
* Grssiiiingsss * Deru mesin pendorong yang menumpang kecepatan Victoria mulai menyetarai kecepatan Queenela yang melesat cepat di udara.
Mencoba memperhatikan lebih dekat mengenai sosok macam apa yang ada dihadapannya, kilau cahaya merah kehitaman mulai nampak diantara embun pagi yang menyelimuti sebelum kehampaan diatas langit berkabut menampakkan diri bersama wujud Queenela yang siap memberikan serangan mutlak bersama beberapa familia dalam satu barisan pertahanan maupun familia serupa yang membentuk satu pola dasar lingkaran sempurna sembari mengisi tenaga diantara selongsong yang menargetkan Victoria.
" Nh ? Yah. Mungkin akan terjadi sedikit pertempuran kecil diantara mereka berdua. Namun mengingat kembali kemampuan Airina, seharusnya dia mampu membuat Ela berada pada batasannya. Dan lagi, apa yang aku lakukan sebelumnya pun bertujuan untuk mengurangi kemampuan Ela untuk menghadapi Airina. " Balasnya pada Gaia yang merasa khawatir terhadap Queenela.
Bangkit dari ruang penciptaan dalam tubuh Gaia yang berisikan ruang hampa disertai kumpulan kode akses dalam game yang nampak rumit untuk memeriksa kondisi akhir dari kemenangan Airina yang telah terprediksi, Rose meminta Gaia untuk membuka portal penghubung antara tempat itu dengan gelang kayu yang menjadi asesoris dari Queenela sembari membawa beberapa kelengkapan dari Queenela untuk hidup bersama Airina.
* Swiiiingsss!!! * Jalan cahaya terus menampakkan diri bersama Victoria yang terus memaksakan kemampuan pada mesin pendorongnya demi menghindari gempuran mengerikan dari hujan peluru yang menerjang sembari mencari celah diantara pertahanan dari Queenela yang masih mengaktifkan perisai berbentuk sarang lebah berduri yang menyelimuti.
* Gsriiiingsss!!! Gsriiiings!!! Dradadadadadam!! * Tatapan kosong dari Victoria mulai terlihat setelah serangan balik darinya yang menggunakan kampak plasma peminjaman Airina tidak mampu menggores pertahanan Queenela hingga memaksa dirinya untuk mengosongkan seluruh isi dari meriam balistik demi melindungi diri dari ribuan peluru yang kembali mengarah padanya.
Tidak menyerah dengan kemampuan yang dimilikinya, Victoria kembali melepas mecha suit yang dikenakannya untuk digantikan dengan meca suit lain yang serupa kristal prisma dengan warna pelangi dan memanggil bala bantuan berupa pedang prisma bercahaya yang menampakkan diri diantara dua pasang sayap mecha sebelum benturan hebat diantara pedang dan peluru itu terjadi di saat cahaya mentari semakin meninggi.
* Spuiiiiingsssss * Kilat cahaya dari meriam ganda dalam genggaman tangan bagian atas dari Queenela mulai nampak terlihat tidak lama setelah kabut hitam bekas benturan itu menghilang bersamaan dengan terkoyaknya separuh bagian dari perisai lebah itu.
__ADS_1
" Ria, aku percayakan tugas ini kepadamu." ucap Airina dalam singgasana kembali terdengar bersama senyuman darinya ketika pengumpulan energi dari meriam milik Queenela bersiap menerjang tubuhnya yang hanya menyisakan sepasang sayap dan satu tangan yang berlubang akibat peluru yang terlampau cepat dibanding pedang prisma miliknya.
Mengunci target yang jatuh itu dengan tujuan pemusnahan, kumpulan akar serabut mulai menutupi pandangan dan terus menyerap energi kehidupan darinya sebelum tubuhnya jatuh di dekat Victoria dan cahaya terang mulai menampakkan diri setelahnya.
" [Hmph, sepertinya apa yang aku ada dihadapanku saat ini berbanding terbalik dengan apa yang aku harapkan sebelumnya. ] " pikirnya ketika kobaran api melahap seluruh area hutan bersama beberapa kawah dalam nan lebar yang diselimuti latar waktu senja dari perpaduan asap hitam dan api yang membakar.
Menarik nafas panjangnya sebelum menciptakan elemental spirit dengan empat elemen dasar dari bumi, api, air dan angin, Rose meminta pada Gaia untuk kembali menumbuhkan ribuan pohon yang hangus terbakar setelah elemental spitri melakukan tugasnya untuk memadamkan api dengan menyerapnya, memperbaiki kawah berbahaya dengan sihir tanahnya, menghapus asap hitam dengan sihir anginnya dan menghujani penjuru area dengan sihir airnya.
