
"Kak coba liat ke toko itu yukk...!! kayanya model kemejanya lucu-lucu dan bagus. Bujuknya dengan menarik-narik tangan Prama.
" Ya... tapi gak usah tarik-tarik tangan aku gini, kamu mau bikin tangan aku copot? hah. Dengan tawa sedikit meledek.
"Ya maaf, ucapnya dengan melepaskan tangan Prama kasar.
Wiisss, sadis banget ngelepasinnya, ledek Prama.
Prama meraih satu baju berwarna hijau muda dengan motif polka. Coba kamu coba dengan yang ini!!
" Apa gak terlalu rame kak motifnya?"
"Kamu gak suka? pilih aja dengan yang lain yang kamu suka. Nanti aku tinggal nilai saja. Ucap Prama yang sedikit kecewa karena Kia tidak mau mencoba pilihannya.
Ya udah... aku cobain nih, jangan cemebrut gitu dong, tar gantengnya luntur lagi. hihi
" Apa kamu bilang? ganteng? emang kamu baru sadar kalau aku ini ganteng? kemarin kemana aja, bu?
"Langsung deh ge'eran, baru dipuji gitu aja udah kaya balon karbitan kalau dilepas langsung terbang, celotehnya langsung masuk ruang ganti.
Gimana cocok gak? dengan gaya ala model yang sedang pesion show.
Dengan meopangkan ibu jari dan jari telunjuknya ke dagu Prama menjawab pertanyaan Kia.
Hemmm... cocok sih tapiiii... ada yang kurang kayanya?
Kurang?, kurang apanya?
Kurang cantiknya... hahaha
Isshhh...!, garing banget dech becandanya. Biarlah aku gak cantik juga yang penting aku manis, dengan gaya ala cerrybel.
'Siapa bilang si neng gak cantik? kalau ada yang ngatain si neng gak cantik, bilang sama orang itu besok pake kacamata kuda, neng. Celetuk ibu-ibu di sebelah Prama yang sedang memilih-milih baju untuk anaknya.
" Oohh...gitu ya, bu?. Tar saya bilang sama orangnya dech bu biar dia langsung beli kacamata kudanya selagi masih di mall, Jawab Kia sambil, mengedipkan matanya kepada Prama.
Kalah dech kalau udah ada ibu-ibu yang mengebelain, bathin Prama.
Si neng cantik kok neng pake baju itu, lebih keliatan seger dan elegan, tutur ibu itu sambil berlalu dari mereka.
"Tuhh kan apa aku bilang, pilihan aku itu gak akan kecewa...! kamunya aja yang seleranya kurang.
" Iya.. ya aku ambil pilihan kakak..., tapi bantu aku juga buat cari jilbab yang senada untuk kemeja ini.
"Gak perlu kamu bilang juga nih aku udah pilihin!, ucap Prama sambil memberikan jilbab yang ada di tangannya.
" Hehe... maksih ya kak!"
"Sekarang kita ke tempat sepatu, biar kamu ada salinan sepatu, jadi gak pake itu-itu aja.
Tapiii, kak!! uangku gak cukup kalau harus beli sepatu juga, karena aku udah ambil 3 kemeja ini? Dengan menunjukan kemja yang ada di tangannya pada Prama, dengan wajah yang sedikit mengerutkan bibirnya Nakia hendak menaruh kemeja itu pada tempatnya.
__ADS_1
Udah kemeja itu ambil aja, kalau sepatu tar aku yang bayarin. Ucap Prama meyakinkan.
Beran, kak?
Aku kan jadi gak enak kak sama kakak, udah gak apa-apa aku ambil satu kemeja dan satu jilbab. Biar ini aku simpan lagi pada tempatnya, ucapnya dengan berbalikan badannya namun Prama menariknya, hingga Kia hampir terjatuh karena tarikan itu.
" Aaaawww... teriaknya terhenti ketika badanya sudah didapati oleh tangan Prama dan mata mereka beradu pandang, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan."
"Maaf..., ucapnya gugup. Lalu mendirikan badan Kia secara perlahan.
" Wajah Kia sudah bersemu merah karena malu dengan tatapan itu.
Ya tidak apa, jawabnya gugup dan berusaha menetralkan degupan jangtungnya.
Ya sudah kita cari sepatu dulu!. Perintah Prama dan berlalu meninggalkan Kia.
Namun Kia masih berdiri mematung dengan apa yang terjadi tadi, tanganya masih terasa sakit akibat tarikan tangan Prama yang terlalu kuat baginya.
