Diakah Jodoh Pilihan Allah?

Diakah Jodoh Pilihan Allah?
28. Ayam Kecap


__ADS_3

Sampailah mereka di sebuah pemakaman. Tangan kanan Prama memegang tangan Kia, dan tangan kirinya memegang seikat bunga mawar putih. Karena bunga itu kesukaan dari mamahnya. Perlahan mereka berdua menyusuri gundukan-gundukan tanah yang tertata rapih. Langkah kaki mereka terhenti tepat di sebuah gundukan tanah yang sudah siberi kramik berwarna hitam, terlihat jelas nama di batu nisan. Keduanya mulai berjongkok dan menadahkan kedua tangan berdo'a untuk seseorang yang sudah tiada. Perlahan air mata Prama jatuh setelah ia melalafazkan do'a-do'a untuk mamahnya. Kia yang menyaksikan itu semua perlahan mengulurkan tanganya, dan mengelus lembut punggung pria yang kini telah menangis.


"Sabar ya, kak?"... Mamah kakak sudah bahagia di syurga-Nya jadi jangan menangis lagi!!. Tugas kita sebagai anak hanya mendo'akan dan berbuat baik agar apa yang kita lakukan menjadi pahala untuk mamah kakak!!. Ucap Kia lirih masih terus mengelus pundak Prama.


Prama hanya bisa menganggukan kepalanya, mengerti akan apa yang disampaikan Kia. Perlahan ia menyeka air matanya dan sesekali menarik air yang akan keluar dari hidungnya. Sesaat ia mengambil nafas dan menghembusnya dengan perlahan.


" Mah...! Hari ini Prama datang tidak sendiri, Prama datang dengan wanita yang pernah mamah bilang. Mamah ingatkan?, waktu Prama ke butik itu mengatar mamah?, mamah berharap wanita itu menjadi jodoh Prama. "Lihat mah...!" sekarang Prama datang dengannya. Maafkan Prama yang sudah membuat mamah kecewa waktu itu, Prama malah memilih wanita pilihan Prama yang membuat Prama harus kehilangan mamah. Hiks.. Hiks. Seketika tangisanya kembali membasahi wajah tampannya, ia menyeka airmatanya dengan pungung tangan kembali ia ucapkan kata-katanya. Sedangkan gadis yang ada di sebelahnya terdiam mendengarkan setiap kata yang Prama ucapkan.


"Mamah tau siapa nama gadis itu? Dia Nakia Rahmadhani Aulia, mah!, yang biasa mamah ceritakan padaku gadis tomboy yang cantik, ternyata perkataan mamah benar, gadis itu tomboy dan cantik bahkan lebih cantik hatinya, mah!," Dia sekarang mengisi hari-hari Prama sepeti mamah yang selalu mengisi hati Prama dengan kasih sayang dan cinta mamah.


"Ridhoi Prama ya mah!", agar Prama dan Nakia bisa bersama sampai kepelaminan dan merajut bahtera rumah tangga bersamanya". Ucap Prama yang sedikit melirik Kia dan berharap wanita itupun buka suara di hadapan gundukan tanah tersebut.


" Assalamu'alaykum... Tante!".. Aku Kia si penjaga butik langanan tante. Aku tidak tau bila orang yang sering tante bicarakan itu adalah orang yang sekarang ada di sebelahku!. Dan ketika tante sering ke butik itu, aku pun tidak pernah melihat anak tante yang tak taunya sekarang kami bisa bersama. "Aku janji tante!, aku akan menjaga anak tante dengan kemampuanku, dan aku akan menjewer kupingnya bila dia melawan kepada om Prayoga dan juga mengingkari janjinya kepada tante. Aku hanya penasaran kenapa tante begitu cepat meninggalkan kita. Padahal, aku ingat tante pernah janji bahwa tante akan mengenalkan anak tante bernama Huda kepadaku. Tapi belum sempat tante mengenalkannya kepadaku ternyata Allah lebih sayang dengan tante". Ucap Kia yang sambil menaburi bunga di atas makam tersebut.


Prama yang penasaran dengan kata-kata dari mulut Kia perlahan ingin meminta penjelasan mengapa mamahnya ingin mengenalkannya kepada kakaknya bukankah mamahnya pernah bilang bahwa ingin memiliki menantu seperti Kia kepasa Prama?.


