Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
13. Tempat Kerja Baru


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama pemilik sang mata bulat dengan senyumnya mengembang menyapa orang-orang sekitar yang asing baginya, perlahan ia memasuki salah satu ruangan kantor berlantai tiga tersebut. Tepat di satu ruangan langkahnya terhenti, ketika melihat satu papan kecil, persis di atas pintu kaca tersebut, yang bertuliskan RUANG PEMASARAN. Seketika ia mengangkat tangan kanannya dan mengetuk bagian pintu kaca tersebut.


Tok... Tok... Tok...


"Selamat pagi...!!. Perlahan ia menggeser pintu kaca tersebut, di dalam sudah ada dua orang yang sedang duduk terpisah di meja masing-masing. Salah satunya pria paruh baya yang duduk tegak menggunakan jas berwarna abu-abu, serasi dengan dasi yang ia kenakan dan kemeja berwarna senada namun warnanya lebih muda dari jas yang ia kenakan.


" Silahkan masuk!!..., dan duduk di sini. Pasti ini dengan mba Nakia Rahmadhani Aulia, ucap pria paruh baya tersebut sambil mengulurkan tangan kanannya."


"Betul Pak, terimakasih, ucapnya seraya menjabat tangan pria tersebut dan mulai menduduki bangku yang ada di depan meja bapak tersebut."


"Saya sudah mendengar tentang diri anda dari Pak Brayen, semoga anda bisa bergabung di perusahaan ini dengan dedikasi yang baik.


Perkenalkan nama saya Handoko Arkadia, salah satu Menager di bagian pemasaran, saya bisa panggil anda dengan mba Nakia atau mba Aulia? tanya pria tersebut."


"Aamiin, mohon bimbingannya untuk tugas yang akan saya jalani di kantor ini.


Panggil saya Kia saja pak, sepeti pak Brayen yang terbiasa dengan panggikan tersebut. Itu akan lebih mudah diingat, tukas Kia dengan senyum sedikit gerogi."


"Baiklah mba Kia...!, nanti asisten pribadi saya yang akan menjelaskan tentang tugas dan pekerjaan mba Kia di kantor ini!! Saya tinggal dulu karena ada meeting dengan Direktur Perusahan, selamat bergabung dan selamat bekerja, ucapnya seraya meraih dokumen yang ada di meja tersebut."


"Sasa, tolong kamu jelaskan tugas dan pekerjaan yang harus mba Kia ini lakukan disini!!, perintahnya pada Sasa asisten pribadinya"


"Baik pak...!" jawabnya yang kini melambaykan tangan kepada Kia agar Kia mendekat pada meja sang asisten tersebut."


"Baik, pak!!. Terima kasih untuk waktunya, jawab Kia dengan senyum tipis diiringi dengan anggukan kepala."


*****


"Perkenalkan saya Sasa sekertaris plus asisten pribadi pak Handoko, semoga kita bisa bekerja sama, dan kamu jangan sungkan untuk bertanya hal-hal yang kamu gak ngerti di kantor ini, tukasnya seraya meraih tangan Kia dan mengajaknya untuk duduk di tempatnya."


"Terimakasih, bu Sasa. Mungkin beberapa hari ibu akan mendapatkan banyak pertanyaan dari saya tentang pekrjaan yang akan saya kerjakan disini, jadi mohon bimbinganya ya, bu!. ucap Kia yang mengigit bibir bawahnya karena hal ini pertama baginya."


Paggil saya Sasa aja!!, karena sepertinya usia kita hampir sama.


"Dan apa kamu sudah terbiasa dengan penampilan seperti ini? tanya Sasa yang memperhatikan cara berpkaian Kia.


"Ya buu, eh maksud saya Sasa, apa ada yang salah dengan cara berpakaian saya?, jawab Kia bingung."


"Ohhh, tidak jadi masalah. Karena hanya beberapa kariawan disini yang memakai jilbab seperti kamu, itupun semenjak Bu Meta yang mengatur ulang peraturan perusahaan. Karena 3 tahun yang lalu pertauran perusahaan menolak bila ada kariyawan yang berhijab, namun semenjak Bu Meta menggantikan Pak Denis kariyawan yang berhijabpun bebas bekrja di perusahaan ini, tukasnya menjelaskan."

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, sayapun dapat info kerjaan disini dari teman saya pak Brayen."


"Ooohhh kamu temannya pak Brayen, Brayen itu salah satu orang kepercayaanya bu Meta. Pantes saja kamu bisa keterima di kantor ini."


"Kalau nanti kamu sesekali diperintahkan untuk mengatar berkas ke perusahaan utama saya harap cara berpakaian kamu sedikit di rapihakan lagi, karena bu Meta sangat memperhatikan penampilan para kariwan-kariyawannya."


