
Matahari sudah mulai menampakan keindahan warnanya, langit biru menambah kesempurnaan ciptaan sang pemilik bumi.
Langkah hentakan seorang gadis diiringi dengan kicauan burung. Langkah demi langkah ia susuri jalan yang terlihat padat hari ini, menjadikannya agak sedikit lelah untuk tiba di tempatnya bekerja.
"Yaa Allah...!, Kia kamu sampe keringetan gitu, abis lari maraton, bu?, Sapa Ulan yang sudah menunggu di depan butik tempat Kia bekerja."
"Ya nih!, tadi ada mobil truk yang terbalik di pertigaan depan, terpaksa dech aku jalan kaki biar sampe sini!?, abis angkutan gak bisa gerak sama sekali."
"Hos... hos suara buangan nafas Kia yang kelelahan, tiba di hadapan sahabatnya."
Nih minum dulu!, sodoran gelas berisi air mineral yang sudah ada di depan mata Kia, pemberian dari Ulan.
"Glek... glek, Kia meminumnya hingga tandas. "Makasih ya, Lan!". Emang kamu sahabat yang paling pengertian sama aku, puji Kia.
"Sama-Sama, Ulan yang memainkan kedipan mata kepada Nakia sambil ber dehem. Ehem...ehem... jangan lupa ya sama janji kamu semalem sama aku?.
"Ya bawellll..., gak liat apa aku baru sampe gini!, he.
"Ya udah, pokoknya jam istirahat aku langsung ke sini ya?, sekarang aku mau masuk dulu ngerjain laporan soalnya bosqu mau dateng hari ini.
" Amplop putih itu cuma berisi permintaan maaf sama dia minta balikin cincin tunangan yang pernah dia kasih, ucap Kia yang nafasnya sudah beraturan."
Langkah kaki Ulan terhenti oleh perkataan temanya.
"Apaaa...!! minta balikin cincin tunanga**...?". Ucap Ulan yang kata-katanya terhenti karena bekapan tangan Kia.
" Pelan pelan ngomongnya Ulan, mau bikin heboh orang depan?.
"Maaf... Maaf... aku replek denger kamu ngomong kaya gitu!", abis gak nyangka banget orang kaya minta balikin cicin tunangan buka direlain aka gitu, cerocos Ulan.
" Udah jangan bahas itu lagi!", kasian tuh file-file minta di sapa, udah masuk tar kena omel lagi sama bos, ucap Kia dengan mendorong tubuh Ulan untuk masuk ke kantornya.
"Ya... ya...!! Met ketemu di jam istirahat ya!. Ucap Ulan sambil mbawa gelas menuju masuk tempat kerjanya persis di samping butik tempat Kia.
"Okeee!", met berpusing-pusing ria ya, Lan. Senyum Kia menggoda.
***
Assalamu'alaykum... Ucap Kia ketika masuk ke dalam butik tersebut, walau disana tidak ada siapa-siapa, tapi itu sudah menjadi kebiasaan Kia ketika memasuk kesebuah ruangan.
Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 27. Yakni : "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.
****
Jam sudah menujukan pukul setengan 12, Kia masih berkutat dengan tumpukan nota yang harus ia rekap ke dalam komputer. Dan, kegiatanya terhenti ketika seseorang mengucapkan salam.
"Assalamu'alaykum...!" Maaf kalau kedatanganku mengganggu aktifitas kakak?, ucap seseorang yang kini sudah mendekat dengan tempat duduk Kia.
__ADS_1
"Wa 'alaykum salam"... Duduk dek !! gak ganggu kok, bentar lagi emang sudah waktunya jam istirahat, kakak.
Sebentar ya kakak rapihkan berkas-berkas ini dulu, biar gak berceceran!. tukas Kia.
" Mba Kia, aku duluan istirahat ya. Ucap Dina salah satu kariyawan butik tersebut.
Ya... silahkan, Din!!
Dengan menunjukan sebuah kotak sedang Kia menyodorkannya kepada gadis yang ada di depannya. "Oh ya, kamu mau ambil barang-barang ini kan?, maaf ya kalau kakak merepotkanmu untuk datang kesini!.
"Gak kok kak, aku malah seneng bisa ketemu kakak lagi. "Maafin atas perbuatan kak Rendy ya kak?, pasti kakak sedih banget dengan semua ini?.
"Gak apa-apa Tasya!, mungkin ini sudah jalan taqdir yang harus kakak jalani, dan kak Rendy belum Allah Ridhoi untuk jadi pendamping hidup kakak!. Senyumnya tipis.