Perlahan ia melihat jam yang ada di tangannya sudah pukul 11 siang. Mereka pun berpamitan kepada seseorang yang ada di dalam tanah tersebut.


Dan mengajak Kia untuk makan siang disebuah rumah makan yang pernah ia janjikan waktu itu.


Sebelum mereka menuju rumah makan tersebut Prama mengajak Kia untuk mampir ke sebuah masjid dekat rumah makan karena waktu dzuhur sudah tiba.


****


Kini mereka telah duduk di sebuah rumah makan yang bernuansa seperti pedesaan dengan gubuk-gubuk yang terbuat dari bambu dan atap yang dari jerami-jerami yang sudah mengering, dan pepohonan yang ada di kiri kanan pintu masuk gubuk tersebut, menambah keasrian dan kesejukan dari rumah makan.


"Ehh... nak Prama !, sudah lama nih gak keseni lagi?. Ngomong-ngomong sekarang seleranya wanita berhijab nih?, biasanya kalau ke sini sama neng yang berambut keriting?. Sapa pemilik rumah makan itu, yang membuat Prama salah tingkah.


"Hehe... Ibu bisa aja. Ini Nakia Inshaa Allah bakalan jadi calon istri saya beberapa bulan lagi!. Ucap Prama mengenalkan gadis berjilbab biru itu kepada pemilik rumah makan.


Kia yang malu karena diperkenalkan sebagai calon istrinya sekilas melirik tajam kepada Prama dengan satu tepukan pada pungung tangan Prama agar laki-laki itu berhenti mengodanya.


Beberapa menit kemudian makanan yang sudah mereka pesanpun datang, mereka menikmati makan siang itu dengan begitu nikmatnya.


"Kalu makan jangan belepotan kaya anak kecil gini dong, ayy!!" lalu Prama yang membersihkan sisa nasi yang menempel pada dagunya.


Kia yang diperlakukan seperti itu merasa malu dan matanya memandang tangan Prama yang sudah ada di wajahnya.


"Biar aku saja yang mebersihkannya kak!, tidak enak ini di tempat umum.Perlahan Kia melepaskan tangan Prama dari wajahnya.


" Owh, ya maaf, ayy?" ucap Prama.


"Selesai makan mau kemana lagi, ayy?, Ucap Prama yang sudah menyelesikan makannya.


" Tolong anter aku cari buku ya kak!", buat tugas Rahma dan cari kado untuk temannya juga. Tadi dia minta tolong carikan karena ayah tidak bisa mengantarkannya ke toko buku!?. Ucap Kia pelan.


"Iya, sayang...!" kamu mau kemanapun kakak akan antarkan, ayy!, Sekalian aja kita ke mall yang dekat sini!. Inshaa Allah, disana lengkap kok buku-bukunya dan kita tidak repot-repot juga ke toko lain untuk mencari kado, gimana?" Usul Prama.


"Baiklah, kalau begitu".


****


Tibalah mereka di sebuah mall besar, Kia langsung menuju toko buku. Ia mencari buku yang di maksud dan Pramapun membantunya. Dan ketika mereka sudah mendapatkan buku yang di cari tidak sengaja Kia menabrak seseorang yang di tanganya sudah penuh dengan buku-buku Islami.


" Ahhh... maaf... maaf!!", saya tidak melihat anda?. Ucap laki-laki berkoko merah itu. Perlahan ia meraih satu persatu buku yang berserakan di lantai.


"Maaf saya yang salah tadi tidak melihat ke arah belakang terlebih dahulu!". Maaf ya, mas!" ucap Kia panik sambil mengulurkan tanganya untuk meminta maaf, namun laki-laki tersebut hanya mengatupkan dua tanganya ke dada. Menandakan ia tak mau tersentuh dengan yang bukan mahromnya


" Tidak masalah!", maaf saya pamit!!. Ucap pria berkoko merah tersebut menuju meja kasir.


"Iya..." jawab Kia. Kia hanya terbengong ketika pria itu menolak uluran tangannya dan menatap pungung pria yang sudah berlalu dari hadapanya.


