Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
17. Teman Baru


__ADS_3

Detakan jarum jam sangat terdengar ditelinga menandakan penguni rumah terlelap dalam mimpi indah. Hanya satu kamar yang lampunya masih menyalah, menandakan sang pemilik masih terjaga dari tidurnya. Entah apa yang ia pikirkan dari kejadian hari ini, dalam otaknya menari satu wajah yang masih tersenyum manis, menggoda jemarinya untuk menari di lembaran kertas putih dengan sampul warna hijau muda. Selesai ia menuangkan isi dalam otaknya, perlahan ia menutup benda tersebut dan meletakan sang pena pada tempatnya.


"Apa aku mulai jatuh cinta??". Gumamnya ketika telah menyandarkan tubuh kekarnya ke dua buah bantal sebagai sandaran. Terkadang senyum manis terukir dari wajah tapannya.


" Lama mengenalmu, namun aku baru bisa merasakan kedekataan bersamamu saat ini. Bisa makan bareng dengan keluargamu, dan gilanya ternyata kamu adalah adik dari teman kuliahku."


Nakia, mungkin aku baru menyadari rasa ini ketika aku mulai selalu bersamamu. Entahlah rasa apa sebenarnya ini, yang telah lama tak pernah singgah di hati ini. Namun aku belum berani untuk mengungkapkannya.


Perlahan ia meraih benda pipih yang sedari tadi ia acuhkan karena asik meluncurkan isi otaknya pada buku hijau muda itu.


Ia buka salah satu aplikasi belanja online, dua buah jempol menari dengan lincah untuk mencari barang yang akan dibelinya.


"Sepatu ini kayanya cocok, karena dia sedikit tomboy, pasti gak terlalu suka dengan sepatu yang berhak tinggi."


Pilihannya jatuh pada sepatu berwarna hitam dan abu-abu dengan model yang sederhana namu terkesan elegan.


Semoga dia suka sama pilihanku ini. Gumamnya dengan sedikit senyum lebar di sudut bibir.


"Pengen bisa liat ekspresi si tikus dapur itu ketika menerima sepatu pemberian dariku, sambil membayangkan, ia memeluk satu guling dalam dekapannya dan memainkan benda pipih ya ia topangkan ke dagunya dan sesekali mengulas senyum.


Prama... Prama bisa-bisanya suka cewe yang semodel sama Kia, apa kata Razi nanti kalau dia tau guwe suka sama adenya...??


Sudahlah itu urusan nanti yang penting guwe buat dia nyamam dulu deket sama guwe, masalah Razi suka apa gak ama guwe itu belakangan.


****


"Kak... kakak... ini ada kiriman paket ekspres buat kakak, teriak Rahma yang sudah membawa kotak besar di tangannya.


Tumben kakak mesen sepatu pake online segala? yang kini menuju kamar kakaknya


" Perasan kakak gak mesen apa-apa, dek?!" Ucapnya yang sedang asik menata jilbab di depan cermin.


"Ini buktinya ada paket atas nama kakak?


aku buka ya kak? ucap Rahma yang penasara dengan isi dalam kotak tersebut.


" Widihhhhh... keren banget nih sepatu branded punya, kak. Pasti kakak abis nebok celengan plus nguras ATMnya nih, jadi bisa beli sepatu ini."


"Sepatuuuu...!!


Yaa Allah apa sepatu ini dari kak Prama, ya? Dia bener-bener beliin aku sepatu?, yaa Allah satu sepatu ini bisa kebeli 10 pasang sepatu yang biasa aku beli, gumamnya dalam hati.


" Boleh tuh kak aku kapan-kapan pinjem sepatu kakak." Ucap Rahman yang sudah berlalu meninggalkan kamar Kia.


Apaan sih dek, kaki kamu kan lebih kecil dari kaki kakak?, mana muatlah!!.


Perlahan Kia meraih handpone yang ada di meja riasnya.


Dan mencari nama yang sudah lama ia simpan namun belum pernah ia hubungi sama sekali.


Panggilan pun terhubung.


Kia: Assalamu'alaykum ... kak Prama ya yang kirim paket berisi dua pasang sepatu buat aku?


Prama: Wa 'alaykum salam warohmatullahi wa barokatuh, gimana kamu suka gak sama pilihan aku?


Kia: Suka sih, tapiii...


Prama: Tapi kenapa, kebesaran ya ukurannya?

__ADS_1


Kia: Pas kok, cuma aku gak enak kak, aku biasa pake sepatu yang merk biasa, tapi ini kakak beliin seharga 10 pasang sepatu yang biasa aku pake.


Prama: Udah, kamu pake ya, kakak marah kalau kamu gak mau pake. Kebetukan itu lagi ada diskon gede-gedean kok jadi kakak gak terlalu nguras ATM... hehehe


Ucapnya bohong.


Kia: Oohh, gitu... makasih ya jerapah cungkring, semoga rezki kakak makin berkah dan mendaparkan jodoh yang terbaik. aamiin


Prama: Aamiin... ya seperti kamu.


Ucapnya pelan namun masih terdengar di telinga Kia.


Kia: apa tadi kakak bilang?


