias.
"Ini buka saja sama, dek! Nanti sayangku akan tau isinya dan semoga suka. Janga lupa dipakai ya malam ini!" ucap Kahfi sambil meraih segelas air mineral setelah memberikan paper bag kepada Kia.
"Masss... Apa ini gak salah?" tanya Kia setelah melihat isi dari paper bag yang berisi baju tidur yang menuritnya itu cocok untuk anak usia 10 tahun.
"Niat banget deh ini orang sampe sempet-sempet mesen baju kaya gini!" huh... Apa jadinya aku pake baju seksi kaya gini!" batin Kia
"Gimana sayang, suka gak? Pake dong kan tadi udah sholat sunnah sekarang tinggal hadiahnya, apa perlu mas yang pakein, hem?"
__ADS_1
"Tapi mas, ini sangat memaulukan. Masa dek pake baju selerti ini!" ucapnya sambil mengerucutkan bibir namun kakinya sambil melangkah ke dalam kamar mandi.
"Ganti di sini aja, sayang! Ngapain malu sama suami sendiri, hem? "
Brukkk
Suara bantingan pintu kamar mandi karena Kia merasa malu selalu digoda oleh Kahfi.
Beberapa menit Kia di dalam kamar mandi perlahan ia membuka pintunya dengan kedua tangan menutupi bagian bawah dan dadanya ditutup handuk kecil. Kahfi yang melihat tingkah lucu istri kecilnya hanya terkekeh kecil.
"Kok ditutupin gitu, bibirnya biasa aja gak usah digigit gitu tar berdarah gimana? Ledek Kahfi sambil mendekat pada Kia.
"Yaa ampun, bisa-bisanya dia terus menggodku kalau bukan karena mendapat ridho Allah aku gak mau ngelakuin ini. Malu-maluin ini! Kia... Kia... Mimpi apa semalam!" gumamnya dalam hati.
Perlahan Kahfi menggandeng tagan Kia hingga sampai tepian tempat tidur. Kia yang diam tanpa suara hanya mengiuti apa yamg diperintahkan Kahfi sehingga seperti orangnya yang terkena hipnotis karen matanya selau memandang tatapan Kahfi yang penuh makna. Hingga dirinya tak sadar handuk yang tadi menutup bagian dadanya sudah dilepaskan oleh Kahfi. Perlahan Kahfi menyandarkan Kia ke tempat tidur dan meletakan telapak tanganya di atas ubun-ubun Kia seraya membaca do'a.
Selesai membaca do'a Kahfi mendekatkan bibirnya ketelinga Kia. Seraya berkata "boleh mas melakukannya malam ini!" dengan anggukan kepala Kia menjawab tanda menyetujui.
Kahfi mulai membaringkan tubuh Kia ke tempat tidur dengan posisi senyaman mungkin untuk Kia. Lalau mencoba mencium ubun-ubun, lalu turun ke kening, kedua pipi dan langsung meluncur kebagian bibir ranum Kia yang tercium wangi stowberi dari mulutnya. Hati Kia semakin tak karuan ketika Kahfi sudah menjulurkan lidahnya ke dalam rongga-ronga mulut Kia dan sesekali me lu mat bibir Kia dengan lembut.
Setelah keduanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Kahfi, Kia hanya diam dan mulai memejamkan matanya ketika Kahfi mejelajahi dua gundukan bukit miliknya dan menahan rasa panas pada bagian perut dan daerah bawahnya hingga ia menggigit bibirnya. Kahfi yang melihat expresi dari wajah sang istri hanya tersenyum kecil lalu membuka semua yang menempel pada tubuhnya dan tubuh Kia dan menutupnya dengan selimut.