Prama yang melihat itu hanya terdiam sejenak, dan seketika menepuk punggung Kia.


"Kok bengong, ayy? ucap Prama.

__ADS_1


Sontak membuat Kia sedikit terkejut dan mulai sadar dengan suara Prama yang sudah ada di sampingnya.


" Tidak apa kak!!!".Habis ini kita liat ke toko sebelah untuk mencari kado, ya?!


Kia pun sudah mendapatkan kado yang ia cari, dia tau kesukaan Tasya maka ia memilih boneka Hello Kitty yang berukuran sedang. Matanya melirik pada boneka tedy Baer.


"Bulan depan aku akan kesini lagi, untuk membelimu beruang lucu!", karena adikku menyukaimu. Batin Kia.


Prama yang melihat itu langsung meraih boneka berukuran besar berwarna coklat itu.


" Kamu suka dengan boneka ini? kenapa kamu tidak ambil, ayy? ambilah biarkan kali ini aku yang akan membelikannya untuk kamu, ya?!. Ucap Prama memelas. Karena waktu di toko buku Kia menolak ketika Prama ingin membayar harga buku tersebut.


"Boneka ini bukan untuk aku!, tapi untuk Rahma!?. Biarkan bulan depan saja aku membelikannya, jadi letakanlah boneka itu ketl tempatnya, kak!!.


" Aku tidak mau!,, biarkanlah ayy, kali ini aku yang membelikannya untuk Rahma dan boneka untuk kado itu juga ya, Pliseeeesaaa, oke?". Prama terus merayunya agar Kia bisa luluh.


"Baiklah, tapi cukup ini saja ya, aku tidak mau kalau orang lain menilaiku matre dan memanfaatkan kebaikan kakak. Ucapnya sambil melihat SPG yang sedang membukus kado.


" Pramapun menyodorkan kartu atm nya kepada kasir yang ada di hadapannya... ini mba bayar pake punya saya!.


****


Selesai dari toko tersebut Pramapun mengajak Kia untuk bertemu papahnya di rumah.


Perlahan ia memarkirkan mobilnya di depan rumah mewah berlantai dua tersebut. Seketika Kia mulai gugup ketika kakinya sudah menapaki depan pintu rumah Prama.


Prama langsung meraih tangan Kia yang sedikit dingin dan mengelusnya pelan agar gadis itu sedikit tenang.


"Gak usah gugup gitu!, papah orangnya baik kok!, gak bakalan gigit anak orang. Ucap Prama sedikit meledek kegugupan Kia yang kini wajahnya sudah sedikit pucat.


Assalamu'alaykum... Pah...!?


Wa alaykum salam... sahutan suara Pak Prayoga dari dalam.


Kok jam segini kami baru ke rumah?, mana calon menantu papah?


Kiapun tersenyum malu dengan tutur kata Pak Prayoga.


"Ajak Kia ruang tamu Prama!. Jangan sungkan kalau di sini, ya nak!!. Karena hanya saya dan putra saya yang tinggal di sini dan beberapa pekrja, anggap saja seperti rumah sendiri!.


"Bi Ani kemana pah? kok gak kelihatan?, Ucap Prama yang beranjak k dapur untuk mengambil air minum.


" Bi Ani tadi di jemput anaknya karena dia sedang kurang sehat, jadi papah minta anaknya untuk mengatarkan bi Ani berobat ke rumah sakit.


"Turus papah belum makan dong kalau bi Ani sakit?, kan gak ada yang masakin, pah?"


"Sekarang zamannya sudah canggih, Prama?". Masalah makan papah tinggal pesan lewat online saja!, kamu gak usah khawatirin papah!" Ucap Prayoga yang kini sudah duduk di ruang tamu, diikuti oleh Kia, yang sedari tadi asik mendengarkan perbincangan kedua pria yang ada di hadapannya.


"Papahkan paling gak bisa, pah. Makanan yang sembarangan, nanti kalau perut papah sakit gimana, coba? ucap Prama khawatir.


Ya sudah nanti sore Prama coba masakin buat papah.


" Emangnya kamu bisa?, yang ada papah bisa darah tinggi kalau makan masakanmu.