Prama: Gak... gak apa kok, udah gak usah di pikirkan, Aku tutup ya mau berangkat kerja soalnya, Kamu mau sekalian kakak jemput gak?


Kia: Oohh, Gak usah makasih. Hari ini aku di anter ayah kok.


Assalamu'alaykum...


Prama: Wa 'Alaykum salam.


****


Kia... ayah udah nunggu kamu di depan tuh, teriak ibu yang ada di dapur.


Ya bu Kia udah rapih kok, Rahma udah berangkat ya bu?


"Udah tadi... dia bareng temennya Sania!"


Yaa sudah, Kia berangkat kerja ya bu...


Makasih ya bu. Assalamu'alaykum...


****


Sesampainya di kantor Kia langsung turun dengan helem yang sudah ia lepaskan dan sedikit memperbaiki jilbabnya yang sedikit berantakan.


"Nak... pulangnya ayah gak bisa jemput kamu ya?!, karena ayah harus ikut rapat dikantor kecamatan, gak apakan kamu pulang naik ojek?"


"iya yah... gak apa, kan Kia udah biasa kerja naik angkutan umum, yah, waktu kemarin-kemarin.


" Itukan deket sayang, gak kaya disini yang perjalanan aja hampir 1 jam lebih dan ini kan kota besar, nak.


Hati-hati ya!, kalau kamu naik bus atau naik ojek.


"Iya, yah... ayah jangan kawatir gitu dong sama Kia, Kia kan bukan Rahma sia anak kecil itu.


Ya sudah, ayah pulang langsung mau ke kantor kecamatan, ya nak?


" Ya, hati-hati ayah?"


Kia masih berdiri di depan kantor, sampai pak Hasbi sudah tak terlihat lagi.


"Udah gede masih aja manja sama orangtuanya ya? Salah seorang kariyawan yang sudah mulai memasuki lobi kantor.


" Ya, dianterin segala sama bokapnya, nyusahun orangtuanya aja, ucap Kinanti.


Kia pun menoleh pada orang tersebut yang tak lain Mawar dan temannya Kinanti, salah seorang yang tak suka dengan kehadiran Kia di kantor tersebut, karena iri melihat Kia orang yang baru bekerja di kantor tersebut namun sudah dekat dengan Parma dan juga Brayen.

__ADS_1


Seseorang menepuk bahau Kia dan membuatnya kaget dari lamunannya.


" Pagi, Kia!!


Sapanya yang mulai melangkahkan kaki ke lift yang Kia juga akan masuki.


"Ehh...!! Mba Sasa, pagi juga mba.


Tar kamu langsung masuk ke ruanganku ya, Kia!!. Ada beberapa berkas yang harus kamu selesaikan hari ini juga. Tuturnya yang kini sudah keluar dari lift.


" Baik, mba, ucap Kia yang mengekor padanya.


Namun saat Kia hendak melangkahkan kakinya, seseorang menyengol bahunya dengan sengaja. Mengakibatkan kepala Kia Terbentur pintu lift...


"Awwwww...!"


"Kamu gak kenapa-kenapa, Kia? tanya Sasa yang sedikit kawatir"


"Gak, mba... sedikit pusing aja."


Tangan Sasa meraih bahu Kia untuk memapahnya ke tempat meja Kia.


"Kalau ada Mawar sama Kinanti kamu harus agak sedikit menghindar ya, karena disini tau kalau mereka itu salalu gak suka sama kariyawan yang baru apalagi orangnya cantik kaya kamu, ucap Sasa yang susah mendudukan Kia di tempatnya.


" Mba bisa aja... cantikan juga mba Sasa, jawbanya malu.


"Kalu kamu masih sedikit pusing biar nanti aku yang bawain berkas itu ke meja kamu ya?, ooohh ya sebaiknya kamu liat kening kamu ada yang luka apa gak, yah?


" Ya, mba."


****


"Baru dua hari kerja kening aku udah biru gini?, gimana kalau sebulan kerja di sini, bisa abis aku sama dua srigala itu, gumanya dalam hati sambil melihat keningnya di depan kaca toilet kantor.


" Kamu, kenapa jatoh ya?, keningnya sampe biru keunguan gitu?, tanya salah satu orang yang berhijab merah marun.


"Oohhh, itu tadi aku ke peleset, jadi aku kejedot tembok dech, jawbanya bohong.


" Kenalin aku Tari, bagian pendistribusian.


"Aku Nakia, panggil aja Kia, dibagian periklanan.


Seneng bisa kenal sama kamu, semoga kita bisa dekat dan menjalin silaturahim ya.


" Sama-sama Kia, aku duluan ya?.


"Ya sialahkan, Tari!!.


.


.


.


.


**Bersambung----


Berkah selalu buat para penikmat DIAKAH JODOH PILIHAN ALLAH, semoga yang belum bertmu jodohnya Allah mudakan dengan imam pilihan Allah, dan yang sudah halal, Allah berikan selalu keberkahan dalam rumah tangganya. Aamiin

__ADS_1


Jangan LUPA ya, LIKE, KOMEN dan VOTEnya... Jazakallahu**


__ADS_2