* Bisisik! Besisik! Ksrik! * pecahan tubuh dari Victoria yang masih memiliki sisa kesadaran kembali menampakkan kilat cahaya listrik statis yang menarik perhatian Rose yang mengira bahwa Victoria adalah clone dari Airina yang tidak perlu dikhawatirkan.
" Baiklah, aku tidak terlalu mempermasalahkannya Airi. Tapi! Kamu harus meminta maaf kepada Ria atas apa kecerobohan yang kamu lakukan. " ucap Rose yang duduk diatas kursi batu buatan elemental spirit sembari menatap kristal sihir yang terhubung langsung dengan Airina.
" Simpan dulu pertanyaan dalam benak kalian sampai rapat ini selesai. " ucap Vi menahan beberapa orang yang merasa mengenai sosok Rose agar tetap fokus pada permasalahan yang mereka hadapi saat ini.
Memasang wajah kecewa sebelum keseriusan kembali terasa dalam ketegangan atas masalah mereka, Rose mengangkat tubuh Victoria dengan hati-hati sebelum menempatkannya pada pangkuan dari duduknya sembari mencoba mengingat kode akses untuk pembaruan terhadap tubuh Victoria.
__ADS_1
" [Mungkinkah], Victoria double A ? " ucapnya mencoba kode akses yang terlintas dalam benaknya ketika mengingat sosok Victoria di awal permulaan game yang bagian dadanya masih dalam masa pertumbuhan.
Mendengar suara gemuruh dari beberapa kapsul yang jatuh ke tempatnya berada membuatnya merasa senang setelah Victoria kembali membuka kedua matanya secara sadar dari dalam kapsul putih kecoklatan dihadapannya.
" Nh, aku rasa tidak. Kekuatan yang kamu miliki saat ini pun sudah meningkat dari sebelumnya [ ku rasa.] " ucap Rose mencoba menenangkan Victoria yang merasa bahwa dirinya tidak cukup mampu untuk melawan balik sosok Queenela.
Mengusap pelan wajah besi yang bersih tanpa noda sembari menjelaskan bahwa semua itu adalah kesalahan Airina, Rose memberikan sebuah gambaran sederhana yang menyebutkan bahwasanya Queenela memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Airina setelah campuran gen yang berbeda asalnya.
" Ashura, Misthera dan Kaharama ? Apakah benar bahwa gen dari tiga iblis itu tertanam padanya? " ucap Victoria tidak percaya bahwa dalam diri Queenela terdapat gen dari sosok yang amat berbahaya.
Membenarkan pendapat Victoria sembari membanggakan tubuh Queenela yang berdasar pada keinginannya menciptakan sosok yang berguna lagi sesuai dengan harapannya, Rose kembali menegaskan kebenaran itu dengan menunjukkan beberapa bagian tubuh dari Queenela sebagai tanda bahwa kelak Queenela adalah sosok yang mampu menjadi yang terkuat diantara mereka.
" Tapi, seperti beberapa hal tidak terduga lainnya. Karena sikap penakutnya itu, aku terpaksa memberikan pakaian ini agar kemampuan yang berkaitan dengan ramalan masa depan atau ramalan yang ada dalam dirinya tidak menghambat perkembangan potensi lain yang ada dalam diri, Ela. " tambahnya menjelaskan alasan pemberian set kostum dari dark reaper yang berguna untuk menutup sebagian besar penglihatan Queenela yang mampu meramal masa depan agar kemampuan lain yang tertanam dalam dirinya bisa lebih berguna bagi dirinya ataupun mereka.
Membuat skema dasar dari kehidupan macam apa yang akan Queenela jalani bersama Victoria, beberapa pendapat mulai terlontar dari mulut Victoria atas kesepakatan bersama dari Airina sebelumnya dan membuat Rose merasa puas dengan latar belakang palsu dari Queenela.
__ADS_1
" Mulai sekarang kamu bisa memanggilku bibi, Ela. " ucap Victoria pada Queenela yang duduk diam tanpa kata sebelum ayahnya kembali menghilang melalui portal ciptaan Gaia.
Mengemasi barang bawaan yang terdiri dari baju ganti, ramu-ramuan, beberapa perlengkapan sekolah dan beberapa gelang kayu mapun kalung dari anyaman akar serabut, Queenela dan Victoria mulai melangkahkan kaki bersama menuju sebuah tempat yang nantinya akan menjadi rumahnya untuk waktu yang lama.