🌻🌻🌻
Jam menunjukan pukul 4 pagi. Kahfi sudah selesi melaksanakan qiamul lailnya tidak dengan Kia yang masih tertidur pulas akibat pertarungan yang menghabiskan 2 ronde permainan hingga membuatnya lelah dan mengatuk. Kahfi yang melihat istrinya masih tertidur membuatnya tak tega untuk membangunkan. Perlahan ia mendekati Kia yang masih rapat dengan selimutnya, ia selipkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri dan berbisik lembut di telina Kia.
"Terima kasih ya sayangku, maaf bila mas sudah membuatmu kelelahan!" ucap Kahfi diikuti geliatan dari tubuh Kia yang masih menggunakan baju tidur semalam hingga membuat Kahfi tersenyum kecil.
Sesekali Kia mulai membuka matanya menyesuaikan sinar lampu yang sudah menyala dengan terang. "Masss!" sadarnya ketika melihat Kahfi dengan wajah yang begitu dekat dengannya.
"Kenapa, sayang?" ucap Kahfi sambil mengelus lembut pipi Kia yang merona.
"Kenapa gak bangunin de?" dengan sedikit berusaha untuk duduk Kia mencoba menahan sakit di daerah sensitifnya.
"Awww...! Teriak Kia ketika hendak menarik kedua kakinya.
"Kenapa sayang, masih terasa sakit ya? Maafin mas ya, sayang!" sedikit membantu Kia untuk duduk di tepian tempat tidur Kahfi sedikit merasa kawatir.
__ADS_1
"Sakit dan perih rasanya!"
"Mas gendong aja ya ke kamar mandinya! Biar de gak terlalu kesakitan."
"Gak usah, insyaAllah de bisa kok jalan pelan-pelan!" tolak Kia lembut namun, baru juga ia mencoba berdiri namun rasa sakit itu tak bisa ditahan lagi. Sehingga Kahfi tanpa aba-aba langsung menggendongnya ke kamar mandi.
"Masss!" teriak Kia ingin mencoba menolak.
"Inikan hasil perbuatan mas juga jadi mas harus bertanggung jawab, mas gak akan tega liat de jalan kesamitan." mandi junub yang bersih ya sayang mas udah siapin air hangat untuk de mandi yang sudah mas kasih minyak zaitun buat mengurangi rasa perih dan sakitnya ya, sayang." Perintah Kahfi ketika mereka sudah sampai ke dalam kamar mandi.
"Terima kasih ya, sayang." ucap Kia sambil tersenyum malu.
"Mau mas bantu bersih-bersihnya gak! Dengan senang hati mas rela kok." goda Kahfi melihat senyum manis Kia.
"Gak usah, yang ada mas bukan bantuin de tapi bikin de lama di kamar mandi dan ritual semalam gak ada habisnya." Dorong Kia pada tubuh Kahfi agar menjauh dari kamar madi.
"Asik tau sayang, kan termasuk sunna kalau kita mandi berduaan, boleh ya?" goda Kahfi sambil mengetuk pintu kamar manggoda istrinya.
"Itu urusan nanti!" teriak Kia sambil memutar air keran untuk berwudhu sebelum mandi hadats.
"Bener ya, mas tagih janji de sampai kapanpun pokoknya. Teriak Kahfi sambil menyiapkan baju ganti untuk Kia gunakan. Dan kebetulan yang terisa hanya kos Kahfi yang ada di dalam lemari.
.
.
.
.
Bersambung.----
🌻🌻🌻
Mohon maaf kalau author banyak bikin kecewa karena gak up2 beberapa pekan terakhir ini. Satu dan lain hal karena bawaan dede bayi dalam perut jadi suka banyak yang dirasakan author jadi mohon maaf ya semuanya.
Dan mohon maaf kalau masalah urusan iya-iyaan author kurang meengkapi ceritanya karena author agak canggung dalam menulis hal demikian jadi harap maklum bila ada yang gak puas dengan episode kali ini.
__ADS_1
Mohon doanya semoga author bisa up tiap hari. Maaf atas segala kekuranganku untuk kalian semuanya. Sehat2 semua i miss u all