Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
20. Dukungan


__ADS_3

Maaf ya di episode ini Author mau kasih tau cara buat kalian yang belum tau cara mendapatkan poin...


caranya:


Kalian tinggal cari di bagian Beranda, tampilan depan, cari Poinku pada pojok kanan. Klik nah nanti akan muncul seperti inin



Kalian Klik pada sederet tulisan berwarna biru, ada kalkulasi waktu kalian selesai membaca dari Pilihan 10-30 menit dan tertera berapa poin yang akan kalian peroleh.


Kedua gimana sih cara buat tinggalkan jejak komen, inget ya komen pada setiap episodenya... kalian scroll sampai penghabisan episode maka kolam untuk komentar akan terlihat seperti ini:



Dan jangan lupa juga tinggalkan jejak Likenya dan tambahkan juga novel "Diakah Jodoh Pilihan Allah" di rak buku kalian ya dan tambahkan juga sebagai novel pavorit kalian agar kalian gak ketinggalan update'an setiap episodenya:



Lalu bagaimana cara buat dukung author buat naik rank... Gampang kok... kalian tinggal vote di bagian depan novel.


Misal ketika kalian selesai membaca dan sudah meninggalkan jejak LIKE, dan KOMENTAR. Kalian tinggal klik kembali, nanti akan muncul kan halaman diamana nampak gambar awal dari novel "Diakah Jodoh Pilihan Allah"


Disitu akan tertera tulisan Vote pada bagian prolog dari author seperti ini nih:


Adakan



Ngertikan? Nanti ketika kalian klik bagian kolem tersebut makan akan muncul kolam pilihan poin yang akan kalian berikan kepada author, dari pilihan 10, 100 sampai 1.000 poin.


Kaya gini nih:




Semoga Keberkahan untuk kalian yang udah mampir di karya pertamaku ini, terimakasih untuk like, komen dan vote yang udah kalian berikan kepada author.... "Kebaikan kalian semua kalian Inshaa Allah akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang akan kalian terima, berkah dan sehat selalu untuk para pembaca novel pertamaku ini " Diakah Jodoh Pilihan Allah". author lanjut ya dengan cerita sebelumnya... Terimakasih untuk kalian love...love...


----------------------------*******------------------------------


Perbincangan hangat antara anak dan orangtuanya, terlihat sangat harmonis dan penuh kasih sayang.


Bagaimana tidak semenjak kepergian mendiang istrinya. kini pria paruh baya tersebut sangat memperhatikan kedua putranya dalam segala hal, seperti perbincangan pagi ini. Pria paruh baya tersebut selalu menanyakan perihal kedekatan putranya dengan wanita. Ia tak ingin putranya salah pilih prihal jodoh. Karena baginya wanita yang baik itu tidak perlu kaya, karna kesederhanaan kadang tercermin bagaimana sikap seseorang.


"Prama, papah dengar sekarang-sekarang ini kamu sering banget ke kantor cabang? Apa selalu ada pekerjaan di sana!, apa ada wanita yang kamu dekati?.selidik Pak Prayoga.


Dengan sedikit kaget akan kata-kata dari papahnya, Prama yang sedang menikmati nasi goreng pun tersesak.


Uhukk... uhuk...


Kalau makan jangan terburu-buru, Prama!!.. Ucap Pak Prayoga yang sudah menuangkan segelas air dan diberikannya kepada Prama.


"Minum dulu nih...!"


"Terimakasih, pah!!" ucapnya sambil menikmati air yang diberikan papahnya.


"Papah tau dari mana kalau Prama suka datang ke kantor cabang?. Ucapnya yang sudah menyelesaikan makanannya.


" Kamu kaya gak tau papah aja, apa yang terjadi di perusahan, papah pasti akan tau, Prama.

__ADS_1


"Pasti papah tau dari tante Meta, ya?"


"Papah gak akan ngelarang kamu dekat dengan siapa saja, selama dia baik sama kamu dan membawa kamu kehal yang postif.


Karena papah liat kamu sekarang lebih semangat dalam menjalani hidup, dan sedikit membuka hatimu.


Ingat masa lalu kamu jadikan sebagai pembelajaran diri di masa depan!.


" Sudahlah pah...! papah jangan bahas masalau Prama yang akan menjadikan Prama ingat dengan kejadian itu, dan rasa bersalah Prama pada almarhumah mamah.


