
Brak... brak... sura bantingan bukupun terdengar di dalam kamar sang pemilik nama Rahma.
"Yaa ampunnnn!!.... kenapa aku bisa lupa gini sih, kemana lagi itu kamus??, perasaan kemarin aku taro di deket sini dech!!. Ucapnya uring-uringan." Kalau gitu aku pinjem kamus kakak aja dech kan lumayan bisa ngehemat waktu aku!, dari pada nyari-nyariin kamus aku yang gak tau rimbanya dimana, hehe. Batin Rahma yang kini susah menuju kamar kakaknya.
" Kak... Kakak... aku pinjem kamusnya sebentar ya?? teriak Rahma."
"Yaa...!! Ambil aja ada di meja kakak kok, tapi inget jangan dibikin ilang balikin ketempat asalanya!. Sahut Kia yang masih di dalam kamar mandi."
"Siapp bosss...!!! aku pasti balikin kok. Aku bawa dulu ya sekalian Rahma pamit berangkat sekolah!!."
"Yaa hati-hati jangan lupa baca do'a, jawab Kia yang baru selesai mandi."
****
"Maaf ya tante kalau Kia gak bisa lanjutin kerja di butik tante!.
" Gak jadi masalah Kia, tante ngerti kok pasti kamu mau cari pengalaman dan suasana baru di tempat lain." Ucap bu Renata yang telah duduk di ruang tunggu pribadinya."
"Kamu pasti belum bisa ngelupain kejadian-kejadian masalalu kamu ya, Kia?. Ucap Mesi yang mulai mendekati sahabat yang duduk disampingnya."
"Sedikit banyaknya mungkin seperti itu, mba. Tapi aku sebelumnya memang sudah dapat tawaran juga dari temen sekolahku dulu."Aku ingin ngilangin kenangan sama kak Rendy, dan apa lagi sekarang istrinya Rendy tau kalau aku kerja disini."
"Emangnya istrinya Rendy udah ngejahatin kamu?." tanya Mesi penasaran."
"Ya waktu itu kebetulan mamah lagi ada di sini, tiba-tiba istrinya Rendy dateng bikin pengunjung heboh ngeliat dia dengan gaya sok kayanya. "Kamu tau gak Mei?, dia tuh lebay-lebay gitu sama Rendy di depan Kia, dan nyuruh Kia seenaknya ambil ini ambil itu, ehhh gak taunya, cuma ambil beberapa barang dari sekian banyak barang yang dia pilih-pilih. "Dan yang biki mamah kesel dia sindir-sindir Kia mau rebut Rendy dari dia, kan makin kelewatan tu cewe, Jelas bu Renata menceritakan kejadian bebrapa bulan yang lalu."
"Kenapa mamah gak usir aja dia dari isini?"
Ya mamah gak enaklah sama pengunjung yang lain, Mei. Gimana juga kan dia konsumen mamah.
"Kamu tuh kalau dikerjain sama orang jangan diem aja dong Kia!, tunjuk sama si cewek itu kalau kamu itu gak lemah". Ucap Mesi.
"Bukan gitu mba!, aku gak mau bikin keributan di butik ini, karena aku jaga nama baik butik tante Renata kan." Ucapnya tertunduk.
__ADS_1
"Yang kejadian lebih parah, waktu seminggu yang lalu dia dateng dengan perut gendutnya, mau ngerjain Kia pake cara liciknya. Pura-pura mau kejatohan patung pajangan yang ada di ujung sana, Alhamdulillah patung itu gak menimpa Kia, karena ada laki-laki yang sering dateng kesini buat nolongin Kia, sapa dech pelanggan kita itu Kia?.
" Kak Prama, tante!."
Owhh ya Prama, Dia dah baik banget nolongin Kia dan belain Kia di depan Rendy, karena cewek ratu drama itu ngadu yang gak-gak sama si Rendy.
