
Pagi ini disebuah meja makan sudah terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring yang berisikan nasi goreng. Semua menikmati suap demi suap tanpa ada suara. Terdengar tegukan air yang telah membersihkan siasa-sia rasa nasi goreng yang ada di tenggorokannya. Ia letakan gelas yang sudah tak bersisa isinya.
"Ibu, ayah hari ini Kia minta izin karena kak Prama minta Kia ikut jiarah ke makam mamahnya, apa ayah dan ibu mengizinkannya?, tanyanya sedikit ragu."
"Ibu ikut apa kata ayahmu, nak?"
Jawab bu Aisyah yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Kenapa bukan nak Prama yang bicara?. Tanya pak Hasbi yang sudah mengelap bibirnya dengan punggung ibu jarinya.
" Kak Prama nanti kesini kok yah jemput Kia sekaligus minta izin sama ayah dan ibu."
"Ya sudah, berarti jawabannya nanti tunggu nak Prama datang menjemputmu ya?". Ucapnya dan berlalu pergi ke pintu belakang rumah berniat untuk menyiram tanaman-tanamn yang ada di kebun belakang rumahnya."
"Ayah... Gimana? jadi kan hari ini anter Rahma ke toko buku?, ucapnya mencekal langkah pak Hasbi yang selangkah lagi kakinya keluar dari dalam rumah.
" Ayah lupa Rahma, kalu hari ini ayah ada janji sama ustadz Subkti untuk membersihkan musholah yang sudah lama tak terpakai di sebalah desa ini."
"Ya terus gimana nasib tugas Rahma, yah?, kalau kak Kia dan ayah tak bisa mengatar Rahma ke toko buku? Karena hari senin terakhir penyerahan tugasnya, huft... Ucap Rahma kecewa.
" Ya sudah nanti kakak coba carikan bila urusan kakak dan kak Prama sudah selesai ya?" Ucap Kia membelai lembut kepala adiknya yang polos tidak memakai jilbab.
"Beneran, kak?? Ucap Rahma yang ke girangan.
" Ya bawel, tapi jangan lupa ya kakak minta tolong strikakan baju kerja kakak... Hehe.
"Issshhh... Ujung-ujungnya pasti jelek dech."
"Terserah kamu, kalau kamu gak mau nerima tawaran kakak, nanti kakak juga gak mau belikan kado untuk ulang tahun teman kamu itu. Tawar Kia yang langsung berlalu membawa piring kotor ke arah dapur dan memcucinya.
"Iya... Iya aku mau strikain baju kerja kakak tapi aku juga nitip boneka tedy yang besar untuk ku ya? Hehehe...
" Mana cukup uang kakak untuk belikan boneka besar untukmu? Gajian juga belum, kakak. Ucap Kia sambil terus menyabuni piring kotornya hingga berbusa dan bersih dari kotoran.
"Kan ada kak Prama yang tajir melintir, masa ia dia gak mau belikan calon adik iparnya yang manis ini?. Canda Rahma yang sudah memperlihatkan cengir kudanya.
" Rahmaaaa... Gak baik berharap pemberian orang, lagian nak Prama itu bukan siapa-siapanya kakakmu. Sudah nanti tunggu kakakmu dapat gaji dari tempat kerjanya dulu!, baru kamu bisa minta belikan boneka Tedy. Ucap bu Aisyah yang sudah merapihkan sisa-sisa sarapan ke dalam lemari.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Rahma coba kamu liat siapa yang datang?, perintah bu Aisyah.
" Ya bu..." balasnya.
Setelah Rahma meraih jilbab instannya ia bergegas menuju pintu depan dan melihat siapa yang sudah mengetuk pintu rumah. Setelah Rahma membuka pintu ternyata ada laki-laki yang sudah menunggu di depan dengan berbalik badan.
"Cari siapa ya?". Tanya Rahma yang tidak tau siapa laki-laki yang sudah ada di depan dengan celanan semi levis berwarna moca, dengan paduan kaos berwarna biru muda dan sepatu sketnya.
Setelah laki-laki itu berbalik barulah Rahma tahu siapa laki-laki itu.
" Kak Prama ya? Tanyanya yang sedikit kaget dengan penampilan Prama hari ini.
"Ya Rahma emang dikira siapa yang dateng?, Tanya Prama yang aneh dengan ekspresi yang di perlihatkan oleh Rahma.
" Gak.. Gak siapa-siapa kok, abis kak Prama beda banget penampilannya, soalnya Rahma biasa liat kakak dengan baju kerja kakak yanga selalu pake kemeja dan jas. Hehe..
Masuk dulu kak, biar Rahma panggilkan kak Kia.
"Kak... Kak Prama sudah datang...!", teriak Rahma dari luar. Rahma ke dalam dulu ya kak, kakak tunggunya di ruang tamu aja!!, Tawar Rahma kepada Prama.