"Papah bukan bermaksud mengungkit masalalumu, Prama?, Papah cuma tidak mau wanita yang dekat denganmu akan mencelakai orang di sekitarmu lagi, apa lagi perempuan-perempuan yang hanya menginginkan harta saja." Ucap Prayoga sambil memegang kedua bahu anaknya.


"Inshaa Allah, pah. Prama tidak akan salah pilih lagi, Prama hanya sedang mencari tahu tentang dia dan keluarganya. Karena Prama sudah lama mengenalnya, namun Prama belum tau banyak tentang dia, dan setelah Prama tau orangtuanya, Prama jadi tau siapa sebenarnya dia. Dengan perlahan Prama menjelaskan kedekatanya dengan wanita tersebut tanpa menyebutkan namanya, namun ia belum berani untuk mengenalkannya pada papahnya.


" Papah akan mendukung kamu, nak!, selama itu baik untukmu, dan papah tau kalau kamu sudah kembali dengan dirimu yang dulu, walau sipat dinginmu kepada wanita tetap dipertahankan ya, biar gak ada wanita yang bisa mempermainkan kamu lagi, ucap Prayoga dengan senyum kecilnya.


"Terima kasih ya, pah!!. Ingatkan Prama, bila Prama salah untuk melangkah, tegur Prama ketika Prama sudah lewat batas dari peraturan papah!. Ucapnya sambil meraih tas yang ada di sebelahnya.


Prama berangkat kerja dulu ya, pah... Papah jaga kesehatan, dengan lembut ia mencium punggung tangan Prayoga.


" Kebetulan hari ini papah mau ke perkebunan, jadi setidaknya papah tidak merasakan kesepian di rumah, semoga kakakmu cepat pulang, papah sudah kangen banget sama Huda.


"Nanti coba papah telpon saja sama mas Huda, biar papah bisa melepas rindu. Ucapnya yang sudah mencium punggung tangan papahnya.


Assalamu'alaykum...


" Wa 'alaykum salam...


*****


Tok... tok... tok...


"Sudah, bu. Kia sudah rapih." Kia pun ke luar dari balik pintu kamar dengan tas berwarna hitamnya di bahu sebelah kiri.


"Kamu sudah baikan, nak?


Alhamdulillah, Kia sudah baikan pas minum ramuan yang ibu bikin semalem, jadi Kia langsung bisa tidur dah bu, Makanya Kia sampe kesiangan gini karena kepulesan tidurnya. hehehe


Rahma sudah berangkat sekolah, ya bu?


" Sudah dari jam tujuhan dia sudah berangkat sama Sania.


" Syukur kalau gitu, berarti kamu gak sholat subuh dong, sayang?"


"Kebetulan Kia sedang datang bulan bu, sahutnya sambil meraih sepatu pemberian Prama. Berharap orang yang sudah membelikannya tidak merasa kecewa lagi, karena kemarin ia mempertanyakannya.


" Kamu, gak sarapan dulu, sayang?"


"Gak, bu. Maaf ya Kia sudah kesiangan nih bu."


"Ini bekalnya jangan lupa di bawa!"


Kok ada dua tempat, bu? tanya Kia bingung


"Yang satunya buat nak Prama, semalamkan kamu cerita kalau nak Prama juga menyukai masakan ibu, makanya ibu buatkan dua."


Oohh gitu, ya sudah Kia berangat dulu ya bu.


------

__ADS_1


Ketika Kia baru melangkahkan kakinya ke depan teras. Sebuah mobil sudah terpakir di depan, ketika Kia mencari tahu dengan siapa ayahnya bercerita kakinya terhenti sejanak.


"Yaa ampun..., pagi-pagi gini dia udah sampe rumahku? Kirain aku ayah ngobrol sama siapa?, ternyata si jerapah cungkring ini udah nongol. Aduhh... bikin heboh orang kantor lagi dah kalau dua srigala itu liat aku ke kantor bareng sama kak Prama. Batin Kia sambil menepuk keningnya sendiri.


Kia... nak Prama datang mau jemput kamu, jadi ayah gak usah anter kamu ya? ucap pak Hasbi yang menoleh keberadaan Kia.