Begini ini nak Kia, kalau Prama sudah khawatirin om, sok... sokkan mau masakin padahal dia kalu masak selalu asin. hahaha


"Kalau boleh nanti Kia aja yang masakin buat om, Gimana? Kia bisa masakin agak banyakan biar nanti bisa di simpan di lembari pendingin dan ketika mau makan lagi tinggal di panasin di mikrowape? Ucap Kia yang memberikan saran kepada Prama dan Pak Prayoga.


" Emangnya kamu bisa masak? selidik Prama.


"Inshaa Allah. Ucapnya singkat.


Ternyata benar katamu mah anak ini memang lain dari wanita yang lain, dia anak yang baik, sopan, dan rajin. Coba mamah masih ada di sini, mamah bisa menyaksikan calon menantu kita memasak untuk kita, mah. Batin pak Proyaga.


" Boleh saya masuk kedapur om? tanya Kia.

__ADS_1


"Ya silahkan...silahkan!, om jadi gak enak baru pertama bertamu jadi merepotkan kamu Kia. Ucap Prayoga dengan senyum mengembang.


Kini Kia sudah ada di dapur, ia melihat stock yang ada di dalam kulkas ia melihat ada sekor ayam dan bumbu yang masih komplit.


"Kamu mau masak apa, Ayy? tanya Prama yang selalu mengekor pada Kia.


" Aku mau buat ayam kecap bawang bombay dan ungkep ayam, kalu kamu sama om Prayoga mau makan tinggal goreng dan ayam kecapnya tinggal di angetin dech.


"Yakin kamu bisa, ayy?


"Inshaa Allah, lebih baik kakak temenin om Prayoga di sana, dorong Kia karena malu Prama yang selalu mengikutinya.


Kiapun mulai melakukan aksinya, dengan tangan lincah dan kegesitannya, kini ia sudah selesai memasak dan menghidangkan makanannya di meja makan.


Prama yang sudah menonton aksi Kia dari tadi hanya bisa senyum-senyum dan terbengong.


" Ternyata aku tidak salah pilih ya?, kamu wanita yang serba bisa. Beruntungnya aku bisa memiliki kamu, ayy?. boleh ya aku cicipin masakan kamu?


"Silahkan, kak!. Aku belum jadi milik kakak, karena belum ada ijab khobul antara kita!." Ucap Kia yang sudah rapih dengan tataan piring di meja makan.


" Masyaa Allah wanginya bikin perut om laper aja, izab khobulnya di segerakan saja!. Biar om dan Prama bisa menikmati masakanmu setiap hari, Nak? Ucap Pak Prayoga yang kini sudah mendekat pada meja makan.


Merekapun menikmati makan sorenya dengan begitu nikmat, sesekali Prayoga dan Prama memuji masakan Kia yang begitu enak. Hanya Kia yang tidak ikut makan karena ia merasa kenyang.


Acara perkenalan itu pun di awali dengan makanan yang di masak Kia sore itu.


Kiapun pamit kepada pak Proyga. Pak Prayoga sangat bersyukur Prama mendapatkan Kia yang begitu sempurna menurutnya.


"Makasih ya nak, hati-hati di Jalan dan salam kepada kedua orangtuamu.


Ketika Kia memasuki mobil Prama meraih satu paperbag ukuran sedang dan memberikannya kepada Kia.


" Ini untuk kamu, ayy!", karena hari ini kamu sudah begitu baik kepadaku dan juga papah."


Perlahan Kia membuka isi paperbag tersebut. Seketika senyum Kia terukir...


"Gimana kamu suka?"... Ucap Prama yang cemas takut Kia tidak menyukai pemberiannya.


" Terima kasih ya kak, ini akan selalu aku simpan sampai kapanpun."


Terima kasih untuk hari ini. Ucapnya dengan sorot mata yang indah dan terlukis senyum yang tulus darinya.


"Alhamdulillah kalau kamu suka. Sama-sama, ayy!.


.


.


.


.


**Bersambung-----


Kiara-kira apa ya yang diberikan Prama untuk Kia?


Yang penasaran jangan lupa ikuti terus setiap episodenya.


dan Jangan lupa tinggalkan jejak setiap kali kalian baca.


LIKE


KOMEN


SHARE

__ADS_1


dan VOTE nya


terima kasih**


__ADS_2