
Tok… tok… tok
Assalamu’alaykum…
Wa ‘alaykum salam, Masuk aja Kia… Bagaimana sudah selesai berkas yang
kemarin saya minta?. Tanya pak Handoko yang sudah menunggu kedatangan Kia.
Ini Pak, bisa bapak lihat dulu!, takut ada kesalahan dan sebagian dokumen untuk meeting besok sudah saya serahkan kepada mba Sasa. Ucap Kia yang masih menunggu komentar dari pak Handoko mengenai berkas yang baru Kia serahkan.
“Sudah bagus…!, kerja kamu selalu memuaskan dan dokumen yang kemarin Sasa kasih ke saya sudah tidak ada masalah. Kamu sudah siap kan? bila besok harus prsentasi di hadapan bu Meta?, kalu kamu bias meyakinkan bu Meta maka kinerja kerja kamu akan dihargai oleh beliau, jadi jangan buat bu Meta kecewa ya!. Ucap pak Handoko yang sudah berdiri untuk pulang.
“Inshaa Allah, saya sudah mempelajari semua dan siap untuk meeting besok!, Ucapnya Kia dengan penuh keyakinan.
“Ya sudah kamu boleh, pulang!.”
“Baik, pak, terimakash.” Saya permisi!.”
”Ya silahkan…!”
----
Seseorang sudah menunggu sudah menunggu sang pemilik meja. Matanya berbinar ketika melihat orang yang ditunggu sudah menunjukan batang hidungnya.
“Yukkk… kita pulang sekarang? Ucapnya tanpa menunggu orang yang di ajak bicara menatap wajahnya.
“Pulang…??. Emang aku sudah janjian sama kakak, kalau mau pulang bareng? Perasaan aku gak bilang dech, Ucap Kia sambil membereskan mejanya dan memasukan benda-benda yang harus ia masukan ke dalam tas dan ke dalam lacinya.
“Ooohhh… Jadi gitu nih?, gak mau bareng aku lagi?. Padahal tadi ayah kamu udah titip pesen biar kamu pulangnya bareng aku!, karena takut kamu ke hujanan lagi. Ucap Prama yang sudah berdiri sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku
celana.
“Emang ayah aku bilang gitu, kok aku gak denger ya?, ucapnya yang berlalu pergi dari hadapan Prama.
“Kia tunggu...!!. Aku beneran gak bohong!, coba aja kalau gak percaya telpon ayah kamu?." Ucap Prama setengah berlari mengejar Nakia yang sudah jauh meninggalkannya.
Mendengar perkataan itu Kia langsung menelpon ayahnya dan menanyakan apakah benar apa yang dikatakan Prama. Sambil berjalan Kia menelpon ayahnya, dan benar saja apa yang dikatakan Prama bahwa ayahnya telah berpesan untuk Prama pulang bersama Kia. Bukan tidak dengan alasan, pak
Hasbi mempercayai putrinya kepada Prama, sebenarnya yang kemarin Pak Hasbi temui
itu adalah pak Prayoga yang berniat membeli perkebunan di wilayah perkampungan tempat dimana pak Hasbi tinggal. Dari cerita pak Prayoga, pak Hasbi mengetahui seperti
apa sosok Prama. Dan pak Prayoga pun berharap Prama dan Kia dapat bersatu di pelaminan. Banyak hal yang mereka bicarakan mengenai putra putrinya. Pak Prayoga tidak mempermasalahkan miskin atau kayanya seseorang, baginya keserhanaan sudah mencerminkan sikap dan kepribadian orang tersebut.
__ADS_1
“Gimana?, benerkan aku gak bohong?, ucap Prama yang menyenggol bahu Kia untuk mendapatkan jawaban kebenarannya.
“Ya… maaf aku meragukannya!.
“Ya sudah hayuuukkk...!!". Jalannya jangan kaya ciput!". Ucap Prama sambil meraih tangan Kia dengan rasa gembira seperti layaknya orangtua mengajak anaknya agar tidak lepas dari gengaman tangan. Kia yang pasrah akan perlakuan Prama hanya menatapnya aneh pada sikap Prama. Baginya ini adalah sebuah kesalahan karena ia ingat dengan ancaman yang di katakan Mawar dan Kinanti tadi pagi. Namun diisi lain ia pun menepis perasaanitu. Walau bagaimana pun ia berhak dekat dengan siapa saja, toh dia telah lama mengenal Prama dari sebelum ia kerja di sini, pikirnya.
----
Di tengah perjalanan Kia bertemu dengan Tari yang sedang menunggu kedatangan sang kakak yang akan menjemputnya.
“Nungguin siapa, Tari?, ucap Kia yang membuat sang pemilik nama menoleh kepadanya.
“Ehhh… kamu baru mau pulang Kia?, aku pikir kamu udah pulang tadi soalnya aku gak liat kamu di meja kerja. Dengan sediki anggukan Tari melihat orang yang ada di samping Kia.
“Tadi aku keruangan pak Handoko untuk menyerahkan berkas untuk meeting besok di kantor utama!"
“Wahhh… berarti besok kamu mulai persentasi dong di meeting tersebut, ucap Tari yang ikut bahagia.
Ketika mereka asik berbincang-bincang sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka, dan ternyata itu adalah kakaknya Tari, yang sudah membuka kaca jendela hanya sekedar
senyum dengan Kia dan Prama.