"Udah ya tante jangan bahas itu lagi!, Kia gak mau ngebahasi orang itu lagi, pinta Kia dengan lembut."
"Mamah sih bahas-bahas Rendy lagi!, kan kasian Kia nya jadi sedih lagi?. Ucap Mesi yang sudah mengelus lembut punggung tangan Kia yang kini ada di paha sebelah kirinya."
"Maafin tante ya Kia, bukan maksud tante buat kamu sedih lagi.
"Ya, tak apa tante." Kia mau beresin sisa laporan sama rapihin barang-barang di bawah jadi pas Kia dah gak kerja disini semua laporan udah selesai Kia kerjakan, Pamit Kia pada Renata dan Mesi.
****
"Kia... kebetulan ada kamu, kakak mau minta tolong pilihin baju yang cocok buat tantenya kakak dong, usianya kurang lebih 45 tahun. Besok tante kakak mau ulang tahun jadi tolong kamu cariin baju dan tas yang cocok buat tante!. Pinta Prama dengan senyum indahnya.
"Baiklah, ikut Kia ya kak!, biar kakak bisa ikut badingin pilihan kia, karena kakak kan lebih tau selera tantenya"
"Gimana sama dres dan tas ini, cocok gak?"
"Eeemmm!,... cocok sih, tapi modelnya bisa cari yang lain lagi gak? yang lenganya agak tertutup sedikit, saran Prama."
"Kalau gitu yang ini, tujuk Kia yang sudah memberikan dres warna hitam dengan manik-manik sloroski pada bagian pinggangnya dan tas dengan warna senada.
Sipp... kakak cocok sama yang ini, semoga tante Meta suka.
"Kak...!
Ya kenapa Kia?
"Hari ini terakhir aku kerja disini!, jadi besok-besok kak Pram bisa minta tolong sama Dina ya."
__ADS_1
"Loh, memangnya kenapa kok berhenti!!, bukanya yang punya butik ini mamahnya sahabat kamu ya?"
"Aku udah dapet kerjaan baru kak, dan aku juga udah izin kok sama tante Renata dari minggu-minggu yang lalu."
Jangan-jangan kamu takut ya sama apa yang udah terjadi kemarin-kemarin. Waktu kamu dikerjain sama istrinya mantan kamu itu? selidik Prama.
"Gak juga, aku cuma mau cari suasana baru aja, jawab Kia bohong."
Ya sudah kalau semua itu baik buat kamu, tapi kamu nanti jangan kangen ya sama aku karena jarang ketemu lagi sama aku, goda Prama pada Kia agar Kia tak murung.
"Ada juga kakak kali yang kangen sama aku?, kan kakak yang sering bolak balik kesini. Canda Kia yang tersenyum tipis."
"Ya sudah ini kartu namaku!, kamu bisa dateng ke kantor aku kalau kamu mau kerja disana!, dan jangan lupa save nomerku ya, dah bebrapa tahun saling kenal tapi nomer handphone pun kita gak saling punya, ucap Prama yang memberikan kartu namanya.
" Inshyaa Allah, maksih untuk semuanya, karena kakak suka nolongin aku."
"Nolongin itu kewajiban Kia, siapapun yang waktu itu ada di pisisi kakak, pasti bakalan nolongin kamu."
"Yaa ampun...!! kenapa aku harus ngomong kaya gitu sih, Kia... Kia... Ahhh... se'engaknya aku udah berterima kasih sama kak Prama. batin Kia."
Thanks ya udah bantuin pilihin kado buat tanteku, jangan lupa kartu namaku di simpen jangan di liatin aja!". Ucap Prama yang sudah menuju meja kasir.
.
.
.
.
---- Bersambung----
Tuhkan Kianya sedih lagi, kalian sihh votenya kurang banyak...
__ADS_1
Jangan lupa ya LIKE, sama komen disetiap episodenya.
Biar jari-jari author lincah lagi dalam mengetik...