"Ehh, iya, yah." ucapnya kaget dengan perkataan pak Hasbi yang tiba-tiba membuyarkan lamunannya.


"Pak... saya pamit dulu ya, Assalmu'alaykum... Ayoo Kia, nanti kamu kesiangan lagi. Ajak Prama yang sudah mendahului langkahnya dan membukakan pintu mobil untuk Kia.


" Kok kakak gak bilang kalau kakak mau jemput aku?" ucapnya yang kini sudah duduk di samping Prama.


"Iya, maaf, kakak lupa ngabarin kamu, abis pikir kakak sekalian lewat sini, jadi kakak mampir buat ngajakin kamu bareng, dan kebetulan kamu belum berangkat, kata ayah kamu.


Gimana emang kamu beneran udah baikan? tapi muka kamu masih sedikit keliatan pucat. ucap Prama yang tetap fokus ke arah depan.


" Alhamdulillah, aku udah baikkan kok!.


"Alhamdulillah kalau gitu, makasih ya kamu udah pake sepatu pilihan kakak." ucap Prama dengan senyum kebahagiaan.


"Aku cuma gak mau kakak kecewa sama aku jadiii... aku pakai dech sepatunya, sedikit menoleh ke arah Prama Kia memberikan senyumnya


" Gak ada masalahkan sama sepatunya? misalnya kebesaran atau kekecilan gitu. Kamu keliatan cantik dengan jilbab dan baju yang waktu itu kita beli, ya kan? sambil melirik dan mengulas senyum Prama menoleh ke arah keberadaan Kia.


Mendengar pujian dari Prama, wajah Kia sudah bersemua merah seperti buah tomat, dan sedikit terukir dua sudut pada bibirnya serta merasakan hatinya berdegup kencang. Baru kali ini Prama memuji penampilannya.


"Ehemm...."


Lamunanya terhenti ketika mendengar suara dari Prama.


Kenapa kamu, diem. Ada yang salah ya sama ucapan kakak?. Kok wajah kamu jadi merah gitu sekarang?, apa kamu demam lagi? Ucap Prama yang menghentikan mobilnya untuk menepi sejenak. Dan tanganya reflek memegang kening Kia dengan punggung tangannya. Namun ia tidak merasakan panas pada kening Kia.


Kiapun dengan cepat untuk menahan tangan Prama, namun sialnya tangan itu sudah mendarat terlebih dahulu kekeningnya. Pada akhirnya tangan mereka berdua terpaut satu dengan yang lainnya. Mata mereka saling pandang melihat apa yang terjadi pada mereka. Lamunan mereka menerawang dengan pemikiran masing-masing.


"Maaf!!..." kata itu yang hanya terucap dari bibir Prama dan seketika menarik tangannya dari pegangan Kia.


"Aahhhh...!!, ia aku juga minta maaf, ucap Kia gugup dan tambah merona kedua pipinya dengan adegan tadi yang membuatnya salah tingkah."


Pramapun mulai melajukan kendaraanya tanpa suara dari bibirnya, hanya pikirannya yang bermain-main di depan sana. Getaran itu muncul lagi, ketika ia menatap bola mata indah Kia yang begitu berbinar.


Begitu juga dengan perasaan sang gadis berjilbab hijau muda itu, ia merasakan tatapan itu begitu bermakana di hatinya, ia menemukan sebuah kehangatan cinta dan kasih sayang dari tatapan yang baru saja ia lihat tadi.


Apakah benar dengan apa yang dikatakan Brayen waktu itu?, kalau kak Prama itu sebenarnya menyukai ku?,??.


Kamu jangan ge'er duluan Kia, mana mungkin dia suka sama elo?, Tapi perhatiannya selama ini sama gue nunjukin kalau dia suka sama gue? Batinnya berperang dengan perasaan yang selama ini ia terka-terka.


Bersambung-----


.


.


.


.


"Kalau kata kaya di sinetron-sinetron bayangin aja kalau disamping kanan dan kirinya Kia itu ada malaikat dan seran yang sedang menghasudnya. Pokoknya terserah kamu dah Gimana ngenayanginnya..


**Jangan lupa praktekin apa yang aku kasih tau ya, buat dapetin poin, cara like, komen n votenya...

__ADS_1


Selamat mencoba... Jazakallahu**


__ADS_2