"Baiklah, terimakasih atas informasinya dan semoga kita bisa menjadi patner kerja yang baik, ucap Kia senang."


"Yuuukk...! aku anter kamu ke tempat kamu kerja!!. Ajak Sasa yang berlalu dari ruangan tersebut."


*****


Jam istirahatpun tiba.


Kia yang masih sibuk dengan merapihkan berkas-berkas di mejanya. Tidak menyadari keberadaan seseorang di samping kanan mejanya.


"Hai... gimana hari pertama kerja disini, tanya seseorang yang sedang memperhatikan keseibukan Kia dengan berkas di tanganya."


"Kayanya aku kenal sama suara itu, tapi kenapa dia bisa tau kalau aku kerja di sini?, batin Kia."


"Kok diem, bu?" ledek seseorang tersebut."


"Yaa ampun kak Prama, ngagetin aku aja, ucap Kia yang kini sudah menghadapkan wajahnya ke arah lawan bicaranya tersebut."


Tunggg...!!


"Dia masih sibuk, biar dia bareng sama saya saja, jawab Prama yang memotong perkataan Kia."


"Biaklah, aku duluan ya Kia, ucap Sasa yang berlalu dari mereka."


"Kok kakak tau kalau aku kerja disini?, tanya Kia yang sudah mengekor di belakang pria berbadan tinggi tersebut."


"Kamu gak perlau tau masalah itu, karena aku bisa mencium baumu dimana saja, ledeknya sambil memasukan tangan kanannya ke saku celana."


"Gitu banget si, orang nanya bener-bener malah dijawab bercanda, ucap Kia kesal yang memajukan bibirnya sedikit."


"Baiklah...baiklah, aku tau kamu ada disini karena pak Handoko, yang bercerita dengan Brayen kalau dia sudah menerimamu bekerja di kantornya. Kebetulan tadi aku ikut meeting jadi secara gak langsung aku denger dong perbincangan mereka." Dan Brayen itu sahabat aku waktu kami kuliah di kota X, begitu Kia si tikus dapur. Jelasnya yang dengan iseng menyentil telinga Kia yang terturup jibab.


" Awwww... !!, sakit tau kak, keluh Kia yang merasakan sentilan dari tangan jailnya Prama." Jangan panggil-panggil aku tikus kecil, aku gak suka."

__ADS_1


"Kalu kamu lagi cemberut gitu, kamu itu mirip sama marmutnya Ulan, gimana kalau aku panggil kamu si marmut aja ya?!! hahaha."


"Iiihhhhh.... nyebelin... nyebelin...nyebelin dah!!... Teriak Kia yang sambil memukul-mukul lengan Prama lalu berjalan cepat meninggalkan Prama di belakangnya."


****


Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata melihat keakraban mereka. Tidak sedikit orang yang membicarakannya, apalagi kaum hawa yang sedikit aneh dengan pemandangan tersebut.


"Bisa ya cewe baru itu keliatan akrab dengan pak Prama, padahal pak Prama itu kan paling cuwek banget sama cewe!, ucap sekelompok wanita di meja paling depan."


"Kegatelan banget si tuh cewe, kesal wanita berkemeja pink tersebut, dengan 2 teman permpuan dan satu teman laki-laki yang duduk bersama mereka."


****


"Maaf ya, udah jangan manyunin bibirnya gitu dongggg...!! tar ada yang ngasih lipstik geratis lagi."


"Apa sihhh??..., garing banget bercandanya, ucap Kia yang kini sudah duduk di meja paling ujung kantin tersebut."


Ngomong-ngomong tentang Ulan, aku itu jadi kangen sama dia, biasanya jam segini aku makan bareng sama dia di kantor tempat kerja, ucap Kia sambil memainkan tisu yang ada di hadapannya."


"Gimana pas pulang kerja kita ketempat Ulan?. Ya hitung-hitung permohonan maaf aku kekamu!!, gimana?"


"Beneran... kak?, tanyanya kegirangan."


"Iya... tapi kamu harus secepatnya nyelesain tugas kamu biar aku gak nungguin lama!!"


"Siappp....!!, makasih ya kak, ucap Kia yang repleks memegang kedua tangan Prama karena kegirangan."


.


.


.


.


----- Bersambung----


"**Tuhkan Kianya sekarang udah bisa ketawa-ketawa lagi."

__ADS_1


Makanya sumbangin ya Koin kamu buat Kia dan jangan lupa buat Like, komen dan Votenya buat author, plissssss...!!


Dan terimakasih ya buat kalian yang udah dukung novel pertamaku ini.. love.. love buat kalian semua**...


__ADS_2