Prama sadar, bahwa orang di belakangnya tidak terdengar mengikuti langkahnya, sudah berjalan agak menjauh Prama membalikan badannya ke belakang.
"Kenapa? ada yang sakit? tanyanya panik.
" Tanganku agak sedikit terkilir, dan ini agak sedikit sakit, ucapnya dengan nada seperti menahan sakit.
"Maaf ya, seharusnya aku gak narik kamu, tadi? sesalnya.
"Gak apa-apa kok mungkin nanti juga baikan!"
"Gimana?, mau lanjut nyari sepatunya apa gak?"
"Maaf ya, gara-gara aku jadi tangan kamu sakit, ucap Prama menyesal.
Udah, jangan minta maaf terus, lebarannya juga udah lewat...hehe...
Makasih ya kak udah mau nemenin aku belanja, dengan nada sedikit dilembutkan
" Ya sama-sama, untuk permintaan maafku, nanti aku belikan sepatunya lewat online aja, gimana. Tapi aku minta alamat kamu biar sepatu itu aku kirim langsung ke rumah.
Gak usah kak, kaya apa aja, aku udah di temenin belanja aja aku udah seneng banget, karena jarang banget laki-laki mau nemenin wanita belanja, ucapnya sambil tersenyum manis.
****
Kita lanjutin jalan aja ya biar nanti sholatnya pas ketemu masjid di sekitaran sini, ucap Prama yang kini sudah mengendarai mobilnya.
"Oke...!! Kita belum terlalu lama kenal tapi rasanya susah seakrab ini ya, kak?
padahal aku liat kakak itu kayanya dingin banget sama permpuan. Tapi pas udah kenal ternyata orangnya garing kaya keripik singkong... hihi
" Emangnya aku kacang Garuda garing!!. Kita kenal sudah lama cuma jarang berkomunikasi, karena kalau ketemu hanya sekilas antara pembeli dan pelayan, ya kan?
Sekilas Prama menoleh Kia, yang sedang mengarahkan pandanganya ke arah jendela mobil.
__ADS_1
"Ya ya, aku kerja di butik aja hampir lima tahun, kenal kakak kurang lebih empat tahunan kali ya?
Owwhh ya, aku jadi penasaran kenapa kakak sering banget ke butik tante Renata?
Sambil sedikit berfikir Prama sesikit mengingat.
" Hemm... butik itu salah satu butik langganan mamah aku, jadi aku sering ke butik itu untuk ngater mamah dan sampai mamah sudah tiada pun aku tetep jadi pelanggan tetap di butik itu, karena aku tau kuwalitasnya dan mamah pernah juga berkerjasama dengan tante Renata.
Tapi kok tante Renata gak kenal sama kakak?
Karena aku kalu anter mamah, aku nunggu mamah di mobil, walau pernah aku sesekali masuk kedalam tapi kebetulan tante Renata selalu gak ada. Jadi wajar kalau beliau gak kenal sama aku.
Oohh gitu, berarti kakak anak mamah banget dong, ya? hehe.
****
Kita ke mesjid itu aja ya... tunjuknya lalu memarkirkan mobilnya tepat di depan masjid.
Ya kak...!!
Selesai sholat mereka pun melanjutkan perjalanannya.
"Kamu laper gak, Kia?"
"Sedikit sih, tapi nanti aja makan di rumah pasti ibu udah masak banyak jadi sayang kalu aku makan di luar..."
Ooh gitu...? ya sudah, jadi gak usah mampir ke rumah makan?. Rumah makan di situ enak-enak loh masakannya... Kapan-kapan mampir ya ke rumah makan itu. Tunjuknya pada rumah makan yang terbuat dari bambu-bambu yang sudah di pelitur mengesankan suasana desa yang sejuk dengan seikit tanaman-taman hijau di depannya.
"Inshaa Allah, kalau kita bareng lagi ya kak.
****
"Itu rumahku, kak!, berhenti di sini saja, ya kak?
Lohhh, kan belum sampe rumah kamu?
Gak apa-apa aku jalan aja, deket kok.. ucapnya dan hendak membuka pintu mobil.
Gak apa-apa kakak anter sampe depan rumah kamu dan sekalian ketemu orangtua kamu... kan gak enak, aku udah bawa anak gadisnya tapi aku sendiri gak turun nemuin orngtua kamu? apa kata ayah kamu nanti.
"Ya sudahlah terserah, ucapnya pasrah.
.
.
.
.
**Bersambung----
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan VOTEnya ya temen-temen
Terimakasih sudah mampir semoga kalian sehat selalu dah suksea untuk semuanya. Lovelove**