Rahmapun masuk ke dalam rumah dan mengatakan pada ibu dan kakaknya kalau Prama sudah menunggunya di luar. Ketika Rahma berteriak memberi tahu Prama sudah ada di teras pak Hasbi yang ada di kebun belakangpun langsung menyuci tangannya dan bergegas menemui Prama.
"Kia... Kamu sudah rapih sayang?, ucap bu Aisyah yang sudah menunggu Kia di ambang pintu kamar Kia.
" Ya bu sebentar lagi...!" Kia lagi cari sendal yang bisa Kia pake tapi kok di kamar Kia gak ada ya bu?, Sahutnya dari dalam.
"Ini sedalnya ibu taruh di rak deket lemari ruang makan, sayang?
" Ya, bu.. terima kasih ya bu. Ucap Kia yang kini sudah ke luar dari kamarnya.
"Kamu cantik banget nak?, kok mau kemakam sampe dandan cantik dan serapih ini?. Tanya bu Aisyah yang melihat penampilan Kia dari atas sampai bawah.
"Kenapa, bedak dan lipatiknya ketebelan ya bu?, apa bajunya terlalu mencolok?. Ucap Kia yang menela'ah penampilannya sendiri.
" Cantik kak... hemm... kak Prama makin kelepek-kelepek dech nih. Ledek Rahma yang memuji penampilan Kia yang tidak seperti biasanya dengan bedak dan Lipstik yang tidak biasa ia gunakan.
"Ini semua Kia lakukan karena papahnya kak Prama ingin kenal sama Kia, bu?. Ucap Kia yang sedikit memajukan bibirnya dan memegang kedua tangan bu Aisyah dengan sikap manjanya.
__ADS_1
" Ya sudah kita temui nak Prama di luar kasian dia sudah menunggu kamu lumayan lama kan!".
"Ya, bu...
Kini Kia, bu Aisyah dan Rahmapun menuju ke teras depan, Disana sudah ada pak Hasbi yang menemani Prama dan berbincang-bincang sambil menunggu Kia yang keluar dari dalam. Banyak hal yang pak Hasbi sampaikan ke pada Prama, dan Prama pun mengutarkan niatnya yang membawa Kia ke makam mamahnya dan menemui papahnya di rumah.
Seketika pembicaraan mereka berdua terputus ketika Prama melihat Kia yang begitu cantik hari ini dengan jilbab warna biru muda, yang di padukan baju tunik berwarna navy dengan motif bunga dan bawahan celana sedikit longar dengan warna navy yang sedikit gelap dari warna bajunya dengan polesan make up tipis di wajahnya, harum parpum menyeruak di hidung orang yang ada di sampingnya.
" Biasa aja dong kak Prama liatin kak Kianya!!" kak Kia emang udah cantik dari bawaan lahirnya!?, apalagi sekarang dengan polesan bedak dan lipstik yang menambah kecantikan yang sempurna, bikin laki-laki kelepek-kelepek. celoteh Rahma yang membuat Prama dan Kia malu akibat ocehan adiknya itu.
"Awww... teriaknya karena satu cubitan mendarat di bagian lengan kanan Rahma dari Kia.
"Sakit tau kak!!?", bukanya berterimakasih karena aku memuji kakak!. ini malah dapet cubitan... huhhh...
" Diemmmm, beruang madu!!! mulut kamu itu kaya pintu yang gak ada koncinya, gak bisa diem. Ucap Kia yang menghindari tatapan Prama karena wajahnya memerah atas pujian dari adikknya.
"Sudah.... sudah jangan ribut!!, kasian nak Prama sudah lama nunggu kakakmu, sekarang malah nungguin kamu ribut disini. ucap pak Hasbi melerai dua anak gadisnya.
" Kalau gitu Prama pamit ya om tante, izin bawa Kia sebentar!, saya janji sore kami sudah pulang kok. Ucap Prama yang berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Pak Hasbi dan bu Aisyah untuk berpamitan."
"Ya nak Prama, hati-hati ya bawa mobilnya jangan ngebut. Ucap bu Asiyah yang kini mengantarkan Prama dan Kia ke depan mobil dimana Prama sudah memarkirkannya.
"***Assalamu'alaykum...
" Wa alaykum salam***...
"Seneng ya bu liat kak Kia sama kak Prama, kak Prama itu baik banget sama kak Kia, perhatian lagi, walaupun kak Prama dari orang yang berada tapi dia mau menerima kakak dan keluarga kita apa adanya. Semoga kak Kia dan kak Prama bisa sampe nikah ya, bu?. Ucap Rahma yang senang melihat kakaknya bisa menemukan kebahagiaannya kembali.
"Itulah buah kesabaran yang kakakmu jalanani dalam setiap ujiannya, dia tak pernah merasa kecewa dengan taqirnya dan tak pernah lupa kepada Sang Pemilik Hati, karena kakakmu selalu memasrahkan semuanya kepada Allah. Ucap bu Aisyah yang sudah lebih dahulu melanglahkan kakinya ke dalam rumah.
.
.
.
.
**Bersambung------
__ADS_1
Jangan lupa ya tinggalkan jejaknya**.