“Aku duluan ya , Kia? Sampai bertemu besok!. Assalamu’alaykum, ucap Tari yang sudah masuk kedalam mobil. Bunyi kelakson pun di tekan mengisyaratkan sang pemilik mobil berpamitan.
Jadi kamu besok akan ikut meeting di kator utama?, kok gak bilang sama aku?. Ucap Prama yang sudah memutarkan kendaraanya untuk menuju jalan raya.
"Hemm... emang harus ya??"
Kan aku bukan adik, atau siapa-siapa kakak?, masa harus selalu bilang dengan apa yang akan aku lakukan?. Ucap Kia yang dengan sengaja mengedarkan pandangan kepada sang lawan bicara yang ada di samping kanannya.
" Ya..., ya... akuuuu... kan juga atasan kamu?, jadi aku juga harus tau apa yang akan dilakukan bawahaanku!." Ucap Prama gugup menjawab pertanyaan dari Kia, yang bersyukur ia bisa mengelak dari itu semua.
Hemmm... untung guwe bisa ngeles sama pertanyaan dia, kalau gak mati kutu guwe. Batin Prama.
"Kamu mau langsung pulang apa mau kesuatu tempat?. Ucap Prama yang melihat orang di sebelah yang asik dengan ponselnya.
"Gak... !"
Jawabnya singkat sambil membalas chat dari salah satu sahabat sekolahnya dan sesekali ia tersenyum sendiri dengan benda pipihnya. Yang membuat Prama bertanya-tanya dengan tingkah laku Kia.
"Awas jangan senyum-senyum sendiri tar masuk RSJ lagi. Lirik Prama yang menyindir orang disebelahnya.
Namun Kia tidak menghiraukan ucapan Prama, ia malah asik dengan membalas chat yang membuatnya melupakan keberadaan seseorang yang telah kesal ucapanya tak di hiraukan. Dengan ide jaiknya Prama memberhentikan mobilnya di tepi jalan dengan hentakan pedal mobil yang cukup keras, mengakibatkan mobil berguncang agak keras dan seseorang telah terbentur ke depan karena kaget serta terlepaslah benda pipih itu dari tangannya.
__ADS_1
Buggg...
" Awww... teriaknya, seketika ia pun mengusap lembut kening yang terasa sakit." wajahnya berubah, sedikit mengelembungkan kedua pipinya dan membuang nafasnya kasar. Sedangkan Prama merasa tak enak hati atas apa yang ia perbuat sehingga mengakibatkan kening Kia sedikit memerah.
"Maaf ya tadi ada motor, yang tau-taunya ada di hadapan mobil ku. jadi aku ngerem mendadak dech. Maaf ya Kia, coba aku liat kening kamu?.
Seketika sorot mata Kia melihat tajam ke arah Prama yang kini sudah mendekatkan tangannya ke arah keningnya, Kia melihat jelas wajah tampan Prama. ukiran hidung yang mancung, halis yang tebal, sedikit jenggot yang ada di dagunya, bibir berwarna pink menadakan orang yang ada di hadapanya tidak pernah merokok, bola mata berwarna coklat menambah ketampanan mahluk bumi yang Allah ciptakan dengan sempurna.
Bukan halnya dengan Kia, Pramapun menatap indah sang pemilik mata bulat, dengan bulu mata yang lentik, hidung kecil yang sedikit mancung, dan pipi yang merona pink. Membuat mereka berdua menikmati pemandangan yang ada di hadapan masing-masing. Pemandangan itu tidak berlangsung lama, karena seseorang sudah mengetuk kaca mobil dari luar...
Tok... tok... tok...
Lamunan mereka seketika buyar karena terdengar seseorang telah mengetuk jendela mobil.
"Woy..!!. sore... sore jangan mesum gitu inget ini di jalan!, teriaknya sambil menahan tawa ketika melihat peristiwa yang ada di dalam mobil.
"Prama yang hafal dengan suara itu langsung menekan tombol yang ada sisi pojok kanannya seketika jendela kacapun terbuka.
" Apa sih loe, teriak-teriak gitu, gak enak di denger orang, guwe sama Kia gak ngapa-ngapain kok. Ucap Prama kesal.
Lain hanya dengan Kia yang masih menetralkan degupan irama jantungnya yang berpacu begitu cepat.
Hanya diam tanpa suara dan tertunduk malu oleh perkataan Brayen dan mencoba meraih ponselnya yang terjatuh akibat kejadian tadi
"Apa guwe bilang kan si curut ini suka sama elo, udah mending kalian langsung ke KUA dari pada tar disamperin satpol PP. Ucap Brayen yang menggoda Kia yang hanya terdiam."
"Apa sih loe bebek mercon?!!..., udah sono terusin perjalanan elo. Mentang-mentang motor baru di pake terus loe ya. Ucap Prama yang mulai menutup kaca mobilnya. Dan melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
.
**Bersambung-----
Jangan lupa ya LIKE, KOMEN dan VOTE nya buat author... biar aku tambah semangat melanjutkan novel ini.
Dan mohon do'anya ya semoga karya pertamaku ini bisa diterima kontraknyaa oleh noveltoon dan mangatoon. Aamiin
Salam keberkahan untuk kalian semua**.
__ADS_1