Makasih ya kak atas pengertiannya!, semoga kakak selalu mendapatkan kebahagiaan dan mendapatkan jodoh yang terbaik. Balas Tasya.
"Aamiin... Aamiin Yaa Mujibb. Kamu keseni dianter siapa?
"Gk kok kak, aku bawa motor sendiri. Kebetulan di sekolah lagi gak banyak pelajaran jadi aku bisa pulang cepet dech. Kak aku pamit pulang ya?. Maaf dan makasih buat kebaikan kakak selama ini.
Sambil meraih kotak bingkisan Tasya beranjak untuk pulang.
" Sama-sama Tasya, semoga kita bisa jumpa lagi ya, peluk Kia yang sedikit sedih."
****
Ketika Kia hendak beranjak ke meja yang ia tinggalkan tadi, terdengar langkah kaki seseorang dan dari bau parpumnya Kia sudah mengetahui.
" Oh... Ya, aku lagi cari model batik untuk acara pertuanangan?."
"Silahkan pilih, model-modelnya banyak kok di deretan sini!. Kia yang menunjukan letak baju itu berada. Wahhh... Diem.. diem kak Prama mau lamaran aja nih?.
"Bukan,... Bukan buat aku kok!", sahabat aku ada yang kebingungan buat nyarinya karena dia masih sibuk di luar kota, jadi dia suruh aku buat cari. Ucap Prama meyakinkan.
"Ohhh... gitu?", emang kakak tau ukuran size temen kakak itu?.
Hampir sama dengan aku kok.
"Coba yang ini, sama yang ini.! Saran Kia.
"Hemmm... oke sih!, aku juga suka. Tapi sebentar aku fotoin bajunya biar dia yang pilih, takutnya pilihan aku gak cocok sama seleranya.
Baiklah, kalu gitu Kia tinggal sebentar ya kak, Kakak lanjutin pilih-pilihnya. Ucap Kia sambil berlalu ke meja asalnya.
Beberapa menit kemudian, Prama sudah mendapatkan baju yang diminta sahabatnya itu.
"Kia, tolong ya kamu kemas yang ini!. temenku pilih yang ini katanya, dia gak terlalu suka sama batik yang lenganya panjang.
__ADS_1
Dengan gaya ala polwannya Kia meraih baju yang ada ditangan Prama. Siappp!!, kakak tunggu sebentar ya!.
"Ooh ya seminggu yang lalu aku nemuin ini di toilet, apa jam ini punya kakak?.
"Hemm... ya benar!!, ini punya aku". Aku sempet nyari-nyari waktu kemarin-kemarin, tapi aku lupa meletakannya dimana?, ternyata aku meninggalkannya disini!. Selidik Prama sambil memperhatikan jam yang kini sudah ada di tangannya. Makasi ya Kia!!. Jam ini pemberian almarumah mamahku. Ucap Prama sedih.
Ini kak bajunya sudah rapih!. Pasti itu benda berharga buat kakak? Semoga Almarhumah mamah kakak di tempatkan di JannahNya. Aamiin
" Aamiin. Jam tangan ini mamah berikan ketika kakak lulus sidang. Waktu itu mamah sudah ada di rumah sakit. Kenang Prama sedih.
Jadi berapa semuanya, Kia?
Cuma 350 ribu aja kak, ucapnya.
"Makasih ya!!, udah batuin kakak nyariin bajunya. Oh ya, tadi kakak habis mampir dari lestoran. Tunggu sebentar ya, kakak ambil makananya dulu.
" Baik. ucap Kia menurut."
Dengan memberikan sebuah kotak beriisi makanan Prama berkata."Nih, semoga kamu suka!, jangan lupa kasih temen sebelah kamu ya!.
Makasih ya kak!, tau aja kalau aku belum makan siang?. Tersirat senyum manis di bibir Kia.
"Sama-sama, kakak tau kok dari muka kamu udah keliatan muka lapernya, ledek Prama.
Terimakasih buat semuanya. Ucap Prama yang kini sudah keluar.
*Assalamu'alaykum...
"Wa'alaykum salam... sama-sama. Ucap Kia pelan."
.
.
.
.
---- **Bersambung----
Hayooo pasti udah nerka-nerka kalau Prama itu bakalan suka sama Kia kan??
ngaku deh...
Tapi nasib merka ada ditangan autor hehehe...
JAGANGAN LUPA sama Like, Komen, Vote sama Koinnya ya.
__ADS_1
Biar aku tambah semangat dan Kianya menemukan kebahagiaan.
Thanks para Readersku**...